Ketar-ketir Perajin Tahu Tempe, Adakah Insentif dari Pemkot Bandung?

5 menit baca
Arif Minardi
Ditulis oleh Arif Minardi diterbitkan Rabu 15 Apr 2026, 18:01 WIB
Perajin menyelesaikan pembuatan tempe di Jalan Muararajeun, Kota Bandung, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Perajin menyelesaikan pembuatan tempe di Jalan Muararajeun, Kota Bandung, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Para perajin tahu, tempe, dan produk berbasis kedelai di kota Bandung merasa ketar-ketir akibat harga kedelai yang naik secara signifikan.

Kondisi dapur rumah tangga warga Bandung kian rawan akibat kenaikan harga-harga dan semakin melemahnya daya beli. Gejolak harga kedelai menyebabkan kesejahteraan rakyat semakin terkoyak. Harga kebutuhan dapur di pasar pasca lebaran belum juga reda, kini disusul dengan masalah laten produk berbasis kedelai yakni tahu dan tempe. Ibu rumah tangga semakin pusing tujuh keliling mengatur menu makan keluarga.

Pemkot Bandung perlu memberikan insentif kepada para perajin dan penjual tahu tempe. Karena sektor usaha ini cukup banyak memberi lapangan kerja dan lapangan usaha sektor informal.  Masalah tahu tempe yang merupakan menu utama bagi rakyat ini jangan dianggap sepele.

Dampak sistemik harga kedelai naik, maka perajin di sentra tahu Cibuntu kota Bandung secepat kilat menaikkan harga mulai 31 Maret 2026. Harga tahu per papan naik dari Rp 60.000 menjadi Rp 62.000 per papan dengan isi 80-120 buah. Penyebab kenaikan ternyata bukan hanya faktor kedelai, harga plastik pembungkus dan komoditas pertanian seperti kunyit juga ikut naik.

Proses pembuatan tahu Cibuntu (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Proses pembuatan tahu Cibuntu (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pemerintah belum menemukan solusi yang jitu terkait dengan ketergantungan total terhadap kedelai impor yang harganya terus fluktuasi karena kondisi losgistik dan rantai pasok global akibat geopolitik yang terus gonjang-ganjing.

Harga kedelai impor dari waktu ke waktu terus meroket, disebabkan beberapa faktor utama, pertama karena pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Indonesia masih sangat tergantung kedelai impor, sekitar 80-90 persen kebutuhan kedelai nasional dipenuhi dari impor, terutama berasal dari Amerika Serikat, Kanada, dan Argentina. Jika nilai rupiah melemah, harga beli kedelai dari luar negeri otomatis jadi lebih mahal. Inilah yang terjadi pada Maret-April 2026 dan juga tahun-tahun sebelumnya.

Kedua, karena ada tren harga kedelai dunia naik. Faktor global seperti gagal panen di negara produsen, perang, atau naiknya biaya logistik dan melonjaknya pupuk menyebabkan harga kedelai dunia naik. Karena Indonesia sangat tergantung kepada impor, maka langsung terkena dampaknya.

Ketiga, karena biaya produksi dan distribusi ikut naik.Harga BBM, ongkos kirim kapal, dan biaya kontainer global yang naik bikin harga kedelai sampai ke Indonesia makin mahal. Pengrajin di Cibuntu juga mengeluh harga plastik pembungkus ikut naik secara signifikan.

Proses pembuatan tahu Cibuntu (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Proses pembuatan tahu Cibuntu (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Paradoks Bangsa Tempe

Kehidupan rakyat negeri ini tidak bisa lepas dari tempe.  Selama sepuluh tahun terakhir, UMKM perajin tempe dan tahu sering dihadang masalah tingginya harga bahan baku pokok yakni kedelai. Indonesia adalah bangsa tempe yang penuh dengan paradoks. Sebutan sebagai bangsa agraris yang tanahnya subur loh jinawi sangat klise pasalnya masih tergantung kedelai secara total. Padahal negeri ini setiap tahun meluluskan ribuan sarjana pertanian yang mestinya bisa mewujudkan swasembada kedelai atau menemukan substitusi bahan baku tahu tempe.

Kebijakan impor kedelai yang diterapkan ternyata belum menyeimbangkan pasokan kedelai di dalam negeri. Akibatnya UMKM yang berbasis kedelai nasibnya selalu terombang-ambing akibat problem pasokan dan harga bahan baku.

