Touring Tidak Selalu tentang Healing, tetapi Juga Ruang Sosial dan Psikologis

7 menit baca
RADITYA GIAN FARIZ
Ditulis oleh RADITYA GIAN FARIZ diterbitkan
Touring bukanlah sekadar hobi berkendara yang menguras materi, melainkan ruang sosial dan psikologis. (Sumber: magnific.com | Foto: bublikhaus)
Touring bukanlah sekadar hobi berkendara yang menguras materi, melainkan ruang sosial dan psikologis. (Sumber: magnific.com | Foto: bublikhaus)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Touring adalah kegiatan melakukan perjalanan jarak jauh dengan menggunakan kendaraan sendiri, di mana pelakunya juga bertindak sebagai pengendara.

  • Touring bukan sekadar perjalanan fisik melintasi jarak jauh atau hobi berkendara semata, melainkan sebuah ruang sosial yang dinamis dalam membentuk identitas diri maupun kelompok.

  • Touring bukanlah sekadar hobi berkendara yang menguras materi, melainkan ruang sosial dan psikologis yang mempunyai makna.

  • Dalam sudut pandang religius, touring menjadi perwujudan dalam hal ibadah dan media dakwah yang inklusif.

Hobi merupakan aktivitas yang biasanya disukai atau digemari oleh masing-masing orang. Ada yang mempunyai hobi yang merujuk kepada keterampilan, ada juga yang mempunyai hobi yang merujuk kepada bidang akademik. Dari kegemaran tersebut, terdapat begitu banyak ragam yang bisa ditemui, misalnya orang yang menyukai olahraga, bermain musik, memasak, dan masih banyak lagi. Salah satu contohnya adalah orang yang menaruh minat besar di bidang otomotif.

Di bidang otomotif, ketertarikan itu biasanya mengarah pada kendaraan roda empat, roda dua, maupun kendaraan lainnya. Apabila ditelusuri lebih dalam, penggemar otomotif ini pada umumnya terbagi menjadi dua tipe, yaitu mereka yang menyukai dunia balap dan mereka yang menyukai dunia eksplorasi. Kelompok pertama biasa dikenal dengan istilah racing sedangkan kelompok kedua inilah yang biasa dikenal dengan istilah touring.

Touring adalah kegiatan melakukan perjalanan jarak jauh dengan menggunakan kendaraan sendiri, di mana pelakunya juga bertindak sebagai pengendara. Namun, touring bukan sekadar aktivitas mengendarai kendaraan, menikmati pemandangan, atau menikmati perjalanan semata. Lebih dari itu, touring mengajarkan kesabaran serta berbagai rintangan yang harus dilalui untuk mencapai sesuatu. Orang-orang yang gemar touring sudah pasti lebih mementingkan proses perjalanan daripada sekadar tujuan akhir, karena mereka percaya bahwa setiap kilometer yang ditempuh menyimpan cerita tersendiri, dan dari cerita itulah pelajaran hidup dapat diperoleh.

Persiapan

Sebelum melakukan sesuatu, persiapan yang matang selalu menjadi kunci utama. Begitu pula dengan kegiatan touring ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, diperhitungkan, dan direncanakan dengan baik agar perjalanan berjalan lancar dan aman. Pertama, menyusun rencana perjalanan. Pada tahap ini, kita harus menentukan berapa budget yang kita perlukan, ke mana tujuan yang akan dicapai, berapa jarak yang harus ditempuh, serta berapa hari perjalanan akan berlangsung. Rencana yang jelas akan membantu mengantisipasi berbagai kemungkinan yang muncul di tengah jalan.

Kedua, mengemas pakaian yang sesuai. Pemilihan pakaian perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca di lokasi tujuan, yang bisa dicek melalui aplikasi perkiraan cuaca. Apabila cuaca cenderung dingin, sebaiknya mengenakan pakaian yang tebal, sedangkan jika cuaca panas, pakaian yang tipis dan menyerap keringat akan lebih nyaman digunakan.

