Fariz R.M. Mengasah Bermusiknya di Bandung

4 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Fariz R.M. - Musik Rasta. (Sumber: Wikimedia Commons)
Fariz R.M. - Musik Rasta. (Sumber: Wikimedia Commons)

"Kujelang malam
Berkawankan lamunan
Tentang hidupku
Yang berjalan dalam rintangan

Dan bila sunyi
Melayangkan sukmaku
Teringat lagi
Apa yang kubuat hari ini..."

NYANYIAN MALAM - FARIZ RM

Sebuah stasiun radio swasta mojang bujang Kota Bandung rentang waktu tahun 1980-an pada pergantian waktu tengah malam, selalu memutarkan salah satu lagu Fariz RM tersebut yang liriknya sangat mengena dengan situasi waktu bergantinya hari berdasarkan GMT atau Greenwich Mean Time.

Lantas siapakah Fariz Roestam Moenaf atau fariz RM itu ?

Fariz Roestam Moenaf lahir di Jakarta 5 Januari 1959, lebih dikenal sebagai Fariz RM, adalah seorang penyanyi, pemusik, dan penulis lagu blasteran Belanda, Betawi, dan Minangkabau. Ia dikenal dengan lagu-lagu ciptaannya, diantaranya SAKURA, INTERLOKAL, ASTORIA dan BARCELONA yang sangat fenomenal pada dekade tahun 1980-an.

Kemampuan bermusiknya terlihat saat menjadi gitaris melodi pada usia 12 tahun, bersama dengan Debby Nasution dan Oding Nasution, membentuk "Young Gipsy" yang membawakan musik blues dan rock. Selanjutnya, Fariz RM ketika masih berseragam putih abu sering menangani berbagai kreasi musikal untuk vokal grup dan operet di sekolahnya. Bahkan Fariz RM berada dalam sirkelnya yang kelak kemudian hari menjadi musisi-musisi Indonesia seperti Addie MS, Raidy Noor, Adjie Soetama, Ikang fawzi dan Deddy Dhukun.

Seusai melepaskan baju putih abunya di SMA 3 Setiabudi, Jakarta, Fariz RM mendaftarkan diri ke ITB Bandung jurusan Seni Rupa untuk menuntut ilmu, kebetulan pula di Bandung ada kakak sepupunya yaitu Triawan Munaf, pemain keaboard Giant Step band. Suasana hawa kegiatan musik di Kota Bandung pada saat itu sangat tinggi sekali, tentu saja hal ini membuat Fariz RM merasa sangat senang karena akan bisa mengembangkan kemampuan bermusiknya.

Seperti yang dikutip dari dennysakrie63's Blog, Fariz melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung jurusan Seni Rupa pada tahun 1978. Fariz pun mencoba untuk mengembangkan dan menimba ilmu serta menambah pengalaman dengan bergabung di dua grup musik beraliran rock, Giant Step dan The Rollies.

Fariz menjadi musisi pengganti untuk posisi Triawan Munaf sebagai keyboardist Giant Step untuk penampilan panggung, dan menggantikan posisi Jimmie Manopo pada drum untuk pentasnya The Rollies. Fariz juga pernah membantu mengiringi kelompok musik dari Bandung pimpinan Harry Roesli, Harry Roesli Kharisma, pada tahun 1979.

Triawan juga dikenal sebagai pemain keyboard dari Gang of Harry Roesli. Berkat Triawan lah akhirnya Fariz RM diperkenalkan dengan Harry Roesli, Benny Soebardja hingga Hari Soebardja. Di luar kegiatan kuliahnya di ITB Bandung, Fariz pun mulai menyusup di komunitas musik Bandung. Di antaranya adalah nongkrong di kediaman Harry Roesli yang berada di Jalan WR Supratman 57 Bandung. Fariz melebur di komunitas musik yang dikembangkan Harry Roesli.

Dia mulai terlibat diskusi musik hingga jam session dengan Harry Roesli. Hal yang tak pernah dilupakan Fariz manakala Harry Roesli mengajarkan teknik bermain bass funk yang digagas oleh Larry Graham dari Sly and The Family Stones. Harry Roesli adalah salah satu pencabik bass funk terbaik di Bandung.

The Essential Fariz RM. (Sumber: Wikimedia Commons)
The Essential Fariz RM. (Sumber: Wikimedia Commons)

Benny Soebardja, dedengkot Giant Step menaruh kepercayaan soal musik pada Fariz RM untuk penggarapan dua album solonya yaitu, Setitik Harapan (1979) dan Lestari (1980).

Pada 1979 Fariz RM diminta menjadi music director album solo Harie Dea, penyanyi dan penulis lagu dari Vocal Group Balagadona Bandung. Ini adalah untuk pertama kali Fariz berperan sebagai music director dalam penggarapan sebuah album rekaman.

Selain Hari Soebardja, Fariz juga bersahabat dengan Oetje F. Tekol (bass) dan Jimmie Manopo (drums) dari The Rollies. Untuk penggarapan album solo perdana Fariz bertajuk Selangkah Ke Seberang (PramAqua 1979), Fariz juga mengajak Oetje F. Tekol sebagai pencabik bass.

