Hari Keluarga Nasional Lebih Afdol Diperingati dengan Wisata Jalan Kaki

4 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Wisata jalan kakai di sekitar Alun-Alun Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Wisata jalan kakai di sekitar Alun-Alun Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Hari Keluarga Nasional atau Harganas yang diperingati pada tanggal  29 Juni sebaiknya diperingati dengan cara yang tepat guna dan punya manfaat pasti. Salah satunya dengan membuat acara wisata jalan kaki untuk keluarga yang terdiri dari ibu, ayah dan anak. Jalan  kakijun untuk  keluarga sangat esensial bagi keluarga karena memiliki manfaat  kesehatan tubuh dan baik untuk kesehatan jiwa. Terlebih pada saat ini banyak ayah, ibu dan anak yang perutnya buncit dan berat badannya berlebih.

Wisata jalan kaki sangat tepat untuk warga kota Bandung. Namun demikian pemkot hendaknya membenahi trotoar jalan agar kondisinya nyaman dan tidak mengandung bahaya bagi pejalan kaki.

Dalam rangka peringatan Harganas ke-33 tahun ini, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memilih tema "Ayah Wajib Hadir". Pemilihan tema ini bertujuan untuk mendorong keterlibatan aktif para ayah dalam pengasuhan, pengambilan keputusan, dan perencanaan keluarga yang matang guna mewujudkan keluarga berkualitas.

Wisata jalan kaki di jalan Braga Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Wisata jalan kaki di jalan Braga Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Alasan Jalan Kaki itu Baik dan Sehat

Jalan kaki terutama jalan pagi menjadi menyenangkan sekali, karena berlimpah guyuran cahaya matahari. jarak ideal jalan kaki bersama keluarga adalah 4 km. Sebaiknya jalan kaki melintasi di bawah pohon besar, seperti pohon Trembesi, beringin, karet atau pohon kayu lainnya yang daunnya rimbun.

Menurut kedokteran olahraga ada proses jalan kaki yang dianggap sehat. Ada dasar teori tentang kelebihan olahraga jalan kaki. Dari aspek analisa biokimia, fisiologi, sampai gizi. Misal berapa kalori yang digunakan ? Berapa banyak konversi nutrisi yang dibutuhkan, dan lain-lain.

Penjabaran biokimia dan fisiologis dari aktivitas tersebut, tubuh menggunakan sistem  (Metabolic Equivalent of Task (MET) untuk mengukur pengeluaran energi. Berjalan dengan kecepatan 5 km/jam memiliki nilai sekitar 3.3 METs.

- Rumus: Kalori = MET x Berat Badan (kg) x Waktu (jam)

- Perhitungan: 3.3 x 70 kg x 1 jam = 231 kkal.

Untuk mempermudah perhitungan biologis kita akan membulatkan angka ini ke rata-rata 250 kkal. Karena faktor efisiensi tubuh dan variasi denyut jantung.

Berapa banyak Oksigen (O₂) yang Diperlukan ? Dalam metabolisme aerobik (menggunakan oksigen), tubuh membakar kalori dengan rasio yang spesifik.

Secara rata-rata, untuk setiap satu liter oksigen yang dikonsumsi, tubuh membakar sekitar 5 kkal energi. Itu berarti tubuh kita menghirup dan memproses lebih dari 1 triliun triliun molekul oksigen selama satu jam berjalan.

Energi yang kita keluarkan sebesar 250 kkal ini setara dengan asupan makanan sehari-hari seperti apa ?  Jika kita berjalan selama 1 jam, berarti kita baru saja "membakar" energi yang setara dengan salah satu dari daftar makanan  yang setara dengan :

- Nasi putih sebanyak 1.5 centong atau sekitar 180 gram.

- Roti tawar gandum sebanyak 3 lembar tanpa selai.

- Buah pisang sebanyak dua ukuran sedang.

- Telur ayam rebus sebanyak  3 butir berukuran besar.

