Bendera Berkibar Janji Ditebar

4 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Warga membentangkan bendera Merah Putih raksasa berukuran 10x18 meter sebagai persiapan pengibaran pada 17 Agustus 2026 di Tebing Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Warga membentangkan bendera Merah Putih raksasa berukuran 10x18 meter sebagai persiapan pengibaran pada 17 Agustus 2026 di Tebing Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • 81 tahun kemerdekaan Indonesia menjadi momentum untuk mempertanyakan makna kemerdekaan bagi rakyat, terutama ketika persoalan ekonomi, kesejahteraan, dan keadilan masih belum sepenuhnya terselesaikan.

  • Optimisme rakyat tetap menjadi kekuatan bangsa. Di tengah berbagai persoalan dan kekecewaan terhadap kebijakan, masyarakat terus beradaptasi, berinovasi, dan berharap Indonesia bergerak menuju negara yang dicita-citakan.

  • Kemerdekaan idealnya diwujudkan melalui keadilan dan kemakmuran yang merata. Rakyat tidak hanya membutuhkan janji, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar, akses kesehatan, kebebasan menjalankan keyakinan, serta kesempatan yang setara.

Usia kemerdekaan negeri kita memiliki catatan yang tidak dapat disebut sederhana. Catatan ini menyambung lidah harapan dari pejuang dan pahlawan yang gugur. Kegelisahannya yang diusung sejak awal merdeka sampai saat ini masih belum tuntas terbayarkan. Rasanya kita perlu mendiskusikannya dalam bentuk apapun. Termasuk dalam narasi yang tertuliskan. 

Harapan kita semua jika merdeka dari setiap permasalahan merupakan tujuan utamanya. Indonesia sebagai negara kepulauan yang menjanjikan banyak sekali keuntungan bagi siapa saja. 

Negara yang memiliki kapasitas kekayaan sumber daya alam yang sangat mewah, tidak terbatas, bahkan mengutip dari Prof. Mahfud MD, menyebutkan seandainya sumber daya alam negeri ini tidak dikorupsi, maka rakyat pasti sejahtera, untuk kebutuhan sehari-hari tidak lagi bingung. Pemerintah sejahtera, juga rakyatnya lebih sejahtera.

Maka nikmat Tuhan yang diberikan kepada Indonesia sungguh luar biasa. Pejuang kemerdekaan tidak menagih tetapi sudah seharusnya masyarakat merdeka dalam segala hal, dalam ekonominya, dalam bentuk apapun sudah merdeka. 

Akan tetapi, menjadi pertanyaan dari tahun ke tahun. Kenapa negeri kita tidak seperti negara lainnya? Negeri kita memiliki sejarah dan harapan. Tetapi kenapa negeri ini untuk bangkit saja seolah-olah sakit? 

81 tahun kemerdekaan bukan semata-mata untuk kepentingan negara yang punya hajat. Tetapi masyarakat yang memiliki harapan untuk merdeka. Hidup di negeri ini dengan jutaan cita-cita.

Mungkin kita terlalu berharap, hingga pemerintahan berganti hanya sekadar formalitas. Rakyatnya tidak berubah nasibnya. 

Amanah pejuang tentu mengiringi, jika kelak negeri ini merdeka, maka merdekalah masyarakatnya. Semoga jalan itu ada, begitulah kira-kira. Namun nasib rakyat masih aib. Selalu diiringi dengan kekalahan. 

Kalah di ekonomi, tidak menang dimanapun. Apa yang diharapkan dari dirgahayu negeri kita?

Optimisme di Tubuh Rakyat

Ya, kesekian kalinya. Rakyat tetap optimis di segala sektor. Rakyat memandang jauh, Indonesia adalah negara kebanggaan. Bangsa yang besar untuk mengembangkan keterampilan terbaru. Konsepnya dalam melakukan pekerjaannya sebagai salah satu rakyat yang merdeka. Rakyat memiliki terobosan. Rakyat tidak berhenti dari keluhan dan terpaan. Setiap proses permasalahan dijadikan pembelajaran. Rakyat memiliki keunggulan dan kemampuan di atas rata-rata. Tidak menunggu kepastian yang tidak pasti atas nama kebijakan yang terkadang tidak sesuai dengan keinginan rakyat. 

