Modal Kolaborasi dan Relasi, Cerita SeputarSoettaBdg Bertahan di Tengah Riuhnya Media di Bandung

Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Rabu 14 Jan 2026, 07:30 WIB
Rezza Radian Zulfikar (kanan) dan Muhammad Saeful, pengelola homeless media seputarsoetta.bdg. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Rezza Radian Zulfikar (kanan) dan Muhammad Saeful, pengelola homeless media seputarsoetta.bdg. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Jalan Soekarno Hatta Bandung merupakan salah satu jalan arteri utama dan terpanjang di Kota Bandung. Jalan dengan dua jalur ini terbentang sepanjang 18,46 kilometer, menurut Google Maps, dari Bundaran Sudirman di sebelah Barat Kota Bandung hingga Bundaran Cibiru di sebelah Timur.

Selain itu, jalan yang pengelolaanya di bawah pemerintah pusat ini menjadi jalur vital yang menghubungkan berbagai wilayah selatan Bandung. Di kala lebaran, Jalan Soekarno Hatta ini juga menjadi pilihan utama pemudik yang menuju arah timur dan barat Bandung Raya.

Dengan posisinya yang sangat penting, tak heran bila Jalan Soekarno Hatta menjadi pusat aktivitas komersial dan residensial. Di sepanjang jalurnya tersimpan beragam cerita keseharian warganya.

Cerita-cerita itu kini banyak terhimpun dalam akun homeless media @seputarsoetta.bdg.

Berawal dari akun pribadi bertema otomotif, akun ini bertransformasi menjadi media publik yang membagikan berbagai informasi seputar Jalan Soekarno Hatta dan sekitarnya. Rezza Radian Zulfikar (30), pengelola akun tersebut, membagikan kisah awal terbentuknya akun tersebut.

Rezza Radian Zulfikar, pengelola akun @seputarsoetta.bdg. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Rezza Radian Zulfikar, pengelola akun @seputarsoetta.bdg. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

“Awal ceritanya itu akun pribadi tentang otomotif. Terus jadi media repost. Cuma ke sini-ke sini kepikiran, ‘kenapa sih nggak turun langsung kalau ada kejadian?’ Sekarang juga banyak yang nge-tag,” ungkap Rezza, Jumat (10/1/26).

Ia menambahkan, “Pas awal 2025, ada teman yang nyaranin jadiin akun media aja. Kebetulan rumah juga di situ. Lagi gabut juga sih sebenarnya.”

Dari obrolan santai di warung kopi, akun tersebut perlahan berkembang. Sejak awal 2025, @seputarsoetta.bdg menjelma menjadi salah satu rujukan informasi bagi lebih dari 26 ribu pengikut untuk mengetahui kondisi terkini Bandung, khususnya di sepanjang Jalan Soekarno Hatta. Informasi yang dibagikan mulai dari kemacetan, kecelakaan, hingga peristiwa lain di ruang publik.

“Instagram awalnya 17 ribu, sekarang setahun jadi 26,4 ribu followers. TikTok 6 ribu. YouTube masih sekitar 50 subscriber, itu juga main di konten short,” jelas Rezza.

Tak hanya menerima laporan warga seputar kondisi jalan, akun ini juga menampung informasi kegiatan, kebakaran, hingga tindak kriminal. Seiring waktu, jangkauan informasinya pun meluas hingga ke berbagai daerah di Jawa Barat.

“Kontennya bentuknya video atau foto. Bukan tulisan berita,” kata Rezza.

“Yang ngelapor juga banyak. Jadi nggak cuma dari Soetta saja, tapi se-Jabar,” tambahnya.

Saat ditanya soal preferensi audiens antara konten ringan dan isu berat, Rezza mengaku konten viral masih mendominasi.

“Kalau dilihat-lihat, yang cepat naik itu biasanya yang viral. Baru semenit bisa langsung 3 sampai 5 ribu views,” ujarnya.

Akun Instagram @seputarsoetta.bdg (Sumber: @seputarsoettabdg)
Akun Instagram @seputarsoetta.bdg (Sumber: @seputarsoettabdg)

Dalam mempublikasikan informasi, Rezza kini lebih banyak mengandalkan laporan warga yang menandai atau mengajukan kolaborasi ke akun @seputarsoetta.bdg. Meski bukan media resmi, ia menegaskan tetap menjaga etika dalam memilah konten.

“Sekarang jarang turun langsung ke lapangan. Biasanya langsung di-tag lewat kolaborasi di Instagram. Kecuali kalau isunya besar atau kejadiannya dekat rumah, baru turun,” ucapnya.

Ia juga mengaku selektif menerima konten. “Ada yang nge-tag kolaborasi, tapi isinya joget atau senam. Itu biasanya nggak saya terima,” katanya.

Rezza menambahkan, “Kalau kecelakaan yang terlalu banyak darah juga nggak saya unggah.”