Wisata jalan kaki di lintas jalan Asia Afrika kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Wisata jalan kaki di lintas jalan Asia Afrika kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Menurut Dokter Tauhid Nur Azhar (TNA) aktivitas jalan santai selama satu jam tampak seperti aktivitas sederhana, tetapi di tingkat seluler, itu adalah keajaiban pabrik biokimia. Karena kita berhasil membakar sekitar 250 kkal, memproses 50 liter oksigen (~1.34 x 10²⁴ molekul), mendaur ulang sekitar 7.13 x 10²⁴ molekul ATP, dan usahanya setara dengan membakar energi dari makan satu setengah centong nasi. Nasinya bersama oksigen yang diangkut darah merah setelah diproses melalui serangkaian mekanisme fisiologi dan biokimia akan memasuki fase konversi energi melalui siklus asam sitrat.

Siklus asam sitrat adalah proses metabolisme yang terjadi di mitokondria sel manusia, yang mengubah asetil-KoA menjadi karbon dioksida (CO2) dan menghasilkan energi dalam bentuk ATP, NADH, dan FADH2.

Dari aspek metabolisme, jalan kaki secara signifikan meningkatkan sensitivitas insulin dan oksidasi lipid. Secara imunologis, aktivitas ini memicu mobilisasi sel imun bawaan dan menurunkan inflamasi sistemik kronis. Lebih lanjut, dari perspektif psikoneuroimunologi, jalan kaki memodulasi aksis Hypothalamic-Pituitary-Adrenal (HPA), menurunkan hormon stres (kortisol), yang pada gilirannya mencegah imunosupresi akibat stres psikologis.

Ada kiat yang bagus bahwa berjalan kaki, terutama setelah makan  terbukti secara klinis menurunkan lonjakan glukosa darah. Kontraksi otot selama berjalan memicu translokasi Glucose Transporter ke membran sel otot melalui jalur independen insulin. Ini berarti sel-sel otot dapat menyerap glukosa dari aliran darah meskipun terjadi resistensi insulin. Dalam jangka panjang, jalan kaki rutin meningkatkan kepadatan reseptor insulin dan fungsi mitokondria, sehingga memperbaiki sensitivitas  insulin secara sistemik.

Yang perlu kita ketahui juga adalah fakta bahwa setiap kali kita berjalan kaki maka terjadi peningkatan curah jantung dan sirkulasi darah serta pengeluaran epinefrin sesaat yang menyebabkan demarginasi leukosit. Terdapat peningkatan signifikan pada sirkulasi sel Natural Killer (NK), makrofag, dan limfosit T. Pergerakan sel-sel imun ini ke dalam sirkulasi perifer meningkatkan pengawasan imun (immune surveillance), membuat tubuh lebih cepat mendeteksi patogen atau sel prakanker. Setelah berolahraga, sel-sel ini bermigrasi kembali ke jaringan, meningkatkan pertahanan mukosa.

Salah satu manfaat paling krusial dari jalan kaki rutin adalah kemampuannya meredakan inflamasi sistemik derajat rendah, yang merupakan akar dari penuaan dini (inflammaging) dan penyakit kronis.


Setelah tahu sederet manfaat pasti aktivitas jalan kaki, ayo segerakan kebiasaan seluruh keluarga untuk berjalan kaki. Bentuk Keluarga Berencana yang hakiki adalah berjalan kaki. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 10:28

Mabuk Sejarah dalam 'Telunjuk dan Pelatuk'

Resensi buku kumpulan cerpen 'Telunjuk dan Pelatuk' karya Ikrom Rifai.

sampu buku Telunjuk dan Pelatuk.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 19:02

Pengalaman Mengikuti Lomba Baca Puisi Sunda 'Wangsit Siliwangi' (1964) Karya Wahyu Wibisana

Pengalaman berharga mengikuti lomba baca puisi Sunda membawakan karya legendaris Wahyu Wibisana, "Wangsit Silwangi" (1964). Menghayati setiap bait sastra penuh makna dan nuansa perjuangan budaya.

