Di Dalam Iklan Surat Kabar pada Masa Kolonial di Batavia

5 menit baca
Naura Zaelani
Ditulis oleh Naura Zaelani diterbitkan
Majalah Djawa Baroe (Sumber: https://hdl.handle.net/1887.1/item:3236771)
Majalah Djawa Baroe (Sumber: https://hdl.handle.net/1887.1/item:3236771)

Surat kabar kolonial bukan hanya sebagai media informasi, tetapi juga menjadi alat penting dalam membentuk pola konsumsi dan struktur sosial masyarakat Batavia. Batavia, yang kini dikenal sebagai Jakarta, menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan VOC sejak tahun 1619 di bawah kepemimpinan Jan Pieterszoon.

Seiring dengan berjalan kemajuan teknologi cetak, surat kabar menjadi media utama dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat pada masa tersebut. Selain untuk mendapatkan sumber informasi, surat kabar juga memuat beberapa iklan yang mencerminkan pola konsumsi dan dinamika sosial pada masa itu.

Iklan-iklan tersebut memberikan gambaran mengenai apa yang dipromosikan dan siapa yang akan menjadi target pasar. Bentuk dan isi iklan pada masa tersebut menunjukan bagaimana komunikasi komersial beradaptasi dengan teknologi cetak dan kebutuhan pasar yang semakin berkembang.

Perkembangan surat kabar di Batavia sejalan dengan meningkatnya aktivitas administrasi dan perdagangan kolonial. Menurut Subakti (2007), surat kabar mulai muncul di Batavia sejak abad ke - 18 ketika kebutuhan informasi resmi dan komersial meningkat. Surat kabar seperti Batavia Advertentieblad dan Java- Bode berfungsi tidak hanya sebagai wadah untuk memuat berbagai iklan komersial, sosial, dan pemerintah.

Dalam arsip sejarah dibahas oleh DGI(dgi.ori.id), media massa pada era kolonial memiliki fungsi utama sebagai penyampaian informasi kepada komunitas Eropa dan kalangan elit pribumi. Karena itu, ruang iklan dalam surat kabar kolonial menjadi bagian penting yang mewarnai kehidupan sosial dan ekonomi Batavia ketika itu. Iklan sering mengisi halaman halaman awal surat kabar, menandakan tingginya kebutuhan promosi.

Jenis iklan pada masa kolonial

Iklan pada masa kolonial di Batavia dapat dikelompokkan dalam beberapa jenis yang mencerminkan kehidupan sosial dan ekonomi pada waktu itu. Salah satu jenis iklan yang paling banyak ditemukan adalah iklan produk. Barang konsumsi seperti minuman, tekstil, tembakau, dan obat-obatan mendominasi iklan-iklan pada masa tersebut. Produk - produk impor ini dipromosikan secara luas kepada masyarakat yang berada di bawah dominasi kekuasaan kolonial. Hal ini mencerminkan tingginya permintaan atas barang - barang yang dianggap modern dan mewah pada masa itu.

Selain itu, terdapat juga iklan jasa yang mempromosikan layanan seperti penginapan, transportasi, dan jasa perdagangan. Surat kabar pada masa kolonial berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai saluran penyebaran informasi penting mengenai layanan umum dan pengumuman sosial. Iklan-iklan semacam ini menunjukan bagaimana surat kabar menjadi sarana penting dalam kehidupan sosial masyarakat Batavia , terutama dalam hal kemudahan akses terhadap sebagai layanan modern.

Majalah Djawa Baroe (Sumber: https://hdl.handle.net/1887.1/item:3236771)
Majalah Djawa Baroe (Sumber: https://hdl.handle.net/1887.1/item:3236771)

Tidak kalah penting juga iklan sosial dan politik. Iklan jenis ini sering kali mencangkup kampanye pemerintahan, pengumuman lelang, hingga informasi keuangan. Selain memberikan informasi penting mengenai kebijakan, iklan sosial dan politik juga berperan dalam memperkuat kontrol sosial dan politik terhadap masyarakat Batavia.

Selanjutnya, iklan budaya dan hiburan juga sangat berkembang pada masa itu. Iklan yang mempromosikan pertunjukan musik, tontonan bioskop, dan berbagai acara sosial Eropa menjadi hal yang umum ditemukan.

