Mempertahankan Tata Kelola Kota Kebanggaan Warga Bandung

3 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Kawasan padat penduduk di Tamansari, Kota Bandung, Senin 5 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Kawasan padat penduduk di Tamansari, Kota Bandung, Senin 5 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Identitas resmi bagi masyarakat sangat penting di era digital. Masyarakat wajib menjaga dokumen resmi sebagai kewajiban yang tidak terpisahkan sebagai warga negara yang baik. Juga sebagai warga negara, tentu saja diwajibkan menyimpan dokumen resmi yang telah dimiliki.

Di sisi lain, permasalahan sering mencuat dari masyarakat karena dokumennya terdapat ketidaksamaan baik dari data akta kelahiran, KTP, KK atau ijazah. Permasalahan ini sering diabaikan. Masyarakat merasa bahwa dokumen tersebut tidak berarti apa-apa baginya. Padahal kepedulian kepada dokumen resmi sangat dibutuhkan. Sebab kondisi saat ini mewajibkan aspek dokumen sebagai langkah awalnya.

Permasalahan lainnya pun muncul terkait data ganda, seringkali kita temukan pada saat pemilihan umum, data ganda ini penyebabnya dari perubahan data kependudukan yang belum terbarui dengan baik di dalam sistem pusat.

Adapun dampaknya tentu berkaitan dengan pengurusan BPJS, perbankan, paspor, hingga urusan perpajakan. Data tumpang tindih membuat distribusi bansos atau program pemerintah lain terganggu. Dalam hal ini tentu berhubungan pula dengan literasi teknologi. Masyarakat penting untuk memahami mencakup keterampilan teknis sekaligus pemahaman kritis saat berinteraksi dengan teknologi utamanya berkaitan dengan dokumen resmi yang diwajibkan untuk dimiliki.

Begitu pula permasalahan pernah muncul di Kota Bandung, yang sempat heboh dan geger di media sosial pada periode Maret sampai April tahun 2026 yang disebutkan adanya data bocor, namun rupanya setelah mendapatkan investigasi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) tidak ada kebocoran dari server lokal Disdukcapil Kota Bandung.

Kekhawatiran masyarakat Kota Bandung pun tidak terjadi. Namun permasalahan sebenarnya berkaitan dengan keterbatasan operator teknis sehingga menyebabkan terkait pencatatan KTP sering terhambat. Antrean pencetakan menumpuk sehingga masyarakat tidak mendapatkan layanan yang cepat.

Sebagai kota yang sering mendapatkan masyarakat baru adanya urbanisasi, pemerintah kota Bandung pernah mengalami permasalahannya, penegakan aturan terkait Adminduk dari masyarakat yang mendatangi kota Bandung ini penting dimitigasi, sehingga ketertiban tata ruang kota Bandung terpenuhi dan tepat guna.

Tata Kelola Kota

Tata kelola kota dalam administrasi kependudukan (adminduk) adalah pengelolaan data dan pelayanan warga secara sistematis untuk mewujudkan tertib hukum, keadilan layanan publik, dan perencanaan pembangunan yang akurat di Kota Bandung.

Terdapat hal penting dalam tata kelola adminduk di perkotaan, yang mana penting dijadikan panduan, pertama berkaitan untuk memberikan literasi Adminduk kepada masyarakat. Fungsi utamanya berhubungan dengan kepastian hukum yaitu identitas yang sah di antaranya kartu keluarga dan akta kelahiran, juga mengatur urbanisasi lebih baik.

Kedua, terkait transformasi digital yaitu penerapan identitas kependudukan digital (IKD), yang dapat diinstal oleh masyarakat di gawai masing-masing, juga pelayanan tingkat kelurahan atau kecamatan dengan maksimal, dan memutakhirkan basis data kependudukan.

Berdasar poin keduanya, masyarakat bisa turut berpartisipasi mengikuti dan berpartisipasi aktif dalam menyukseskan gelaran adminduk yang menerapkan zona integritas dan menolak pungli, untuk mewujudkan tata kelola di Kota Bandung yang transparan dan berintegritas.

Kabar baiknya dari tata kelola Kota Bandung meraih prestasi di bidang Administrasi Kependudukan. Pemerintah Kota Bandung meraih penghargaan dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.

Termasuk Wali Kota Bandung sebagai Pembina Terbaik ADMINDUK PRIMA pada kategori Kabupaten/Kota dengan tingkat kepadatan penduduk besar.

Kota Bandung juga berhasil meraih Terbaik I ADMINDUK PRIMA kategori Kabupaten/Kota dengan tingkat kepadatan penduduk besar Tahun 2026. Juga Penghargaan Khusus Adminduk Drestanta Parama atas keunggulan dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan. Dilanjutkan meraih Terbaik I Petugas Front Office ADMINDUK PRIMA kategori Kabupaten/Kota dengan tingkat kepadatan penduduk besar.

Baca Juga: Pergumulan Bandung Menjelang Magrib

Prestasi yang diraih oleh Kota Bandung bukan disulap instan, dibutuhkan waktu dan proses yang terus-menerus dan tak mengenal lelah dalam memberikan pelayanan adminduk kepada warga Kota Bandung. Prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus menghadirkan pelayanan administrasi yang berdampak.

Dari prestasi inilah patut kiranya Kota Bandung terus mengembangkan inovasinya di bidang adminduk.

Ke depannya, kita berharap kota Bandung menjadi kota yang memberikan manfaat kepada masyarakat. Kota Bandung akan menjadi kota yang produktif dalam berprestasi. Kerjasama antara masyarakat dengan pemerintahannya.

Jika adminduk menjadi juara, artinya masyarakat kota Bandung turut andil dalam meraih prestasi. Kepercayaan masyarakat kepada pelayanan pemerintah kota Bandung mulai meningkat dan sungguh menjadi kebanggaan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Bandung 11 Okt 2026, 21:19

Saksi Bisu Sejarah Sejak 1897, Grand Hotel Preanger Bandung Bertransformasi Jadi Destinasi Heritage Modern

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga.

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 15:25

Kemacetan Kopo Itu Ada Usainya atau Tidak, sih?

Kemacetan Kopo yang disebabkan oleh keserakahan para pengendara dengan mengambil jalan pengendara lain dari lawan arus dan solusi agar kemacetan bisa berkurang.

Kemacetan di daerah Kopo. (Sumber: infobandungkota via instagram | Foto: Tanty Malia)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 13:45

Mengapa Jalan di Kebon Gedang Kembali Rusak? Menelusuri Penyebab di Balik Kerusakan Jalan

Jalan di Kebon Gedang kembali rusak meski telah diperbaiki. Artikel ini menelusuri kemungkinan penyebabnya, mulai dari genangan air, drainase, hingga tingginya aktivitas kendaraan.

 Ilustrasi.
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 12:37

Citarum Masuk Kamar: Dari Jam 8 Malam Sampai Pagi di Katapang

Banjir Sungai Citarum yang masuk hingga ke kamar warga menjadi potret krisis lingkungan. Artikel ini mengulas penyebab, dampak, dan solusi yang harus dilakukan bersama.

Kondisi rumah di Gang Awug, Katapang, setelah banjir semalam akibat luapan Citarum. Air coklat masih menggenang di dalam rumah. (Sumber: Dokumentasi Warga)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)