Hari Lansia Internasional, sebagai Momen Kebersamaan bagi para Lansia

5 menit baca
Vito Prasetyo
Ditulis oleh Vito Prasetyo diterbitkan
Diproyeksikan jumlah lansia terus meningkat dan pada tahun 2045 akan mencapai 20 persen atau hampir satu per lima dari total penduduk. (Sumber: Freepik/Jcomp)
Diproyeksikan jumlah lansia terus meningkat dan pada tahun 2045 akan mencapai 20 persen atau hampir satu per lima dari total penduduk. (Sumber: Freepik/Jcomp)

Hari Lansia Internasional, Sebagai Momen Kebersamaan bagi Para Lansia

Oleh: Vito Prasetyo

Setiap tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Lansia Internasional, tetapi gaung peringatan ini acapkali didengungkan seolah-olah hanya formalitas dan retorika belaka. Apa yang bisa kita lakukan untuk peringatan ini? Pertanyaan yang sering mengendap ditelan waktu.

Hari Lansia Internasional bukan sekadar penanda bertambahnya usia seseorang. Lebih dari itu, momentum ini dapat menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan hidup para lanjut usia sebagai bagian penting dari perjalanan keluarga, masyarakat, bahkan sejarah bangsa.

Para lansia adalah mereka yang telah melewati berbagai zaman. Mereka pernah menyaksikan perubahan kehidupan dari masa ketika teknologi belum menjadi bagian dari keseharian hingga sekarang, ketika hampir semua aktivitas manusia bersentuhan dengan teknologi digital. Mereka mengalami perubahan sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, serta berbagai peristiwa yang mungkin hanya kita kenal melalui buku-buku sejarah.

Karena itu, keberadaan lansia seharusnya tidak dipandang sebagai sesuatu yang berada di pinggir kehidupan. Mereka tetap mempunyai ruang untuk berkarya, bersosialisasi, berbagi pengalaman, dan menikmati kehidupan dengan penuh penghargaan.

Memasuki usia lanjut tentu membawa perubahan pada tubuh. Energi mungkin tidak lagi sama seperti ketika masih muda. Namun, bertambahnya usia bukan berarti berhenti menjalani kehidupan secara aktif.

Menjaga kesehatan menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Pola makan yang seimbang, aktivitas fisik sesuai kemampuan, tidur yang cukup, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta menjaga hubungan sosial merupakan bagian penting dari kehidupan lansia.

Kesehatan lansia juga tidak hanya menyangkut tubuh. Kesehatan mental dan perasaan memiliki hubungan yang erat dengan kualitas kehidupan. Lansia membutuhkan teman berbicara, lingkungan yang menghargai, kegiatan yang membuat mereka merasa berguna, serta perhatian dari keluarga.

Sebuah percakapan sederhana di ruang keluarga kadang jauh lebih berarti daripada yang kita bayangkan. Menanyakan kabar, mendengarkan cerita masa lalu, menemani berjalan pagi, atau sekadar minum the bersama dapat membuat seorang lansia merasa bahwa dirinya masih menjadi bagian penting dari keluarga.

Di tengah kehidupan yang semakin cepat, kebersamaan seperti itu justru semakin berharga. Maka, apa yang telah dilalui oleh para lansia adalah catatan sejarah yang terkadang hanya berupa potret kehidupan, yang seyogianya dihargai sebagai pengalaman berharga bagi generasi muda untuk dijadikan pelajaran.

Generasi muda sering kali mempunyai akses luar biasa terhadap informasi. Dengan telepon pintar, dunia dapat berada dalam genggaman. Namun, tidak semua pengetahuan dapat ditemukan melalui mesin pencari.

Seorang kakek mungkin mengetahui bagaimana keluarganya bertahan dalam masa sulit. Seorang nenek mungkin menyimpan cerita tentang kehidupan kampung yang kini telah berubah menjadi kawasan perkotaan. Mereka mungkin mengetahui tradisi yang mulai ditinggalkan, memahami nilai gotong royong yang semakin jarang ditemukan, atau mempunyai pengalaman menghadapi berbagai krisis kehidupan.

