Aku, ‘Preman Pensiun’, dan Terminal Cicaheum

5 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Suasana Terminal Cicaheum pada pagi hari, Kota Bandung, Rabu 24 Juli 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Rahmat Kurniawan)
Suasana Terminal Cicaheum pada pagi hari, Kota Bandung, Rabu 24 Juli 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Rahmat Kurniawan)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Terminal Cicaheum menjadi bagian penting dari kenangan penulis, sejak masa kecil, perjalanan sekolah, hingga berbagai aktivitas sehari-hari di Bandung.

  • Cicaheum semakin ikonik lewat serial Preman Pensiun, yang menjadikan terminal dan JPO-nya sebagai latar penting kisah kehidupan jalanan Bandung.

  • Terminal Cicaheum resmi ditutup permanen pada Juni 2026 dan dialihfungsikan menjadi depo BRT, menandai berakhirnya sebuah era transportasi sekaligus kenangan di kawasan tersebut.

TERMINAL Cicaheum Bandung begitu lekat dan dekat dalam ingatanku. Rumahku—di Sukamiskin--sekitar tiga kilometer ke arah timur dari terminal yang namanya—jika diucapkan oleh orang yang bukan dari suku Sunda—terasa aneh terdengar: Cicaheu…eum!

Saat aku kecil, entah tahun berapa, kalau aku dan keluarga nyaba pelesiran ke kota, akan melewati terminal  ini. Aku masih ingat dari daerah ini aku pernah naik oplet dengan penumpang ditumpuk, berdesak-desakan--diajak kakak laki-lakiku menonton pertandingan bulu tangkis di Gor Lodaya Bandung. Yang main saya masih ingat di antaranya, pebulu tangkis terkenal Iie Sumirat almarhum dan Rudi Hartono.

Di sekitar Cicadas, di tengah udara terik yang panas menyengat, oplet kami berhenti. Sopirnya tiba-tiba marah-marah kepada penumpang. Rupanya ia kena “semprot” muntahan anak kecil yang tengah mabuk perjalanan. Sopirnya ngata-ngatain anak kecil itu yang menangis ketakutan. Orangtua anak kecil itu terdengar beberapa kali meminta maaf. 

Heu heu. Dulu, keadaan oplet memang antara pak sopir dan penumpang di belakangnya tak ada penghalang sehingga peristiwa yang “menggelikan” itu bisa terjadi.

Tahun 1983-1986 ketika remaja, aku lebih intens lagi “bergaul” dengan Terminal Cicaheum. Kebetulan SMA-ku di Jalan Lengkong Kecil, Bandung. Bila pergi sekolah, aku naik angkot Cileunyi-Cicaheum, lalu diteruskan naik bus kota Damri Cicaheum-Cibeureum, dan turun di depan Balai Iklan setelah Simpang Lima di Jalan Asia Afrika. Ongkosnya—aku masih ingat—Rp25.

Aku punya teman sekelas—kini menjadi dokter saraf yang disegani di Bandung Raya--yang orangtuanya berjualan membuka warung nasi di Terminal Cicaheum. Tempatnya sejajar dengan “Warung Nasi Bu Yayah” dalam Sinetron “Preman Pensiun”. Aku sering diajak temanku mampir ke warung itu—sekedar menemaninya meminta uang jajan untuk bekal sekolah.

Sesudah lulus SMA tahun 1986, aku bekerja, dan kuliah sambil bekerja, Terminal Cicaheum hanya berupa tempat yang kulewati setiap hari. Sekali-kali, kalau bosan naik motor, aku naik angkot dari rumah ke Terminal Cicaheum. Dari Cicaheum, aku naik angkot Ledeng atau Ciroyom menuju Taman Sari.

Ada satu tempat kuliner yang hingga kini tak bisa kulupakan: Bubur Ayam Gang Irit yang letaknya persis di bawah JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) sebelah utara Terminal Cicaheum. Bubur Ayam itu kesenangan aku dan bapakku. Entahlah konon, bubur ayam itu kini sudah berpindah ke depan rumahnya di dalam Gang Irit itu.

