Fariz R.M. Mengasah Bermusiknya di Bandung

4 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan Kamis 16 Apr 2026, 15:16 WIB
Fariz R.M. - Musik Rasta. (Sumber: Wikimedia Commons)

Fariz R.M. - Musik Rasta. (Sumber: Wikimedia Commons)

"Kujelang malam
Berkawankan lamunan
Tentang hidupku
Yang berjalan dalam rintangan

Dan bila sunyi
Melayangkan sukmaku
Teringat lagi
Apa yang kubuat hari ini..."

NYANYIAN MALAM - FARIZ RM

Sebuah stasiun radio swasta mojang bujang Kota Bandung rentang waktu tahun 1980-an pada pergantian waktu tengah malam, selalu memutarkan salah satu lagu Fariz RM tersebut yang liriknya sangat mengena dengan situasi waktu bergantinya hari berdasarkan GMT atau Greenwich Mean Time.

Lantas siapakah Fariz Roestam Moenaf atau fariz RM itu ?

Fariz Roestam Moenaf lahir di Jakarta 5 Januari 1959, lebih dikenal sebagai Fariz RM, adalah seorang penyanyi, pemusik, dan penulis lagu blasteran Belanda, Betawi, dan Minangkabau. Ia dikenal dengan lagu-lagu ciptaannya, diantaranya SAKURA, INTERLOKAL, ASTORIA dan BARCELONA yang sangat fenomenal pada dekade tahun 1980-an.

Kemampuan bermusiknya terlihat saat menjadi gitaris melodi pada usia 12 tahun, bersama dengan Debby Nasution dan Oding Nasution, membentuk "Young Gipsy" yang membawakan musik blues dan rock. Selanjutnya, Fariz RM ketika masih berseragam putih abu sering menangani berbagai kreasi musikal untuk vokal grup dan operet di sekolahnya. Bahkan Fariz RM berada dalam sirkelnya yang kelak kemudian hari menjadi musisi-musisi Indonesia seperti Addie MS, Raidy Noor, Adjie Soetama, Ikang fawzi dan Deddy Dhukun.

Seusai melepaskan baju putih abunya di SMA 3 Setiabudi, Jakarta, Fariz RM mendaftarkan diri ke ITB Bandung jurusan Seni Rupa untuk menuntut ilmu, kebetulan pula di Bandung ada kakak sepupunya yaitu Triawan Munaf, pemain keaboard Giant Step band. Suasana hawa kegiatan musik di Kota Bandung pada saat itu sangat tinggi sekali, tentu saja hal ini membuat Fariz RM merasa sangat senang karena akan bisa mengembangkan kemampuan bermusiknya.

Seperti yang dikutip dari dennysakrie63's Blog, Fariz melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung jurusan Seni Rupa pada tahun 1978. Fariz pun mencoba untuk mengembangkan dan menimba ilmu serta menambah pengalaman dengan bergabung di dua grup musik beraliran rock, Giant Step dan The Rollies.

Fariz menjadi musisi pengganti untuk posisi Triawan Munaf sebagai keyboardist Giant Step untuk penampilan panggung, dan menggantikan posisi Jimmie Manopo pada drum untuk pentasnya The Rollies. Fariz juga pernah membantu mengiringi kelompok musik dari Bandung pimpinan Harry Roesli, Harry Roesli Kharisma, pada tahun 1979.

Triawan juga dikenal sebagai pemain keyboard dari Gang of Harry Roesli. Berkat Triawan lah akhirnya Fariz RM diperkenalkan dengan Harry Roesli, Benny Soebardja hingga Hari Soebardja. Di luar kegiatan kuliahnya di ITB Bandung, Fariz pun mulai menyusup di komunitas musik Bandung. Di antaranya adalah nongkrong di kediaman Harry Roesli yang berada di Jalan WR Supratman 57 Bandung. Fariz melebur di komunitas musik yang dikembangkan Harry Roesli.

Dia mulai terlibat diskusi musik hingga jam session dengan Harry Roesli. Hal yang tak pernah dilupakan Fariz manakala Harry Roesli mengajarkan teknik bermain bass funk yang digagas oleh Larry Graham dari Sly and The Family Stones. Harry Roesli adalah salah satu pencabik bass funk terbaik di Bandung.

The Essential Fariz RM. (Sumber: Wikimedia Commons)
The Essential Fariz RM. (Sumber: Wikimedia Commons)

Benny Soebardja, dedengkot Giant Step menaruh kepercayaan soal musik pada Fariz RM untuk penggarapan dua album solonya yaitu, Setitik Harapan (1979) dan Lestari (1980).