Ilustrasi penulis sedang membacakan puisi Bahasa Sunda "Wangsit Siliwangi" karya Wahyu Wibisana (1964). (Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 17:34

5 Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University Harumkan Nama Indonesia di ICIC 2026

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 15:25

Hari Lansia Internasional, sebagai Momen Kebersamaan bagi para Lansia

Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Lansia Internasional, apakah ini hanya momen peringatan? Ada sejarah yang tidak pernah dibaca generasi muda, tetapi ingatan para lansia tetap menyimpannya.

Diproyeksikan jumlah lansia terus meningkat dan pada tahun 2045 akan mencapai 20 persen atau hampir satu per lima dari total penduduk. (Sumber: Freepik/Jcomp)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 14:09

Perbedaan Antara Cara Penyangraian Torrefacto dengan Kopi Tiam

Perbedaan utama kopi torrefacto dan kopi tiam terletak pada proses karamelisasinya. Torrefacto menyangrai biji dengan gula, sementara kopi tiam menambahkan margarin atau mentega dan gula.

Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 11:26

Revitalisasi Kereta Api: Tulang Punggung Transportasi di Jawa Barat

Bagaimanapun juga hadirnya kereta api ini membuka oase panjang, transportasi yang setiap hari menjadi perbincangan di tengah masyarakat, transportasi yang ditunggu-tunggu di era kemacetan

Mengangkat barang sekaligus memandu penumpang menjadi tugas keseharian para porter di Stasiun Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 08:24

Bandung Benahi Drainase, Jangan Lupakan Pompa dan Kolam Retensi

Pembangunan drainase dan pompa tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan. Kota membutuhkan data spasial yang akurat.

Sistem pencegahan banjir di kota Bandung dengan perbaikan drainase, pompa dan kolam retensi (Sumber: dokpri - dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 07:55

Masa Depan Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum

Kapasitas SDM pengelola museum dan pelaku seni di Bandung harus digenjot secara total.

Ilustrasi Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 20:36

Sarapan Pagi Estetik di Dapoer Pagi Cianjur

Menyambangi Cianjur tidak lengkap jika tidak mengeksplor kulinernya. Dapoer Pagi menjadi salah satu tempat yang bisa dicoba bagi mereka yang mencari tempat kuliner yang estetik

Menu Bubur Mandarin Dapoer Pagi Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 19:12

Kerancuan dalam Penamaan Geografi Lokal antara Gunung dan Bukit di Indonesia Khususnya di Jawa Barat

Artikel ini mengulas fenomena kerancuan penamaan geografi lokal di Indonesia, di mana perbukitan sering kali salah kaprah disebut sebagai gunung, serta dampaknya terhadap aspek pemetaan wilayah.

Potret bangunan yang menduduku perbukitan di Kawasan Bandung Utara (KBU) (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 17:32

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan Perspektif Fikih Lingkungan Muhammadiyah

Membandingkan perspektif Thanos dengan Muhammadiyah dalam isu lingkungan.

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan perspektif fikih lingkungan Muhammadiyah.  (Sumber: Gemini AI)
Beranda 30 Sep 2026, 15:19

Manusia Bisa Hidup Tanpa AI, Tapi Bagaimana Bila Tanpa Air?

Manusia masih bisa hidup tanpa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, manusia tidak bisa hidup tanpa air.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 11:40

Mempertahankan Tata Kelola Kota Kebanggaan Warga Bandung

Seringkali kita temukan pada saat pemilihan umum, data ganda ini penyebabnya dari perubahan data kependudukan yang belum terbarui dengan baik di dalam sistem pusat.

Kawasan padat penduduk di Tamansari, Kota Bandung, Senin 5 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 10:39

Pergumulan Bandung Menjelang Magrib

Dibalik wajah cantiknya Bandung yang gemerlap ada mereka yang datang pada waktu menjelang magrib untuk mencari toko tutup sebagai tempat tidur sementara.

Sejumlah ruas di Kota Bandung masih dipenuhi tunawisma saat malam tiba (Sumber: pexels)