Terminal Cicaheum Harus Siap Sambut Bus AKAP Double Decker

3 menit baca
Dean 'Izzan Rahmani
Ditulis oleh Dean 'Izzan Rahmani diterbitkan
Terparkir 3 Bus Gunung Harta Transport Solustions (GHTS) saat malam hari di garasi GHTS (19/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Dean Rahmani)
Terparkir 3 Bus Gunung Harta Transport Solustions (GHTS) saat malam hari di garasi GHTS (19/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Dean Rahmani)

Sebagai warga Surabaya yang merantau di Bandung sekaligus pecinta bus AKAP luxury, saya melihat Terminal Cicaheum punya potensi besar yang belum terlihat. Terminal ini hanya menjadi titik transit keberangkatan ke wilayah timur Jawa, namun kondisinya masih jauh dari kata representatif. Fasilitas umum yang ada, belum mendukung kenyamanan penumpang dan suasana terminal yang belum mencerminkan standar pelayanan bus AKAP modern.

Tren perjalanan jarak jauh antarprovinsi kini sangat cepat berkembang, bahkan lebih mewah dan lebih nyaman dibanding kereta api. Bus AKAP premium (khususnya tipe sasis tronton dan double-decker), mulai digemari secara cepat oleh kalangan muda dan penumpang antarprovinsi. Sayangnya, belum ada terminal di Bandung yang siap menampung dan melayani armada bus double-decker dengan layak. Dari ketinggian atap, akses masuk, dan ruang tunggu juga belum disesuaikan dengan kebutuhan bus modern.

Sebagai penggemar bus AKAP luxury, saya sering memperhatikan bagaimana terminal di kota besar lain mulai berbenah untuk menyambut armada luxury. Efek dari situ, biasanya kebanyakan operator bus harus menyewa beberapa ruko atau bahkan membeli permanen ruko di tempat transit secara pribadi. Justru seperti itu, bagi saya bisa merugikan di kota Bandung sendiri.

Terminal yang bersih, terang, aman, dan ramah pengguna bus AKAP luxury bukan hanya memberi kenyamanan, tapi juga citra kota. Pendatang yang datang dengan bus premium akan menjadikan terminal sebagai kesan pertama (atau bahkan seterusnya) mereka terhadap Bandung. Kan eman juga ya, kalau sudah ada bangunan terminalnya namun hanya sebagai transit pemberhentian sementara (bukan menjadi titik naik utama).

Bus Cititrans Busline terparkir di restoran saat servis makan malam hari di RM Duta 3 Ngawi (17/08/2025) (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Dean Rahmani)
Bus Cititrans Busline terparkir di restoran saat servis makan malam hari di RM Duta 3 Ngawi (17/08/2025) (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Dean Rahmani)

Menurut saya, Walikota Bandung saat ini memiliki peluang besar untuk menjadikan Terminal Cicaheum sebagai ikon baru transportasi darat modern. Hanya saja, bisa memikirkan bagaimana merenovasi terminal Cicaheum secara fasilitas agar nyaman sebagai tempat pemberhentian utama bagi operator bus AKAP luxury, bukan hanya sebagai transit sejenak. Bukan hanya untuk pecinta bus premium, tapi untuk seluruh warga yang ingin mengandalkan armada AKAP luxury setiap harinya.

Selama saya pakai jasa transportasi bus AKAP luxury, saya sering merasakan perbedaan kualitas terminal di beberapa kota. Terminal kelas A di Semarang, Jakarta, dan Yogyakarta sudah mulai menyesuaikan desainnya dengan kebutuhan armada luxury. Namun berbeda dengan di Bandung, yang di mana masih jauh dari kata nyaman dari pengalaman saya.

Kehadiran bus double-decker bukan sekadar soal kendaraan besar, tapi juga soal standar pelayanan. Penumpang yang memilih moda ini biasanya mengharapkan kenyamanan sangat lebih, mulai dari ruang tunggu yang layak hingga sistem boarding yang tertib. Terminal yang belum siap secara teknis akan membuat pengalaman penumpang jadi kurang maksimal, bahkan bisa menurunkan minat masyarakat untuk dapat menggunakan transportasi umum modern.

Swafoto di depan 2 armada bus Gunung Harta Transport Solutions (GHTS) malam hari di garasinya (19/11/2025) (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Dean Rahmani)

Pembenahan terminal Cicaheum memengaruhi citra kota Bandung di luar konteks teknis. Meskipun Bandung dikenal sebagai kota kreatif, tidak banyak ruang publik yang mewakili semangat ini dalam hal transportasi darat. Terminal Cicaheum dapat berfungsi sebagai etalase baru yang menunjukkan bahwa Bandung serius membangun layanan publik yang fungsional dan estetik.

Dalam pembenahan terminal Cicaheum ini tidak bisa dilakukan sendiri, harus melibatkan antar sektor. Kolaborasi antara Pemkot, operator bus, arsitek lokal, dan komunitas transportasi bisa menghasilkan desain terminal yang inklusif. Terminal yang ramah difabel, ramah lansia, dan ramah penumpang dari bus AKAP luxury akan memberi dampak sosial yang luas.

Ke depannya saat terminal Cicaheum telah direnovasi dengan sangat matang, saya yakin akan semakin banyak dilirik operator bus AKAP luxury. Hal ini bisa membuka peluang rute baru yang lebih meluas, meningkatkan konektivitas antarprovinsi, dan menambah pertumbuhan perekonomian kota Bandung disektor wisata transportasi darat.

Baca Juga: Ujian Nyata Walikota Farhan: Normalisasi Sungai Cinambo atau Banjir Warisan?

Walaupun kota Bandung ini masih sedikit peminat dari operator Bus AKAP karena terminalnya belum begitu layak untuk disinggahi bus AKAP luxury. Untuk ke depannya jika terminal Cicaheum berhasil untuk direnovasi, saya optimis untuk kota Bandung bakal menjadi trayek yang menggiurkan. Berujung meningkatnya pendapatan kota Bandung itu sendiri.

Sebagai pecinta bus luxury, saya sangat berharap orang nomor satu (1) tersebut bisa melihat potensi ini dari adanya kedatangan armada bus AKAP luxury. Terminal Cicaheum bukan hanya tempat transit, tapi bisa juga menjadi simbol kemajuan Bandung dalam menghadirkan layanan transportasi darat yang modern, nyaman, mewah, aman, dan berkelas. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dean 'Izzan Rahmani
Mahasiswa S1 Digital Public Relations Telkom University Angkatan 2024. Seorang mahasiswa yang suka mencoba bus-bus AKAP Premium (Cititrans, Juragan-99, & Gunung Harta Transport Solutions)

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)