Ketiga, memeriksa kondisi kendaraan secara menyeluruh. Pemeriksaan ini meliputi bagian pengereman, mesin, kapasitas oli, hingga lampu kendaraan untuk memastikan tidak ada satu pun komponen yang tidak berfungsi dengan baik. Kendaraan yang prima adalah faktor penentu keselamatan selama perjalanan jarak jauh berlangsung.

Keempat, memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan keadaan yang fit. Selain menjaga stamina sebelum berangkat, disarankan pula membawa obat-obatan pribadi sebagai langkah antisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan.

Touring sebagai ruang pembentukan identitas 

Touring bukan sekadar perjalanan fisik melintasi jarak jauh atau hobi berkendara semata, melainkan sebuah ruang sosial yang dinamis dalam membentuk identitas diri maupun kelompok. Di sepanjang jalan raya, para pengendara tidak hanya mengemudikan kendaraan, tetapi juga merakit citra diri, menegaskan solidaritas, serta menanamkan nilai-nilai khusus yang membedakan mereka dari kelompok sosial lainnya.

Proses pembentukan identitas dalam ruang ini beroperasi melalui beberapa mekanisme utama:

1. Penanda Visual dan Identitas Kelompok

Penggunaan atribut fisik seperti jaket khusus, emblem, logo klub, hingga karakteristik jenis sepeda motor tertentu tidak hanya berfungsi sebagai pelindung tubuh, melainkan sebagai penanda visual status dan afiliasi sosial. Atribut-atribut ini menjadi bahasa simbolis yang mengomunikasikan keberadaan, kebanggaan, dan nilai yang diusung oleh kelompok tersebut di tengah masyarakat umum.

2. Ritual Perjalanan dan Pembentukan Solidaritas

Aktivitas kolektif di atas jalan raya, seperti konvoi teratur, berkendara di malam hari (night ride), hingga titik berhenti (rest area) bersama, berperan sebagai ritual kelompok. Pengalaman melintasi tantangan yang sama secara kolektif ini memperkuat rasa senasib dan seperjuangan, yang pada akhirnya mengkristalkan ikatan persaudaraan  sebagai bagian mendasar dari identitas kelompok.

3. Transformasi Karakter dan Ketangguhan Diri

Tantangan selama perjalanan jauh menjadi sarana penggemblengan karakter bagi setiap individu. Kerasnya jalan raya melatih ketangguhan mental, kemandirian, serta menumbuhkan kepekaan empati dan rasa kepedulian antaranggota. Melalui dinamika ini, touring bertindak sebagai wadah pendewasaan dan pembentukan karakter pribadi pengendara.

4. Artikulasi Nilai Moral di Ruang Publik

Sebagian kelompok memadukan kegiatan dengan aksi sosial, bakti lingkungan, atau gerakan kepedulian religius. Integrasi ini menjadi sarana bagi para pengendara untuk menegaskan identitas moral dan posisi sosial mereka secara positif di tengah pandangan publik, sekaligus membuktikan bahwa ruang touring juga berorientasi pada kemanfaatan bersama. 

Touring dari perspektif religius

Dalam sudut pandang religius, touring motor berubah dari sekadar hobi berkendara jarak jauh menjadi perwujudan dalam hal ibadah dan media dakwah yang inklusif. Kehadiran komunitas seperti Muslim Bikers Indonesia menjadi bukti nyata bagaimana ruang jalan raya dapat disucikan melalui nilai-nilai spiritual. Fenomena ini secara bertahap menyusun kembali citra negatif kelompok sepeda motor yang kerap diidentikkan dengan keandalan fisikal atau perilaku arogan, menjadi sebuah gerakan yang positif sosial-keagamaan dan membawa kemanfaatan bagi masyarakat luas.

