Lomba Agustusan Bukan Soal Menang-Kalah, tapi tentang Kebersamaan dan Kebahagiaan

2 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
 Perlombaan Agustusan sangat beragam, bahkan dari tahun terus bertambah dan semakin lucu (Sumber: Wikimedia)
Perlombaan Agustusan sangat beragam, bahkan dari tahun terus bertambah dan semakin lucu (Sumber: Wikimedia)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Bulan Agustus identik dengan bendera Merah Putih, spanduk, gapura, dan berbagai ornamen yang menghiasi lingkungan warga.

  • Beragam perlombaan seperti balap karung, tarik tambang, makan kerupuk, hingga lomba khusus ibu-ibu digelar untuk menghadirkan kegembiraan dan mempererat kebersamaan.

  • Di balik kemeriahan Agustusan, panitia membutuhkan dana untuk menggelar berbagai kegiatan. Cara pengumpulan dana terkadang menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Menjelang bulan Agustus tiba, baik di kampung maupun di kota, para penjual bendera Merah Putih, spanduk, baliho, dan ornamen keperluan untuk menyambut perayaan Hari Kemerdekaan RI mulai tampak. Mereka datang tak diundang dari berbagai daerah—kebanyakan dari Kadungora dan Leles, Garut—menjajakan dagangannya di pinggir jalan dan di tempat-tempat kosong.

Memasuki bulan Agustus, di mana-mana semua terasa Merah-Putih, kibaran bendera di setiap rumah; baner-baner terbentang; gapura-gapura menghiasi jalan masuk; dan jika malam hari, lampu-lampu berkelap kelip menambah kesemarakan menyambut datangnya 17 Agustus hari Kemerdekaan RI. Semua rakyat bergembira. Semua bahagia.

Semua itu dilakukan dengan kesadaran dan kekhlasan—sebab pada hakikatnya menyambut Kemerdekaan itu merupakan suatu kebahagiaan.

Untuk menambah rasa bahagia itu, masyarakat mensyukuri dan menyelenggarakan berbagai macam kegiatan dan perlombaan seru. Lomba ini biasanya diikuti oleh semua kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Perlombaan Agustusan sangat beragam, bahkan dari tahun terus bertambah dan semakin lucu, mulai dari kategori untuk anak-anak, ibu-ibu, hingga umum. Di antaranya lomba yang legendaris: Lomba Membuat Tumpeng; Balap Karung; Tarik Tambang; Lomba Makan Kerupuk yang Digantung; Estafet Tepung; Lomba Memasukkan Paku/Pensil ke Botol; Lomba Membawa Kelereng dengan Sendok.

Ada lomba khusus untuk ibu-ibu: Lomba Fashion Show Memakai Daster; Lomba Merias Suami dengan Mata Tertutup; Lomba Melipat Pakaian, Lomba Karaoke, dan lain-lain.

Semua kalangan antusias mengikuti perlombaan. Para peserta bertingkah lucu. Para penonton tertawa melihat tingkah peserta lomba yang lucu. Dalam permlobaan ini, mencari hadiah bukan tujuan. Kalah dan menang tidak menjadi ukuran. Yang penting kebersamaan bisa terjalin, kegembiraan dan kebahagiaan bisa tergapai.

Namun, menyelenggarakan semua lomba itu tentu saja panitia perlu dana. Ini yang tetap menjadi pro dan kontra setiap tahunnya. Ada cara-cara yang kurang terpuji panitia dalam mencari dana—ada yang dengan cara meminta di tengah jalan kepada pengemudi kendaraan yang lewat atau meminta dana secara ‘setengah memaksa’ secara langsung ke masyarakat.

Sebenarnya, banyak cara aman dan efektif dalam mencari dana lomba 17 Agustus, di antaranya adalah menggunakan kas RT/RW, proposal sponsor ke toko/perusahaan sekitar, sumbangan sukarela warga, atau aksi kreatif di jalanan yang menghibur.

Gunakan sisa dana rutin bulanan warga untuk anggaran dasar. Bikin proposal singkat dan jelas ke pemilik toko, ruko, atau minimarket, atau pengusaha lokal. Tidak usah memaksa. Seikhlasnya. Gunakan cara-cara persuasif—sebab sekali lagi, pada dasarnya masyarat rela mengeluarkan dana untuk menyambut Hari Kemerdekaan, Hari Kemenangan, yang membuat mereka bahagia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 10:28

Mabuk Sejarah dalam 'Telunjuk dan Pelatuk'

Resensi buku kumpulan cerpen 'Telunjuk dan Pelatuk' karya Ikrom Rifai.

sampu buku Telunjuk dan Pelatuk.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 19:02

Pengalaman Mengikuti Lomba Baca Puisi Sunda 'Wangsit Siliwangi' (1964) Karya Wahyu Wibisana

Pengalaman berharga mengikuti lomba baca puisi Sunda membawakan karya legendaris Wahyu Wibisana, "Wangsit Silwangi" (1964). Menghayati setiap bait sastra penuh makna dan nuansa perjuangan budaya.