Pada 1979 Fariz RM diminta menjadi music director album solo Harie Dea, penyanyi dan penulis lagu dari Vocal Group Balagadona Bandung. Ini adalah untuk pertama kali Fariz berperan sebagai music director dalam penggarapan sebuah album rekaman.

Selain Hari Soebardja, Fariz juga bersahabat dengan Oetje F. Tekol (bass) dan Jimmie Manopo (drums) dari The Rollies. Untuk penggarapan album solo perdana Fariz bertajuk Selangkah Ke Seberang (PramAqua 1979), Fariz juga mengajak Oetje F. Tekol sebagai pencabik bass.

Kota Bandung untuk Fariz RM adalah laksana batu asah yang menajamkan pisau kepiawaiannya bermusik. Kepiawaiannya bermusik semakin terasah tajam, karena ia berada di wilayah yang komunitas bermusiknya sangat dinamis. Kondisi tersebut tidak akan membuat Fariz RM melupakan Kota Bandung. ia punya hubungan batin yang sangat emosional apalagi jika dikaitkan dengan pembentukan di awal kariernya.

Fariz RM pada sebuah konser di Kota Bandung pernah menyatakan bahwa Dari Bandung Kembali ke Bandung, punya makna yang cukup personal sekaligus emosional, terutama jika dikaitkan dengan latar belakang Fariz sendiri. Kerinduan terhadap Bandung sebagai kota yang penuh kenangan seperti perjalanan pulang baik secara fisik maupun batin.

Sebuah gambaran refleksi masa lalu, terutama masa-masa ketika seseorang pernah tinggal dan membangun cerita di kota tersebut. Fariz RM memang pernah cukup lama tinggal di Bandung, sehingga kota ini bukan sekadar tempat biasa, tetapi ruang tumbuh secara pribadi dan musikal tempat menyimpan memori penting dalam hidupnya.

"Terakhir saya manggung di Bandung tahun 1992 dan saya akan amat berdosa jika tidak memberikan yang terbaik untuk Bandung, apalagi ini adalah kota yang membesarkan saya," paparnya seperti yang dikutip dari harian Kompas.

Pernyataan di atas dapat menyiratkan bagaimana Fariz RM salah satu pendatang yang beradaptasi dengan baik sehingga memiliki jalinan hubungan emosional kuat dengan Kota Bandung. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Jun 2026, 20:10

Refleksi Hari Lahir Pancasila

Sebuah momentum untuk kembali merenungkan warisan pemikiran Bung Karno dan cita-cita Indonesia yang terus diperjuangkan dari masa ke masa.

Bung Karno dan kelahiran Pancasila. (Sumber: Harian Umum Kompas edisi 1 Juni 2001. | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 02 Jun 2026, 19:23

Jelajah Rasa Cungkring, Sajian Kikil dan Bumbu Kacang Khas Bogor

Cungkring menawarkan cita rasa khas dari kikil, bibir sapi, lontong daun patat, dan bumbu kacang yang diwariskan lintas generasi.

Cungkring Bogor. (Sumber: Shutterstock)
Sejarah 02 Jun 2026, 18:18

Goa Peteng, Bunker Peninggalan Belanda yang Masih Berdiri Kokoh di Cicalengka

Goa Peteng di Cicalengka diduga bagian dari jaringan pertahanan militer Belanda yang terhubung dengan Nagreg.

Goa Peteng, bunker peninggalan Belanda di Cicalengka. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Jun 2026, 18:08

Kota Kembang Kejang-Kejang

Heboh dan trennya tari kejang atau breakdance tahun 1980-an di Bandung serta momen penting breakdance bulan Juni tahun 2022

Ilustrasi breakdance tahun 1980-an di Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Cu Trí)
Ayo Netizen 02 Jun 2026, 17:01

Tema Ayo Netizen Juni 2026: Bebas Bersuara, Ikuti Momentum

Mulai Juni 2026, format tema bulanan Ayo Netizen resmi dibebaskan.

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar seni tari tradisional di Museum Sri Baduga, Jalan BKR, Kota Bandung pada Selasa, 14 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 02 Jun 2026, 15:22

Pentingnya Pengetahuan Pajak untuk Anak dan Kemajuan Negara

Sebagian orang belum tahu tahu jika uang pajak yang mereka keluarkan digunakan untuk apa.

Ilustrasi mengurus pajak. (Sumber: Pexels/Mikhail Nilov)
Wisata & Kuliner 02 Jun 2026, 12:57

Panduan Berkunjung ke Leuwi Tonjong Garut, Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Goong

Leuwi Tonjong Garut menawarkan sungai hijau toska, tebing raksasa, trekking alam, hingga suasana sunyi di kaki Gunung Goong.