Iklan jenis ini menggambarkan gaya hidup kosmopolitan yang berkembang di kalangan masyarakat kolonial yang tinggal di Batavia. Dalam hal ini, iklan menjadi cermin dari kehidupan sosial yang sangat mempengaruhi oleh budaya Eropa. Berdasarkan penjelasan dalam buku Subakti dkk.

Majalah Djawa Baroe (Sumber: https://hdl.handle.net/1887.1/item:3236771)
Majalah Djawa Baroe (Sumber: https://hdl.handle.net/1887.1/item:3236771)

Iklan pada masa kolonial memiliki karakteristik yang membedakan dari iklan masa kini. Pertama, iklan pada masa itu cenderung bersifat daskriptif dan panjang. Hal ini dikarenakan keterbatasan teknologi visual yang ada pada saat itu.

Iklan tidak dapat menggunakan gambar atau ilustrasi yang kompleks, sehingga lebih banyak mengandalkan deskripsi rinci tentang masa kolonial dominan menggunakan bahasa Belanda, yang merupakan bahasa resmi pemerintahan kolonial, dan lebih Berorientasi pada kelas tertentu, yakni masyarakat Eropa dan elit pribumi. Salah satu ciri khas lain dari iklan pada masa itu adalah penekanan pada keunggulan produk impor, yang dianggap lebih unggul dan modern dibandingkan produk lokal.

Berbeda dengan iklan masa kini yang lebih visual, kreatif, dan persuasif, iklan pada masa kolonial lebih berupa pengumuman yang formal dan tidak mengandalkan elemen elemen visual yang rumit. Fokus utamanya adalah pada penjelasan fungsional barang atau jasa, tanpa banyak mencoba membujuk konsumen dengan gaya atau emosi.

Keberadaan iklan dalam surat kabar pada masa kolonial membawa pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Batavia, terutama dalam hal budaya konsumsi. Iklan - iklan ini memperkenalkan “gaya hidup modern” ala Eropa yang pada akhirnya mempengaruhi pola konsumsi masyarakat Batavia. Melalui promosi produk - produk impor dan layanan modern,masyarakat mulai mengenal dan mengadopsi pola budaya Eropa . Subakti (2007) mencatat bahwa iklan pada masa kolonial berfungsi sebagai alat utama dalam membentuk budaya konsumsi di kalangan masyarakat.

Selain itu, iklan pada masa kolonial juga berperan penting dalam pembangunan ekonomi Batavia. Perkembangan pers kolonial mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di bidang perdagangan, jasa,dan industri percetakn.

Iklan menjadi bagian integral dari siklus ekonomi, yang melibatkan pengusaha yang membutuhkan ruang iklan inti mempromosikan produk mereka, surat kabar yang memperoleh pendapatan dari kolom iklan, serta konsumen yang mendapatkan informasi mengenai berbagai barang dan jasa yang tersedia. Iklan ada surat kabar kolonial, dengan demikian berperan dalam membentuk struktur ekonomi Batavia yang semakin modern dan terintegrasi.

Iklan dalam surat kabar pada masa kolonial di Batavia sangat penting dalam pembentukan budaya konsumsi, penyebaran informasi, dan dinamika sosial ekonomi masyarakat pada masa itu. Surat kabar tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai media promosi yang mencerminkan perkembangan ekonomi dan gaya hidup kolonial.

Melalui beragam bentuk iklan, produk, jasa, sosial, politik serta budaya, kita dapat melihat bagaimana masyarakat Batavia berinteraksi dengan dunia modern yang diperkenalkan oleh kekuatan kolonial. Dengan analisis iklan iklan dalam surat kabar kolonial, kita dapat memahami secara lebih mendalam transformasi sosial, pola konsumsi, serta peran media dalam kehidupan masyarakat Batavia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Naura Zaelani
Tentang Naura Zaelani
Mahasiswa S1 Universitas Padjadjaran

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 10:28

Mabuk Sejarah dalam 'Telunjuk dan Pelatuk'

Resensi buku kumpulan cerpen 'Telunjuk dan Pelatuk' karya Ikrom Rifai.

sampu buku Telunjuk dan Pelatuk.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 19:02

Pengalaman Mengikuti Lomba Baca Puisi Sunda 'Wangsit Siliwangi' (1964) Karya Wahyu Wibisana

Pengalaman berharga mengikuti lomba baca puisi Sunda membawakan karya legendaris Wahyu Wibisana, "Wangsit Silwangi" (1964). Menghayati setiap bait sastra penuh makna dan nuansa perjuangan budaya.