Ilustrasi penulis sedang membacakan puisi Bahasa Sunda "Wangsit Siliwangi" karya Wahyu Wibisana (1964). (Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 17:34

5 Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University Harumkan Nama Indonesia di ICIC 2026

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 15:25

Hari Lansia Internasional, sebagai Momen Kebersamaan bagi para Lansia

Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Lansia Internasional, apakah ini hanya momen peringatan? Ada sejarah yang tidak pernah dibaca generasi muda, tetapi ingatan para lansia tetap menyimpannya.

Diproyeksikan jumlah lansia terus meningkat dan pada tahun 2045 akan mencapai 20 persen atau hampir satu per lima dari total penduduk. (Sumber: Freepik/Jcomp)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 14:09

Perbedaan Antara Cara Penyangraian Torrefacto dengan Kopi Tiam

Perbedaan utama kopi torrefacto dan kopi tiam terletak pada proses karamelisasinya. Torrefacto menyangrai biji dengan gula, sementara kopi tiam menambahkan margarin atau mentega dan gula.

Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 11:26

Revitalisasi Kereta Api: Tulang Punggung Transportasi di Jawa Barat

Bagaimanapun juga hadirnya kereta api ini membuka oase panjang, transportasi yang setiap hari menjadi perbincangan di tengah masyarakat, transportasi yang ditunggu-tunggu di era kemacetan

Mengangkat barang sekaligus memandu penumpang menjadi tugas keseharian para porter di Stasiun Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 08:24

Bandung Benahi Drainase, Jangan Lupakan Pompa dan Kolam Retensi

Pembangunan drainase dan pompa tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan. Kota membutuhkan data spasial yang akurat.

Sistem pencegahan banjir di kota Bandung dengan perbaikan drainase, pompa dan kolam retensi (Sumber: dokpri - dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 07:55

Masa Depan Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum

Kapasitas SDM pengelola museum dan pelaku seni di Bandung harus digenjot secara total.

Ilustrasi Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 20:36

Sarapan Pagi Estetik di Dapoer Pagi Cianjur

Menyambangi Cianjur tidak lengkap jika tidak mengeksplor kulinernya. Dapoer Pagi menjadi salah satu tempat yang bisa dicoba bagi mereka yang mencari tempat kuliner yang estetik

Menu Bubur Mandarin Dapoer Pagi Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 19:12

Kerancuan dalam Penamaan Geografi Lokal antara Gunung dan Bukit di Indonesia Khususnya di Jawa Barat

Artikel ini mengulas fenomena kerancuan penamaan geografi lokal di Indonesia, di mana perbukitan sering kali salah kaprah disebut sebagai gunung, serta dampaknya terhadap aspek pemetaan wilayah.

Potret bangunan yang menduduku perbukitan di Kawasan Bandung Utara (KBU) (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 17:32

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan Perspektif Fikih Lingkungan Muhammadiyah

Membandingkan perspektif Thanos dengan Muhammadiyah dalam isu lingkungan.

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan perspektif fikih lingkungan Muhammadiyah.  (Sumber: Gemini AI)
Beranda 30 Sep 2026, 15:19

Manusia Bisa Hidup Tanpa AI, Tapi Bagaimana Bila Tanpa Air?

Manusia masih bisa hidup tanpa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, manusia tidak bisa hidup tanpa air.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 11:40

Mempertahankan Tata Kelola Kota Kebanggaan Warga Bandung

Seringkali kita temukan pada saat pemilihan umum, data ganda ini penyebabnya dari perubahan data kependudukan yang belum terbarui dengan baik di dalam sistem pusat.

Kawasan padat penduduk di Tamansari, Kota Bandung, Senin 5 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 10:39

Pergumulan Bandung Menjelang Magrib

Dibalik wajah cantiknya Bandung yang gemerlap ada mereka yang datang pada waktu menjelang magrib untuk mencari toko tutup sebagai tempat tidur sementara.

Sejumlah ruas di Kota Bandung masih dipenuhi tunawisma saat malam tiba (Sumber: pexels)