Tak Terbendung Lautan Festival di Kota Bandung

3 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Peserta saat mengikuti Festival Asia Afrika 2026 di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu 11 Juli 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Peserta saat mengikuti Festival Asia Afrika 2026 di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu 11 Juli 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Bagaimana menceritakan tentang Kota Bandung dari sudut generasi milenial dan Z? Banyak sudut tuturnya. Bagaimana mengapresiasi tentang Kota Bandung? Festival jawabannya. 

Generasi milenial dan Z di kota Bandung sangat mengenal tentang festival. Mereka paham betul cara menyelesaikan permasalahannya sehari-hari. Situasi dan kondisi yang membuat kegalauan hatinya atau keadaan yang membutuhkan waktu bergembira.

Sebab acara festival di kota Bandung tahun 2026 sangat meriah dan memberikan nuansa berbeda. Kesempatan generasi milenial dan Z untuk merayakannya sudah tak terbendung. 

Lantas apakah festival berkaitan dengan kehidupan masyarakat di kota Bandung?

Merayakan Festival Tahunan

Masyarakat kota Bandung sangat dimanjakan oleh kegiatan festival tahunan. Upaya menjaga nilai-nilai kebudayaan dan pariwisata berkelanjutan sepatutnya menjadi sorotan. 

Pemerintah Kota Bandung sebagai pengambil kebijakan sangat penting menyederhanakan pemahaman festival untuk disosialisasikan kepada masyarakat. Festival tahunan yang dilaksanakan di kota Bandung sangat kental dengan kehidupan masyarakat. Festival yang memberikan ruang kolaborasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan, ekonomi kreatif, dan kepariwisataan. 

Sebagaimana tertuang pada kalender festival tahunan yang telah dikurasi oleh pemerintah kota Bandung. 

Dari mulai bulan Februari ada festival Be on Fest, festival ini mempertemukan brand kecantikan yang kreatif kepada generasi milenial dan Z. Bulan Mei ada Tau-Tau Festival merupakan festival musik yang mempertemukan musisi nasional dan indie. Lalu festival Bandung Orkestra di bulan Juni-Juli, yang menghadirkan musisi klasik dengan harmoni elegan, dilanjut ada festival Baso Juara. Juga festival Asia-Afrika. 

Peserta menyiapkan kostum karnaval di Gallery Bandung Culture, Gang Masjid 3, Babakan Surabaya, Kiaracondong, Kota Bandung, Kamis, 9 Juli 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Peserta menyiapkan kostum karnaval di Gallery Bandung Culture, Gang Masjid 3, Babakan Surabaya, Kiaracondong, Kota Bandung, Kamis, 9 Juli 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Bandung Art Month di bulan Agustus. Festival Papandayan di bulan Oktober, Angklung Pride dan Now Playing Festival di bulan November.

Jika menelisik pada festival unggulan tahunan di kota Bandung tersebut, maka sudah pasti masyarakat kota Bandung dimanjakan. 

Tak hanya itu, kota Bandung sebagai ruang kreativitas dan penguatan identitas kebudayaan yang sangat penting bagi masyarakat. Interaksi sosial secara inklusif dapat memberikan manfaat bagi masyarakat kota Bandung yang sangat multikultural. 

Dampak Ekonomi dan Kesejahteraan UMKM

Belum ada kata lain selain dampak positif yang signifikan adanya festival unggulan di kota Bandung. Ekonomi kreatif yang berputar serta kesejahteraan UMKM, menghadirkan referensi bahwa kehadiran festival mendukung secara keseluruhan di lini ekonomi dan kesejahteraan. 

Hotel-hotel yang terisi, UMKM bergerak dengan cepat, penguatan identitas kota Bandung sebagai etalase kota kreatif mengisi ruang-ruang kehidupan masyarakat. 

Lewat festival unggulan pula bahwa masyarakat di kota Bandung sangat mengenal kebudayaan inklusif sehingga tidak kehilangan identitasnya. 

Sebab ekosistem festival yang sudah berjalan dan terbangun dengan kokoh ini menyebutkan bahwa keberadaan kota Bandung sangat diharapkan sebagai corong peradaban. 