Dalam pengertian tertentu, lansia adalah perpustakaan yang hidup. Mereka membawa ingatan tentang sesuatu yang tidak selalu tercatat dalam buku sejarah. Karena itu, mendengarkan cerita para lansia merupakan salah satu cara menjaga agar pengalaman antargenerasi tidak terputus.

Generasi muda perlu memahami bahwa sejarah bukan hanya tanggal, nama tokoh, dan peristiwa yang tercetak dalam buku pelajaran. Sejarah juga hidup dalam ingatan manusia.

Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang mampu membangun masa depan, tetapi juga bangsa yang mampu memahami perjalanan masa lalunya.

Para lansia merupakan salah satu jembatan menuju masa lalu tersebut. Dari mereka, generasi muda dapat belajar tentang kesabaran, perjuangan, kerja keras, kehilangan, perubahan zaman, dan bagaimana manusia bertahan menghadapi keadaan.

Tidak semua cerita masa lalu harus diterima begitu saja. Cerita sejarah tetap perlu dibaca secara kritis dan dibandingkan dengan berbagai sumber. Namun, pengalaman orang-orang yang hidup pada masa tertentu tetap mempunyai nilai penting sebagai kesaksian sosial.

Anak-anak muda dapat mengunjungi kakek dan nenek mereka. Bertanya tentang masa kecilnya. Mendengarkan bagaimana mereka menjalani kehidupan. Menanyakan perubahan kampung, sekolah, pekerjaan, tradisi, dan kehidupan masyarakat pada masa lalu.

Percakapan sederhana itu mungkin kelak menjadi sesuatu yang sangat berharga. Sebab, ketika sebuah generasi telah pergi, banyak pengalaman yang ikut menghilang apabila tidak pernah diceritakan dan diwariskan.

Menjadi tua bukan berarti kehilangan masa depan. Ada anggapan bahwa masa muda identik dengan masa depan, sementara masa tua identik dengan masa lalu. Pandangan seperti ini perlu diluruskan.

Mereka tetap berhak menikmati kehidupan, memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, bersosialisasi, mendapatkan penghormatan, serta melakukan berbagai aktivitas sesuai kemampuan dan minatnya.

Karena itu, keluarga dan masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang ramah terhadap lansia. Jangan menjadikan usia sebagai alasan untuk mengabaikan pendapat, kebutuhan, maupun martabat mereka.

Sebaliknya, para lansia juga dapat terus menjaga semangat hidup dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat. Membaca, berjalan santai, berkebun, beribadah, berkesenian, bertemu teman, mengikuti kegiatan masyarakat, atau berbagi pengalaman dengan generasi muda dapat menjadi bagian dari kehidupan yang sehat dan bermakna.

Bagi generasi muda, Hari Lansia Internasional seharusnya menjadi pengingat bahwa suatu hari nanti kita pun akan berada pada usia tersebut. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan bagaimana kita menjalani hari tua kelak.

Karena itu, menjaga kesehatan sejak muda adalah investasi jangka panjang. Menghindari kebiasaan yang merusak tubuh, membangun pola hidup sehat, menjaga kesehatan mental, memperkuat hubungan sosial, dan mempunyai kegiatan yang bermakna merupakan bekal penting untuk masa depan.

Tetapi ada satu hal lain yang tidak kalah penting: jangan kehilangan hubungan dengan sejarah. Kenalilah cerita orang tua kita. Dengarkan pengalaman mereka. Hormati perjuangan mereka. Ambil nilai yang baik dari perjalanan hidup mereka dan jadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran untuk membangun masa depan.

Bangsa ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cepat beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga mempunyai ingatan sejarah dan kepekaan kemanusiaan.