Dimensi keagamaan dalam aktivitas touring ini diwujudkan melalui serangkaian bentuk kegiatan yang terstruktur dan bermakna. Perjalanan jauh diposisikan sebagai safar ride, yakni ikhtiar berkendara yang dilandasi niat untuk mempererat tali persaudaraan atau menghadiri majelis-majelis ilmu di berbagai wilayah. Tidak berhenti pada eksplorasi fisik semata, perjalanan sering dipadukan dengan aksi dakwah lapangan melalui penyaluran bantuan sosial dan santunan ke daerah terpencil. Di tengah pergerakan dari dalam perjalanan yang melelahkan, komitmen keagamaan tetap dijaga secara konsisten melalui kedisiplinan dalam beribadah, seperti membiasakan shalat berjamaah masjid sepanjang jalur lintas hingga menghidupkan malam dengan kegiatan spiritual.

Pada akhirnya, pendalaman nilai-nilai religius tersebut tercermin secara nyata dalam etika berkendara di atas jalan raya. Nilai keimanan dipraktikkan langsung melalui kedisiplinan berlalu lintas, di mana para pengendara taat dan tertib pada aturan dan keselamatan sebagai bagian dari cerminan akhlak yang baik. Sikap santun, tidak arogan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan menjadi manifestasi moral yang menegaskan bahwa touring dalam perspektif religius tidak hanya berdampak pada ketaatan pribadi dalam beragama, tetapi juga mewujudkan kesalehan sosial di ruang publik.

Memetik nilai dalam kegiatan touring

Menjelajah dengan menggunakan kendaraan sendiri, atau yang biasa disebut dengan touring, tidak semata-mata hanya menghabiskan uang dan tenaga. Di balik itu, terdapat banyak manfaat yang bisa dipetik oleh para pelakunya. Pertama, touring memberikan pengalaman baru yang dapat meningkatkan kewaspadaan dalam menempuh perjalanan jauh. Semakin sering seseorang melakukan touring, semakin terasah pula kemampuannya dalam membaca situasi jalan dan mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

Kedua, touring membuka peluang untuk menjalin pertemanan baru, bahkan bergabung dengan komunitas yang memungkinkan setiap anggotanya saling berbagi cerita dan pengalaman satu sama lain. Ikatan yang terbentuk dari perjalanan bersama sering kali lebih kuat karena dibangun di atas pengalaman dan perjuangan yang sama.

Ketiga, touring memberikan rasa bangga tersendiri. Rasa bangga ini muncul karena tujuan yang dicapai merupakan hasil nyata dari perjuangan menaklukkan setiap kilometer perjalanan, bukan sekadar hasil instan. Selain itu, touring juga mampu membangkitkan perasaan senang karena kegiatan ini dapat memicu pelepasan hormon dopamin dan endorfin. Kedua hormon ini dikenal sebagai penghasil kebahagiaan di dalam tubuh yang berperan memperbaiki suasana hati, mengurangi rasa jenuh atau bosan, serta memberikan kepuasan tersendiri saat menikmati pemandangan alam di sepanjang perjalanan.

Touring bukanlah sekadar hobi berkendara yang menguras materi, melainkan ruang sosial dan psikologis yang mempunyai makna. Melalui filosofi yang menghargai setiap proses dilalui, touring mengajarkan kesabaran, ketangguhan, serta pentingnya persiapan matang demi keselamatan perjalanan.

Aktivitas ini memiliki peran multidimensi yaitu sebagai ruang pembentukan identitas dan solidaritas melalui simbol serta pengalaman bersama sebagai media transformasi religius yang mengubah pandangan negatif anak motor menjadi mempunyai positif dikarenakan adanya gerakan dakwah. Serta sebagai sarana pengembangan diri seperti memperluas relasi, dan memberikan kepuasan emosional. Pada akhirnya, di atas jalan raya, para pengendara tidak hanya menaklukkan rute perjalanan, tetapi juga mengasah kedewasaan diri dan memetik pelajaran hidup yang berharga.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

RADITYA GIAN FARIZ
Seorang mahasiswa akuntansi yang gemar bercerita

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 13 Agu 2026, 12:45

Touring Tidak Selalu tentang Healing, tetapi Juga Ruang Sosial dan Psikologis

Touring bukan sekadar hobi berkendara atau perjalanan untuk healing. Di balik perjalanan dan biaya yang dikeluarkan, touring menjadi ruang untuk menjaga kesehatan sosial dan psikologis.

