Psikologi di Balik Viralnya “Mas Bahlil Ganteng”

4 menit baca
M. Ilmi Hatta
Ditulis oleh M. Ilmi Hatta diterbitkan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Sumber: BMPI Sekretariat Presiden)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Sumber: BMPI Sekretariat Presiden)

“Buah apa yang paling manis? Buahlil…tambah ganteng aja. My little bolu ketan.”  Itu merupakan awal dari lirik lagu “MBG” (Mas Bahlil Ganteng). Lagu jingle MBG ini dalam waktu singkat viral di media sosial, terutama TikTok dan instagram. Lirik lagu MBG memang konyol, memainkan kata buah dengan nama Bahlil. Nada musiknya yang riang dan mengulang ngulang di syair pertama, menyebabkan lagu ini mudah diingat, sehingga mudah diikuti oleh tua dan muda. Para remaja pun dengan berbagai gaya memanfaatkan lagu ini untuk membuat konten.

Dibalik viralnya lagu dan video “MBG”, ada fenomena yang cukup bikin garuk-garuk kepala, seorang anak muda di Surabaya hapal di luar kepala lirik lagu “MBG”, Lagu itu mampir ke FYPnya sebelum viral, tapi ia tidak tahu siapa Bahlil Lahadalia.

Hanya dalam hitungan hari, jingel dan video “MBG” (Mas Bahlil Ganteng) menghebohkan jagat maya Indonesia, menguasai linimasa TikTok dan Instagram, jutaan remaja telah dijangkaunya, yang sebagian besar tidak tahu siapa Bahlil Lahadalia, dan hampir semuanya jarang bahkan tidak penah membaca berita energi atau kebijakan BBM di Indonesia. Siapa sebenarnya pencipta lagu dan video ini, dari hasil penelurusan penulis, seorang konten kreator TikTok dengan akun @vokalis_netizen) melahirkan lagu ini. Ia secara acak menganalisa komentar-komentar netizen, lalu dengan bantuan AI, ia menciptakan jingel “MBG”. Sebuah hit viral yang jauh melampaui apa yang diharapkan siapa pun.

Apa sebenarnya yang terjadi? Sudah lama penulis memperhatikan dan mengamati perilaku konsumsi media di kalangan anak muda. Fenomna ini bukan fenomena yang kebetulan meledak. Di balik itu ada mekanisme psikologis ya bekerja jauh lebih dalam.

Kelelahan dalam Pikiran Kita

Saat ini kita sedang menghadapi tekanan  ekonomi, biaya hidup yang meningkat, anak muda yang mulai sulit dan harus bersaing mencari pekarjaan, rupiah makin terpuruk, akhirnya orang-orang mencoba mencari jalan keluar dari realitas yang dihadapi saat ini. Dalam dunia Psikologi ini disebut cognitive off loading, otak ingin beristirahat sejenak, caranya beralih dari informasi yang kompleks ke arah sesuatu yang sederhana dan menggembirakan. Mereka menemukannya di lagu “Buahlil / MBG”, nada yang ceria dengan lirik yang sederhana, tanpa harus memikirkan masuk akal atau tidaknya lirik tersebut, tidak usah mikir panjang, tidak perlu ada perdebatan, yang penting tertawa dan share. Fenomana tersebut merupakan kebutuhan psikologis yang wajar, bukan sebagai kemalasan berpikir. Tapi ingat, saat “Buahlil” sangat mudah teringat dari pada nama program pemerintah yang sessungguhnya, sebenarnya yang terjadi kita sedang sedang menyaksikan, bagaimana narasi ringan secara perlahan menggeser fakta-fakta  yang jauh lebih penting.  

Parodi yang Membesarkan Nama

Tidak jelas apa maksud dan tujuan dari pencipta lagu “MBG” ini. Namun penulis menangkap pesan lagu ini merupakan paradoks satir yang lucu, apalagi sebelum viral lagu ini muncul beberapa video pendek buatan AI, yang memperlihatkan adegan perkelahian antara Bahlil dan Dadan Hindayana memperbutkan seorang wanita. Maka bisa dikatakan lagu “MBG” ini dimaksudkan untuk mengejek pejabat pemerintah dengan humor yang absurd. Awalnya diciptakan dengan maksud satir, namun ada efek yang tak terduga, Bahlil Lahadalia, menjadi sangat populer di kalangan anaka muda, yang awalnya sama sekali tidak tahu dan tidak tertarik pada menteri ESDM ini. Dari sudut pandang teori komunikasi, ini disebut sebagai involuntary exposure (paparan tak sengaja). Anak muda tidak diperkenalkan dengan Bahlil dengan tindakan yang sengaja, namun saat mereka menyanyikan lagu MBG yang receh ini, atau menari atau hanya terkekeh sambil menontonya, mereka secara tidak sengaja mengasosikan nama Bahlil dengan kebahagiaan dan tawa. Beberapa ahli menyatakan ini sebagai satir terbalik, karena alih-alih menghancurkan citra, parodi malah membangun kedekatan. Golkar dan Bahlil menanggapi dengan santai dan cerdas. Tidak ada kemarahan atau pengaduan ke polisi. Bahkan Bahlil menyatakan keinginannya untuk bertemu dengan pencipta jingel “MBG”. Sikap seperti ini, justru meningkatkan simpati yang mereka dapatkan dari masyarakat luas.

