Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

3 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID – Informasi di kawasan Ciumbuleuit kerap bergerak lewat jalur yang sederhana: pesan langsung, unggahan singkat, dan kepedulian warga sekitar. Dari ruang yang jauh dari hiruk-pikuk redaksi media arus utama, Info Ciumbuleuit hadir sebagai media warga yang menghubungkan kebutuhan informasi sehari-hari masyarakat Bandung Utara.

Akun media sosial ini dikelola seorang diri oleh Dio Rama (29) sejak 7 Maret 2022, berangkat dari pengalaman personal ketika informasi penting di lingkungan sekitar kerap tidak menemukan jalannya sendiri ke warga yang membutuhkan.

“Awalnya itu dari hal-hal kecil. Nemuin KTP, kejadian kecelakaan di jalan, atau info yang sebenarnya penting tapi nggak semua orang tahu. Dari situ kepikiran, kenapa nggak dibikin satu akun yang fokus ke wilayah Ciumbuleuit,” ujar Dio.

Baca Juga: Konsistensi infoantapani Menyapa Warga Antapani Selama 12 Tahun, Bukan Cuma Urusan Algoritma dan Engagement

Berawal dari unggahan penemuan kartu identitas hingga peristiwa darurat di jalanan, Info Ciumbuleuit tumbuh perlahan dengan mengandalkan kedekatan sosial. Dalam empat tahun perjalanannya, akun ini menjelma menjadi rujukan warga untuk memperoleh informasi cepat, terutama dalam situasi mendesak seperti pohon tumbang, kecelakaan lalu lintas, hingga gangguan keamanan.

“Biasanya warga langsung DM. Ada pohon tumbang, ada kecelakaan, atau kejadian mendadak. Kadang informasinya belum lengkap, tapi saya coba pilah dulu,” kata Dio.

Meski dikelola seorang diri, upaya menjaga akurasi tetap menjadi perhatian utama. Setiap laporan yang masuk diusahakan melalui proses pengecekan sebelum dipublikasikan, terutama untuk memastikan kronologi dan konteks kejadian.

Tidak ada tim editor di balik akun tersebut. Seluruh proses—mulai dari menerima laporan, verifikasi, pengambilan gambar, penyuntingan visual, hingga penulisan keterangan—dilakukan sendiri. Berbagai aplikasi sederhana dimanfaatkan untuk menyajikan informasi secara rapi dan mudah dipahami warga, sembari tetap berpegang pada prinsip dasar jurnalistik seperti 5W+1H dan ketepatan data.

Baca Juga: Modal Kolaborasi dan Relasi, Cerita SeputarSoettaBdg Bertahan di Tengah Riuhnya Media di Bandung

“Semua saya kerjain sendiri. Dari nerima laporan, ngecek ke lapangan kalau memungkinkan, sampai edit foto atau video dan nulis caption. Jadi memang harus ekstra hati-hati,” ujarnya.

Sebagai media warga, kehati-hatian menjadi prinsip yang terus dijaga. Tidak semua laporan langsung diunggah. Informasi yang belum jelas akan ditahan hingga mendapat kepastian guna menghindari kesalahpahaman atau konflik di kemudian hari.

“Kalau infonya belum jelas, saya lebih milih ditahan dulu. Soalnya sekali di-posting, dampaknya bisa ke banyak orang. Apalagi kalau nyangkut ke masalah warga,” kata Dio.

Keterbatasan sebagai media tanpa badan hukum juga menghadirkan tantangan tersendiri. Setiap unggahan memiliki risiko, terutama ketika informasi menyangkut konflik atau dugaan pelanggaran. Teror dan intimidasi pernah dialami, sementara bayang-bayang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) menjadi kekhawatiran yang tak terelakkan.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Info Coblong, Media Akar Rumput yang Menjadi Jembatan Aspirasi dan Etalase UMKM Warga

“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.

Dalam situasi tersebut, verifikasi dilakukan berlapis—mulai dari konfirmasi kepada pelapor, penelusuran lapangan, hingga komunikasi dengan aparat setempat. Relasi yang terbangun dengan perangkat wilayah perlahan membuat Info Ciumbuleuit diakui sebagai mitra informasi oleh warga dan aparat.

“Tujuan saya bukan cari sensasi. Yang penting informasinya sampai dan bisa membantu warga,” ujar Dio.

Kepercayaan publik menjadi modal utama. Dukungan warga hadir bukan hanya dalam bentuk laporan informasi, tetapi juga partisipasi dalam berbagai aksi sosial, seperti penggalangan donasi untuk korban kecelakaan hingga kegiatan solidaritas di lingkungan sekitar. Dari situ, Info Ciumbuleuit berkembang menjadi ruang bersama yang mempertemukan kebutuhan informasi dan kepedulian sosial.

“Kalau warga sudah percaya, itu tanggung jawab besar. Sekali saja salah, kepercayaannya bisa hilang,” kata Dio. “Makanya saya benar-benar jaga konten yang diunggah. Nggak cuma soal cepat, tapi juga soal dampaknya ke warga.”

Meski sempat menerima tawaran untuk bergabung dengan pihak tertentu, pengelola Info Ciumbuleuit memilih bertahan sebagai media independen. Bagi Dio, menjaga jarak dari kepentingan tertentu menjadi cara untuk mempertahankan kepercayaan warga, meski berarti berjalan dengan segala keterbatasan.

