Urgensi Literasi Pajak pada Generasi Muda Sebelum Terjun ke Dunia Kerja

5 menit baca
Stefanie Tanadi
Ditulis oleh Stefanie Tanadi diterbitkan
Ilustrasi pajak. (Sumber: ikpi.or.id)
Ilustrasi pajak. (Sumber: ikpi.or.id)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Pada era digital ini, tingkat literasi pajak generasi muda masih berada pada kategori rendah.

  • Pajak pertama kali mulai diajarkan kepada masyarakat adalah pada masa SMA, pajak yang dipelajari lebih teoretis dibandingkan praktiknya.

  • Literasi perpajakan bukan sekadar ilmu teoretis, perhitungan yang kompleks, melainkan keterampilan yang sangat dibutuhkan sejak dini.

Pada era digital ini, tingkat literasi pajak generasi muda masih berada pada kategori rendah. SMA merupakan tingkat studi yang sangat penting bagi generasi muda untuk mempersiapkan masa depannya. Ketika generasi muda memutuskan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi ataupun langsung masuk ke dunia kerja, persiapan  yang matang dapat membantu dalam menghadapi dunia luar yang terus berkembang dan berubah.

Persiapan tersebut didasarkan oleh kurikulum yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan digunakan saat ini, yaitu Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini menggunakan target pembelajaran sebagai tolak ukur kemampuan siswa-siswi.   Salah satu materi yang dipelajari dalam kurikulum ini adalah perpajakan yang berada di dalam mata pelajaran ekonomi.

Sayangnya, pembelajaran perpajakan di tingkat SMA masih didominasi oleh materi teoretis, hafalan, dan perhitungan rumus. Siswa-siswi tidak diajarkan mengenai materi perpajakan yang sangat dibutuhkan setelah lulus SMA. Materi mengenai kepemilikan identitas perpajakan, cara membaca bukti potong gaji, hingga simulasi pelaporan pajak secara digital  yang di masa depan sangat dibutuhkan justru tidak diajarkan atau dipersiapkan.

Akibatnya pembelajaran di tingkat SMA pun belum sepenuhnya menyiapkan siswa-siswi dalam menghadapi masa depan yang penuh pertanyaan. Kurangnya literasi perpajakan pada generasi muda mengakibatkan terhambatnya kesiapan finansial dan ketidakpatuhan hukum yang pada akhirnya menyebabkan kerugian finansial.

Mengapa harus belajar Pajak?

Pendidikan di Indonesia mewajibkan setiap warga negaranya untuk menempuh pendidikan selama 13 tahun. Studi tersebut dimulai dengan 1 tahun pra-sekolah (PAUD), 6 tahun SD/sederajat, 3 tahun SMP/sederajat, dan 3 tahun SMA/SMK/sederajat. Selama 13 tahun belajar tersebut, hanya terdapat 3 tahun untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia profesional. Namun, setelah lulus SMA, pengetahuan yang dimiliki siswa-siswi tidak mencukupi untuk terjun ke dunia profesional. Salah satu bentuk ketidaksiapan tersebut berupa kemampuan dan pengetahuan perpajakan. 

Pajak adalah kewajiban yang dimiliki dan harus dipatuhi oleh setiap masyarakat Indonesia. Warga negara yang telah memenuhi syarat berusia 18 tahun ke atas dan memiliki penghasilan di atas PTKP bertanggung jawab untuk mendaftarkan diri, menghitung, serta membayar dan melaporkan pajak yang terutang. Ketika terdapat orang yang tidak mematuhinya, konsekuensinya adalah sanksi yang berbentuk denda, bunga ataupun pidana. Ketidakpatuhan yang sering terjadi seperti telat membayar, tidak melapor, kurang bayar, dan tidak lengkap. Dapat disimpulkan bahwa ketidaktahuan yang dimiliki seseorang dapat menyebabkan kerugian finansial yang mungkin tidak diketahui sebelum mendapatkan “surat cinta” dari DJP (Direktorat Jenderal Pajak). 

