Pisau Bermata Dua Naturalisasi: Prestasi, Bisnis, dan Tantangan Olahraga Indonesia

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Sabtu 10 Jan 2026, 19:34 WIB
Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia. (Sumber: Satria Muda Bandung)

Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia. (Sumber: Satria Muda Bandung)

AYOBANDUNG.ID -- Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia. Keputusan Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) yang menetapkan Dame Diagne sebagai pemain lokal Indonesia pada Desember 2025 hanyalah satu potret kecil dari dinamika besar yang sedang berlangsung. Di balik sorotan lapangan, ada ekosistem bisnis, regulasi, dan identitas nasional yang saling bertaut, menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi masa depan olahraga Indonesia.

Proses naturalisasi atlet asing semakin masif dalam beberapa tahun terakhir. Data resmi DPR RI menunjukkan bahwa sepanjang 2025, sembilan atlet asing dari berbagai cabang olahraga disetujui untuk dinaturalisasi. Fenomena ini mencakup sepak bola, bola basket, hingga hoki es, menandakan bahwa strategi memperkuat tim nasional lewat naturalisasi telah menjadi kebijakan lintas cabang olahraga.

Kasus Dame Diagne memperlihatkan bagaimana naturalisasi bisa berjalan seimbang. Dia diketahui bukan sekadar pemain asing yang datang lalu dinaturalisasi, melainkan sosok yang tumbuh bersama ekosistem basket Indonesia, berlatih di klub lokal, dan berkontribusi nyata di SEA Games 2025 dengan medali perunggu. Hal ini menegaskan bahwa naturalisasi dapat berpadu dengan pembinaan jangka panjang, bukan sekadar jalan pintas.

Satria Muda Pertamina Bandung menjadi contoh kecil bagaimana klub memanfaatkan momentum ini. Managing Director Satria Muda Pertamina Bandung, Christian Ronaldo Sitepu menegaskan bahwa perubahan status Dame adalah bukti pembinaan jangka panjang.

“Kami menyambut keputusan ini dengan rasa syukur dan senang. Dame adalah pemain yang tumbuh dan berkembang bersama Satria Muda dan ekosistem bola basket Indonesia. Perubahan status ini menjadi bukti bahwa proses pembinaan jangka panjang dapat memberikan kontribusi nyata, baik bagi klub maupun Tim Nasional Indonesia,” ujar Christian.

Senada, Sport Director Satria Muda Pertamina Bandung, Youbel Sondakh menambahkan bahwa status lokal Dame memberi keuntungan strategis. Dia juga mengakui bagaimana klub melihat naturalisasi sebagai solusi praktis sekaligus investasi jangka panjang.

"Kami sangat senang dengan perubahan status Dame Diagne yang kini bisa bermain sebagai pemain lokal, terutama untuk kepentingan Tim Nasional Indonesia. Kehadirannya dapat menutup kekurangan yang kami miliki dan memberi dampak positif bagi tim di musim ini,” katanya.

Diketahui, Dame Diagne juga menjadi salah satu perwakilan Satria Muda Pertamina Bandung yang memperkuat Tim Nasional Indonesia dan turut berkontribusi dalam keberhasilan mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia pada ajang SEA Games 2025. Pencapaian tersebut menjadi bukti kontribusi nyata Dame di level internasional sekaligus mempertegas perannya sebagai pemain yang berkembang dan siap bersaing di level tertinggi.

Youbel juga menyoroti karakter permainan Dame yang dinilai mampu membawa energi baru bagi tim. “Dame adalah pemain yang enerjik, baik saat latihan maupun pertandingan, dan kehadirannya membawa warna baru bagi tim. Kontribusinya sangat terasa dari sisi pertahanan maupun serangan,” katanya.

Di balik cerita Dame, tren naturalisasi juga menimbulkan perdebatan. Di satu sisi, kehadiran pemain berstatus lokal dengan kualitas internasional memberi fleksibilitas komposisi tim dan meningkatkan daya saing. Di sisi lain, kritik muncul bahwa ruang bagi talenta asli bisa tergerus jika naturalisasi dilakukan secara berlebihan. Identitas nasional pun dipertaruhkan: apakah pemain asing yang dinaturalisasi benar-benar mencerminkan semangat Merah Putih?

Industri olahraga merasakan dampak langsung dari tren ini. Klub-klub basket dan sepak bola melihat naturalisasi sebagai cara meningkatkan daya tarik liga. Kehadiran pemain naturalisasi membuat pertandingan lebih kompetitif, penjualan tiket meningkat, sponsor tertarik, dan hak siar bernilai lebih tinggi. Liga menjadi panggung komersial yang lebih atraktif, membuka peluang bisnis baru bagi ekosistem olahraga.

Di level bisnis, naturalisasi menciptakan ekosistem baru. Klub dengan pemain naturalisasi memiliki nilai jual lebih tinggi, menarik sponsor global, dan memperluas pasar. Branding Indonesia sebagai negara yang serius membangun olahraga semakin kuat, membuka peluang diplomasi olahraga dan investasi internasional.

Namun, biaya naturalisasi tidak murah. Proses hukum, administrasi, dan komitmen jangka panjang membutuhkan dukungan finansial besar. Klub dan federasi harus menyeimbangkan antara investasi jangka pendek lewat naturalisasi dan pembinaan jangka panjang bagi atlet lokal. Jika tidak, industri olahraga bisa terjebak dalam siklus ketergantungan pada talenta asing.

