Cek Kesehatan Gratis dan Investasi SDM Indonesia Emas 2045

6 menit baca
Kezia Larasati Suparno
Ditulis oleh Kezia Larasati Suparno diterbitkan
Cek Kesehatan Gratis (Sumber: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis | Foto: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis)
Cek Kesehatan Gratis (Sumber: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis | Foto: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis)

Tahun 2045 akan menjadi momen yang sangat penting dan bersejarah bagi Bangsa Indonesia, bonus demografi dan sebuah visi serta cita cita nasional “Mewujudkan Indonesia menjadi negara yang berdaulat, maju, adil, dan Makmur” menjadi slogan Indonesia Emas 2025 membawa Indonesia menjadi negara maju. Salah satu pilar utama visi yang ingin di wujudkan adalah menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sehat, cerdas, dan mampu menguasai teknologi.

Peningkatan derajat kesehatan dan kualitas hidup merupakan fondasi utama terciptanya sumber daya manusia unggul yang berdaya saing global, namun masih kuatnya paradigma "berobat saat sakit" dibandingkan "menjaga kesehatan sebelum sakit" serta arus globalisasi dan modernisasi menimbulkan pergeseran gaya hidup dan perubahan pola perilaku yang sudah tentu mempengaruhi status kesehatan.

Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan di setiap kelompok usia, mulai dari stunting dan wasting serta penyakit jantung bawaan pada balita, perilaku merokok dan masalah kesehatan mental pada remaja, hingga tingginya kasus hipertensi, obesitas, diabetes dan penyakit tidak menular lainnya pada usia dewasa dan lansia.

Kondisi ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang memiliki faktor risiko penyakit yang belum terdeteksi sejak dini, berpotensi menurunkan produktivitas, menimbulkan masalah kesehatan serius, meningkatkan beban pembiayaan kesehatan, lebih jauh lagi akan mengurangi kualitas sumber daya manusia Indonesia dimasa depan.

Kehadiran pemerintah dalam arah kebijakan RPJMN 2025-2029 melalui Asta Cita di lingkup kesehatan adalah “Terwujudnya Kesehatan Untuk Semua”.  Sebagai upaya strategis, pemerintah menghadirkan Program Prioritas dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHCT) percepatan pembangunan Kesehatan melalui Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Hari Ulang Tahun untuk seluruh penduduk Indonesia yang diluncurkan pada bulan Februari 2025.

Program ini menjadi salah satu bentuk investasi kesehatan jangka panjang dan merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat, bukan sekadar pelayanan kesehatan biasa melainkan membangun budaya kesehatan di Indonesia merubah paradigma dari pola “mengobati saat sakit” menjadi “mencegah sebelum sakit”, difokuskan pada upaya promotif dan preventif yang bersifat holistik, terintegrasi, dan berbasis kelompok sasaran, sehingga penyakit dapat dideteksi lebih dini, ditangani secara efektif dan terarah sebelum menimbulkan komplikasi yang lebih berat.

Pendekatan seperti ini sangat penting untuk Indonesia yang masih menghadapi berbagai persoalan kesehatan dan gizi masyarakat, terutama stunting,penyakit tidak menular (PTM), dan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan rutin.

Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari Pemeriksaan Kesehatan Gratis ini, merujuk pada KepMenKes RI nomor HK.01.07/MENKES/33/2025, CKG diberikan kepada seluruh kelompok sasaran mulai dari bayi baru lahir (usia 2 hari), balita dan anak pra sekolah (Usia 1-6 tahun) usia sekolah/remaja (7-17 tahun), usia dewasa (18-59 tahun), hingga lansia(usia >60 tahun), dengan lingkup pemeriksaan kesehatan disesuaikan dengan kategori usia. Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG) pada bayi baru lahir difokuskan pada deteksi dini kelainan bawaan, pemantauan pertumbuhan bayi, dan gangguan kesehatan sejak dini.

