Quo Vadis BKKBN dalam Kepungan Patologi Sosial

6 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Ilustrasi perubahan perilaku generasi milenial dan Z. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ilustrasi perubahan perilaku generasi milenial dan Z. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Eksistensi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan dinas kependudukan yang ada di setiap daerah perlu cara baru untuk mengatasi norma keluarga yang kini telah dikepung oleh patologi atau penyakit sosial dan masalah akut psikologi kaum remaja.

 BKKBN telah di persimpangan jalan dalam era digitalisasi saat ini. Perkembangan teknologi sangat berpengaruh terhadap gaya pengasuhan anak yang menjadi faktor dominan pembentuk kepribadian seseorang.

Mestinya BKKBN mesti mampu memberi pembekalan bagi para orangtua agar dapat meningkatkan keterampilan komunikasinya agar menjadi efektif dan tepat sasaran. Perlu media digital yang dibangun oleh BKKBN untuk membantu orangtua membangun hubungan positif, sehat dan berkualitas antara remaja dan orangtua sehingga keluarga dapat berperan sebagai sumber informasi dan tempat belajar yang terpercaya bagi anak.

Ilustrasi gejala gangguan kesehatan jiwa terhadap remaja. (Sumber: Freepik)
Ilustrasi gejala gangguan kesehatan jiwa terhadap remaja. (Sumber: Freepik)

Kecemasan Tinggi di Era Digital

 Era digital bisa melahirkan beberapa kondisi patologi sosial dan masalah psikologi. Kondisi banjir informasi dengan tingkat akurasi yang banyak bermasalah alias rendah menghasilkan ekosistem distorsi. 

Lahirlah ekosistem informasi yang menjadi habitat populasi dengan tingkat kecemasan tinggi. Terkait dengan Gen Z dikenal sebagai fenomena FOPO (Fear of Other People's Opinions). Yakni kondisi psikologis di mana individu merasa cemas atau khawatir tentang bagaimana mereka dinilai oleh orang lain. Di era digital, FOPO semakin relevan karena individu sering kali terpapar pada penghakiman publik melalui komentar, likes, atau bentuk umpan balik lainnya di media sosial.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi digital telah secara drastis mengubah cara manusia berinteraksi dan berkomunikasi.

Media sosial, layanan pesan instan, dan berbagai platform berbasis digital lainnya memungkinkan penyebaran informasi yang cepat, global, dan tanpa batas. Namun, komunikasi yang berciri cepat dan masif ini, sering kali tidak terkurasi dengan baik, dan dapat memunculkan tekanan psikologi model baru. 

Ada fenomena lain yang menyertai FOPO yakni YOLO dan FOMO. Semua fenomena itu menjadi tantangan psikologis yang amat berat yang bisa menghancurkan norma keluarga.

Fenomena YOLO (You Only Live Once) merupakan frasa yang pertama kali populer di kalangan anak muda dan menggambarkan pola pikir di mana individu cenderung mengambil keputusan impulsif atau berisiko dengan keyakinan bahwa hidup ini hanya sekali. Fenomena ini sering terlihat dalam budaya populer dan media sosial, di mana orang mempromosikan petualangan, pengalaman ekstrem, atau perilaku yang tidak konvensional.

Fenomena YOLO dapat dijelaskan melalui teori Motivasi Hedonis yang mengusulkan bahwa individu terdorong untuk mencari kesenangan dan menghindari rasa sakit (Freud, 1920). Di era digital, YOLO dimanifestasikan sebagai respons terhadap paparan konten yang menekankan pencapaian personal, gaya hidup yang mewah, atau pengalaman yang dianggap lebih bermakna, yang sering kali diperkuat oleh dampak media sosial.

 Fenomena FOMO (Fear of Missing Out) adalah kondisi psikologis di mana individu merasa cemas atau takut kehilangan peluang, pengalaman, atau informasi penting yang mungkin dialami oleh orang lain. FOMO dipicu oleh peningkatan penggunaan media sosial, di mana individu terus menerus dihadapkan pada gambaran kehidupan orang lain yang terlihat lebih menyenangkan, produktif, atau bermakna.

Fenomena ini juga dapat dikaitkan dengan Teori Kecemasan Sosial, di mana individu cenderung mengalami kecemasan ketika merasa tidak terlibat dalam aktivitas yang dilakukan oleh kelompok sosial mereka.

 Transformasi Program BKKBN Mengatasi Kerenggangan Keluarga

 BKKBN perlu melakukan Transformasi program.  Tidak hanya mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB). Namun juga menekankan program yang bisa mewujudkan keluarga bahagia yang  bisa mengatasi kerenggangan keluarga dan memperbaiki pola asuh anak.

Dengan kelembagaan yang telah eksis, program BKKBN terkait pembudayaan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) sebaiknya juga menekankan pola asuh anak yang sesuai dengan kondisi zaman.

 Saatnya transformasi program KB bukan hanya terfokus pada pendekatan pelayanan kontrasepsi, tetapi sebuah upaya mewujudkan keluarga Sejahtera, keluarga berkualitas dengan bertumpu pada implementasi  fungsi keluarga yang bahagia.

