Sarana Bus Trans Metro Jabar Terus Meningkat, Halte Terbengkalai Tak Diperhatikan Wali Kota Bandung?

Nufairi Shabrina
Ditulis oleh Nufairi Shabrina diterbitkan Rabu 10 Des 2025, 14:30 WIB
Prasarana halte di daerah Mohamad Toha yang terlihat banyak coretan dan kerusakan tak terurus menyebabkan ketidaknyamanan bagi penumpang, pada 30 November 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nufairi Shabrina)

Prasarana halte di daerah Mohamad Toha yang terlihat banyak coretan dan kerusakan tak terurus menyebabkan ketidaknyamanan bagi penumpang, pada 30 November 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nufairi Shabrina)

Metro Jabar Trans (MJT), sebagai bentuk perubahan dari Trans Metro Pasundan (TMP), kerap digadang-gadang sebagai transportasi umum modern Bandung. Fasilitas bus yang bersih dan tertata, informasi jalur yang jelas, dan biaya yang rendah menjadikannya sebagai alternatif transportasi umum pilihan bagi berbagai kalangan.

Ternyata fasilitas bus yang nyaman dibaliknya terdapat kondisi halte yang kumuh, gelap tak beratap, dan sangat minim fasilitas harus menjadi fokus utama bagi Wali Kota Bandung, yaitu M Farhan.

Bahkan siapa sangka pada beberapa titik, halte yang seharusnya memberi kenyaman tersebut hanya sekadar papan bertuliskan “Bus Stop” tanpa pelindung, tempat duduk, informasi jalur, maupun lampu sebagai penerang. Kondisi halte tersebut dapat dilihat pada beberapa titik seperti wilayah Buah Batu, Antapani, Bojongloa dan Sukajadi, yang tak mampu melindungi penumpang dari teriknya panas matahari maupun derasnya hujan. 

Dibalik keunggulannya seperti daya tarif rendah, kendaraan yang bersih dan tertata, serta rute yang jelas. Ketimpangan yang signifikan antara kualitas bus dan fasilitas halte ini menimbulkan pertanyaan bagi publik. “Apakah sudah cukup tepat dan layak untuk disebut sebagai transportasi yang aman dan nyaman?” Kemana perginya peran orang nomor satu di Kota Bandung tersebut, disaat banyaknya keluhan berdatangan akan kondisi halte yang tak terurus.

Puspita Sari, salah seorang penumpang yang mengaku telah menggunakan MJT selama dua tahun,mengungkapkan bahwa kenyamanan dan biaya yang terjangkau membuat ia lebih memilih MJT daripada transportasi umum lain.

"Saya lebih memilih Metro Jabar Trans karena merasa lebih nyaman dibandingkan yang lain, dan harganya un pas dikantong pelajar,” ujarnya pada 30 November 2025.

Sangat disayangkan, berbagai keunggulan yang dimiliki oleh transportasi modern tersebut tak menutup kenyataan dari kekurangan yang ada. “Fasilitas pada haltenya perlu diperbaiki kembali, karena menurut saya halte merupakan fasilitas yang sangat penting bagi penumpang untuk menunggu kedatangan bus,” tambah Puspita.

Tak hanya dirasakan oleh seorang, ternyata Nuriah, salah seorang penumpang, mengungkapkan bahwa ia sudah merasa nyaman dengan fasilitas bus, tetapi  kurang merasa puas dengan fasilitas dan kondisi haltenya.

“Saya merasa fasilitas di dalam busnya sudah sangat nyaman karena tidak ada pedagang asongan, namun saya kurang puas dengan fasilitas haltenya,” ucapnya. 

Prasarana halte di Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung yang hanya menampilkan papan bertuliskan “Bus Stop” tanpa prasarana pendukung lainnya seperti tempat duduk, atap dan informasi rute, pada 30 November 2025. (Sumber: Nufairi Shabrina | Foto: Nufairi Shabrina)
Prasarana halte di Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung yang hanya menampilkan papan bertuliskan “Bus Stop” tanpa prasarana pendukung lainnya seperti tempat duduk, atap dan informasi rute, pada 30 November 2025. (Sumber: Nufairi Shabrina | Foto: Nufairi Shabrina)

Halte bus yang seharusnya memberikan kenyamanan bagi para penumpang malah memberi kesan yang kurang mengenakan, karena banyaknya halte yang terbengkalai, kosong dan kumuh tak beratap, tak ada tempat duduk, penerangan maupun informasi jalur yang jelas. Kenyamanan, ketenangan, bahkan keamanan tak dapat dirasakan oleh penumpang karena kurangnya fasilitas tersebut, apalagi bagi penumpang yang menunggu pada malam hari. 