Tantangan Infrastruktur 

Pada tahun-tahun berikutnya, yang diharapkan adalah melakukan reevaluasi infrastruktur dalam kegiatan festival. Meski dipandang kota padat, tapi pemerintah perlu memikirkan tantangan Infrastruktur yang tidak bisa disepelekan. 

Kehidupan generasi milenial dan Z membutuhkan ruang yang lebih nyaman, di luar berhubungan dengan transportasi yang masih didominasi kemacetan, pemerintah harus peduli dengan kondisi ini. Sebab kegiatan festival tahunan bukan sekadar berhubungan terselenggaranya kegiatan, melainkan jantung kehidupan yang perlu diperhatikan. 

Kesiapan infrastruktur untuk ketertiban umum harus dimaksimalkan. Pada kenyataannya, kota Bandung tidak sekadar menjaga ketatalaksanaan festival, tetapi multi sektor diluruskan perencanaan dan instalasinya. Dengan arti, bahwa festival tahunan harus memiliki peta jalan keekonomian, infrastruktur, dan pendekatan yang konstruktif sehingga penyebab negatifnya dapat diminimalisir dan berdampak positif bagi perkembangan masyarakat dan langkah berikutnya. Semoga! (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:45

Sisi Lain Kota Bandung: Kebiasaan Lama yang Berulang Kembali

Bahkan peringatan "Kesurupan" pun tetap tidak menghentikan oknum pembuang sampah sembarangan di kawasan Cibaduyut.

Peringatan Hantu dan CCTV pun tidak mengurungkan niat seseorang untuk membuang sampah sembarangan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:03

MPLS Tanpa Bully

Sekolah yang ramah bukanlah tempat menimba ilmu yang sekadar bebas dari perundungan. Rumah kedua itu harus menjadi ruang bersama yang membuat setiap anak pulang dengan senyum yang lebih lebar

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 17:22

Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Pedagang Kantin dan UMKM Sekolah

Saya tertarik membahas topik ini karena menunjukkan dampak Program Makan Bergizi Gratis bagi siswa, pedagang kantin, dan UMKM sekolah.

FAGI Jabar ingatkan bahwa tugas utama guru adalah mengajar, bukan mengurusi MBG. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 16:23

Benang-Benang Asing dalam Tenun Tradisi Nusantara: Jejak Budaya Eropa dalam Perubahan Kebaya dan Identitas Sosial.

Membahas pengaruh budaya Eropa terhadap perubahan kebaya sebagai busana tradisional dan simbol identitas sosial di Nusantara pada masa kolonial.

Wanita Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 15:41

Mengenalkan Sekolah lewat MPLS yang Ramah bagi Anak

Selama ini, banyak orang yang membahas tentang pentingnya sekolah yang ramah bagi anak. Seperti apa sekolah ramah anak itu? 

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ikon 15 Jul 2026, 15:24

Hikayat Sport Center Arcamanik, Dari Arena PON Menjadi Pusat Sport Tourism

Sport Center Arcamanik bertransformasi dari venue PON 2016 menjadi pusat olahraga, wisata keluarga, dan kuliner Bandung.

Anak-anak bermain layangan di sekitar area Sport Center Arcamanik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 15:22

Tak Terbendung Lautan Festival di Kota Bandung

Jika menelisik pada festival unggulan tahunan di kota Bandung tersebut, maka sudah pasti masyarakat kota Bandung dimanjakan.

Peserta saat mengikuti Festival Asia Afrika 2026 di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu 11 Juli 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ikon 15 Jul 2026, 15:03

Lingkar Nagreg, Jalan yang Menyatukan Priangan Timur: Dari Simpul Kemacetan Menjadi Koridor Panorama dan Harapan Ekonomi

Lingkar Nagreg mengurai kemacetan mudik sekaligus menghadirkan panorama alam dan peluang ekonomi baru di Bandung.

Lingkar Nagreg. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 14:44

Keberadaan Manusia Prasejarah Bandung

Keberadaan manusia prasejarah Bandung dibuktikan dengan penemuan sisa kebudayaan dalam bentuk perkakas dari batu.