***

Anak-anak menonton kendaraan yang melintas dari Jembatan Penyebarangan Orang (JPO) Terminal Cicaheum. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Anak-anak menonton kendaraan yang melintas dari Jembatan Penyebarangan Orang (JPO) Terminal Cicaheum. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

TAHUN 2015 an Terminal Cicaheum semakin terkenal karena mulai rutin dijadikan lokasi syuting utama serial televisi “Preman Pensiun” yang episode perdananya mengalami sukses besar. Tempat ini digiring menjadi tempat berkuasanya para preman terminal seperti yang diceritakan dalam alur cerita karya Aris Nugraha. 

Latar terminal ini melekat dengan tokoh-tokoh preman jalanan, pencopet, hingga aktivitas terminal sehari-hari di Bandung. Bahar, Muslihat, Gobang, Cecep, Bubun, Willy, Darman, silih berganti menguasai Terminal Cicaheum.

Bahkan JPO Terminal Cicaheum sangat berkesan dan melegenda karena JPO tersebut menjadi tempat Kang Mus untuk mengawasi, memantau aktivitas anak buahnya, dan merenung meninjau situasi jalanan serta terminal.

Ada adegan ketika Kang Mus tiba-tiba berada di atas JPO mengawasi ke sekitar terminal. Kemudian, dia ujug-ujug ada di jalur angkot. Ia ketemu Willy. 

“Akang mau ketemu siapa?” tanya Willy.

“Saya mau ketemu Cecep. Tempat ini banyak debu, banyak asap. Mungkin telinga kamu kotor? Cecep di mana?”

“Punten Akang siapa biar saya ga salah.”

“Muslihat.”

Lalu, Willy pergi mencari Cecep, bosnya.

“Bos ada yang nyari?” 

“Muslihat?” Cecep ketakutan.

“Saya sudah lama sekali enggak ke sini, sudah berapa tahun 4 atau mungkin 5 tahun. Dulu, saya pernah datang ke sini ikut berbisnis. Cukup lama, tapi kemudian pergi dari sini. Dulu, kamu juga pernah di sini ikut saya yang kemudian menjadi tua. Enggak lama karena kamu ikut saya seperti yang lain memutuskan pergi ikut saya dari sini mencoba bisnis yang lebih baik di luar sana. Mungkin kamu merasa gagal di luar sana. Kemudian kembali ke sini memanfaatkan situasi yang terjadi di sini dan merebut kekuasaan.”

Kini, JPO ikonik legendari itu Juni 2026 lalu telah resmi dibongkar. Di samping sudah tidak berfungsi sebagai jembatan penyeberangan juga kawasan ini akan beralih fungsi menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT).

Perlu diketahui, jauh sebelum serial “Preman Pensiun” ini populer, Cicaheum memang lekat dengan cerita dinamika jalanan dan preman lokal di Kota Bandung.

Tahun 2025, penggunaan area ini sebagai lokasi syuting ikut berakhir seiring dengan berakhirnya rangkaian serial tersebut dan penutupan operasional bus di Terminal Cicaheum pada pertengahan 2026.

Sinetron “Preman Pensiun” memiliki total 418 episode dari musim pertama hingga musim kesepuluh.  

***

Suasana lengan Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Selasa 3 Maret 2026. (Foto: Irfan Al Faritsi)
Suasana lengan Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Selasa 3 Maret 2026. (Foto: Irfan Al Faritsi)

TERMINAL Cicaheum dibangun pada 1975. Dengan luas 11.000 meter persegi, Terminal Cicaheum ini resmi ditutup permanen pada akhir Juni 2026 dan dialihfungsikan menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT). Seluruh kegiatan naik-turun penumpang bus antarkota telah dialihkan sepenuhnya ke Terminal Leuwipanjang.

Kini, tak ada lagi yang berteriak, “Kalapa-Kalapa-Kalapa, Ciroyom-Ciroyom-Ciroyom, Ledeng-Ledeng-Ledeng. Kalapa-Ciroyom-Ledeng. Pangadaran-Pangadaran-Pangadaran, Tasik-Tasik-Tasik, Cirebon-Cirebon-Cirebon Pangadaran-Tasik-Cirebon.” 

