Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan Selasa 03 Feb 2026, 19:00 WIB
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID – Informasi di kawasan Ciumbuleuit kerap bergerak lewat jalur yang sederhana: pesan langsung, unggahan singkat, dan kepedulian warga sekitar. Dari ruang yang jauh dari hiruk-pikuk redaksi media arus utama, Info Ciumbuleuit hadir sebagai media warga yang menghubungkan kebutuhan informasi sehari-hari masyarakat Bandung Utara.

Akun media sosial ini dikelola seorang diri oleh Dio Rama (29) sejak 7 Maret 2022, berangkat dari pengalaman personal ketika informasi penting di lingkungan sekitar kerap tidak menemukan jalannya sendiri ke warga yang membutuhkan.

“Awalnya itu dari hal-hal kecil. Nemuin KTP, kejadian kecelakaan di jalan, atau info yang sebenarnya penting tapi nggak semua orang tahu. Dari situ kepikiran, kenapa nggak dibikin satu akun yang fokus ke wilayah Ciumbuleuit,” ujar Dio.

Baca Juga: Konsistensi infoantapani Menyapa Warga Antapani Selama 12 Tahun, Bukan Cuma Urusan Algoritma dan Engagement

Berawal dari unggahan penemuan kartu identitas hingga peristiwa darurat di jalanan, Info Ciumbuleuit tumbuh perlahan dengan mengandalkan kedekatan sosial. Dalam empat tahun perjalanannya, akun ini menjelma menjadi rujukan warga untuk memperoleh informasi cepat, terutama dalam situasi mendesak seperti pohon tumbang, kecelakaan lalu lintas, hingga gangguan keamanan.

“Biasanya warga langsung DM. Ada pohon tumbang, ada kecelakaan, atau kejadian mendadak. Kadang informasinya belum lengkap, tapi saya coba pilah dulu,” kata Dio.

Meski dikelola seorang diri, upaya menjaga akurasi tetap menjadi perhatian utama. Setiap laporan yang masuk diusahakan melalui proses pengecekan sebelum dipublikasikan, terutama untuk memastikan kronologi dan konteks kejadian.

Tidak ada tim editor di balik akun tersebut. Seluruh proses—mulai dari menerima laporan, verifikasi, pengambilan gambar, penyuntingan visual, hingga penulisan keterangan—dilakukan sendiri. Berbagai aplikasi sederhana dimanfaatkan untuk menyajikan informasi secara rapi dan mudah dipahami warga, sembari tetap berpegang pada prinsip dasar jurnalistik seperti 5W+1H dan ketepatan data.

Baca Juga: Modal Kolaborasi dan Relasi, Cerita SeputarSoettaBdg Bertahan di Tengah Riuhnya Media di Bandung

“Semua saya kerjain sendiri. Dari nerima laporan, ngecek ke lapangan kalau memungkinkan, sampai edit foto atau video dan nulis caption. Jadi memang harus ekstra hati-hati,” ujarnya.

Sebagai media warga, kehati-hatian menjadi prinsip yang terus dijaga. Tidak semua laporan langsung diunggah. Informasi yang belum jelas akan ditahan hingga mendapat kepastian guna menghindari kesalahpahaman atau konflik di kemudian hari.

“Kalau infonya belum jelas, saya lebih milih ditahan dulu. Soalnya sekali di-posting, dampaknya bisa ke banyak orang. Apalagi kalau nyangkut ke masalah warga,” kata Dio.

Keterbatasan sebagai media tanpa badan hukum juga menghadirkan tantangan tersendiri. Setiap unggahan memiliki risiko, terutama ketika informasi menyangkut konflik atau dugaan pelanggaran. Teror dan intimidasi pernah dialami, sementara bayang-bayang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) menjadi kekhawatiran yang tak terelakkan.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Info Coblong, Media Akar Rumput yang Menjadi Jembatan Aspirasi dan Etalase UMKM Warga

“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.

Dalam situasi tersebut, verifikasi dilakukan berlapis—mulai dari konfirmasi kepada pelapor, penelusuran lapangan, hingga komunikasi dengan aparat setempat. Relasi yang terbangun dengan perangkat wilayah perlahan membuat Info Ciumbuleuit diakui sebagai mitra informasi oleh warga dan aparat.

“Tujuan saya bukan cari sensasi. Yang penting informasinya sampai dan bisa membantu warga,” ujar Dio.

Kepercayaan publik menjadi modal utama. Dukungan warga hadir bukan hanya dalam bentuk laporan informasi, tetapi juga partisipasi dalam berbagai aksi sosial, seperti penggalangan donasi untuk korban kecelakaan hingga kegiatan solidaritas di lingkungan sekitar. Dari situ, Info Ciumbuleuit berkembang menjadi ruang bersama yang mempertemukan kebutuhan informasi dan kepedulian sosial.

“Kalau warga sudah percaya, itu tanggung jawab besar. Sekali saja salah, kepercayaannya bisa hilang,” kata Dio. “Makanya saya benar-benar jaga konten yang diunggah. Nggak cuma soal cepat, tapi juga soal dampaknya ke warga.”

Meski sempat menerima tawaran untuk bergabung dengan pihak tertentu, pengelola Info Ciumbuleuit memilih bertahan sebagai media independen. Bagi Dio, menjaga jarak dari kepentingan tertentu menjadi cara untuk mempertahankan kepercayaan warga, meski berarti berjalan dengan segala keterbatasan.

Baca Juga: Saat Homeless Media jadi Rujukan Warga, Cerita di Balik Admin Akun Instagram info.sekeloa

Hingga kini, Info Ciumbuleuit masih beroperasi dengan pola yang sama: menerima laporan, memilah informasi, dan menyebarkannya kembali ke warga. Setiap unggahan lahir dari interaksi langsung dengan lingkungan sekitar—dari pesan singkat warga, foto kejadian di jalan, hingga percakapan dengan aparat wilayah—membentuk alur informasi yang terus bergerak mengikuti denyut kehidupan sehari-hari di Ciumbuleuit.