Kota Bandung untuk Fariz RM adalah laksana batu asah yang menajamkan pisau kepiawaiannya bermusik. Kepiawaiannya bermusik semakin terasah tajam, karena ia berada di wilayah yang komunitas bermusiknya sangat dinamis. Kondisi tersebut tidak akan membuat Fariz RM melupakan Kota Bandung. ia punya hubungan batin yang sangat emosional apalagi jika dikaitkan dengan pembentukan di awal kariernya.

Fariz RM pada sebuah konser di Kota Bandung pernah menyatakan bahwa Dari Bandung Kembali ke Bandung, punya makna yang cukup personal sekaligus emosional, terutama jika dikaitkan dengan latar belakang Fariz sendiri. Kerinduan terhadap Bandung sebagai kota yang penuh kenangan seperti perjalanan pulang baik secara fisik maupun batin.

Sebuah gambaran refleksi masa lalu, terutama masa-masa ketika seseorang pernah tinggal dan membangun cerita di kota tersebut. Fariz RM memang pernah cukup lama tinggal di Bandung, sehingga kota ini bukan sekadar tempat biasa, tetapi ruang tumbuh secara pribadi dan musikal tempat menyimpan memori penting dalam hidupnya.

"Terakhir saya manggung di Bandung tahun 1992 dan saya akan amat berdosa jika tidak memberikan yang terbaik untuk Bandung, apalagi ini adalah kota yang membesarkan saya," paparnya seperti yang dikutip dari harian Kompas.

Pernyataan di atas dapat menyiratkan bagaimana Fariz RM salah satu pendatang yang beradaptasi dengan baik sehingga memiliki jalinan hubungan emosional kuat dengan Kota Bandung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 16:22

Ketika Muhammad Ali Datang ke Indonesia

Di antara beragam berita yang tersaji, satu judul tampil mencolok dan menarik perhatian yaitu kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia.

Halaman muka surat kabar Swadesi edisi 20 Oktober 1973, yang menampilkan berita utama tentang kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 15:02

Membudayakan Berwisata ke Museum

Andai museum tidak didirikan, bagaimana kita bisa mengetahui sejarah kehidupan manusia?

Museum Sri Baduga menggelar Expo Pancarakén Sri Baduga 2023, Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat, 23 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Alfarisi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 14:38

Tong Gengsi Atuh ... Berbahasa Sunda

Para keluarga muda Sunda sering terlihat menggunakan bahasa Indonesia dari pada bahasa Sunda saat berkomunikasi dengan anaknya sejak usia balita.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 13:05

Mabit, Camp, dan Al-Jabbar

Tugas orang tua bukan hanya memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, melainkan menemani (membersamai) mereka untuk menemukan makna terdalam dari setiap aktivitas pengalaman berharganya.

Foto bersama guru, siswa kelas 6 saat mengikuti Al-Amanah Spiritual Camp di Al Jabbar, Jumat-Sabtu. (16-17/10/2026). (Sumber: Grup WAG Kelas 6)
Linimasa 21 Okt 2026, 10:53

Jelajah Citarum Saat Musim Kemarau

Saat musim kemarau, debit Citarum susut drastis dengan warna air menghitam. Namun masih dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari nafkah

Kondisi debit air Sungai Citarum yang menyusut disaat musim kemarau (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 08:01

Andai Kota Bandung Tidak Macet seperti Kota Cirebon

Pengalaman saya menjelajahi lalulintas di Kota Cirebon membawa saya kepada kerinduan terhadap Kota Bandung yang tertib dan minim kemacetan

Sebagian banyak Jalanan di Kota Cirebon terpantau lebih lancar. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 07:41

Mengapa Mahasiswa Pasundan Memberi Rapor Merah untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran?

Rapor merah perlu dibaca sebagai desakan agar angka statistik pemerintah jangan sampai menutupi pengalaman warga yang belum ikut merasakan perbaikan kehidupan.

Mahasiswa melakukan aksi protes dua tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 20:06

Downgrade Lifestyle: Strategi Bertahan Warga in This Economy

Fenomena downgrade lifestyle tengah menjadi perbincangan warga, tapi apa sih fenomena downgrade lifestyle ini dan apa bagaimana kita menyikapinya?

Ilustrasi sepasang muda-mudi di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: arvi refo)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 19:15

Kemacetan Bunderan Cibiru Tak Kunjung Usai, Persoalannya Bukan Hanya pada Bundaran?

Mengurai benang kusut Bunderan Cibiru tak cukup hanya fokus di satu titik saja, melainkan menangani rangkaian penyebab sebelum kendaraan sampai di sana.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 18:08

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar (Bagian 2)

Acapkali PHK tidak dapat dihindari, tetapi bagaimana mencari solusi sosial akibat dampak PHK tersebut. Ketika industri melemah seharusnya kehidupan ekonomi masyarakat tidak boleh terhenti.

Ilustrasi buruh perempuan. (Sumber: a | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 17:09

Wisata Jalan Kaki Melihat Jejak Sejarah Gedung Bank Indonesia

Gedung Bank Indonesia menghadirkan sejarah perbankan, arsitektur, dan perkembangan ekonomi. Sedangkan Taman Balai Kota menawarkan ruang terbuka hijau.

Gedung bersejarah Bank Indonesia di Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)