Tekanan kedelai impor terhadap UMKM perajin tempe dan tahu mulai terjadi ketika pemerintah menghapus tata niaga kedelai yang semula dilakukan oleh Bulog lalu dialihkan kepada importir umum. 

Dengan bebasnya impor kedelai dan tidak adanya proteksi mengakibatkan harga kedelai di pasar domestik sering mengalami tekanan dan kelangkaan.  Impor kedelai yang serampangan juga telah menghancurkan usaha pertanian kedelai di dalam negeri. Kondisi tersebut semakin memperkuat jaringan mafia importir kedelai untuk memainkan harga seenaknya.

Kondisi petani kedelai seperti pepatah, sudah jatuh ditimpa tangga. Dalam kondisi tekanan kedelai impor, ternyata petani masih kesulitan mencari benih unggul dan mahalnya harga pupuk dan obat-obatan. Diperparah penggunaan benih bermutu varietas unggul kedelai di tanah air masih sedikit.

Sebagian besar petani masih menggunakan benih asal-asalan. Masalah budidaya kedelai sebenarnya sudah menjadi program lintas kementerian dengan biaya yang cukup besar, tetapi hasilnya hilang begitu saja. Mimpi pemerintah untuk swasembada kedelai selalu kandas.

Paradoks bangsa tempe yang sering mengalami krisis kedelai harusnya bisa diatasi. Tempe yang merupakan khazanah kuliner asli Indonesia mesti ditangani sungguh-sungguh. Mengingat sektor industri pangan domestik ini telah memberikan kontribusi ekonomi kerakyatan yang amat berarti.

Kondisi makin memburuk karena UMKM perajin tahu tempe juga dihimpit masalah pasokan bahan bakar gas, peralatan produksi yang sudah tua, tempat usaha yang kumuh dan masalah kualitas air yang buruk.

Pemerintah pernah mengucurkan dana yang cukup besar untuk program pengembangan kedelai lokal lintas kementerian dan lembaga ristek. Baik yang terkait teknologi benih maupun teknik budidaya. Namun, dari tahun ketahun BPS mencatat produksi kedelai nasional melorot. 

Sejak tahun 2006 ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor sangat tinggi yaitu lebih dari 70 persen. Terkait dengan hal itu FAO memberikan rekomendasi untuk mencapai ketahanan pangan cadangan harus mencapai 17 – 18 persen dari kebutuhan konsumsi. Indonesia baru dapat dikatakan swasembada jika 90 persen kebutuhan domestik dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Apalagi Amerika Serikat yang merupakan pengekspor kedelai terbesar di dunia memberikan insentif atau kemudahan bagi importir kedelai Indonesia melalui skema kredit lunak yang besarnya mencapai ratusan juta dollar AS.

Kondisi pasar kedelai dunia pun akan semakin fluktuatif akibat penggunaan kedelai sebagai bahan baku green industry yang ramah lingkungan. Beberapa jenis industri otomotif terkemuka di Amerika Serikat telah menjadikan kedelai sebagai substitusi bahan baku komponen. Sehingga di masa depan komoditas kedelai akan menjadi rebutan antara bahan pangan dengan industri manufaktur.

Selain itu kedelai juga telah digunakan sebagai BBM alternatif yakni biofuel. Minyak kedelai juga digunakan untuk meningkatkan daya tahan telapak ban. Proses pencampuran  karet dengan minyak kedelai lebih mudah dibanding dengan material silika. Keberadaan UMKM perajin tempe tahu di kota Bandung perlu ditata lebih baik lagi menjadi klaster industri. Hal ini untuk memudahkan pemberian insentif dari pemerintah seperti penyaluran gas industri, air sanitasi, dan infrastruktur lainnya. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arif Minardi
Tentang Arif Minardi
Aktivis Serikat Pekerja

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 01 Jun 2026, 18:48

Potret Federico Barba: Pemain Persib yang Pure Profesional Tanpa Ikatan Emosional

Dalam kultur sepakbola Bandung, ada sebuah prinsip tak tertulis "Pemain yang bermain tanpa sepenuh hati, lebih baik pergi".

Foto Federico Barba ACL 2. (Sumber: Ileague)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 17:23

Komunikasi Perubahan Pasca Haji dan Umrah

Secara spiritual pun orang yang sudah berhaji dan umrah adalah orang yang sudah memiliki level tinggi dalam ibadah.