Leuwi Tonjong Garut.
Ayo Netizen 02 Jun 2026, 12:12

Mengenang Tuti Soenardi: Sang Pembaru Gizi dan Maestro Kuliner Nusantara

Tuti Soenardi dikenal sebagai maestro yang mampu melarutkan kekakuan sains ke dalam kehangatan seni kuliner.

Tuti Soenardi dikenal sebagai maestro yang mampu melarutkan kekakuan sains ke dalam kehangatan seni kuliner. (Sumber: Facebook | Foto: Tuti Soenardi Healthy Food)
Ayo Netizen 02 Jun 2026, 10:27

Jejak Mahasiswa Pendidikan dalam Koordinasi Lintas Budaya di Negeri Jiran

Sebuah catatan perjalanan KKN Internasional di Negeri Jiran.

Makan bersama setelah kegiatan perayaan Hari Kartini. (Foto: Dokumen Penulis)
Ayo Netizen 02 Jun 2026, 09:33

Bangkong Dikongkorong Kujang: Titik Pertemuan antara Ambisi Politik dan Kebanalan Akademik

Ketika sejarah menjadi proyek dan kebudayaan menjadi panggung, ambisi politik dan kebanalan akademik menemukan titik temunya.

Satu sudut Bandung Utara (Foto: Abah Omtris)
Ayo Netizen 02 Jun 2026, 08:48

Merawat Cinta Kasih, Menebar Sumber Perdamaian

Momentum tepat untuk menciptakan perdamaian di dunia ini.

Puncak peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 B.E. tahun 2026 di altar Candi Borobudur, Minggu (31/5/2026). (Sumber: Humas Kemenag)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 18:48

Potret Federico Barba: Pemain Persib yang Pure Profesional Tanpa Ikatan Emosional

Dalam kultur sepakbola Bandung, ada sebuah prinsip tak tertulis "Pemain yang bermain tanpa sepenuh hati, lebih baik pergi".

Foto Federico Barba ACL 2. (Sumber: Ileague)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 17:23

Komunikasi Perubahan Pasca Haji dan Umrah

Secara spiritual pun orang yang sudah berhaji dan umrah adalah orang yang sudah memiliki level tinggi dalam ibadah.

Puncak Arafah di Makkah, Arab Saudi. (Sumber: Unsplash | Foto: ekrem osmanoglu)
Wisata & Kuliner 01 Jun 2026, 16:35

Kuliner Pindang Gunung, Sup Ikan Khas Pangandaran dengan Wangi Honje yang Kuat

Kuah kuning segar, aroma honje, dan ikan laut segar menjadikan pindang gunung sebagai salah satu kuliner tradisional paling khas di Pangandaran.

Kuliner Pindnang Gunung khas Pangandaran. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 15:28

Koperasi Merah Putih: Pemborosan Atau Strategi Tingkatkan Nilai Tawar Ekonomi Rakyat

Koperasi Merah Putih memunculkan banyak pro-kontra bagi masyarakat.

Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 12:55

Adventure Tourism Berbasis Kendaraan: Antara Daya Tarik dan Risiko Kecelakaan

Adventure tourism berbasis kendaraan menawarkan pengalaman perjalanan yang unik. Di balik daya tariknya, keselamatan kendaraan, pengemudi, dan wisatawan perlu menjadi prioritas bersama.

Lava Tour Merapi, wisata jeep Jogja paling populer. (Sumber: labirutour.com)
Ikon 01 Jun 2026, 11:24

Pasar Malam, Hiburan Rakyat yang Membuat Waktu Seolah Berputar Mundur

Pasar malam tetap menjadi pilihan masyarakat karena murah, meriah, dan mampu membangkitkan memori masa lalu.

Pasar Malam di Desa Cigintung, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:53

Psikologi di Balik Viralnya “Mas Bahlil Ganteng”

Tapi kita sebagai individu yang melek media, tampaknya harus waspada saat hiburan menggantikan, bukan melengkapi diskusi substansial.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Sumber: BMPI Sekretariat Presiden)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:05

Eksistensi Koran dan Bapak Loper di Penghujung Era Digital

Koran dan bapak loper sama-sama berjuang di dunia yang semakin dinamis. Yang satu untuk literasi dan satunya bertahan hidup.

Koran sepertinya menolak hilang di telan sejarah. Bersama dengan mereka yang menyebarkan literasi lewat penjual koran. Begitu juga mereka bertahan hidup di Kota Metropolitan (Sumber: Generated AI dari foto asli | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 18:21

Kehidupan yang Terburu-buru Tidak Layak Dinikmati: Pesan Waisak untuk Bandung

Waisak mengingatkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari tergesa-gesa.

Hari Raya Waisak mengajarkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari kehidupan yang serba cepat, melainkan dari kesabaran dalam menjalani setiap proses kehidupan. (Sumber: Freepik)