Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

5 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)

Di rak koleksi surat kabar lama, selembar Harian Umum Mandala edisi 13 Juli 1976 seolah menjadi mesin waktu yang membawa pembacanya kembali ke masa lalu. Lembaran kertas yang mulai menguning itu bukan sekadar media pemberitaan, melainkan potret kehidupan masyarakat Indonesia hampir setengah abad silam. Politik nasional, peristiwa dunia, olahraga, hiburan, hingga jadwal bioskop di Kota Bandung tersaji dalam satu terbitan yang kini telah menjelma menjadi dokumen sejarah.

Bagi generasi sekarang, nama Mandala mungkin tak lagi sepopuler media yang masih bertahan hingga kini. Namun pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat. Terbit dari Bandung, koran ini menjadi teman setia masyarakat mengikuti denyut kehidupan sehari-hari sekaligus menjadi saksi berbagai peristiwa penting perjalanan bangsa.

Harian Mandala didirikan pada 7 Desember 1969 oleh sejumlah wartawan senior, di antaranya H. Krisna Harahap, Surya Susila, Rustandi Kartakusumah, dan Mohammad Romli. Kehadirannya menorehkan sejarah sebagai surat kabar harian pertama di Jawa Barat yang menggunakan teknologi cetak offset.

Inovasi tersebut menjadi lompatan besar bagi dunia pers daerah. Kualitas cetak semakin tajam, proses produksi lebih cepat, dan tampilan koran tampil lebih modern dibandingkan media seangkatannya.

Dengan semboyan "Tunjukkan yang Salah dan Benarkan yang Benar," Mandala memosisikan diri sebagai media yang kritis, independen, dan berpihak pada kepentingan publik.

Masa keemasan Mandala berlangsung sepanjang dekade 1970-an hingga awal 1990-an. Bahkan pada periode 1989–1991, koran ini menjalin kerja sama strategis dengan Kelompok Kompas Gramedia, yang mendorong oplahnya mencapai sekitar 5.000–7.000 eksemplar setiap harinya.

Salah satu koleksi berharga penulis adalah Harian Mandala edisi 13 Juli 1976. Dari lembaran inilah tergambar bagaimana Indonesia dan dunia diberitakan hampir lima puluh tahun lalu.

Saat itu, biaya berlangganan Mandala di Bandung hanya Rp800 per bulan, sedangkan pelanggan luar kota dikenai tarif Rp1.100.

Berita utama menyoroti penegasan Presiden Soeharto bahwa sistem pendidikan nasional harus berlandaskan Pancasila sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Di bidang ekonomi, Bank Indonesia mengumumkan mulai beredarnya uang kertas baru pecahan Rp10.000 emisi 1975 bergambar relief Ramayana di Candi Borobudur, menggantikan seri Jenderal Sudirman.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Syarif Thayeb menyatakan bahwa karya-karya Mochtar Lubis maupun Pramoedya Ananta Toer tidak dilarang selama tidak mengandung unsur subversif. Pernyataan tersebut menjadi perhatian luas karena berkaitan dengan ruang kebebasan berkarya pada masa itu.

Dari Bandung, Gubernur Jawa Barat Aang Kunaefi mengkritik pihak-pihak yang gemar mencemooh Bandung sebagai kota "brengsek", tetapi tidak pernah menawarkan solusi nyata bagi berbagai persoalan perkotaan.

Berita luar negeri pun tak kalah menarik. Media Israel melaporkan dugaan Presiden Uganda Idi Amin mengidap penyakit sifilis. Dari Amerika Serikat, penyanyi legendaris Frank Sinatra kembali menikah untuk keempat kalinya dengan Barbara Marx dalam pesta mewah yang dihadiri tokoh-tokoh Hollywood dan kalangan politik.

Rubrik hiburan menjadi salah satu daya tarik Mandala. Pembaca dapat mengetahui film-film yang sedang diputar di bioskop-bioskop ternama Kota Bandung.

