Bandung dan Krisis Sunyi: Menyuarakan Kesadaran Kesehatan Mental di Kota Urban

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Rabu 12 Nov 2025, 17:37 WIB
Kesehatan mental yang baik berarti batin tenteram, pikiran jernih, dan emosi terkendali. Tanpa itu, aktivitas sehari-hari bisa terganggu, relasi sosial merenggang, bahkan muncul perilaku destruktif. (Sumber: Freepik)

Kesehatan mental yang baik berarti batin tenteram, pikiran jernih, dan emosi terkendali. Tanpa itu, aktivitas sehari-hari bisa terganggu, relasi sosial merenggang, bahkan muncul perilaku destruktif. (Sumber: Freepik)

AYOBANDUNG.ID -- Banyak orang masih beranggapan bahwa sehat berarti bebas dari penyakit fisik. Padahal, sehat sejati mencakup keseimbangan jasmani dan rohani. Pepatah latin Mens Sana In Corpore Sano mengingatkan bahwa tubuh yang sehat harus ditopang jiwa yang kuat.

Kesehatan mental yang baik berarti batin tenteram, pikiran jernih, dan emosi terkendali. Tanpa itu, aktivitas sehari-hari bisa terganggu, relasi sosial merenggang, bahkan muncul perilaku destruktif.

Gangguan mental hadir dalam berbagai bentuk, seperti stres, depresi, kecemasan, bipolar, ADHD, hingga NPD. Kesadaran menjaga mental health kini menjadi kebutuhan mendesak, terutama di kota besar seperti Bandung.

Data Kementerian Kesehatan RI tahun 2025 menunjukkan satu dari lima orang Indonesia mengalami gejala gangguan mental, mulai dari kecemasan hingga depresi berat. Angka ini menegaskan bahwa isu kesehatan mental bukan sekadar wacana, melainkan realitas yang harus dihadapi.

Pendiri Tim Hope for Indonesia, Diah Mahmuda, menegaskan bahwa menurut WHO, setiap detik ada satu orang di dunia yang bunuh diri. Total 800.000 kasus bunuh diri terjadi tiap tahun, menjadikannya penyebab kematian terbesar kedua bagi usia 15–29 tahun.

“Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, segera hubungi pihak yang bisa membantu,” ujar Diah kepada Ayobandung.

Namun stigma masih menjadi tembok besar. Banyak masyarakat Bandung menganggap pembicaraan tentang mental illness tabu, bahkan memalukan. Akibatnya, penderita memilih diam dan tidak terbuka kepada keluarga.

Kondisi ini diperparah oleh data Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) yang mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Bandung sebagai kota pelajar tentu menjadi bagian dari angka tersebut.

Menjawab keresahan itu, Diah menggagas program Hope for Indonesia untuk membangun kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental.

“Kegiatan ini bentuk keprihatinan kami setelah menerima berbagai aduan psikologi. Misalnya, saya sering menangani kasus Baby Blues atau Post Partum Depression pada ibu muda,” ungkap Diah.

Ia juga mencatat banyak mahasiswa dan pelajar SMA di Bandung mengalami stres berat hingga depresi yang menumpuk lama. Menurut Diah, kesehatan mental sama pentingnya dengan fisik. Tanpa mental yang sehat, aktivitas sehari-hari sulit dijalani.

Faktor eksternal seperti lingkungan rumah dan pertemanan sering memicu gangguan mental. Gejala awal kerap tak disadari, sehingga penanganan terlambat dan berakibat fatal.

“Kami mengamati fenomena tragis, di mana mahasiswa Bandung memilih bunuh diri. Ada yang baru ditemukan setelah beberapa hari meninggal di indekosnya,” kata Diah.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kesehatan mental bukan isu individu, melainkan masalah sosial yang membutuhkan perhatian kolektif. Oleh karena itu, Diah menekankan perlunya sinergi lintas pihak mulai dari pemerintah, kampus, komunitas, dan keluarga. “Membangun mental health awareness tidak bisa dilakukan sendiri,” kata Diah.

Program yang ia gagas pun bertujuan memberi pembekalan agar masyarakat mampu menjaga kesehatan mental diri sendiri dan orang terdekat. Langkah ini juga mengajarkan masyarakat untuk lebih memahami, menghargai, dan peduli terhadap orang lain dengan segala kekurangan dan masalahnya.

Data Dinas Kesehatan Jawa Barat mencatat lebih dari 9.143 orang dengan gangguan jiwa berat (ODGJ) mendapat pelayanan kesehatan di seluruh kabupaten/kota Jawa Barat pada 2024, termasuk Bandung. Angka ini menunjukkan bahwa kebutuhan layanan kesehatan mental di Bandung nyata dan terus meningkat.

Selain itu, Jawa Barat memiliki prevalensi depresi tertinggi di Indonesia, yakni 3,3 persen berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2025. Hal ini menegaskan bahwa Bandung sebagai pusat urban harus menjadi prioritas dalam penguatan layanan kesehatan jiwa. Dengan kondisi tersebut, Bandung membutuhkan ruang aman bagi warganya untuk berbicara tentang mental health tanpa stigma.

“Intinya, misinya adalah kami ingin memberikan kepedulian yang wujudnya nyata, gak cuman simpati saja tapi juga dengan mengulurkan tangan. Minimal kita bisa bergerak untuk mengurangi fenomena bunuh diri. “Jadi sekarang intinya bagaimana menyadarkan dan membangun kepedulian masyarakat,” ujar Diah.

Alternatif produk untuk membangun kesadaran kesehatan mental:

  1. https://s.shopee.co.id/3AzXA5CUsE
  2. https://s.shopee.co.id/6fZPKb2Agn
  3. https://s.shopee.co.id/7Kp67ancZd
  4. https://s.shopee.co.id/8V13VopCf1
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 10 Jan 2026, 19:34 WIB

Pisau Bermata Dua Naturalisasi: Prestasi, Bisnis, dan Tantangan Olahraga Indonesia

Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia.
Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia. (Sumber: Satria Muda Bandung)
Ayo Biz 10 Jan 2026, 16:11 WIB

Ribuan Sepeda Motor Menumpang Kereta, Tren Baru Mobilitas Masyarakat di Libur Panjang

Keramaian di stasiun besar pada akhir tahun 2025 hingga awal 2026 memperlihatkan wajah baru. Tidak hanya penumpang yang berdesakan menunggu keberangkatan, tetapi juga deretan sepeda motor.
Ilustrasi pengiriman sepeda motor melalui layanan kereta api menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin tetap praktis, aman, dan efisien dalam perjalanan liburan panjang. (Sumber: KAI Logistik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)
Beranda 09 Jan 2026, 11:20 WIB

PKL Cicadas Tolak Jalur BRT, Spanduk Protes Bermunculan: Kami Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Proyek

Berdasarkan temuan di lapangan, kegelisahan pedagang memuncak setelah adanya pendataan mendadak yang dilakukan dua kali, masing-masing oleh konsultan dan Satpol PP.
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas menolak pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:27 WIB

Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia

Suasana akrab dan inspiratif menyelimuti acara "Weekend Retreat" yang diselenggarakan oleh Bright Scholarship Regional Bandung.
Membangun Visi dan Networking: Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung Bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:01 WIB

Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya?
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 07:53 WIB

Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Kesadaran toleransi sedang ramai digaungkan, namun terkadang hanya dirasakan oleh penganut agama resmi versi pemerintah.
Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)