Seiring meningkatnya jumlah penonton dan pengikut, semangat Rezza untuk menata akun ini sebagai media informasi publik kian tumbuh. Selain membantu warga, akun tersebut juga menjadi pekerjaan sampingan bagi Rezza dan tiga orang timnya.

“Kalau lagi FYP, notif bisa jebol. Dari situ jadi makin semangat. Oh, ya sudah, akunnya saya seriusin,” ungkapnya.

Soal pemasukan, Rezza menyebut mayoritas berasal dari kerja sama promosi. “Kebanyakan dari endorse. Ada yang minta tolong promosiin. Kadang dibayar produk, kadang uang,” jelasnya.

Dalam perjalanannya, Rezza mulai merasakan manfaat dari relasi yang terbangun dengan berbagai pihak. Mulai dari aparat kepolisian setempat, sesama pengelola akun informasi lokal, hingga wartawan dan pelaku usaha kuliner di Bandung.

“Enam bulan terakhirlah. Pernah ditilang polisi, aman. Teman-teman wartawan juga baik-baik. Kadang makan di suatu tempat malah di kasih gratis, karena dulu mereka pernah endorse lewat kita,” ujarnya sambil tertawa.

Akun TikTok @seputarsoetta.bdg (Sumber: @seputarsoettabdg)
Akun TikTok @seputarsoetta.bdg (Sumber: @seputarsoettabdg)

Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama saat harus turun langsung ke lokasi kejadian.

“Kalau ke lapangan itu tantangannya paling terasa. Soalnya dasar kita bukan reporter atau wartawan. Kadang susah akses,” ungkap Rezza.

Ia mencontohkan pengalaman terberatnya saat meliput konflik Sukahaji. “Itu yang paling berat. Sampai sempat ada gesekan fisik dan senjata,” katanya.

Kisah SeputarSoettaBdg menjadi bukti bahwa di tengah riuhnya media besar di Bandung, kedekatan personal dan relasi antarwarga masih menjadi modal utama untuk bertahan. Rezza pun menyimpan harapan besar untuk masa depan akun yang ia kelola.

“Harapannya ingin punya kantor sendiri. Ingin jadi media yang resmi dan diakui,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Apr 2026, 09:42

Ciseeng, Endapan Laut Purba yang Dikukus Panas Bumi

Endapan travertin Cisѐѐng yang membukit, merupakan endapan dari masa lalu kini, yang sudah berlangsung jutaan tahun.

Gundukan endapan travertin, semula bentuknya menyerupai sѐѐng, menyerupai dandang, dan di dalamnya terdapat air panas yang terus membual. Inilah yang menjadi inspirasi para karuhun untuk menamai kawasan ini Cisѐѐng. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 08:50

Mitigasi El Nino Godzilla untuk Ketenagakerjaan

Para pekerja sangat rentan terkena dampak kabut asap , temperatur ekstrim serta debu beterbangan yang bisa membahayakan jiwanya.

Kekeringan akibat perubahan iklim El Nino di  di Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 20:13

Komunitas Lite Rock Society Wadah Ekspresi Musisi Rock Bandung dari Radio K-Lite FM

Radio K-Lite FM melalui program musik Lite Rock, kini memberikan kesempatan kepada band-band rock di seputaran Kota Bandung.

Host Lite Rock bersama Band Rain of Doom dan penggiat rock Ghowo Van Bares dalam sesi talk show di K-Lite FM Bandung. (Foto: Band Rain of Doom)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 18:26

Bandung Setelah Asia-Afrika: Apa yang Tersisa?

Kota yang menyimpan jejak Konferensi Asia-Afrika 1955 sekaligus menghadapi jarak antara simbol solidaritas masa lalu dan realitas tantangan masa kini.

eringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 17:52

Mengapa Jalur Sepeda di Kota Bandung Gagal Jadi Solusi Transportasi?

Jalur sepeda di Kota Bandung masih menghadapi konflik ruang dan lemahnya implementasi kebijakan, sehingga belum mampu menjadi alternatif transportasi harian yang andal dan selamat.

Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 16 Apr 2026, 16:23

DU 68, Lapak Jalanan yang Tumbuh Jadi Ruang Berkumpul Pecinta Musik Analog

DU 68 berawal dari lapak kaset sederhana di jalanan Bandung, lalu tumbuh menjadi ruang berkumpul bagi pecinta musik analog yang bertahan di tengah dominasi era digital.

Di sudut Dipatiukur, DU 68 Musik menjadi tempat singgah para pencinta musik analog. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 16:19

Reinventing Bandung Kota Diplomasi, Nyalakan Lagi Solidaritas Asia Afrika!

Bentuk solidaritas bangsa Asia Afrika yang relevan dan aktual perlu dirumuskan kembali. Karena eksploitasi dan penjajahan sejatinya masih ada.