Perbandingan Pajak sebelum kerja dan di Pekerjaan

Ilustrasi mengurus pajak. (Sumber: Pexels/Mikhail Nilov)
Ilustrasi mengurus pajak. (Sumber: Pexels/Mikhail Nilov)

Pajak pertama kali mulai diajarkan kepada masyarakat adalah pada masa SMA, pajak yang dipelajari lebih teoretis dibandingkan praktiknya. Teori pajak seperti definisi, manfaat, fungsi, jenis, dan tarif hingga rumus telah dipelajari oleh siswa-siswi. Fokus ketika di SMA lebih ke arah perhitungan untuk pajak penghasilan (PPh) serta pajak bumi dan bangunan (PBB). Berdasarkan ilmu pengetahuan tersebut, siswa-siswi dianggap sudah dapat menghitung pajaknya sendiri dan mampu melaporkan pajak tersebut.

Realitanya, pajak itu bukan sekadar perhitungan saja di pekerjaan. Pajak penghasilan di dunia kerja memiliki klasifikasinya sendiri dengan tarif dan cara perhitungan yang berbeda-beda berdasarkan jenis pekerjaan, daerah dan sebagainya. Seseorang yang bekerja menjadi pegawai tetap memiliki tarif yang berbeda dengan seorang arsitek atau pekerja bebas.

Ketika SMA, pajak penghasilan atau PPh yang diketahui itu sebatas tarif progresif saja, tapi banyak istilah lain yang sangat penting seperti NPPN. NPPN atau norma perhitungan pajak merupakan metode yang dapat digunakan oleh para pekerja bebas (Wajib pajak orang pribadi) untuk dapat mengurangi jumlah pajak yang harus dibayar apabila tidak digunakan maka hasil PPh Pasal 21 akan menjadi lebih besar, dan juga norma perhitungan pajak ini hanya perlu mengalikan dengan persentase yang sudah ditentukan oleh DJP.

NPPN juga memiliki syarat sehingga tidak semua orang dapat menggunakannya, seperti digunakan hanya untuk wajib pajak orang pribadi yang melakukan pekerjaan bebas atau wirausaha, peredaran bruto dalam 1 tahun harus kurang dari Rp4.800.000.000,00,  dan syarat selengkapnya terdapat di website DJP. Pengetahuan mengenai hal ini seharusnya sudah diajarkan sejak SMA akan tetapi pada kenyataannya tidak.

Urgensi Perubahan Pembelajaran Perpajakan

Literasi perpajakan merupakan bagian dari fondasi literasi finansial seseorang. Mengerti perpajakan bukan hanya untuk memenuhi kewajiban hukum seseorang sebagai warga negara saja tetapi juga berguna untuk perencanaan finansial pribadi. Ketika para generasi muda telah dibekali pemahaman yang mendalam mengenai perpajakan maka mereka akan menjadi semakin siap dalam mengatur finansial mereka sehingga mulai membentuk kerangka kestabilan finansial bagi mereka di masa depan. 

Perubahan dibutuhkan untuk membangun kesiapan finansial sejak dini. Generasi muda harus sudah memahami berbagai istilah dalam perpajakan serta mengetahui kegunaannya untuk apa sejak saat berada di tingkat SMA. Sebagai contoh, PPh Pasal 21 merupakan pajak yang diberikan atas penghasilan yang diterima oleh wajib pajak orang pribadi, PPh Pasal 22 adalah pajak yang berkaitan dengan kegiatan perdagangan barang dan kegiatan ekspor-impor, serta berbagai macam contoh perpajakan lainnya.

Pengaplikasian pajak tersebut juga harus sudah mulai dipahami oleh siswa-siswi SMA. Berdasarkan website Direktorat Jenderal Pajak, kita mengetahui terdapat program “Tax Goes to School” yang dilakukan oleh KPP setempat. Walau begitu, program tersebut yang telah berjalan dari tahun 2011 pada kenyataannya tidak terlaksana di setiap sekolah setempat. Akibatnya, pengetahuan mengenai perpajakan di kalangan SMA itu tidak konsisten.