Sebagai penutup, wanita berkacamata tersebut mengungkapkan harapan dan saran untuk pemerintah setempat demi meningkatkan fasilitas.

“Saya sangat berharap fasilitas bus terutama haltenya dapat diperbaiki dan ditingkatkan, jika bisa dibuatkan juga kuesioner berkala agar pemerintah tahu keluhan dari masyarakat mengenai kepuasan fasilitas MJT,” ujarnya.

Baca Juga: Penumpukan Sampah di Ujung Berung Sudah Tidak Terkendali, Warga Mulai Kewalahan

Melalui keluhan masyarakat sebagai penumpang, diharapkan petugas Pemerintah Kota Bandung, M Farhan dapat memberikan perhatian lebih pada prasarana penunjang layanan MJT yang selama ini terabaikan.

Perbaikan dan pembenahan halte bukan merupakan sebatas pelengkap, namun sebagai kunci untuk mewujudkan transportasi publik benar-benar fungsional dan layak bagi semua. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nufairi Shabrina
Telkom University Student, majoring in Digital Public Relations

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Jan 2026, 13:38 WIB

Gali Potensi, Raih Prestasi

Pengalaman LDKB menjadi bekal berharga bagi kita untuk terus menggali potensi diri, memperbaiki diri, meraih prestasi
Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Jan 2026, 11:05 WIB

Interior Bus Listrik Metro sebagai Pengalaman Ruang Bergerak di Kota Bandung

Transportasi publik dalam konteks ini, dipahami sebagai ruang interior bergerak yang dialami secara nyata oleh pengguna/penumpang.
Bus listrik metro. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Biz 24 Jan 2026, 21:30 WIB

Menyelami Dinamika Properti Indonesia: Antara Regulasi, Pasar, dan Integritas Developer

Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti.
Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti. (Sumber: Freepik)
Beranda 24 Jan 2026, 09:15 WIB

Memaknai Filosofi Warna Wayang Golek sebagai Cermin Karakter dan Arti Kehidupan

Tak hanya posisi mahkota, warna pada wajah wayang juga menjadi kunci untuk memahami filosofi karakter.
Tatang Ruhiana dan koleksi wayan goleknya yang dijual di galeri Alan Ruchiat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 22:10 WIB

Normalisasi Sungai Mandiri: Kepemimpinan RT/RW Menjawab Tantangan Banjir

Kabupaten Bandung termasuk wilayah yang hampir setiap musim penghujan mengalami banjir di sejumlah titik.
Ketua RT 02 dan warga membersihkan tumbuhan liar dan semak semak di aliran sungai. (Foto: Jumali indrayanto)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 20:43 WIB

Kualitas Perjalanan Warga Bandung Menurun, Evaluasi Infrastruktur Transportasi Mengemuka

Kemacetan di Bandung membuat perjalanan harian warga lebih lama, menurunkan produktivitas, dan menurunkan kenyamanan mobilitas. Perlu pengaturan lalu-lintas lebih baik.
Pengendara terjebak macet di Buah Batu Ketika hujan turun, Senin (01/12/2025). (Foto: Nabila Khairunnisa P)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 19:47 WIB

Lisa Blackpink di Bandung Barat: Antara Gengsi Global dan Ujian Tatakrama Kita

Lisa Blackpink syuting di Bandung Barat? Intip alasan Netflix memilih Citatah dan bagaimana warga menyikapi bocornya lokasi syuting tersebut.
Salah satu tebing karst yang terus dijaga bersama adalah Tebing Citatah 125 karena di sinilah sejarah panjat tebing Indonesia bermula. (Sumber: Eiger)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 17:24 WIB

Industri Sepak Bola Putri Indonesia Sedang Bertumbuh di Tengah Kekosongan Liga Resmi

Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat.
Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat. (Sumber: MilkLife Soccer Challenge)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:58 WIB

