Menjaga Ingatan Melalui Arsip Koleksi Koran Lawas

4 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Koleksi surat kabar lawas milik Kin Sanubary. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Koleksi surat kabar lawas milik Kin Sanubary. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)

Di tengah derasnya arus informasi yang serba cepat dan instan, arsip media cetak lawas mengingatkan kita bahwa perjalanan sebuah bangsa tidak pernah berlangsung dalam ruang hampa. Setiap lembar koran yang menguning, setiap majalah yang mulai rapuh dimakan usia, menyimpan denyut kehidupan zamannya. Di sanalah sejarah berbicara melalui berita, laporan, opini, foto, dan iklan yang pernah menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

Membuka arsip media cetak lawas sesungguhnya adalah membuka kembali ruang belajar yang tak lekang oleh waktu. Dalam setiap halaman tersimpan dinamika sosial, perkembangan seni dan budaya, perubahan politik, hingga denyut kehidupan masyarakat yang membentuk wajah Indonesia hari ini. Banyak peristiwa yang telah terlupakan atau tidak lagi mudah ditemukan melalui mesin pencari, namun tetap hidup dalam catatan para wartawan dan penulis pada masanya. Karena itu, arsip media cetak lawas bukan sekadar kumpulan dokumen, melainkan jendela sejarah yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.

Bersyukur dalam beberapa tahun terakhir koleksi arsip media cetak lawas yang penulis kelola dapat memberi manfaat bagi banyak sahabat yang tengah menempuh pendidikan. Arsip ini telah membantu mahasiswa menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL), menyusun tugas akhir, skripsi, tesis, hingga disertasi. Tidak jarang, sebuah kliping sederhana justru menjadi petunjuk penting yang mengarahkan penelitian menuju temuan-temuan yang lebih mendalam. Menjadi kebahagiaan tersendiri ketika melihat mereka berhasil menyelesaikan perjalanan akademiknya dengan lebih percaya diri.

Richita Setiawan, mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, melakukan penelitian mengenai Majalah Berita Bergambar Jakarta Jakarta (JJ). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Richita Setiawan, mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, melakukan penelitian mengenai Majalah Berita Bergambar Jakarta Jakarta (JJ). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)

Manfaat arsip media lawas tidak berhenti di lingkungan akademik. Berbagai koleksi koran, tabloid dan majalah juga telah menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya buku, novel, biografi, film dokumenter, penelitian linguistik, proyek seni, hingga penyelenggaraan pameran. Detail kehidupan, suasana zaman, dan berbagai kisah yang terekam dalam media cetak menjadi fondasi yang memperkaya proses kreatif sekaligus menjaga keotentikan sebuah karya.

Penulis merasa bersyukur dapat berbagi data, informasi, dan referensi kepada para akademisi, peneliti, seniman, sastrawan, jurnalis, serta mahasiswa yang memanfaatkan koleksi ini. Setiap penelitian yang lahir menjadi pengingat bahwa arsip bukan sekadar benda lama yang disimpan, melainkan sumber pengetahuan yang terus hidup.

Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)
Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)

Beberapa karya ilmiah yang telah memanfaatkan koleksi arsip media lawas antara lain:

• Inessia Nabila dari Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, dalam penelitian mengenai Gedung Yayasan Kebudayaan Bandung.

• Muhammad Rizaldy Alharits dari Program Studi Desain Komunikasi Visual, Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung, dalam penelitian mengenai tata letak surat kabar Pikiran Rakyat era 1970-an.

• Savitri Adriani dari Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Negeri Jakarta, dalam penyusunan skripsi tentang filosofi Sunda dalam pendidikan sekolah perempuan pertama di Bandung pada masa Dewi Sartika (1900–1929).

• Athaillah, Riski, dan Gibran dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang selama satu minggu melakukan penelitian, dokumentasi, dan digitalisasi surat kabar Pikiran Rakyat edisi 1960 hingga 2000-an.

• Richita Setiawan dari Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, meneliti Majalah Berita Mingguan Bergambar Jakarta periode 1980–1990-an.