Ilustrasi diorama Konferensi Asia Afrika di Museum KAA Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 16 Apr 2026, 15:25

7 Kegiatan, Wisata, dan Kuliner yang Paling Cocok Dinikmati Saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kegiatan seru saat cuaca dingin, mulai dari kuliner hangat, ngopi santai, hingga staycation nyaman.

Ilustrasi ngopi di kafe saat cuaca dingin. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 15:16

Fariz R.M. Mengasah Bermusiknya di Bandung

Pernah tinggal dan memulai menajamkan karier bermusiknya di Kota Bandung pada awal tahun 1980-an.

Fariz R.M. - Musik Rasta. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 13:51

TikTok, Trotoar, dan Eksistensi

Ihwal kreativitas digital memang layak dirayakan, tetapi ruang publik tetap menyimpan fungsi sosial yang tak bisa sepenuhnya dapat digantikan oleh layar.

Konten kreator TikTok bernyanyi secara daring menggunakan smartphone (telepon pintar) di Jalan Babakan Siliwangi, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 12:16

Strategi Industri Kuliner Jabar Menyiasati Kelangkaan Plastik Akibat Konflik Iran–Israel

Kenaikan harga dan kelangkaan plastik akibat konflik Iran–Israel memengaruhi UMKM kuliner di Jawa Barat.

Ilustrasi bahan plastik. (Sumber: Pixels | Foto: Castorly Stock)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 10:43

Bandung dan Hasrat yang Disublimasi: Membaca Fenomena Nongkrong sebagai Pelarian Psikis

Menuliskan budaya nongkrong di Kota Bandung dalam kacamata Sigmund Freud.

Salah satu suasana kafe di Kota Bandung (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Haifa Rukanta)
Sejarah 16 Apr 2026, 10:42

Hikayat Cadas Pangeran, Jejak Derita Pribumi Sepanjang Jalan Raya Daendels

Cadas Pangeran jadi saksi kerja paksa era Daendels, ribuan rakyat tewas demi proyek Jalan Raya Pos di Jawa Barat.

Jalan di Cadas Pangeran antara tahun 1910-1930-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 08:54

Dengan Puisi Bandung Menghias Sanggul Ibu Pertiwi

Bandung sangat pantas dinobatkan sebagai kota puisi, atau setidaknya kota yang sangat puitis.

Ilustrasi dengan Puisi Bandung menghias sanggul Ibu Pertiwi. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 20:00

Artemis II: Kepulangan Empat Astronot dan Langkah Menuju Misi Bulan Berikutnya

Kelanjutan kisah 4 astronot dengan Kesuksesan misi Artemis II, yang menjadi dasar evaluasi bagi misi berikutnya, yakni Artemis III dalam program eksplorasi Bulan, oleh NASA.

Empat astronot Artemis II berhasil mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, setelah menyelesaikan misi mengelilingi Bulan. (Sumber: NASA)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 19:22

Belajar Membaca Jalanan Bandung dari Dalam Angkot

Angkot di Bandung bertahan tanpa sistem yang jelas. Banyak pengguna beralih ke transportasi umum daring karena kepastian layanan, namun kondisi ini justru turut memperparah kemacetan.

Sejak lama, angkot menjadi bagian dari keseharian mobilitas warga Kota Bandung, meski kini perannya mulai tergeser oleh moda transportasi umum daring. (Foto: Irfan Alfaritsi/ayobandung.com)
Bandung 15 Apr 2026, 18:23

Collab Magnet: Cara Bangun Kolaborasi yang Tepat di Era Zaman Penuh Kreativitas

Intip strategi menjadi Collab Magnet di industri kreatif bersama Mirsha Shahnaz Azahra. Pahami pentingnya relevansi, kredibilitas, dan nilai brand dalam kolaborasi.

Mirsha, Co-founder sekaligus Brand Director Monday Coffee Bandung memahami konsep kolaborasi yang efektif membutuhkan waktu, bahkan proses trial and error masih menjadi bumbu harian dalam perjalanannya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 18:01

Ketar-ketir Perajin Tahu Tempe, Adakah Insentif dari Pemkot Bandung?

Kebijakan impor kedelai yang diterapkan ternyata belum menyeimbangkan pasokan kedelai di dalam negeri.

Perajin menyelesaikan pembuatan tempe di Jalan Muararajeun, Kota Bandung, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 17:14

Dari Bandung ke Lembang: Kota Sejuk yang Menjadi Ruang Nyaman bagi Pendatang

Perubahan suasana dari hiruk pikuk Kota Kandung menuju ketenangan yang lebih alami di Lembang.

Farmhouse Lembang. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 15 Apr 2026, 16:42

Panduan Wisata Stone Garden Padalarang, Taman Batu Karst dengan Jejak Laut Purba

Stone Garden Padalarang menawarkan lanskap batu kapur purba, jalur trekking ringan, serta nilai geologi dan arkeologi unik dalam satu destinasi wisata alam.

Objek wisata Stone Garden, Padalarang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)