Ilustrasi penulis sedang membacakan puisi Bahasa Sunda "Wangsit Siliwangi" karya Wahyu Wibisana (1964). (Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 17:34

5 Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University Harumkan Nama Indonesia di ICIC 2026

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 15:25

Hari Lansia Internasional, sebagai Momen Kebersamaan bagi para Lansia

Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Lansia Internasional, apakah ini hanya momen peringatan? Ada sejarah yang tidak pernah dibaca generasi muda, tetapi ingatan para lansia tetap menyimpannya.

Diproyeksikan jumlah lansia terus meningkat dan pada tahun 2045 akan mencapai 20 persen atau hampir satu per lima dari total penduduk. (Sumber: Freepik/Jcomp)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 14:09

Perbedaan Antara Cara Penyangraian Torrefacto dengan Kopi Tiam

Perbedaan utama kopi torrefacto dan kopi tiam terletak pada proses karamelisasinya. Torrefacto menyangrai biji dengan gula, sementara kopi tiam menambahkan margarin atau mentega dan gula.

Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 11:26

Revitalisasi Kereta Api: Tulang Punggung Transportasi di Jawa Barat

Bagaimanapun juga hadirnya kereta api ini membuka oase panjang, transportasi yang setiap hari menjadi perbincangan di tengah masyarakat, transportasi yang ditunggu-tunggu di era kemacetan

Mengangkat barang sekaligus memandu penumpang menjadi tugas keseharian para porter di Stasiun Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 08:24

Bandung Benahi Drainase, Jangan Lupakan Pompa dan Kolam Retensi

Pembangunan drainase dan pompa tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan. Kota membutuhkan data spasial yang akurat.

Sistem pencegahan banjir di kota Bandung dengan perbaikan drainase, pompa dan kolam retensi (Sumber: dokpri - dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 07:55

Masa Depan Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum

Kapasitas SDM pengelola museum dan pelaku seni di Bandung harus digenjot secara total.

Ilustrasi Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 20:36

Sarapan Pagi Estetik di Dapoer Pagi Cianjur

Menyambangi Cianjur tidak lengkap jika tidak mengeksplor kulinernya. Dapoer Pagi menjadi salah satu tempat yang bisa dicoba bagi mereka yang mencari tempat kuliner yang estetik

Menu Bubur Mandarin Dapoer Pagi Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 19:12

Kerancuan dalam Penamaan Geografi Lokal antara Gunung dan Bukit di Indonesia Khususnya di Jawa Barat

Artikel ini mengulas fenomena kerancuan penamaan geografi lokal di Indonesia, di mana perbukitan sering kali salah kaprah disebut sebagai gunung, serta dampaknya terhadap aspek pemetaan wilayah.

Potret bangunan yang menduduku perbukitan di Kawasan Bandung Utara (KBU) (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 17:32

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan Perspektif Fikih Lingkungan Muhammadiyah

Membandingkan perspektif Thanos dengan Muhammadiyah dalam isu lingkungan.

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan perspektif fikih lingkungan Muhammadiyah.  (Sumber: Gemini AI)
Beranda 30 Sep 2026, 15:19

Manusia Bisa Hidup Tanpa AI, Tapi Bagaimana Bila Tanpa Air?

Manusia masih bisa hidup tanpa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, manusia tidak bisa hidup tanpa air.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 11:40

Mempertahankan Tata Kelola Kota Kebanggaan Warga Bandung

Seringkali kita temukan pada saat pemilihan umum, data ganda ini penyebabnya dari perubahan data kependudukan yang belum terbarui dengan baik di dalam sistem pusat.

Kawasan padat penduduk di Tamansari, Kota Bandung, Senin 5 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 10:39

Pergumulan Bandung Menjelang Magrib

Dibalik wajah cantiknya Bandung yang gemerlap ada mereka yang datang pada waktu menjelang magrib untuk mencari toko tutup sebagai tempat tidur sementara.

Sejumlah ruas di Kota Bandung masih dipenuhi tunawisma saat malam tiba (Sumber: pexels)