 Sejarah telah mencatat keberhasilan BKKBN dalam mengelola kebijakan kependudukan, yang ditandai dengan penghargaan Global Statesman Award dari Population Institute, Amerika Serikat, dan pada 1989 Presiden Soeharto menerima penghargaan tertinggi di bidang kependudukan dan keluarga berencana berupa United Nations Population Award dari

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), penghargaan yang sama baru diraih kembali pada 2022. Kini Indonesia telah menjadi center of excellence kependudukan dunia. Namun apa artinya jika masalah kerenggangan keluarga dan masalah komunikasi dalam keluarga memburuk.

Transformasi BKKBN bertujuan mewujudkan Indonesia menjadi bangsa yang memiliki norma keluarga sebagai prasyarat bagi terwujudnya kesejahteraan rakyat.

Kondisi remaja yang sedang mencari jati diri mengalami sejumlah perubahan,baik fisik maupun psikis. Perubahan secara fisik dan emosi, tidak jarang membuat remaja tidak nyaman, bahkan merasa aneh dan ketakutan. Sayangnya, remaja sering kesulitan mengungkapkan kekhawatirannya dengan lugas. Akibatnya, orangtua atau orang di sekitarnya sering salah paham atau memberikan respon yang tidak sesuai.

Perubahan juga terjadi pada aspek kecerdasan atau kognitif. remaja mulai mampu secara abstrak memikirkan berbagai kemungkinan terhadap sebuah kondisi yang dihadapinya. Namun, ini belum disertai kemampuan mengambil keputusan yang baru akan berfungsi optimal saat masa dewasa awal. Akibatnya, banyak tindakan remaja yang dinilai orang dewasa sebagai tidak berpikir panjang, terburu nafsu, seenaknya sendiri, dan sejenisnya.

Keluarga Indonesia memerlukan media komunikasi yang mampu menjelaskan kepada publik tentang kesehatan jiwa keluarga. Berbagai negara memiliki kanal panduan yang berbeda, walau isi panduan antarnegara cenderung sama. Misalnya, di Amerika Serikat, dokter dan psikolog menggunakan buku panduan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang diterbitkan pada 2013 oleh American Psychiatric Association.

Di Indonesia terdapat buku panduan berjudul Pedoman dan Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa III (PPDGJ-3) yang diterbitkan Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 1993. Diagnosis gangguan jiwa oleh dokter jiwa mesti mengikuti buku panduan PPDGJ-3 dan ICD-10 atas dasar Keputusan Menteri Kesehatan.

Komunikasi Digital Mempengaruhi Kesehatan Mental Individu

 Masyarakat perlu mendapatkan penyuluhan dan pemahaman terhadap kesehatan jiwa keluarga dan pola hidup yang mampu mencega penyakit jiwa.  BKKBN bersama instansi terkait perlu bersinergi membangun platform layanan kesehatan jiwa yang sesuai dengan perkembangan zaman. Sekedar catatan, Indonesia merupakan salah satu negara yang diberi catatan khusus oleh WHO bahwa ledakan depresi diprediksi bakal terjadi. Tentunya ini sangat serius. Karena dampak depresi bisa menyebabkan kualitas hidup keluarga terpuruk dan produktivitas keluarga bisa hancur.

Jika fenomena YOLO, FOMO, dan FOPO dihubungkan, muncul gambaran yang lebih luas mengenai bagaimana komunikasi digital mempengaruhi kesehatan mental individu. Paparan terus-menerus terhadap konten yang memicu perbandingan sosial, ketakutan akan kondisi pencilan, atau kekhawatiran tentang citra diri, secara kolektif dapat meningkatkan risiko kecemasan dan depresi.

Kompleksitas permasalahan yang terpantik akan terakumulasi dan menjadi beban psikologis tambahan yang memperberat tekanan. Akibatnya akan terjadi penurunan kualitas hidup dan ekses stress yang menjadi silent pandemi di tengah-tengah masyarakat. 

BKKBN yang memiliki misi membentuk keluarga bahagia mesti punya solusi terkait biaya sosial ekonomi karena adanya ekses eksponensial ini akan tinggi sekali.

Ketika seseorang mengalami stres, hipotalamus melepaskan hormon pelepas/rilis kortikotropin (CRH) yang merangsang kelenjar pituitari untuk menghasilkan hormon adrenokortikotropik (ACTH). ACTH kemudian merangsang kelenjar adrenal untuk melepaskan kortisol, hormon stres utama.

Kortisol memiliki peran penting dalam mengatur berbagai proses tubuh, termasuk sistem imun. Dalam kondisi normal, kortisol membantu mengendalikan respon peradangan/inflamasi, tetapi pada stres kronis yang berkepanjangan, kadar kortisol yang terus-menerus tinggi dapat menekan fungsi imun melalui beberapa mekanisme, antara lain, menghambat kinerja imunitas seluler, dimana kadar kortisol yang tinggi menghambat aktivitas sel-sel imun seperti sel limfosit T dan sel Natural Killer (NK), yang bertanggung jawab dalam mengelola infeksi virus dan kanker.

Stres kronis yang berkepanjangan menyebabkan berbagai jenis penyakit akan meningkat. Sementara tingkat produktivitas menurun karena kondisi fisik dan mental yang tidak memungkinkan untuk melakukan  kegiatan kreatif dan produktif.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)