Puncak Arafah di Makkah, Arab Saudi. (Sumber: Unsplash | Foto: ekrem osmanoglu)
Wisata & Kuliner 01 Jun 2026, 16:35

Kuliner Pindang Gunung, Sup Ikan Khas Pangandaran dengan Wangi Honje yang Kuat

Kuah kuning segar, aroma honje, dan ikan laut segar menjadikan pindang gunung sebagai salah satu kuliner tradisional paling khas di Pangandaran.

Kuliner Pindnang Gunung khas Pangandaran. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 15:28

Koperasi Merah Putih: Pemborosan Atau Strategi Tingkatkan Nilai Tawar Ekonomi Rakyat

Koperasi Merah Putih memunculkan banyak pro-kontra bagi masyarakat.

Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 12:55

Adventure Tourism Berbasis Kendaraan: Antara Daya Tarik dan Risiko Kecelakaan

Adventure tourism berbasis kendaraan menawarkan pengalaman perjalanan yang unik. Di balik daya tariknya, keselamatan kendaraan, pengemudi, dan wisatawan perlu menjadi prioritas bersama.

Lava Tour Merapi, wisata jeep Jogja paling populer. (Sumber: labirutour.com)
Ikon 01 Jun 2026, 11:24

Pasar Malam, Hiburan Rakyat yang Membuat Waktu Seolah Berputar Mundur

Pasar malam tetap menjadi pilihan masyarakat karena murah, meriah, dan mampu membangkitkan memori masa lalu.

Pasar Malam di Desa Cigintung, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:53

Psikologi di Balik Viralnya “Mas Bahlil Ganteng”

Tapi kita sebagai individu yang melek media, tampaknya harus waspada saat hiburan menggantikan, bukan melengkapi diskusi substansial.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Sumber: BMPI Sekretariat Presiden)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:05

Eksistensi Koran dan Bapak Loper di Penghujung Era Digital

Koran dan bapak loper sama-sama berjuang di dunia yang semakin dinamis. Yang satu untuk literasi dan satunya bertahan hidup.

Koran sepertinya menolak hilang di telan sejarah. Bersama dengan mereka yang menyebarkan literasi lewat penjual koran. Begitu juga mereka bertahan hidup di Kota Metropolitan (Sumber: Generated AI dari foto asli | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 18:21

Kehidupan yang Terburu-buru Tidak Layak Dinikmati: Pesan Waisak untuk Bandung

Waisak mengingatkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari tergesa-gesa.

Hari Raya Waisak mengajarkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari kehidupan yang serba cepat, melainkan dari kesabaran dalam menjalani setiap proses kehidupan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 15:42

Empat Single D'Renced Menjadi Napas Pergerakan

Mereka tidak menjanjikan apapun, meraka hanya memastikan suara-suara ini tak pernah mati.

Band lokal D'Renced. (Foto: Sinan)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 12:28

Apoteker Bertahan Melawan Penyalahgunaan Obat di Bandung tapi Tidak dengan Regulasinya

Terlalu banyak lahan basah yang bisa disalahgunakan dalam dunia kesehatan.

Dari dulu eksistensi apoteker di masyarakat belum setenar dokter ataupun perawat dan profesi tenaga kesehatan lainnya. (Sumber: Pexels/Kaboompics.com)
Wisata & Kuliner 31 Mei 2026, 10:27

5 Pilihan Restoran dan Kafe Bandung Favorit Wisatawan Luar Daerah

Bandung punya banyak kafe baru, tapi lima tempat ini tetap jadi favorit wisatawan karena suasana nyaman, makanan enak, dan lokasi strategis.

Lebak Caring, Dago. Salah satu restoran favorit di Bandung.
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 09:54

Identifikasi Toponimi ‘Wangi’ di Zona Sesar Lembang

Literasi toponimi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya adalah toponimi dengan nama spesifik "wangi" di sepanjang zona Sesar Lembang.

Warga melintas di dekat rambu zona Sesar Lembang di kawasan Gunung Batu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 22 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ikon 30 Mei 2026, 15:27

Bunga Rawa Rancaupas, Tanaman Langka Penjaga Ekosistem Rawa Dataran Tinggi

Bunga rawa di Rancaupas dikenal sebagai bunga abadi yang tidak mudah layu dan hanya ditemukan di lokasi tertentu di Indonesia.

Bunga rawa di Rancaupas. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)