• Helsi Maulidia dari Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, meneliti peristiwa Penembakan Misterius (Petrus) berdasarkan pemberitaan harian Pos Kota.

• Ageng Rachmad dari Pendidikan Sejarah, FKIP Universitas Jember, menyusun skripsi mengenai Majalah Aktuil dalam konteks budaya musik rock di Bandung (1967–1978).

• Rehan Jovi dari Prodi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta, meneliti karya-karya cerita silat Kho Ping Hoo.

• Nur Febri Putranto dari Pendidikan Sejarah, FKIP Universitas Lampung, meneliti surat kabar kritis Mahasiswa Indonesia.

• Fadly Muhammad Gumilar dari Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bandung, meneliti dan menyusun skripsi Saur Sepuh: Dari Sandiwara Radio Hingga Film dan Televisi.

Semoga perjalanan intelektual dan kreatif mereka terus berkembang. Semoga arsip media lawas ini dapat menjadi jembatan kecil yang mengantarkan lahirnya karya-karya besar yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Pada akhirnya, setiap arsip bukan hanya menyimpan masa lalu, tetapi juga membuka jalan bagi masa depan. Selama masih ada orang yang membaca, meneliti, dan mengambil pelajaran darinya, media lawas akan terus hidup sebagai penjaga ingatan kolektif bangsa. Semoga ikhtiar sederhana ini senantiasa menjadi sumber ilmu, inspirasi, dan pemantik lahirnya penelitian, karya kreatif, serta gagasan-gagasan baru yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 29 Jun 2026, 11:26

Wisata Braga Bandung: Tempat Hits, Kuliner Legendaris, dan Spot Foto Terbaik

Panduan lengkap wisata Braga Bandung mulai dari Museum Asia Afrika, Sumber Hidangan, Braga Permai, hingga spot foto bangunan kolonial yang instagramable.

Suasana malam Jalan Braga, Bandung. (Sumber: bandung.go.id)
Ayo Netizen 29 Jun 2026, 11:19

Menjaga Ingatan Melalui Arsip Koleksi Koran Lawas

Setiap lembar koran yang menguning, setiap majalah yang mulai rapuh dimakan usia, menyimpan denyut kehidupan zamannya.

Koleksi surat kabar lawas milik Kin Sanubary. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 29 Jun 2026, 10:23

Kemandirian Ekonomi di Balik Bencana

Setiap bencana pasti merenggut kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Warga di lokasi bencana sedang membantu mencari korban tertimbun longsor di Arjasari, Kabupaten Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 29 Jun 2026, 09:07

Perkembangan Jalan Layang Pasupati di Kota Bandung Tempo Dulu hingga Sekarang

Jalan layang Pasopati yang megah dan selalu menjadi ikon dari Bandung itu telah digagas bahkan jauh sebelum masa kemerdekaan.

Foto pemandangan Jembatan Pasopati pada malam hari (Sumber: pexels.com)
Ayo Netizen 29 Jun 2026, 08:40

Di Balik Puing Bencana: Ancaman Asbes yang Mengintai Relawan

Bukan hanya warga, para relawan kebencanaan pun berisiko terpapar dampak asbes saat menjalankan misi kemanusiaan.

Sebuah pembangunan gedung sarana warga sudah tidak memakai asbes sebagai atap (Foto: Abah Omtris)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 19:12

Strategi Pengembangan Kompetensi ASN

Pengembangan kompetensi harus diselaraskan dengan tujuan dan visi misi organisasi.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia)
Bandung 28 Jun 2026, 19:11

Modal Jeli Intip Peluang: Kisah dari Pinggiran Kiaracondong, Saat Warmindo Dituntut Kreatif dan Naik Kelas

Modal jeli intip peluang, warkop modern di Kiaracondong Bandung, JustFoodHub.id jadi bukti nyata kreativitas pelaku UMKM lokal untuk tampil berdaya dan naik kelas.

Modal jeli intip peluang, warkop modern di Kiaracondong Bandung, JustFoodHub.id jadi bukti nyata kreativitas pelaku UMKM lokal untuk tampil berdaya dan naik kelas. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 18:16

Hari Keluarga Nasional Lebih Afdol Diperingati dengan Wisata Jalan Kaki

Bentuk "Keluarga Berencana" yang hakiki adalah berjalan kaki.