Hari Lansia Internasional akhirnya bukan hanya tentang mereka yang telah lanjut usia. Ia juga tentang kita semua—tentang bagaimana sebuah generasi menghormati generasi sebelumnya dan bagaimana pengalaman masa lalu diteruskan menjadi kebijaksanaan bagi generasi berikutnya.

Sebab, masa depan yang baik tidak lahir dari generasi yang melupakan masa lalu. Ia tumbuh dari generasi yang mampu berjalan ke depan sambil tetap menghargai jejak orang-orang yang telah lebih dahulu berjalan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vito Prasetyo
Tentang Vito Prasetyo
Malang

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 01 Okt 2026, 19:02

Pengalaman Mengikuti Lomba Baca Puisi Sunda 'Wangsit Siliwangi' (1964) Karya Wahyu Wibisana

Pengalaman berharga mengikuti lomba baca puisi Sunda membawakan karya legendaris Wahyu Wibisana, "Wangsit Silwangi" (1964). Menghayati setiap bait sastra penuh makna dan nuansa perjuangan budaya.

Ilustrasi penulis sedang membacakan puisi Bahasa Sunda "Wangsit Siliwangi" karya Wahyu Wibisana (1964). (Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 17:34

5 Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University Harumkan Nama Indonesia di ICIC 2026

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 15:25

Hari Lansia Internasional, sebagai Momen Kebersamaan bagi para Lansia

Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Lansia Internasional, apakah ini hanya momen peringatan? Ada sejarah yang tidak pernah dibaca generasi muda, tetapi ingatan para lansia tetap menyimpannya.

Diproyeksikan jumlah lansia terus meningkat dan pada tahun 2045 akan mencapai 20 persen atau hampir satu per lima dari total penduduk. (Sumber: Freepik/Jcomp)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 14:09

Perbedaan Antara Cara Penyangraian Torrefacto dengan Kopi Tiam

Perbedaan utama kopi torrefacto dan kopi tiam terletak pada proses karamelisasinya. Torrefacto menyangrai biji dengan gula, sementara kopi tiam menambahkan margarin atau mentega dan gula.

Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 11:26

Revitalisasi Kereta Api: Tulang Punggung Transportasi di Jawa Barat

Bagaimanapun juga hadirnya kereta api ini membuka oase panjang, transportasi yang setiap hari menjadi perbincangan di tengah masyarakat, transportasi yang ditunggu-tunggu di era kemacetan

Mengangkat barang sekaligus memandu penumpang menjadi tugas keseharian para porter di Stasiun Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 08:24

Bandung Benahi Drainase, Jangan Lupakan Pompa dan Kolam Retensi

Pembangunan drainase dan pompa tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan. Kota membutuhkan data spasial yang akurat.

Sistem pencegahan banjir di kota Bandung dengan perbaikan drainase, pompa dan kolam retensi (Sumber: dokpri - dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 07:55

Masa Depan Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum

Kapasitas SDM pengelola museum dan pelaku seni di Bandung harus digenjot secara total.

Ilustrasi Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 20:36

Sarapan Pagi Estetik di Dapoer Pagi Cianjur

Menyambangi Cianjur tidak lengkap jika tidak mengeksplor kulinernya. Dapoer Pagi menjadi salah satu tempat yang bisa dicoba bagi mereka yang mencari tempat kuliner yang estetik

Menu Bubur Mandarin Dapoer Pagi Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 19:12

Kerancuan dalam Penamaan Geografi Lokal antara Gunung dan Bukit di Indonesia Khususnya di Jawa Barat

Artikel ini mengulas fenomena kerancuan penamaan geografi lokal di Indonesia, di mana perbukitan sering kali salah kaprah disebut sebagai gunung, serta dampaknya terhadap aspek pemetaan wilayah.

