Psikologi di Balik Viralnya “Mas Bahlil Ganteng”

4 menit baca
M. Ilmi Hatta
Ditulis oleh M. Ilmi Hatta diterbitkan Senin 01 Jun 2026, 10:53 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Sumber: BMPI Sekretariat Presiden)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Sumber: BMPI Sekretariat Presiden)

“Buah apa yang paling manis? Buahlil…tambah ganteng aja. My little bolu ketan.”  Itu merupakan awal dari lirik lagu “MBG” (Mas Bahlil Ganteng). Lagu jingle MBG ini dalam waktu singkat viral di media sosial, terutama TikTok dan instagram. Lirik lagu MBG memang konyol, memainkan kata buah dengan nama Bahlil. Nada musiknya yang riang dan mengulang ngulang di syair pertama, menyebabkan lagu ini mudah diingat, sehingga mudah diikuti oleh tua dan muda. Para remaja pun dengan berbagai gaya memanfaatkan lagu ini untuk membuat konten.

Dibalik viralnya lagu dan video “MBG”, ada fenomena yang cukup bikin garuk-garuk kepala, seorang anak muda di Surabaya hapal di luar kepala lirik lagu “MBG”, Lagu itu mampir ke FYPnya sebelum viral, tapi ia tidak tahu siapa Bahlil Lahadalia.

Hanya dalam hitungan hari, jingel dan video “MBG” (Mas Bahlil Ganteng) menghebohkan jagat maya Indonesia, menguasai linimasa TikTok dan Instagram, jutaan remaja telah dijangkaunya, yang sebagian besar tidak tahu siapa Bahlil Lahadalia, dan hampir semuanya jarang bahkan tidak penah membaca berita energi atau kebijakan BBM di Indonesia. Siapa sebenarnya pencipta lagu dan video ini, dari hasil penelurusan penulis, seorang konten kreator TikTok dengan akun @vokalis_netizen) melahirkan lagu ini. Ia secara acak menganalisa komentar-komentar netizen, lalu dengan bantuan AI, ia menciptakan jingel “MBG”. Sebuah hit viral yang jauh melampaui apa yang diharapkan siapa pun.

Apa sebenarnya yang terjadi? Sudah lama penulis memperhatikan dan mengamati perilaku konsumsi media di kalangan anak muda. Fenomna ini bukan fenomena yang kebetulan meledak. Di balik itu ada mekanisme psikologis ya bekerja jauh lebih dalam.

Kelelahan dalam Pikiran Kita

Saat ini kita sedang menghadapi tekanan  ekonomi, biaya hidup yang meningkat, anak muda yang mulai sulit dan harus bersaing mencari pekarjaan, rupiah makin terpuruk, akhirnya orang-orang mencoba mencari jalan keluar dari realitas yang dihadapi saat ini. Dalam dunia Psikologi ini disebut cognitive off loading, otak ingin beristirahat sejenak, caranya beralih dari informasi yang kompleks ke arah sesuatu yang sederhana dan menggembirakan. Mereka menemukannya di lagu “Buahlil / MBG”, nada yang ceria dengan lirik yang sederhana, tanpa harus memikirkan masuk akal atau tidaknya lirik tersebut, tidak usah mikir panjang, tidak perlu ada perdebatan, yang penting tertawa dan share. Fenomana tersebut merupakan kebutuhan psikologis yang wajar, bukan sebagai kemalasan berpikir. Tapi ingat, saat “Buahlil” sangat mudah teringat dari pada nama program pemerintah yang sessungguhnya, sebenarnya yang terjadi kita sedang sedang menyaksikan, bagaimana narasi ringan secara perlahan menggeser fakta-fakta  yang jauh lebih penting.  

Parodi yang Membesarkan Nama

Tidak jelas apa maksud dan tujuan dari pencipta lagu “MBG” ini. Namun penulis menangkap pesan lagu ini merupakan paradoks satir yang lucu, apalagi sebelum viral lagu ini muncul beberapa video pendek buatan AI, yang memperlihatkan adegan perkelahian antara Bahlil dan Dadan Hindayana memperbutkan seorang wanita. Maka bisa dikatakan lagu “MBG” ini dimaksudkan untuk mengejek pejabat pemerintah dengan humor yang absurd. Awalnya diciptakan dengan maksud satir, namun ada efek yang tak terduga, Bahlil Lahadalia, menjadi sangat populer di kalangan anaka muda, yang awalnya sama sekali tidak tahu dan tidak tertarik pada menteri ESDM ini. Dari sudut pandang teori komunikasi, ini disebut sebagai involuntary exposure (paparan tak sengaja). Anak muda tidak diperkenalkan dengan Bahlil dengan tindakan yang sengaja, namun saat mereka menyanyikan lagu MBG yang receh ini, atau menari atau hanya terkekeh sambil menontonya, mereka secara tidak sengaja mengasosikan nama Bahlil dengan kebahagiaan dan tawa. Beberapa ahli menyatakan ini sebagai satir terbalik, karena alih-alih menghancurkan citra, parodi malah membangun kedekatan. Golkar dan Bahlil menanggapi dengan santai dan cerdas. Tidak ada kemarahan atau pengaduan ke polisi. Bahkan Bahlil menyatakan keinginannya untuk bertemu dengan pencipta jingel “MBG”. Sikap seperti ini, justru meningkatkan simpati yang mereka dapatkan dari masyarakat luas.

Remaja dan Budaya Partisipasi

Jutaan anak muda berperan aktif dalam penyebaran tren “MBG”, mereka menciptakan berbagai ekspresi, pada setiap versi dance, setiap animasi buah dan setiap remix dj, yang merupakan ekspresi diri masing-masing, dan meningkatkan rasa memiliki. Gen Z yang memang bertumbuh bersama TikTok dan Instagram, mengikuti suatu tren merupakan cara terhubung secara sosial, atau yang dikatakan participatory culture. Ini bukan masalah Bahlil atau Politik, tapi “aku juga ada di sini, dan aku bagian dari ini”.

Tidak ada yang berbahaya dalam lagu dan video “MBG” yang viral. Humor politik sah dan punya tempat dalam demokrasi. Tapi kita sebagai individu yang melek media, tampaknya harus waspada saat hiburan menggantikan, bukan melengkapi diskusi substansial.

 "MBG" yang sejatinya kepanjangan Makan Bergizi Gratis, jadi ”Mas Bahlil Ganteng” di benak jutaan anak muda. Pergeseran kecil ini mungkin sepele, tapi di sanalah pertarungan narasi terjadi, bukan di podium debat, tapi di FYP masing-masing.

Mangga, tertawa, nikmati jingelnya. Tapi jangan lupa, tanyakan pada diri kita: “informasi apa yang luput dari perhatian kita, karena kita sibuk menyanyi “Buahlil”, dan tampaknya juga harus diselipkan jug dibenak kita, jangan-jangan ini demi elektoral. ***

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 13:10

Hak Siar Piala Dunia oleh TVRI, Ekonomi Nobar dan Pengembangan Konten Lokal

Potensi ekonomi nobar yang luar biasa, mesti dikelola lebih baik dengan berbagai kreativitas masyarakat. 

Suasana nonton bareng Piala Dunia 2026 di Taman Film, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ananda Muhammad Firdaus)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)