Touring bukanlah sekadar hobi berkendara yang menguras materi, melainkan ruang sosial dan psikologis. (Sumber: magnific.com | Foto: bublikhaus)
Ayo Netizen 13 Agu 2026, 12:21

Melawan Greenwashing untuk Mendorong Sikap Kritis terhadap Klaim Ramah Lingkungan

Greenwashing mengancam kepercayaan konsumen dan investor serta mengganggu alokasi modal. Transparansi, audit ESG, dan sikap kritis pasar menjadi kunci membangun bisnis berkelanjutan di masa depan.

Fenomena greenwashing didefinisikan sebagai persilangan antara kinerja lingkungan yang buruk dengan komunikasi positif yang menyesatkan. (Sumber: magnific.com)
Ayo Netizen 13 Agu 2026, 10:43

Mengenang Majalah Hai, Ikon Remaja di Era 80–90an

Mengenang Majalah Hai, teman generasi 1980-an dan 1990-an yang tak hanya menghadirkan musik, komik, dan cerita, tetapi juga memperluas wawasan serta membentuk selera dan imajinasi anak muda Indonesia.

Majalah Remaja Hai era 1980–1990-an Majalah Hai era 1980–1990-an, bacaan populer yang lekat dengan kehidupan remaja dan menjadi bagian dari kenangan sebuah generasi.
Beranda 13 Agu 2026, 10:32

Pohon di Kota Bandung Ditebang Ilegal, Tapi Anggaran Beli Lahan RTH 2026 Malah Tak Ada

Puluhan pohon di Kota Bandung ditebang liar, giliran anggaran beli lahan RTH 2026 malah nihil. Kini janji ruang hijau kota terancam cuma angan-angan di atas kertas.

Sisa pohon yang ditebang di Jalan LLRE Martadinata (Jalan Riau), Kota Bandung, Selasa 4 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 13 Agu 2026, 10:03

Pohon, Bisnis, dan Kehidupan

Saat pohon tumbang, yang jatuh bukan hanya batang, dahan, daun, justru yang ikut runtuh sederetan cerita, petuah, pamali, ingatan, hingga khazanah lokal.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 19:54

Mengapa Bahasa Merek Berubah Saat Pindah ke Instagram?

Membahas bagaimana satu merek menyesuaikan gaya bahasa di website dan Instagram saat menyampaikan pesan Ramadhan, tanpa kehilangan pesan utama kepada publik.

Ilustrasi masakan. (Sumber: Pexels | Foto: Airlangga Jati)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 17:20

Aku, ‘Preman Pensiun’, dan Terminal Cicaheum

Mengajak pembaca menyusuri kenangan personal di Terminal Cicaheum, dari masa kecil hingga era Preman Pensiun.

Suasana Terminal Cicaheum pada pagi hari, Kota Bandung, Rabu 24 Juli 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Rahmat Kurniawan)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 15:24

Merawat Hutan, Menjaga Warisan Peradaban di Jawa Barat

Kondisi hutan di Jawa Barat saat ini berada dalam status darurat atau sinyal lampu merah yang berakibat dari kerusakan dan penyusutan tutupan hutan yang masif.

Sejumlah pengunjung berfoto di Jembatan Gantung Curug Koleang, Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda, Bandung, Sabtu (9/2/2019). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 13:38

Cuaca Ekstrem Kota Bandung Akan Menimbulkan Kerawanan Bahaya Kebakaran

Cuaca ekstrem acapkali menjadi peringatan alam, bukan hanya sekadar perubahan musim tetapi peningkatan suhu mengakibatkan kekeringan yang memiliki potensi besar untuk terjadinya kerawanan kebakaran

Sawah mengalami kekeringan di musim Kemarau. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)