Oleh karena itu, seharusnya sekolah bekerja sama dengan KPP setempat untuk membuat program yang pasti akan terlaksana dan dialami oleh setiap angkatan di setiap sekolah yang ada. Program tersebut tidak hanya berjalan satu hari saja dalam satu tahun, tetapi program tersebut diintegrasikan ke dalam kurikulum yang sedang digunakan. Hal - hal seperti bagaimana siswa-siswi dapat mengetahui lokasi KPP tempat mereka terdaftar, cara menggunakan Coretax, mengaktifkan akun, sampai apa yang harus dilakukan apabila terjadi pelanggaran baik sengaja ataupun tidak sengaja.  

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa literasi perpajakan bukan sekadar ilmu teoretis, perhitungan yang kompleks, melainkan keterampilan yang sangat dibutuhkan sejak dini sehingga dapat membangun fondasi kestabilan finansial di masa depan. Oleh karena itu, sejak dini terkhusus sejak SMA, para generasi muda harus sudah mulai memahami secara mendalam mengenai pengaplikasian perpajakan. Generasi muda harus dapat membayangkan masa depannya masing - masing sehingga dapat terhindar dari kerugian finansial yang disebabkan oleh ketidaktahuan atau kurangnya literasi perpajakan. 

Menyiapkan generasi muda tersebut dapat dilakukan dengan mulai mengubah bagaimana sekolah mengajarkan pajak kepada siswa-siswi. Pembelajaran perpajakan harus dikembangkan sehingga siswa-siswi mengerti cara untuk menghitung pajak, membayar pajak, menghindari sanksi, melaporkan pajak, dan apa yang harus dilakukan ketika dilakukannya pelanggaran. Dengan begitu, ilmu yang didapatkan sebelum kerja bukan lagi menjadi ilmu yang “tidak berguna” tetapi telah menyiapkan para generasi muda untuk masa depannya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Stefanie Tanadi
Tentang Stefanie Tanadi
Mahasiswi dari Universitas Katolik Parahyangan yang berada di Kota Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Agu 2026, 21:58

Dari Kaki Gunung Wayang ke Ruang Sidang Doktoral: Saatnya Pendidikan Belajar Mengenali Keunikan

Jika setiap anak berbeda, mengapa sistem pendidikan kita masih begitu gemar menyeragamkan? Kisah Luthfi dari Kertasari membuka pertanyaan itu.

Luthfi Audia Pribadi dalam ujian promosi doktor di UPI, 13 Agustus 2026.
Ayo Netizen 16 Agu 2026, 18:15

Efektivitas Perusahaan Listrik sebagai Perusahaan Monopoli?

Ada berbagai bentuk pasar dalam perekonomian. Apakah perusahaan listrik sebagai perusahaan monopoli efektif?

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.
Ayo Netizen 16 Agu 2026, 17:06

Urgensi Literasi Pajak pada Generasi Muda Sebelum Terjun ke Dunia Kerja

Kurangnya literasi perpajakan pada generasi muda mengakibatkan terhambatnya kesiapan finansial dan ketidakpatuhan hukum yang pada akhirnya menyebabkan kerugian finansial.

Ilustrasi pajak. (Sumber: ikpi.or.id)
Ayo Netizen 16 Agu 2026, 12:14

Musuh Tersembunyi: Mikroplastik dalam Makanan Dapur

Penjelasan pendek tentang mikroplastik dan bagaimana mikroplastik memengaruhi hidup kita

Ilustrasi sayuran berbungkus plastik. (Sumber: Pexels | Foto: Deon Black)
Ayo Netizen 16 Agu 2026, 10:15

7 Gunung Tertinggi di Bandung: Antara Legenda dan Jalur Pendakian

Tujuh gunung tertinggi di Bandung bukan sekadar destinasi pendakian. Di balik jalur, ketinggian, dan panorama alamnya, tersimpan legenda, sejarah, serta cerita masyarakat.