Penulis berfoto bersama para wartawan senior Harian Umum MANDALA seusai peluncuran portal berita Koran Mandala, 1 Juni 2023, sebagai momentum menghidupkan kembali semangat dan warisan jurnalistik MANDALA. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Penulis berfoto bersama para wartawan senior Harian Umum MANDALA seusai peluncuran portal berita Koran Mandala, 1 Juni 2023, sebagai momentum menghidupkan kembali semangat dan warisan jurnalistik MANDALA. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)

Saat itu, Bandung Theatre memutar Marco Polo, Nusantara Theatre menayangkan That Lucky Touch yang dibintangi Roger Moore, Capitol Theatre menghadirkan The Kung Fu Monk, Siliwangi Theatre memutar Supermen Against the Orient, sementara Bioskop Dian menayangkan film Hercules.

Kini, daftar film tersebut bukan lagi sekadar informasi hiburan, melainkan catatan kecil tentang wajah budaya populer Bandung pada pertengahan 1970-an.

Halaman olahraga menyuguhkan berbagai kabar internasional.

Petinju kelas berat Ken Norton menang TKO atas Garry Middleton sebagai pemanasan menuju duel perebutan gelar dunia melawan Muhammad Ali.

Sementara itu, menjelang Olimpiade Montreal 1976, kontingen Israel mendapat pengawalan keamanan sangat ketat. Di sisi lain, Taiwan menghadapi polemik karena tidak diizinkan menggunakan atribut nasionalnya.

Kekuatan Mandala bukan hanya terletak pada berita utama, tetapi juga keragaman rubrik yang akrab dengan kehidupan masyarakat.

Pembaca setia tentu masih mengingat rubrik Blak-blakan, Dari 8 Penjuru Angin, Surat Pembaca, Caranya Basa Sunda, Bandung Kota, Bandung Raya, Kawasan Kertamukti, Berita Daerah, Singkat Nusantara, Ekonomi-Keuangan, Olahraga, Bioskop Bandung, Teka-teki Silang, hingga Jadwal Acara Televisi.

Keberagaman rubrik tersebut membuat Mandala terasa dekat dengan pembacanya sekaligus memperkuat identitasnya sebagai surat kabar khas Jawa Barat.

Dalam boks redaksi tercantum nama-nama yang menjadi motor penggerak Mandala. Krisna Harahap menjabat Pemimpin Umum sekaligus Pemimpin Redaksi, didampingi Yuslin S. sebagai Wakil Pemimpin Umum dan Eddy Mulyono sebagai Wakil Pemimpin Redaksi.

Redaksi berkantor di Jalan Banceuy No. 2, Bandung, diterbitkan oleh PT Satyamandala Raya, dengan percetakan Offset Golden Web di Jalan Sumatra, Bandung.

Jejaring kontributornya tersebar di berbagai daerah, termasuk Subang, Tasikmalaya, dan Karawang, menunjukkan keseriusan Mandala menghadirkan informasi dari seluruh penjuru Jawa Barat.

Meski edisi cetaknya berhenti terbit pada awal dekade 1990-an, nama Mandala tidak pernah benar-benar hilang dari ingatan para pembacanya.

Sejak 1 Juni 2023, Mandala kembali hadir dalam format digital melalui KoranMandala.com, membawa semangat jurnalisme yang sama dengan wajah yang lebih modern serta mengikuti perkembangan zaman.

Kembalinya Mandala menjadi bukti bahwa media bukan sekadar usaha penerbitan, melainkan juga warisan intelektual yang menyimpan memori kolektif masyarakat.

Bagi para pecinta sejarah pers, setiap lembar Harian Mandala bukan hanya menyimpan berita, tetapi juga merekam denyut kehidupan, cara berpikir masyarakat, serta wajah Bandung dan Jawa Barat pada masanya.

Lebih dari itu, Mandala adalah saksi zaman. Melalui halaman-halamannya, kita dapat membaca kembali perjalanan sejarah, dinamika sosial, hingga perubahan budaya yang pernah mewarnai Jawa Barat. Karena itulah, Harian Mandala layak dikenang sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah pers Indonesia, koran legendaris yang pernah menjadi mata, telinga, dan suara masyarakat Jawa Barat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)