Wisata jalan kakai di sekitar Alun-Alun Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 17:00

Di Dalam Iklan Surat Kabar pada Masa Kolonial di Batavia

Iklan surat kabar kolonial Batavia bukan sekadar promosi,

Majalah Djawa Baroe (Sumber: https://hdl.handle.net/1887.1/item:3236771)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 15:57

Mampukah Bajigur Merebut Hati Anak Muda? Melawan Gempuran Kedai Minuman Modern

Agar tidak hilang tergerus zaman, bajigur harus bersedia bersolek dan beradaptasi.

Minuman tradisional bagjigur. (Sumber: flickr.com | Foto: Yopi Pratama)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 12:01

Antara Musik dan Sastra: Lahirnya dan Pengaruh Aliran Musik Progresif

Mari mengintip era keemasan musik Indonesia, dengan sejarah lahirnya musik progresif.

Kelompok Musik Gang of Harry Roesli. (Sumber: Majalah Aktuil Edisi 126 | Foto: Aktuil)
Wisata & Kuliner 28 Jun 2026, 11:25

Panduan Tamasya ke Kuta Bali, Kawasan Pantai yang jadi Gerbang Wisata Pulau Dewata

Dekat bandara, mudah dijelajahi, dan penuh pilihan hiburan. Kuta Bali menjadi destinasi ideal bagi wisatawan yang pertama kali ke Bali.

Sunset di Pantai Kuta. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 10:41

Pabrik Kina, Cagar Budaya yang Berdampak Besar pada Masa Kolonial

Sejarah Pabrik Kina pada masa kolonial Belanda.

Bangunan Bandoengsche Kinine Fabriek NV yang kini dikenal sebagai pabrik kina Kimia Farma di Jalan Pajajaran, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Mayantara 28 Jun 2026, 09:49

Ketika Teknologi Mengubah Cara Kita Menjaga Tradisi

Media digital tidak menggantikan tradisi, tetapi menjadi ruang baru tempat tradisi dijalankan.

Ilustrasi teknologi pembayaran digital. (Sumber: Pexels | Foto: Proxyclick Visitor Management System)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 08:48

Mewujudkan Sekolah Ramah, Aman dan Nyaman

Lingkungan sekolah nyaman akan tercipta manakala pemangku kebijakannya mengelola dengan baik.

Ilustrasi siswa sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: ubed)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 08:41

Ketika Negara Kehilangan Kata-Kata

Public speaking ASN sebagai instrumen strategis untuk membangun kepercayaan publik, menyampaikan informasi kebijakan secara efektif.

Pejabat bicara dengan pendemo (Sumber: malukuprov.go.id)
Linimasa 27 Jun 2026, 21:52

Dari Kencleng Polisi Menjadi Bangunan Nyaman dan Aman

Kencleng anggota Polsek Pameungpeuk membantu membangun rumah tidak layak huni dan merenovasi mushola di Kabupaten Bandung.

Kencleng anggota Polsek Pameungpeuk membantu membangun rumah tidak layak huni dan merenovasi mushola di Kabupaten Bandung. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 20:33

Menggerakkan Idealisme Mahasiswa Berprestasi

Apa yang membuat mahasiswa semangat menjalani hari-hari dan mengubah dirinya?

Ilustrasi gerakan mahasiswa berprestasi. (Sumber: Gemini AI | Foto: Gemini AI)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 19:38

Cek Kesehatan Gratis dan Investasi SDM Indonesia Emas 2045

Menganalisa manfaat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Cek Kesehatan Gratis (Sumber: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis | Foto: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 18:39

Transformasi Perkebunan Karet Alam di Jabar, Mungkinkah?

Industri berbasis karet alam di Jawa Barat saat ini menghadapi tantangan penurunan produktivitas lahan dan pasokan lateks .

Ilustrasi perkebunana karet di Jawa Barat (Sumber: freepik)