Pada Balita dan anak prasekolah skrining bertujuan memastikan tumbuh kembangnya optimal serta mendeteksi masalah kesehatan yang sering muncul seperti TBC, talasemia, dan risiko diabetes. Untuk kelompok usia 7–17 tahun (anak sekolah dan remaja) CKG dirancang untuk menjawab masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada usia sekolah dan remaja, seperti perilaku merokok,anemia pada remaja putri, serta masalah kesehatan mental dan kesehatan reproduksi, memastikan anak dan remaja tumbuh sehat sehingga prestasi belajar meningkat dan kualitas hidup dimasa depan menjadi gemilang.

Selain itu, CKG untuk usia dewasa dan lansia bertujuan mendeteksi awal penyakit berkepanjangan seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, kanker, gangguan ginjal, penyakit paru, hepatitis, serta faktor-faktor yang memicu penyakit tersebut.Program ini juga bertujuan mengajar masyarakat untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran agar tetap dalam kondisi baik, mandiri, dan bisa bekerja secara produktif hingga usia tua.

Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis sebenarnya bukan sekadar hadiah layanan kesehatan gratis, melainkan investasi pembangunan manusia, bonus demografi akan menjadi keuntungan jika penduduknya sehat, hadirnya program ini bisa memberikan dampak jangka panjang bagi Indonesia, menjawab masalah kesehatan yang ada di Indonesia mulai dari masih tingginya angka kejadian penyakit menular dan penyakit tidak menular serta permasalahan status gizi dan tingginya biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan penyakit.

CKG hadir tepat pada akar persoalan, yaitu menemukan risiko kesehatan sebelum menjadi penyakit berat/komplikasi, sehingga biaya kesehatan menjadi lebih hemat dan efisien, CKG juga bisa dijadikan instrumen untuk menjaga kualitas SDM sejak dini, mengubah budaya berfikir masyarakat Indonesia tentang kesehatan, menyadarkan bahwa pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan rutin, menjaga kesehatan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masa depan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Kesadaran ini menjadi investasi penting dan pondasi kokoh dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.

Ilustrasi dokter kesehatan jantung. (Sumber: Pexels | Foto: kaboompics)
Ilustrasi dokter kesehatan jantung. (Sumber: Pexels | Foto: kaboompics)

Layanan CKG dapat diakses difasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan fasilitas layanan kesehatan lain dibawah koordinasi Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota, dan pelaksanaan program ini didukung oleh teknologi kesehatan digital melalui Platform SATUSEHAT, SATUSEHAT Mobile, ASIK, dan sistem elektronik mitra Kementerian Kesehatan serta sistem integrasi data kesehatan lainnya, dengan dukungan transformasi digital kesehatan, apabila hasil PKG dapat terdokumentasi secara lengkap dan terintegrasi dengan baik, pemerintah akan memiliki basis data kesehatan yang akan menjadi sumber informasi yang sangat berharga untuk mendukung perencanaan kesehatan, penyusunan kebijakan gizi yang lebih tepat sasaran, pemetaan penyakit, serta pengambilan keputusan berbasis data dan bukti ilmiah guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional.

Namun demikian, program ini masih menghadapi beberapa tantangan. Banyak masyarakat masih berpikir bahwa pemeriksaan kesehatan hanya perlu dilakukan ketika sakit.Mereka juga cenderung enggan untuk melakukan pemeriksaan rutin, padahal penyakit tidak menular justru berkembang secara perlahan karena gaya hidup yang tidak sehat, selain itu masih adanya kekurangtahuan dan kekurangpahaman dari masyarakat terhadap Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis baik secara tujuan pemeriksaan dan manfaat yang didapat dari CKG ini.