Baca Juga: Saat Homeless Media jadi Rujukan Warga, Cerita di Balik Admin Akun Instagram info.sekeloa

Hingga kini, Info Ciumbuleuit masih beroperasi dengan pola yang sama: menerima laporan, memilah informasi, dan menyebarkannya kembali ke warga. Setiap unggahan lahir dari interaksi langsung dengan lingkungan sekitar—dari pesan singkat warga, foto kejadian di jalan, hingga percakapan dengan aparat wilayah—membentuk alur informasi yang terus bergerak mengikuti denyut kehidupan sehari-hari di Ciumbuleuit.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 10:28

Mabuk Sejarah dalam 'Telunjuk dan Pelatuk'

Resensi buku kumpulan cerpen 'Telunjuk dan Pelatuk' karya Ikrom Rifai.

sampu buku Telunjuk dan Pelatuk.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 19:02

Pengalaman Mengikuti Lomba Baca Puisi Sunda 'Wangsit Siliwangi' (1964) Karya Wahyu Wibisana

Pengalaman berharga mengikuti lomba baca puisi Sunda membawakan karya legendaris Wahyu Wibisana, "Wangsit Silwangi" (1964). Menghayati setiap bait sastra penuh makna dan nuansa perjuangan budaya.

Ilustrasi penulis sedang membacakan puisi Bahasa Sunda "Wangsit Siliwangi" karya Wahyu Wibisana (1964). (Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 17:34

5 Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University Harumkan Nama Indonesia di ICIC 2026

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 15:25

Hari Lansia Internasional, sebagai Momen Kebersamaan bagi para Lansia

Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Lansia Internasional, apakah ini hanya momen peringatan? Ada sejarah yang tidak pernah dibaca generasi muda, tetapi ingatan para lansia tetap menyimpannya.

Diproyeksikan jumlah lansia terus meningkat dan pada tahun 2045 akan mencapai 20 persen atau hampir satu per lima dari total penduduk. (Sumber: Freepik/Jcomp)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 14:09

Perbedaan Antara Cara Penyangraian Torrefacto dengan Kopi Tiam

Perbedaan utama kopi torrefacto dan kopi tiam terletak pada proses karamelisasinya. Torrefacto menyangrai biji dengan gula, sementara kopi tiam menambahkan margarin atau mentega dan gula.

Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 11:26

Revitalisasi Kereta Api: Tulang Punggung Transportasi di Jawa Barat

Bagaimanapun juga hadirnya kereta api ini membuka oase panjang, transportasi yang setiap hari menjadi perbincangan di tengah masyarakat, transportasi yang ditunggu-tunggu di era kemacetan

Mengangkat barang sekaligus memandu penumpang menjadi tugas keseharian para porter di Stasiun Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 08:24

Bandung Benahi Drainase, Jangan Lupakan Pompa dan Kolam Retensi

Pembangunan drainase dan pompa tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan. Kota membutuhkan data spasial yang akurat.

Sistem pencegahan banjir di kota Bandung dengan perbaikan drainase, pompa dan kolam retensi (Sumber: dokpri - dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 07:55

Masa Depan Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum

Kapasitas SDM pengelola museum dan pelaku seni di Bandung harus digenjot secara total.

Ilustrasi Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 20:36

Sarapan Pagi Estetik di Dapoer Pagi Cianjur

Menyambangi Cianjur tidak lengkap jika tidak mengeksplor kulinernya. Dapoer Pagi menjadi salah satu tempat yang bisa dicoba bagi mereka yang mencari tempat kuliner yang estetik

Menu Bubur Mandarin Dapoer Pagi Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 19:12

Kerancuan dalam Penamaan Geografi Lokal antara Gunung dan Bukit di Indonesia Khususnya di Jawa Barat

Artikel ini mengulas fenomena kerancuan penamaan geografi lokal di Indonesia, di mana perbukitan sering kali salah kaprah disebut sebagai gunung, serta dampaknya terhadap aspek pemetaan wilayah.

Potret bangunan yang menduduku perbukitan di Kawasan Bandung Utara (KBU) (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 17:32

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan Perspektif Fikih Lingkungan Muhammadiyah

Membandingkan perspektif Thanos dengan Muhammadiyah dalam isu lingkungan.

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan perspektif fikih lingkungan Muhammadiyah.  (Sumber: Gemini AI)
Beranda 30 Sep 2026, 15:19

Manusia Bisa Hidup Tanpa AI, Tapi Bagaimana Bila Tanpa Air?

Manusia masih bisa hidup tanpa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, manusia tidak bisa hidup tanpa air.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 11:40

Mempertahankan Tata Kelola Kota Kebanggaan Warga Bandung

Seringkali kita temukan pada saat pemilihan umum, data ganda ini penyebabnya dari perubahan data kependudukan yang belum terbarui dengan baik di dalam sistem pusat.

Kawasan padat penduduk di Tamansari, Kota Bandung, Senin 5 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 10:39

Pergumulan Bandung Menjelang Magrib

Dibalik wajah cantiknya Bandung yang gemerlap ada mereka yang datang pada waktu menjelang magrib untuk mencari toko tutup sebagai tempat tidur sementara.

Sejumlah ruas di Kota Bandung masih dipenuhi tunawisma saat malam tiba (Sumber: pexels)