Angkot yang masuk Terminal Cicaheum adalah Abdul Muis (Kebon Kalapa) - Cicaheum via Binong, Abdul Muis (Kebon Kalapa) -Cicaheum via Aceh, Cicaheum-Ledeng, Cicaheum-Ciroyom. 

Ada pula kendaraan yang melewati terminal ini yakni Panghegar-Dipatiukur, Gedebage-Dagi serta angkutan lintas daerah Cileunyi-Cicaheum. Untuk bus atau Trans Metro Bandung/ Trans Metro Pasundan dengan rute Cicaheum-Cibeureum, Cicaheum-Sarijadi. 

Selain itu, terminal ini juga melayani angkutan antar kota baik AKDP (angkutan kota dalam provinsi) di wilayah Jawa Barat bagian Timur seperti Sumedang, Majalengka, Indramayu, Cirebon, Kuningan, Garut, Tasikmalaya, Ciamis dan Pangandaran. Maupun juga AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) seperti ke Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan lainnya. 

Kini, sang Aku (penulis) telah pensiun, “Preman Pensiun”, dan Terminal Cicaheum pun pensiun. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Sep 2026, 11:19

Sesi Cukur Malam

Berkisah pembicaraan dua orang sobat, tukang cukur dan pelanggannya yang seorang dosen. Mereka menggosipkan mengenai kesialan-kesialan nasib karib mereka semasa SMA.

Sesi Cukur Malam. (Sumber: Chat GPT)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 07:40

Gunta Akhiri: Mewujudkan Rumah Besar Para Insinyur Kota Bandung

Tantangan besar ketersediaan Insinyur Profesional mesti segera diatasi

Ilustrasi Ketua PII  Cabang Bandung, Gunta Akhiri dan Ketum PII Pusat, Ilham Akbar Habibie (Sumber: dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 19:12

Eksplorasi Gastronomi Bandung: Menyingkap Jejak Rasa, Sejarah, dan Warisan Budaya Pasundan

Memahami kuliner Bandung bukan sekadar aktivitas konsumsi, melainkan sebuah penelusuran antropologis terhadap budaya Pasundan yang menempatkan harmoni alam di atas piring saji.

Soto Bandung tampil unik dengan kuah bening kaldu sapi sebagai pembeda dari soto bersantan di daerah lain, dipadukan secara khas dengan potongan lobak. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 16:09

Jalan yang Benar di 'Google Maps' Belum Tentu Benar bagi Kendaraan Kita

Google Maps tidak berada di balik kemudi. Ia tidak tahu secara langsung apakah kendaraan tertentu membawa muatan berlebih atau apakah mesin kendaraan sedang prima.

Google Maps (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:36

Cuma Rp216 Bisa Keliling Bandung! Merayakan Ulang Tahun Kota Kembang Naik Bandros dan TMB

Pemerintah Kota Bandung memberikan kado spesial kepada seluruh warga dan wisatawan dalam rangka merayakan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216.

Salah satu video Youtube Boby Rachma "BANDUNG TOUR ON BUS!! KELILING KOTA BANDUNG NAIK BANDROS!!".
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:06

Ekstrakurikuler yang Membahagiakan sebagai Resiliensi Pendidikan Berkelanjutan

Hadirnya pembelajaran ekstrakurikuler bagi murid diwujudkan dengan kegiatan yang lebih tepat dan memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan dirinya sesuai dengan hobi atau minat bakatnya.

Ilustrasi murid sekolah negeri. (Sumber: Pexels/Yazid N)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 08:26

Kamera Dulu, Peluk dan Tolong Kemudian

Fenomena masyarakat modern yang lebih mengutamakan kamera dan dokumentasi dibandingkan dengan mengutamakan empati.