Foto Pemandangan Gunung Puntang diambil dari Gunung Batu Lemabang. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Rio Praja)
Ayo Netizen 16 Agu 2026, 09:27

Derajat Manusia Sama dan Setara

Perempuan sudah lama dianggap sebagai beban dalam kehidupan rumah tangga jika dilihat dari kacamata budaya patriarki.

Sejumlah buruh perempuan disalah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 15 Agu 2026, 13:59

Media Lokal Dorong Ekosistem Berkelanjutan, Google Buka Ruang Kolaborasi

Media lokal dan Google membahas tantangan era AI, strategi keberlanjutan bisnis, pertumbuhan audiens, serta peluang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem berita di Indonesia.

Pemimpin Redaksi Suara.com Suwarjono mengingatkan bahwa media dan jurnalis yang menolak beradaptasi dengan AI dan menganggapnya sebagai musuh akan tertinggal serta terancam gulung tikar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 14 Agu 2026, 20:59

Peringati HUT Kemerdekaan, PLN Nusantara Power UP Cirata Kumpulkan 59 Kg Sampah Anorganik

PLN Nusantara Power UP Cirata rayakan HUT RI ke-81 lewat Fun Walk, aksi bersih lingkungan, dan lomba tradisional di Purwakarta.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperingati HUT ke-81 RI melalui Fun Walk, aksi bersih lingkungan, dan lomba tradisional di Purwakarta.
Ayo Netizen 14 Agu 2026, 20:29

Kemudahan Transaksi Nontunai Menjadi Ancaman Munculnya Bias Hyperbolic Discounting

Kemudahan transaksi nontunai tanpa disadari menghilangkan rasa sakit saat mengeluarkan uang.

Transaksi Nontunai. (Sumber: Foto oleh cottonbro studio dari Pexels)
Ayo Netizen 14 Agu 2026, 18:01

Lomba Agustusan Bukan Soal Menang-Kalah, tapi tentang Kebersamaan dan Kebahagiaan

Dari balap karung hingga lomba daster, Agustusan selalu menjadi ajang kebersamaan warga. Namun, kemeriahan perayaan kemerdekaan tak lepas dari persoalan klasik soal penggalangan dana.

 Perlombaan Agustusan sangat beragam, bahkan dari tahun terus bertambah dan semakin lucu (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 14 Agu 2026, 15:05

Saat Game Masuk Kelas: Benarkah Game Edukasi Bisa Bikin Belajar Lebih Efektif?

Benarkah game edukasi mampu mengubah kelas yang membosankan menjadi pembelajaran interaktif? Simak manfaat, tantangan, dan solusi penerapannya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

Pembelajaran interaktif anak-anak usia dini menggunakan Papan Interaktif Digital melalui platfrom Game Edukasi Paudpedia. (Sumber: Dokumentasi kemdikbud.go.id  | Foto: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi)
Ayo Netizen 14 Agu 2026, 14:46

Aktif Berorganisasi, Benarkah Membantu Mahasiswa Siap Hadapi Dunia Kerja?

Banyak lulusan kesulitan bersaing di dunia kerja. Organisasi mahasiswa ternyata menjadi tempat lahirnya employability skills yang dicari perusahaan. Mengapa bisa demikian?

Pengalaman organisasi dapat menjadi proses pembelajaran yang membantu mahasiswa mengembangkan employability skills sebagai bekal menghadapi dunia profesional. (Sumber: magnific.com | Foto: tirachardz)
Ayo Netizen 14 Agu 2026, 11:38

81 Tahun Merdeka, Jejak Belanda Masih Terasa Lewat Perkedel hingga Semur

Indonesia telah 81 tahun merdeka, tetapi jejak Belanda masih terasa di meja makan. Perkedel, semur, kroket hingga lapis legit menjadi bukti warisan kuliner kolonial yang beradaptasi.