News Update

Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 16:38

Panduan Wisata ke Little Venice Kota Bunga, Wisata Kanal ala Italia di Kaki Gunung Gede

Destinasi tematik di Kota Bunga ini menghadirkan kanal buatan, bangunan Eropa, dan wahana keluarga dengan latar pegunungan.

Little Venice Kota Bunga Puncak.
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 14:59

Menuju Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung yang Progresif dan Berkeadilan: Kebijakan Insentif Pajak Bumi dan Bangunan

Strategi pelestarian cagar budaya yang progresif dan berkelanjutan untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian Cagar Budaya dan kepastian hak ekonomi pemilik Cagar Budaya.

Pengendara melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa 21 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Mei 2026, 13:51

Panjat Dinding, Prestasi dan Profesi yang Langka

Prestasi panjat dinding Indonesia didominasi nomor speed, sementara kekurangan route setter jadi kendala perkembangan atlet.

Panjat dinding. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 11:25

5 Tempat Kuliner dan Restoran Pilihan dengan View Ikonik di Ciwidey Bandung

Panduan tempat makan di Ciwidey dengan view paling menarik. Dari warung sederhana hingga restoran unik di tepi danau.

Warung Kabut, Ciwidey.
Ayo Biz 06 Mei 2026, 11:23

Kita Butuh Isinya, Bukan Wadahnya

Jaga Bumi Ecomart mengajak belanja tanpa kemasan sekali pakai lewat konsep *refill* dan *reuse*. Pesannya sederhana: yang dibutuhkan adalah isi, bukan wadah, demi mengurangi sampah.

Beragam produk hasil recycle di Jaga Bumi Ecomart, menunjukkan limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 09:45

Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

Kawula muda Kota Bandung sangat beruntung karena kota tempat mereka beraktifitas di sekolah punya seribu buat menghilangkan kepenatan sebagai pelajar di tahun 1980-an.

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 07:39

Dari Loyalitas ke Konsumsi, Ketika Bobotoh dan Merchandise Jadi Satu Cerita

Dukungan klub kini bukan hanya emosi, tapi juga konsumsi. Artikel ini mengulas perubahan loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender.

Loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender. (Sumber: TikTok @terracedistric)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 20:28

Panduan Wisata Taman Safari Bogor, Tiket, Wahana, dan Safari Journey

Panduan lengkap Taman Safari Bogor mencakup harga tiket, Safari Journey, wahana, pertunjukan satwa, serta tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Wisata Taman Safari Indonesia di kawasan Puncak, Bogor. (Sumber: Taman Safari Indonesia)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 18:05

Mobilitas Tinggi, Perlindungan Rendah: Catatan Hari Buruh dari Sektor Transportasi Darat

Mobilitas transportasi darat meningkat, tetapi perlindungan pengemudi tertinggal. Hari Buruh menyoroti risiko tinggi, jam kerja panjang, dan lemahnya pengawasan di sektor logistik dan bus.

Ilustrasi sejumlah pengemudi truk logistik dan bus sedang memperingati hari buruh 1 Mei. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 17:22

Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.

Sejumlah siswa berjualan aneka produk makanan saat acara Market Day di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/12/2023) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 16:28

Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Prolog)

Keheningan dan kesederhanaan Lembang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menorehkan kesan yang tiada duanya.

Kartu pos yang bergambarkan gunung Tangkuban Parahu pada masa kolonial Belanda. Lokasi tepat dari gambar ini adalah kawasan jalan Setiabudi atas/Terminal Ledeng, dan foto diambil dari loteng Villa Isola). (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 13:37

10 Netizen Terpilih April 2026: Bandung di Mata Pendatang, antara Bayangan dan Kenyataan

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 13:14

Tamasya ke Pulau Biawak, Wisata Pulau Konservasi di Laut Jawa

Wisata Pulau Biawak Indramayu mencakup akses dari Karangsong, mercusuar Belanda, habitat biawak liar, kondisi terumbu karang, serta tips kunjungan ke pulau.

Pulau Biawak, Indramayu. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 05 Mei 2026, 10:46

Mal BTM yang Tergerus Perubahan Cara Orang Berbelanja

Mal BTM di Bandung perlahan sepi seiring perubahan cara orang berbelanja ke digital, memangkas peran toko fisik dan menggeser rantai distribusi tradisional.

Suasana mal BTM terasa sunyi, pengunjung tak lagi seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 09:25

Setiap Kata adalah Arsip Sejarah

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama. (Sumber: Pexels | Foto: BOOM 💥 Photography)
Beranda 05 Mei 2026, 09:15

Nasib Pekerja Informal yang Setiap Hari Dikejar Setoran, Tapi Masa Depan Tak Pernah Ikut Dijamin

Kisah dua saudara yang berjuang di tengah keterbatasan peluang kerja dan ketidakpastian upah sebagai petugas parkir demi menyambung hidup hari demi hari.

Sudah hampir 20 tahun Ade bekerja sebagai petugas parkir untuk menyambung hidup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 04 Mei 2026, 21:56

Belajar dari Tragedi KA Argo: Sudah Saatnya Ubah Cara Awasi Perlintasan Biar Mobil Mogok Tak Lagi Jadi Maut

Tragedi KA Argo 2026 mendesak PT KAI untuk memodernisasi keamanan perlintasan sebidang guna mencegah mobil mogok akibat gangguan elektromagnetik dan rel yang tidak rata.

(Sumber: Pixels | Foto: Irsyad Rifqi)