Fenomena yang sering terjadi pada masyarakat modern yang menjadikan dokumentasi satu-satunya yang penting ketika terjadi sesuatu (Sumber: Generated AI)
Beranda 26 Sep 2026, 11:23

46 Kilometer Jalan yang Melintasi Kota Bandung Ini Bukan Milik Pemkot

Berdasarkan dokumen itu, sebagian besar ruas jalan nasional yang melintasi Kota Bandung tersebut membentang dari barat ke timur.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 19:46

MJT: Program Pemerintah Jawa Barat yang Cukup Solutif untuk Mengurangi Kemacetan

Metro Jabar Trans menjadi program yang cukup bermanfaat untuk meminimalisir kemacetan juga alternatif kendaraan umum yang terjangkau bagi masyarakat

Metro Jabar Trans menjadi salah satu transportasi umum pilihan masyarakat (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 18:19

Menonton Film di Bioskop Legendaris Bandung Era 90-an

Jauh sebelum bioskop hadir di dalam pusat perbelanjaan dan sinepleks modern, Bandung memiliki banyak gedung bioskop yang menjadi bagian dari denyut kehidupan kota.

Penulis berdiri di seberang bekas Bioskop Dian, Jalan Dalem Kaum, tepat di seberang kawasan Alun-Alun Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 17:24

Apa yang Salah Ketika Kekerasan Dipertontonkan di Sosial Media secara Vulgar?

Tontonan pada konten media sosial kini banyak yang mempertontonkan kekerasan secara vulgar. Nilai-nilai humanistik kian tergerus. Apakah kita bisa bijak dan memikirkan dampaknya untuk masa depan?

Ilustrasi korban kekerasan. (Sumber: Pexels | Foto: Daniel Reche)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 16:50

Nilai Diri 'Dus Obat' dalam Perspektif Industri Farmasi

Dus obat yang sering kita sepelekan ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan karena perlu spesifikasi tertentu saat diproduksi.

Dus Obat. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Seni Budaya 25 Sep 2026, 15:21

Mengenal Makna Kehidupan Melalui Batik

Legenda Ki Bahu Reksa dihadirkan melalui empat panel batik tulis Pekalongan yang menggambarkan perjalanan hidup manusia.

Luqiani Octa Pratiwi menghidupkan legenda Ki Bahu Reksa melalui wayang beber dan batik tulis khas Pekalongan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 15:17

Membenahi Kompetensi Sopir, Atasi Jalur Tengkorak di Bandung Raya

Regulasi mewajibkan pemerintah menjamin penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi pengemudi

Ilustrasi jalur tengkorak di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 13:32

Api Biru Papandayan: Ketika Foto Indah Justru Bisa Menyimpan Bahaya

Foto yang baik tidak harus menjadi bukti bahwa fotografer berhasil mengalahkan jarak.

Fenomena blue fire. (Sumber: kemenparekraf.go.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 10:19

Jejak Kuliner Nusantara: Telaah Literatur Resep Masakan Indonesia Pascakemerdekaan (1950–1979)

Secara keseluruhan, literatur resep masakan kurun 1950 hingga 1979 berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern.

Di antara buku-buku resep masakan yang terbit pada kurun 1950 hingga 1979 telah berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 08:28

Kado Istimewa Hari Jadi Kota Bandung:  Penghargaan Nasional Layanan Investasi

Pada semester pertama tahun 2026 telah mencatatkan angka investasi yang sangat impresif, yaitu melampaui Rp 6 triliun

Penghargaan Nasional Layanan Investasi 2026 untuk  kota Bandung (Sumber: dok bandung.go.id)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 20:45

Becak Listrik Bandung dan Penyakit Lama Kebijakan Publik

Becak listrik adalah alat produksi. Ia menghasilkan uang hanya ketika bergerak dan membawa penumpang. Kalau baterai habis, ada risiko pendapatan hilang.

Becak listrik bantuan Presiden tiba di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayobandung)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 18:56

Koleksi Media Cetak Lawas: Merawat Ingatan dan Sumber Pengetahuan 

Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan instan, koleksi media cetak lawas menghadirkan cara lain untuk memahami perjalanan bangsa.

Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 17:27

Toponimi yang Lahir dari Respons Indra Manusia terhadap Stimulus Gempa 

Guncangan gempa bumi yang besar dengan kehancuran permukiman, akan menimbulkan emosi dan rasa takut, sebab inilah yang dapat menjadi alasan lahirnya toponim Cieundeur dan Cigenjlong.

Korban Gempa Cianjur. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)