Remaja dan Budaya Partisipasi

Jutaan anak muda berperan aktif dalam penyebaran tren “MBG”, mereka menciptakan berbagai ekspresi, pada setiap versi dance, setiap animasi buah dan setiap remix dj, yang merupakan ekspresi diri masing-masing, dan meningkatkan rasa memiliki. Gen Z yang memang bertumbuh bersama TikTok dan Instagram, mengikuti suatu tren merupakan cara terhubung secara sosial, atau yang dikatakan participatory culture. Ini bukan masalah Bahlil atau Politik, tapi “aku juga ada di sini, dan aku bagian dari ini”.

Tidak ada yang berbahaya dalam lagu dan video “MBG” yang viral. Humor politik sah dan punya tempat dalam demokrasi. Tapi kita sebagai individu yang melek media, tampaknya harus waspada saat hiburan menggantikan, bukan melengkapi diskusi substansial.

 "MBG" yang sejatinya kepanjangan Makan Bergizi Gratis, jadi ”Mas Bahlil Ganteng” di benak jutaan anak muda. Pergeseran kecil ini mungkin sepele, tapi di sanalah pertarungan narasi terjadi, bukan di podium debat, tapi di FYP masing-masing.

Mangga, tertawa, nikmati jingelnya. Tapi jangan lupa, tanyakan pada diri kita: “informasi apa yang luput dari perhatian kita, karena kita sibuk menyanyi “Buahlil”, dan tampaknya juga harus diselipkan jug dibenak kita, jangan-jangan ini demi elektoral. ***

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 11:09

Bobotoh Layak Menuntut Persib Lebih daripada Sekadar Juara

Klab besar di dunia hampir tidak pernah mendefinisikan dirinya hanya melalui jumlah piala yang mereka koleksi.

Bobotoh Persib sedang berkonvoi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Lukman Hidayat/Magang)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 08:00

Ci Manuk, Sungai Suci Penuh Do’a untuk Kekuatan Jiwa

Ci Manuk itu bukan berasal dari kata "manuk" yang berarti burung, tapi berasal dari kata "manu", dari bahasa Sanskerta.

Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 07:42

Republik Tanpa Akuntabilitas

Kekuasaan yang menolak pertanggungjawaban sesungguhnya sedang mengingkari hakikatnya sebagai amanah rakyat.

Sebuah aksi penolakan Jokowi di Jawa Barat. Bandung 14 Juli 2026 di Depan DPRD Jawa Barat (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:45

Sisi Lain Kota Bandung: Kebiasaan Lama yang Berulang Kembali

Bahkan peringatan "Kesurupan" pun tetap tidak menghentikan oknum pembuang sampah sembarangan di kawasan Cibaduyut.

Peringatan Hantu dan CCTV pun tidak mengurungkan niat seseorang untuk membuang sampah sembarangan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:03

MPLS Tanpa Bully

Sekolah yang ramah bukanlah tempat menimba ilmu yang sekadar bebas dari perundungan. Rumah kedua itu harus menjadi ruang bersama yang membuat setiap anak pulang dengan senyum yang lebih lebar

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 17:22

Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Pedagang Kantin dan UMKM Sekolah

Saya tertarik membahas topik ini karena menunjukkan dampak Program Makan Bergizi Gratis bagi siswa, pedagang kantin, dan UMKM sekolah.

FAGI Jabar ingatkan bahwa tugas utama guru adalah mengajar, bukan mengurusi MBG. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 16:23

Benang-Benang Asing dalam Tenun Tradisi Nusantara: Jejak Budaya Eropa dalam Perubahan Kebaya dan Identitas Sosial.

Membahas pengaruh budaya Eropa terhadap perubahan kebaya sebagai busana tradisional dan simbol identitas sosial di Nusantara pada masa kolonial.

Wanita Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 15:41

Mengenalkan Sekolah lewat MPLS yang Ramah bagi Anak

Selama ini, banyak orang yang membahas tentang pentingnya sekolah yang ramah bagi anak. Seperti apa sekolah ramah anak itu? 

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ikon 15 Jul 2026, 15:24

Hikayat Sport Center Arcamanik, Dari Arena PON Menjadi Pusat Sport Tourism

Sport Center Arcamanik bertransformasi dari venue PON 2016 menjadi pusat olahraga, wisata keluarga, dan kuliner Bandung.

Anak-anak bermain layangan di sekitar area Sport Center Arcamanik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 15:22

Tak Terbendung Lautan Festival di Kota Bandung

Jika menelisik pada festival unggulan tahunan di kota Bandung tersebut, maka sudah pasti masyarakat kota Bandung dimanjakan.

Peserta saat mengikuti Festival Asia Afrika 2026 di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu 11 Juli 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)