Konsistensi infoantapani Menyapa Warga Antapani Selama 12 Tahun, Bukan Cuma Urusan Algoritma dan Engagement

4 menit baca
Nisrina Nuraini
Ditulis oleh Nisrina Nuraini diterbitkan
Owner dan founder @infoantapani, Venda Setya Nugraha. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Owner dan founder @infoantapani, Venda Setya Nugraha. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)

AYOBANDUNG.ID - Di tengah arus perubahan media sosial yang kian deras dan beragam, akun Instagram @infoantapani hadir dengan caranya sendiri. Akun ini tidak ingin dipandang sebagai media yang semata-mata mengutamakan kecepatan, namun juga tidak memilih gaya bahasa yang saklek, kaku, atau terlalu formal.

Sejak awal, @infoantapani lahir dari sisi paling personal—bersifat lokal dan terasa dekat dengan warganya. Akun ini digagas oleh sang owner sekaligus founder, Venda Setya Nugraha (34), warga Antapani yang berinisiatif mendirikan @infoantapani pada 2014. Awalnya, akun ini dimaksudkan sebagai wadah informasi warga sekaligus “homeless media” yang bertujuan mempermudah arus informasi di kawasan Antapani.

Berangkat dari hobi memotret dan keinginan menyimpan berbagai momen yang tertangkap lensa kameranya, Venda kemudian membuka akun Instagram sebagai ruang berbagi. Seiring waktu, akun tersebut berkembang dan kini menjadi salah satu rujukan informasi warga Antapani.

Tampilan Instagram @infoantapani. (Sumber: @infoantapani)
Tampilan Instagram @infoantapani. (Sumber: @infoantapani)

“Dulu, setiap habis foto-foto suka bingung mau simpan di mana. Akhirnya banyak yang cuma jadi sampah digital di laptop,” ujar Venda, menjelaskan alasan awal dirinya memilih Instagram sebagai medium berbagi. Dari situlah @infoantapani resmi lahir sebagai proyek personal, sekaligus ruang gerak pribadinya dalam membagikan informasi seputar Antapani.

Bermodalkan pemahaman dasar ilmu desain serta pengalamannya sebagai desainer grafis, Venda merancang tampilan @infoantapani sesuai dengan visinya. Mulai dari desain, tata letak visual, hingga logo—yang terinspirasi dari salah satu ajang bergengsi, Japan International Film Festival—semuanya dikerjakan sendiri.

Menurut Venda, @infoantapani menjadi wadah ideal untuk menyalurkan berbagai konten yang menarik perhatian warga. Kontennya pun beragam, mulai dari informasi kuliner, tempat baru di Antapani, lowongan pekerjaan, laporan kehilangan barang, hingga daftar lokasi yang dulu sempat dikenal namun kini telah hilang dari lanskap Antapani masa kini.

Sentuhan personal menjadi ciri khas utama @infoantapani. Akun ini tidak dipaksakan untuk beradaptasi atau menyerupai gaya akun informasi daerah lain. Justru, Venda sengaja menjaga jarak dari pola visual dan gaya penyajian feeds maupun story yang lazim digunakan akun sejenis.

“Sejak awal, komposisi @infoantapani memang ditujukan sebagai akun infotainment. Pembagiannya kira-kira 20 persen informasi dan 80 persen hiburan. Kontennya harus terasa menghibur atau setidaknya membantu warga Antapani mencari informasi ringan sehari-hari,” jelasnya.

Pilihan tersebut diambil berdasarkan pengamatan pribadi terhadap karakter media yang ia bangun. Venda menyadari betul bahwa akun yang ia kelola secara mandiri ini bukanlah media yang berpijak pada kaidah jurnalistik secara utuh.

Ia mengaku hanya mendalami jurnalistik foto dari waktu ke waktu. Namun, justru di situlah nilai adaptif dan daya bertahan menghadapi perkembangan zaman menjadi bagian penting dalam perjalanannya.

Kehadiran @infoantapani juga tidak dimaksudkan untuk menjadi “segala-galanya” bagi semua segmen audiens. Venda menegaskan, akun ini dirancang sebagai ruang yang aman, ringan, dan akrab—agar warga Antapani bisa semakin dekat serta mengenal lingkungannya sendiri.

Salah satu unggahan akun @infoantapani. (Sumber: @infoantapani)
Salah satu unggahan akun @infoantapani. (Sumber: @infoantapani)

Meski begitu, isu sensitif tidak serta-merta dihindari. Venda menjelaskan bahwa dirinya tidak ragu mengangkat isu-isu tersebut, selama proses kurasi informasi dilakukan dengan jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kurasi yang dimaksud mencakup pengecekan langsung kepada pihak yang mengirim informasi melalui pesan langsung (DM). Informasi tersebut kemudian diperdalam lewat komunikasi lanjutan, disertai data dan keterangan pendukung sebelum dipublikasikan.