Apakah rakyat masih berada dalam lingkup yang optimis? Tentu saja masih optimis bahwa rakyat sekarang mendapatkan perlakuan yang tidak biasanya, rakyat tetaplah pada ketegasan dan keteguhannya membela negara tercinta. 

Rakyat tahu mana yang memahami situasi atau sekadar menjaga citranya sendiri. Keberadaan media sosial sudah merubah sudut pandang rakyat. Media sosial sudah menyediakan fisik yang berbeda. Fisik yang jujur atau fisik yang kamuflase. 

Rakyat mampu menilai tindakan yang tidak dapat diterima. Sementara pemimpin diharapkan rakyat agar membela hak-hak kewarganegaraan seperti yang disampaikan undang-undang.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Meski rakyat menganggap bahwa negeri ini masih belum mencapai pada tahap kebijaksanaan. Namun rakyat sadar jika negeri ini bisa diarahkan kepada negara yang dicita-citakan. 

Kemakmuran rakyat yang merdeka pada hakikatnya adalah salah satu cita-cita dari pahlawan dan pejuang. Gambarannya adalah setiap individu memiliki hak dan kewajibannya. Hak rakyat tentu sudah berkaitan dengan ekonomi, hak sosial dan hak politiknya. 

Tertanggal pada naskah proklamasi bahwa secepatnya kemerdekaan ini benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat bukan hanya sebagian. Maka dari itu, di setiap detik-detik pengibaran bendera pada tanggal yang sakral, rakyatlah yang wajib dijadikan sebagai simbol kedaulatan. 

Janji Adil dan Makmur

Keadilan bagi rakyat bukan hanya tertuang dalam kertas perjanjian namun lebih dari itu. Keadilan bagi rakyat sebagai identitas negara. Keadilan di semua sektor. Keadilan yang tidak dapat ditawar. Setiap tahun kita mendapatkan suguhan pengadilan yang belum adil di mata awam. Rakyat tidak tahu mengapa terjadi pemborosan anggaran demi satu program sementara hukum tidak seadil nasib rakyat. 

Adil dalam makna mampu membuat rakyat mendapatkan kesempatan yang sama. Adil tidak pilih-pilih. Adil di sektor manapun. 

Rakyat tidak muluk-muluk meminta keadilan, namun perlakukan keadilan di atas kepentingan tertentu seperti yang diungkap oleh Hakim Artidjo Alkostar dan Jaksa Agung Baharuddin Lopa. Dua sosok yang keberadaannya sangat dirindukan dalam membawa nahkoda keadilan. 

Jika keadilan masih diinginkan dan direalisasikan. Maka kemakmuran memiliki definisi yang berbeda. 

Kemakmuran tidak perlu diuraikan berlapis-lapis. Rakyat hanya ingin makmur yang merata. Di antaranya tentang kecukupan materi. Kebutuhan dasar manusia pada umumnya seperti sandang, papan, dan pangan. Yang wajib terpenuhi oleh hadirnya pemerintah. 

Kesehatan jiwa, mental, dan fisik juga bagian dari kemakmuran. Sebab rakyat bukan benda, maka realisasi kesehatan ini harus dibarengi dengan kolaborasi pemerintah dengan rakyat.

Kecukupan spiritual ini berkaitan dengan agama-agama yang dianut rakyat. Tanpa ada diskriminasi dan pentingnya toleransi. Nggak ada istilah persekusi di dalam mencukupi jiwa spiritual.

Pada prinsipnya rakyat juga menggambar kemakmuran dalam bingkai kestabilan sosial, realitas sosial yang turun temurun mesti diwaspadai. Rakyat yang dalam kategori desil rendah harus sesuai nggak sekadar memilih kepentingan. Bermusyawarah dengan rakyat merupakan jalan ninja kemakmuran. 

Masihkah rakyat harus dijanjikan obral tentang kemakmuran? Benarkah kita merdeka dari segala aspek? Kapankah kita memaklumi lagi janji-janji? 

Bendera Indonesia akan selalu berkibar di hati rakyat, pemerintah menyiapkan janji lima tahunan. Entahlah, siapakah yang sebenarnya merdeka? (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)