Potret bangunan yang menduduku perbukitan di Kawasan Bandung Utara (KBU) (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 17:32

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan Perspektif Fikih Lingkungan Muhammadiyah

Membandingkan perspektif Thanos dengan Muhammadiyah dalam isu lingkungan.

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan perspektif fikih lingkungan Muhammadiyah.  (Sumber: Gemini AI)
Beranda 30 Sep 2026, 15:19

Manusia Bisa Hidup Tanpa AI, Tapi Bagaimana Bila Tanpa Air?

Manusia masih bisa hidup tanpa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, manusia tidak bisa hidup tanpa air.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 11:40

Mempertahankan Tata Kelola Kota Kebanggaan Warga Bandung

Seringkali kita temukan pada saat pemilihan umum, data ganda ini penyebabnya dari perubahan data kependudukan yang belum terbarui dengan baik di dalam sistem pusat.

Kawasan padat penduduk di Tamansari, Kota Bandung, Senin 5 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 10:39

Pergumulan Bandung Menjelang Magrib

Dibalik wajah cantiknya Bandung yang gemerlap ada mereka yang datang pada waktu menjelang magrib untuk mencari toko tutup sebagai tempat tidur sementara.

Sejumlah ruas di Kota Bandung masih dipenuhi tunawisma saat malam tiba (Sumber: pexels)
Beranda 30 Sep 2026, 08:43

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 19:45

Street Spydrs: Merayakan Jejak Panjang Skateboard Bandung lewat Buku dan Pameran

Empat dekade perjalanan Street Spydrs kembali dikenang melalui buku, diskusi, dan pameran yang mempertemukan para pelaku sejarah, sahabat, keluarga, serta generasi lintas zaman dalam satu ruang penuh

Buku karya Reka Nugara, Street Spydrs Empat Dekade Berseluncur, yang merekam perjalanan, dinamika, serta jejak Street Spydrs dalam perkembangan budaya skateboard dari masa ke masa. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 18:18

Gastronomi Semarang: Menelusuri Jejak Rasa Tempo Dulu dan Pelestarian Warisan Kuliner

Semarang bukan sekadar titik geografis di pesisir utara Jawa; ia adalah sebuah bejana peleburan budaya yang tercermin secara nyata dalam setiap sajian kulinernya.

Seorang penjual minuman keliling di Semarang sekitar tahun 1926 - 1932. (Sumber: collectienederland.nl)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 17:36

Apa Dampak Lingkungan Data Center untuk AI yang Kita Pakai Setiap Hari?

Chat AI terasa gratis, padahal ada biaya tersembunyi di data center berupa listrik dan jutaan liter air. Cari tahu siapa yang menanggungnya di sini

Ilustrasi data center modern yang beroperasi 24 jam dan membutuhkan listrik serta air dalam jumlah besar untuk pendinginan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 17:01

Eksistensi KWK Bandung dan Potensi Ruang Kreatif di Stasiun Whoosh

Keberadaan delapan KWK menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung dalam mengembangkan pariwisata yang tidak hanya mengandalkan daya tarik destinasi

Stand KWK Cibaduyut  di festiwal bertempat di Kiara Artha Park, Bandung (Foto: bandung.go.id)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 15:50

Kopi Torrefacto, Pilihan Menikmati Kopi ala Spanyol di Singapura, Malaysia dan Indonesia

Nikmati keunikan Kopi Torrefacto, racikan khas Spanyol dengan sentuhan karamel manis yang kini populer di Singapura, Malaysia, hingga Indonesia.

Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Beranda 29 Sep 2026, 15:27

Musim Hujan Segera Tiba, Drainase Kota Bandung Akan Menghadapi Ujian Sesungguhnya

Sanggupkah menelan limpahan air hujan atau wargi Kota Bandung seperti biasa akan mendorong kendaraannya yang mati mesin di tengah genangan?

Sejumlah pekerja melakukan perbaikan drainase di Jalan Dr. Djunjunan, Kota Bandung, Selasa 29 September 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)