Jejak kuliner Belanda masih dapat ditemukan dalam berbagai makanan yang akrab di meja makan masyarakat Indonesia. (Sumber: magnific.com | Foto: stockking)
Ayo Netizen 14 Agu 2026, 08:34

KDM Punya 35 Juta Pemilih di Jabar, Cukupkah untuk Menuju 2029? 

Kalau memang suratan tangan menetapkan KDM maju ke pentas politik nasional di tahun 2029 dan berhasil, tentu itu akan menjadi sejarah politik nan penting.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 13 Agu 2026, 19:19

Semangat Integritas Digitalisasi Wisata Kota Bandung, Dari Transportasi Publik hingga Perlindungan Transaksi

Kota Bandung, yang secara konsisten menjadi salah satu magnet utama pariwisata nasional, kini berada di tengah transformasi penting menuju ekosistem smart tourism.

Kota Bandung, yang secara konsisten menjadi salah satu magnet utama pariwisata nasional, kini berada di tengah transformasi penting menuju ekosistem smart tourism. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 13 Agu 2026, 19:09

Cibeulah, Rekahan Tanah Akibat Gempa Bumi yang Menyimpan Cerita

Cibeulah berarti tanah belah dalam bahasa Sunda dan Banten. Toponim ini menyimpan jejak gempa bumi, rekahan tanah, serta pengetahuan leluhur tentang ancaman bencana dan pentingnya mitigasi.

Rumah warga yang terdampak gempabumi dengan kekuatan (M) 6,7 pada tanggal 14 Januari 2022, di Kabupaten Pandeglang, Banten. (Sumber: BNPB)
Ayo Netizen 13 Agu 2026, 12:45

Touring Tidak Selalu tentang Healing, tetapi Juga Ruang Sosial dan Psikologis

Touring bukan sekadar hobi berkendara atau perjalanan untuk healing. Di balik perjalanan dan biaya yang dikeluarkan, touring menjadi ruang untuk menjaga kesehatan sosial dan psikologis.

Touring bukanlah sekadar hobi berkendara yang menguras materi, melainkan ruang sosial dan psikologis. (Sumber: magnific.com | Foto: bublikhaus)
Ayo Netizen 13 Agu 2026, 12:21

Melawan Greenwashing untuk Mendorong Sikap Kritis terhadap Klaim Ramah Lingkungan

Greenwashing mengancam kepercayaan konsumen dan investor serta mengganggu alokasi modal. Transparansi, audit ESG, dan sikap kritis pasar menjadi kunci membangun bisnis berkelanjutan di masa depan.

Fenomena greenwashing didefinisikan sebagai persilangan antara kinerja lingkungan yang buruk dengan komunikasi positif yang menyesatkan. (Sumber: magnific.com)
Ayo Netizen 13 Agu 2026, 10:43

Mengenang Majalah Hai, Ikon Remaja di Era 80–90an

Mengenang Majalah Hai, teman generasi 1980-an dan 1990-an yang tak hanya menghadirkan musik, komik, dan cerita, tetapi juga memperluas wawasan serta membentuk selera dan imajinasi anak muda Indonesia.

Majalah Remaja Hai era 1980–1990-an Majalah Hai era 1980–1990-an, bacaan populer yang lekat dengan kehidupan remaja dan menjadi bagian dari kenangan sebuah generasi.
Beranda 13 Agu 2026, 10:32

Pohon di Kota Bandung Ditebang Ilegal, Tapi Anggaran Beli Lahan RTH 2026 Malah Tak Ada

Puluhan pohon di Kota Bandung ditebang liar, giliran anggaran beli lahan RTH 2026 malah nihil. Kini janji ruang hijau kota terancam cuma angan-angan di atas kertas.

Sisa pohon yang ditebang di Jalan LLRE Martadinata (Jalan Riau), Kota Bandung, Selasa 4 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)