Untuk peristiwa yang bersifat mendadak atau sulit diprediksi, Venda memilih turun langsung ke lokasi kejadian guna memastikan kebenaran informasi. Ia mengaku senang jika @infoantapani dapat terus menjadi perantara informasi bagi warga Antapani saat ini.

Perjalanan membangun akun ini tentu tidak selalu mulus. Salah satu pengalaman pahitnya terjadi saat ia tanpa sengaja me-repost sebuah isu sensitif yang kemudian menyinggung aparat tertentu.

“Waktu itu pernah salah sasaran. Saya me-repost isu sensitif, dan yang didatangi justru saya, bukan akun pertama yang mengunggahnya,” tuturnya.

“Alhamdulillah, semuanya berakhir secara kekeluargaan. Dari akun ini juga, koneksi saya jadi luas dan sempat mendapat pembelaan di saat dibutuhkan,” lanjut Venda.

Setelah 12 tahun mengelola @infoantapani, kendala terbesar yang ia rasakan adalah pengaturan waktu dan energi. Pasalnya, ia mengelola akun ini seorang diri tanpa bantuan tim. Tak jarang, kritik muncul dari warga yang merasa informasi yang diunggah kurang lengkap.

“Dulu sempat punya tim, tapi lama-lama saya lebih nyaman bekerja sendiri. Jadi lebih leluasa menentukan arah konten. Kalau ada komplain dari warga, ya dimaklumi saja,” ujarnya. Bagi Venda, respons tersebut merupakan bagian dari umpan balik atas konten yang ia bagikan.

Dalam upaya meningkatkan engagement, Venda membangun ikatan emosional dengan audiens melalui konten-konten personal seputar lingkungan Antapani. Salah satunya dengan menghadirkan konten nostalgia dan rekomendasi. Dari interaksi itulah, peluang monetisasi dan kerja sama perlahan muncul.

“Paid promote biasanya dua kali seminggu. Dalam sebulan hampir pasti ada saja tawarannya. Selain itu, ada juga kerja sama berbentuk kontrak tahunan,” jelasnya. Untuk konten berbayar, sebagian besar pihak menghubunginya langsung melalui DM atau nomor pribadi.

Sementara untuk kerja sama jangka panjang, Venda memilih aktif “menjemput bola”—mulai dari menyusun pitch deck, melakukan presentasi, hingga bernegosiasi harga yang disepakati kedua belah pihak.

Penentuan harga pun disesuaikan dengan segmentasi brand yang bekerja sama. Tidak semata soal nominal, @infoantapani juga memberi ruang bagi pelaku UMKM dengan skema pembayaran yang disesuaikan dengan kelas usahanya.

Venda menambahkan, setiap kerja sama dapat dikolaborasikan secara utuh. Salah satu contohnya saat @infoantapani terlibat dalam Event Antapani Run pada Desember 2025. Dalam acara tersebut, berbagai brand yang bekerja sama mendapat peran masing-masing untuk mendukung jalannya acara.

Bagi Venda, @infoantapani akan terus bertahan sebagai rumah informasi warga Antapani. Akun ini diharapkan mampu menjadi penopang informasi paling ringan dan dekat—hal-hal yang kerap dianggap sepele, namun sejatinya bernilai bagi kehidupan warga.

Bukan semata soal algoritma atau pertumbuhan pengikut, melainkan tentang kehadiran yang utuh: menyampaikan informasi dengan rasa, kedekatan, dan ruang personal sebagai identitas utamanya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Sep 2026, 13:32

Api Biru Papandayan: Ketika Foto Indah Justru Bisa Menyimpan Bahaya

Foto yang baik tidak harus menjadi bukti bahwa fotografer berhasil mengalahkan jarak.

Fenomena blue fire. (Sumber: kemenparekraf.go.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 10:19

Jejak Kuliner Nusantara: Telaah Literatur Resep Masakan Indonesia Pascakemerdekaan (1950–1979)

Secara keseluruhan, literatur resep masakan kurun 1950 hingga 1979 berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern.

Di antara buku-buku resep masakan yang terbit pada kurun 1950 hingga 1979 telah berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 08:28

Kado Istimewa Hari Jadi Kota Bandung:  Penghargaan Nasional Layanan Investasi

Pada semester pertama tahun 2026 telah mencatatkan angka investasi yang sangat impresif, yaitu melampaui Rp 6 triliun

Penghargaan Nasional Layanan Investasi 2026 untuk  kota Bandung (Sumber: dok bandung.go.id)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 20:45

Becak Listrik Bandung dan Penyakit Lama Kebijakan Publik

Becak listrik adalah alat produksi. Ia menghasilkan uang hanya ketika bergerak dan membawa penumpang. Kalau baterai habis, ada risiko pendapatan hilang.

Becak listrik bantuan Presiden tiba di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayobandung)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 18:56

Koleksi Media Cetak Lawas: Merawat Ingatan dan Sumber Pengetahuan 

Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan instan, koleksi media cetak lawas menghadirkan cara lain untuk memahami perjalanan bangsa.

Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 17:27

Toponimi yang Lahir dari Respons Indra Manusia terhadap Stimulus Gempa 

Guncangan gempa bumi yang besar dengan kehancuran permukiman, akan menimbulkan emosi dan rasa takut, sebab inilah yang dapat menjadi alasan lahirnya toponim Cieundeur dan Cigenjlong.

Korban Gempa Cianjur. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 16:03

Mengapa Sejarah Kelam G30S Harus Tetap Dibaca?

Seyogianya sejarah harus tetap dibaca, meski itu adalah sejarah kelam. Sejarah bukanlah alat untuk menebar kebencian, tetapi dari sejarah kita belajar. Pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila.

Poster rilis film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI tahun 1984 oleh Perusahaan Produksi Film Negara. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 13:53

Mengapa Hari Tani dan Reforma Agraria Penting bagi Warga Bandung?

Petani dan usaha pertanian di Kota Bandung masih ada dan terus bertahan,

Hamparan sampah di kota Bandung dan petani yang sedang beraktivitas (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 09:25

Kenapa Biaya Publish Scopus Berbeda? Simak Alasannya!

Biaya publikasi jurnal Scopus sering disalahpahami akademisi. Pahami siapa yang menetapkan biayanya, cara cek tarif resmi, dan cara menyusun anggaran publikasi yang realistis.

Ilustrasi akademisi sedang menyusun jurnal ilmiah. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 08:34

Pelecehan terhadap Perempuan di Ruang Keagamaan

Pelecehan seksual terhadap perempuan tidak menutup kemungkinan terjadi di ruang-ruang keagamaan.

Perempuan seringkali menjadi satu-satunya korban yang harus menanggung traumanya juga beban sosial yang seharusnya ditanggung oleh para pelaku. (Sumber: pexels)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 20:44

KDM Muncul di 'Financial Times' dan Sinyal Radar Kekuasaan Global

Ketika Financial Times mengangkat KDM dalam salah satu reportasenya, yang terjadi bukan sekadar peliputan, melainkan juga sinyal ihwal adanya potensi perubahan lanskap politik.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 19:26

Dari Wilayah Ilir ke Ulu: Sejarah Jembatan Ampera Peninggalan Soekarno

Jembatan Ampera merupakan jembatan yang menghubungi kedua wilayah yaitu Ulu dan Ilir yang terpisah oleh Sungai Musi. Jembatan ini menyimpan berbagai sejarah yang tersimpan di dalamnya.

 (Sumber: Balai Diklat Keuangan Palembang | Foto: Angga Sunda Prima)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 17:23

Ikon Bandung Pilihan Saya: 'Toko Buku Djawa'

Toko Buku Djawa bukan sekadar toko buku lama di Braga, tetapi juga bagian dari memori masa kecil dan jejak perubahan budaya kawasan tersebut.

Etalase toko buku Djawa di Jalan Braga no. 79, Kota Bandung. (Sumber: Flickr | Foto: fatmanabilla)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 16:27

Review Ingatan Sosok Figur Publik yang Pernah Menjabat Walikota Bandung

Setiap pemimpin akan meninggalkan kesan dan jejak sejarah. Sosok walikota Bandung yang diketengahkan di sini adalah Ateng Wahyudi dan Dada Rosada. Layak menjadi sosok figur publik untuk dikenang.

Walikota dari masa ke masa : R. Husein Wangsaatmadja (1976 - 1983), H. Ateng Wahyudi (1983 - 1993), Wahyu Hamidjaja (1983 - 1998), Aa Tarmana (1998 - 2003). (Sumber: Instagram | Foto: Musium Kota Bandung)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 15:23

Konservasi Khusus Owa dan Celepuk Indonesia

Lindungi owa, primata setia Indonesia dan celepuk, burung hantu kecil Indonesia dari kepunahan. Upaya konservasi habitat dan penyelamatan satwa ini demi menjaga keseimbangan ekosistem hutan berharga.

Owa Jawa. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: A.Baihaqi)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 13:59

Keadilan Ekonomi untuk Guru

Guru masih diposisikan sebagai pahlawan, itu pun tanpa tanda jasa, tanpa ada jalan keluarnya, menganggap bahwa guru hanya sukarela, keilmuannya tidak sebesar gaji karyawan non pendidikan.

Sejumlah siswa saat beraktivitas di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 8 Cimahi, Jalan Kerkof, Kota Cimahi, Kamis 18 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 10:26

Potret Destinasi dan Lanskap Kuliner Bogor Tahun 2000

Memasuki milenium baru pada tahun 2000, Bogor tetap mengukuhkan posisinya sebagai destinasi gastronomi yang tak lekang oleh waktu.

Es Pala, minuman segar khas Bogor. (Sumber: ChatGPT | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 09:02

Ada Warga yang Mungkin Hilang dari Radar Data Pemerintah Kota Bandung

Kehidupan bergerak cepat, sementara pemutakhiran data bergerak lambat. Maka, muncullah apa yang diistilahkan sebagai invisible citizens.

Warga sedang antre menerima bantuan sosial. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)