Curug Dago tahun 1880. (Sumber: KITLV)
Sejarah 15 Jul 2026, 13:20

Sejarah Dunia Fantasi, Taman Hiburan Terbesar Indonesia yang Terinspirasi Disneyland

Sejarah Dufan bermula dari kunjungan Presiden Soekarno ke Disneyland pada 1956. Kini, taman hiburan itu menjadi ikon wisata terbesar di Indonesia.

Dufan tahun 1985. (Sumber: Facebook Theme Park Journey)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 13:00

Lawan Arah: Jalan Pintas yang Mengancam Keselamatan Bersama

Melawan arah bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, tetapi ancaman nyata bagi keselamatan bersama. Mengapa praktik ini masih sering terjadi dan bagaimana mencegahnya?

Para pemotor melawan arah di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Cipadung Kidul, Kota Bandung, 5 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.com/Magang/Agustian Nugraha)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 10:17

Toto Harianto: Pawang Kayu Pengembang Perajin Mebel dengan Spirit Kreasi Edukasi

Pasar furniture dan kriya untuk sekolah, rumah tangga, tempat usaha hingga untuk kesenian dan kebudayaan sebaiknya mengedepankan UMKM dan perajin.

Ilustrasi pembina perajin furniture dan kriya dengan semangat Kreasi Edukasi (Sumber: dikreasi dengan bantuan Gemini | Foto: gambar: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 07:43

Jalan Timnas Indonesia ke Piala Dunia Berawal dari Bandung

Persib bukan hanya nama tenar di klasemen Liga 1. Ia telah menjadi institusi sosial yang mempengaruhi cara masyarakat memandang sepak bola, dari warung kopi hingga ruang-ruang keluarga.

Bobotoh Rayakan Kemenangan Persib (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 18:02

Risiko Kenaikan Suhu Ekstrem di Bandung

Bandung yang sejak dulu dikenal berhawa sejuk, kini harus mawas diri terhadap perubahan suhu ekstrem. Bagaimana dampaknya terhadap kehidupan.

Seorang anak berjalan di sawah yang mengalami kekeringan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 17:37

Tyson, Bullying, Bandung

Kenangan terhadap Mike Tyson petinju sohor dan fenomenal meraih empat sabuk juara dunia WBC, WBO, WBA dan IBF

Mike Tyson. (Sumber: Flickr | Foto: Eduardo Merille)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 17:06

Tubuh sebagai Prioritas: Kausalitas Pandemi Covid-19 dan Kebangkitan Tren Fitness di Kalangan Anak Muda

Pandemi COVID-19 meningkatkan kesadaran anak muda terhadap pentingnya kesehatan tubuh. Kondisi ini mendorong kebangkitan tren fitness sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan investasi jangka panjang.

Pandemi COVID-19 meningkatkan kesadaran anak muda terhadap pentingnya kesehatan tubuh. (Sumber: Pexels | Foto: Marta Nogueira)
Wisata & Kuliner 14 Jul 2026, 16:54

Kelezatan Coto Makassar, Empat Puluh Rempah dari Kerajaan Gowa untuk Semua Orang

Kenali sejarah Coto Makassar dari era Kerajaan Gowa, filosofi 40 rempah, kuah air tajin, hingga rekomendasi warung legendaris yang wajib dicoba.

Coto Makassar.
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 16:34

Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD, Birokrasi dan Pelayanan Publik Terancam?

Belanja pegawai sebesar 30% dari APBD sering dipandang sebagai indikator tingginya beban birokrasi terhadap kapasitas fiskal daerah.

Ilustrasi. (Sumber: Created by gpt)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 16:16

Semangat Intelektual Remy Sylado Bergema di UNISBA

Bagi Remy Sylado bahasa tidak pernah sekadar menjadi alat komunikasi.

Peserta mengikuti diskusi "Irama Pembangkangan Remy Sylado: Merayakan Keberanian Berbahasa dan Berpikir" yang digelar Majelis Tangga Batu UNISBA di Pelataran UNISBA, Jalan Tamansari No. 1, Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 15:15

Pentingnya Merawat Imajinasi untuk Memahami Literasi

Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis.

Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)