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga menekankan bahwa naturalisasi harus berjalan seiring dengan pembinaan atlet lokal. Anggaran pembinaan olahraga meningkat pada 2025, menandakan komitmen negara menjaga keseimbangan antara strategi jangka pendek dan pembangunan jangka panjang. Regulasi ketat diperlukan agar naturalisasi tidak menimbulkan ketimpangan, melainkan memperkuat ekosistem.

Fenomena ini juga berdampak sosial. Publik menyambut positif ketika pemain asing menunjukkan komitmen membela Indonesia, namun tetap kritis terhadap proses yang dianggap mengurangi ruang bagi talenta asli. Diskursus ini memperkaya identitas olahraga Indonesia, menjadikannya arena perdebatan tentang nasionalisme, bisnis, dan prestasi.

Naturalisasi atlet asing, dengan segala peluang dan tantangannya, kini menjadi bagian tak terpisahkan dari industri olahraga Indonesia. Dame Diagne hanyalah satu wajah dari transformasi besar yang sedang berlangsung. Jika dikelola dengan bijak, naturalisasi bisa menjadi katalis bagi prestasi, bisnis, dan citra Indonesia di mata dunia. Namun jika berlebihan, ia bisa menjadi bumerang yang menggerus pembinaan lokal.

Industri olahraga Indonesia kini berada di persimpangan penting. Jalan yang dipilih akan menentukan apakah naturalisasi menjadi strategi berkelanjutan yang memperkuat ekosistem, atau sekadar jalan pintas yang meninggalkan masalah baru.

Alternatif kebutuhan olahraga basket atau produk serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/7pmmRbfmdg
  2. https://s.shopee.co.id/3qGdgKpcgK
  3. https://s.shopee.co.id/806CdrlNa0
  4. https://s.shopee.co.id/6fap3EdVQw
  5. https://s.shopee.co.id/9fEQcuR4RI

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 11 Jan 2026, 14:32 WIB

Resolusi Menjaga Kesehatan Mata dalam Keluarga dan Tempat Kerja

Masih banyak perilaku warga Kota Bandung yang bisa merusak mata orang lain namun tidak merasa berdosa.
Masih banyak perilaku warga Kota Bandung yang bisa merusak mata orang lain namun tidak merasa berdosa. (Sumber: Pexels/Omar alnahi)
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 13:09 WIB

Wargi Bandung 'Gereget' Pelayanan Dasar Masyarakat Tidak Optimal

Skeptis terhadap kinerja Pemerintah Kota Bandung demi pelayanan yang lebih baik.
Braga pada malam hari dan merupakan salah satu icon Kota Bandung, Rabu (3/12/2024). (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Nayla Andini)
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 11:01 WIB

Kabupaten Brebes Pasar Raya Geowisata Kelas Dunia

Kabupaten Brebes di Provinsi Jawa Tengah, memenuhi banyak kriteria untuk menjadi destinasi geowisata.
Fauna awal yang menjelajah Brebes sejak 2,4 juta tahun yang lalu. (Sumber: Istimewa)
Ayo Jelajah 11 Jan 2026, 11:00 WIB

Riwayat Bandit Kambuhan yang Tumbang di Cisangkuy

Cerita kriminal 1941 tentang Soehali residivis yang tewas tenggelam saat mencoba melarikan diri dari pengawalan.
Ilustrasi
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 09:51 WIB

Merawat Tradisi, Menebar Kebaikan

Jumat Berkah bukan sekadar soal memberi dan menerima, menjadi momentum yang tepat untuk terus menebar kebaikan dan kebenaran.
Pelaksanaan Jumat Berkah dilakukan secara bergantian oleh masing-masing DWP unit fakultas, pascasarjana, dan al-jamiah (Sumber: Humas UIN SGD | Foto: Istimewa)
Beranda 11 Jan 2026, 08:09 WIB

Cerita Warga Jelang Laga Panas Persib vs Persija, Euforia Nobar Menyala di Kiaracondong dan Cigereleng

Menurutnya, menyediakan ruang nobar justru menjadi cara paling realistis untuk mengelola antusiasme bobotoh dibandingkan berkumpul tanpa fasilitas atau memaksakan datang ke stadion.
Wildan Putra Haikal bersama kawan-kawannya di Cigereleng bersiap menggelar nobar Persib vs Persija. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 10 Jan 2026, 19:34 WIB

Pisau Bermata Dua Naturalisasi: Prestasi, Bisnis, dan Tantangan Olahraga Indonesia

Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia.
Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia. (Sumber: Satria Muda Bandung)
Ayo Biz 10 Jan 2026, 16:11 WIB

Ribuan Sepeda Motor Menumpang Kereta, Tren Baru Mobilitas Masyarakat di Libur Panjang

Keramaian di stasiun besar pada akhir tahun 2025 hingga awal 2026 memperlihatkan wajah baru. Tidak hanya penumpang yang berdesakan menunggu keberangkatan, tetapi juga deretan sepeda motor.
Ilustrasi pengiriman sepeda motor melalui layanan kereta api menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin tetap praktis, aman, dan efisien dalam perjalanan liburan panjang. (Sumber: KAI Logistik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)