Tantangan lainnya adalah pemerataan fasilitas sarana prasarana kesehatan mulai ruangan pelayanan, alat kesehatan, tenaga Kesehatan dan tenaga pendukung penunjang yang lain masih menjadi tugas yang belum selesai bagi pemerintah, terutama di daerah-daerah yang terpencil. Tindak lanjut hasil dari pemeriksaan kesehatan inipun perlu mendapatkan perhatian serius, banyak program skrining gagal hanya karena berhenti di tahap pemeriksaan saja. Bagaimana selanjutnya semua pihak merespon sesuai kapasitanya melalui monitoring dan evaluasi, pemantauan berkala  serta  pendampingan menjadi sangat penting agar hasil skrining benar-benar menghasilkan perbaikan kesehatan, terutama kesadaran untuk menjaga kesehatan harus mulai menjadi budaya dimasyarakat.  

Keberhasilan pelaksanaan dan harapan positif dari pemeriksaan kesehatan gratis bisa meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat Indonesia.Untuk itu dibutuhkan dukungan dan komitmen dari berbagai pihak, seperti pemerintah, tenaga kesehatan, dan Masyarakat, karena kesehatan bukan hanya kebutuhan pribadi, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam pembangunan bangsa, peran tenaga kesehatan sangat penting, yaitu dengan mengubah data hasil pemeriksaan kesehatan menjadi perubahan perilaku di masyarakat, melalui program perubahan perilaku menjadi lebih sehat, mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti menjaga pola makan, berolahraga, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Dengan adanya penerapan tersebut, muncul pernyataan sikap perilaku "Saya sehat karena rutin memeriksa kesehatan". Pemerintah hadir dan memastikan bahwa semua kesiapan dari fasilitas sarana prasarana kesehatan, ruangan pelayanan, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai, tenaga kesehatan dan tenaga penunjang lainnya serta alokasi sumber penggunaan CKG yang sesuai peraturan perundangan undangan yang berlaku.

Dengan sinergi peran dari semua pihak merupakan kunci dari keberhasilan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis, karena kesehatan adalah investasi jangka panjang. Dengan deteksi dini melalui cek kesehatan gratis, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk hidup sehat, unggul, produktif, dan investasi negara untuk melindungi bonus demografi Indonesia dari ancaman penyakit kronis dimasa depan.

Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 tidak cukup hanya melalui peningkatan kualitas pendidikan dan penguasaan teknologi. Generasi yang unggul harus dibangun diatas fondasi kesehatan yang kuat. Program Cek Kesehatan Gratis adalah investasi preventif dalam meningkatkan kualitas SDM memastikan masyarakat Indonesia tetap sehat, produktif, dan mampu berkontribusi secara optimal dalam pembangunan bangsa. Sebab, generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi yang unggul dan produktif, sementara generasi yang sehat merupakan modal utama menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kezia Larasati Suparno
Perawat Pusjar SKTAN LAN RI

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 11:42

Gernas RANA: Menepis Cemas dan Menanam Senyum di Hari Pertama Sekolah

Lewat Permendikdasmen 12/2026 & Gernas RANA, sekolah kini jadi ruang aman bebas cemas. Saatnya sambut masa depan anak dengan kasih sayang!

Pengenalan sekolah bagi para siswa-siswi baru. (Foto: Oleh : bkhmvidio@gmail.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 09:09

Bedah Publikasi Pesan Program Pendampingan Gizi dalam Pencegahan Stunting

Nestle Indonesia mempublikasikan program pendampingan gizi di berbagai platform komunikasi dengan menyesuaikan karakteristik tiap platform.

Ilustrasi penulis sedang membedah narasi iklan. (Dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 08:39

Sudah Sehatkah Demokrasi Kita?

Apakah demokrasi bisa tumbuh secara sehat tanpa partisipasi masyarakat? Bagaimana pandangan pakar tentang ini?

Bendera negara Indonesia. (Sumber: Unsplash | Foto: Rizky Rahmat Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 07:55

SPMB Jalur Domisili Belum Cukup Mengurangi Ketergantungan Pelajar pada Sepeda Motor

SPMB jalur domisili mendekatkan jarak antara rumah dan sekolah, tetapi belum cukup mengurangi ketergantungan pelajar pada sepeda motor dan risiko keselamatan di jalan raya.

Sejumlah sepeda motor milik siswa sebuah SMA di Kota Bandung diparkir di badan jalan. (Istimewa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)