Menata Ulang Wajah Transportasi Bandung

Lalu lintas Bandung yang terbilang sangat padat telah menjadi masalah bagi warga sejak tahun 2024.
Kemacetan Bandung Pada malam hari (21.52 WIB) di Jln. Terusan Buah Batu. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Muhammad Airell Fairuzia)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:24 WIB

Kota Wisata dengan Beban Mobilitas Tinggi: Tantangan Tata Transportasi Bandung

Pemerintah sudah mencoba menerapkan berbagai cara untuk mengatasi permasalahan kemacetan, namun masih tak kunjung menemukan solusi yang tepat.
Kemacetan arus lalu lintas di ruas jalan Buah Batu, Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, menjadi pemandangan sehari hari bagi warga yang melintas (03/12/2025). (Sumber: Ramadhan Dwiadya Nugraha)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 15:58 WIB

Menjaga Pertumbuhan di Tengah Krisis Fiskal: Strategi Obligasi dan Sukuk Jawa Barat

Ekonomi Jawa Barat pada Triwulan II 2025 tumbuh solid sebesar 5,23% year-on-year. Namun, di balik angka yang tampak menjanjikan itu, terdapat bayangan tantangan fiskal yang semakin nyata.
Ilustrasi obligasi dan sukuk daerah memperluas inklusi keuangan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 15:01 WIB

Ketika Mobilitas Tersendat, Kepercayaan Publik Ikut Tergerus

Kemacetan yang terus menerus terjadi membuat masyarakat Bandung semakin resah.
Pengendara mobil dan motor yang menunggu macet di malam hari (02/11/2025). (Foto: Sherina Khairunisa)
Ayo Jelajah 23 Jan 2026, 14:03 WIB

Kisah Para Warga Bandung yang Terjerat Tipu Daya Judi Online Kamboja

Judi online jaringan Kamboja menjalar hingga Bandung lewat iklan kerja digital. Anak muda direkrut sebagai operator dari rumah kontrakan atau luar negeri dengan janji gaji bulanan yang terlihat wajar.
Ilustrasi judi Kamboja.
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 13:38 WIB

Dana Indonesiana Tertunda, Pelestari Budaya Ngada Alami Tekanan Mental

Dana Indonesiana belum cair, program budaya Ngada tertunda, pelakunya menghadapi tekanan sosial dan mental di kampungnya sendiri.
Desa Adat Bena. (Sumber: Arsip pribadi narasumber)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 12:08 WIB

Catatan Awal Tahun dari Wargi Bandung

Januari 2026 tiba, udara Bandung terasa berbeda.
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 10:07 WIB

Semestinya Kita Berefleksi dari Bencana Sumatra

Peristiwa ini bukan sekadar kabar duka dari satu wilayah, melainkan cermin rapuhnya kesiapsiagaan kita menghadapi bencana yang berulang.
Sisa banjir di Sumatra Barat pada awal Desember 2025. (Sumber: pkp.go.id)
Beranda 23 Jan 2026, 06:49 WIB

Konsistensi infoantapani Menyapa Warga Antapani Selama 12 Tahun, Bukan Cuma Urusan Algoritma dan Engagement

Akun ini tidak ingin dipandang sebagai media yang semata-mata mengutamakan kecepatan, namun juga tidak memilih gaya bahasa yang saklek, kaku, atau terlalu formal.
Owner dan founder @infoantapani, Venda Setya Nugraha. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 06:33 WIB

Bunderan Cibiru dan Tumpukan Kendaraan

Bunderan Cibiru menjadi salah satu titik macet yang ada di Bandung.
Macet menjelang Malam Natal dan Tahun Baru. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 22 Jan 2026, 21:00 WIB

Hanya 'Keajaiban' yang Bisa Menuntaskan Masalah Kemacetan di Kota Bandung

Macetnya Kota Bandung kerap menjadi sorotan, bagaimana cara mengatasinya?
Padatnya Kota Bandung pada sore hari, Rabu (3/12/2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Venecia Fiantika)
Ayo Biz 22 Jan 2026, 18:39 WIB

Industri Belajar Bernapas Hijau: Ketika Sustainability Jadi Nafas Baru

Dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, industri dapat menekan dampak negatif melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan.
Dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, industri dapat menekan dampak negatif melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan. (Sumber: Freepik)