Cerita Warga Jelang Laga Panas Persib vs Persija, Euforia Nobar Menyala di Kiaracondong dan Cigereleng

4 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Wildan Putra Haikal bersama kawan-kawannya di Cigereleng bersiap menggelar nobar Persib vs Persija. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Wildan Putra Haikal bersama kawan-kawannya di Cigereleng bersiap menggelar nobar Persib vs Persija. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID – Ribuan pasang mata bobotoh di Kota Bandung akan tertuju pada satu momen yang selalu dinanti. Laga Super League 2025/2026 sarat gengsi antara Persib vs Persija di Gelora Bandung Lautan Api mulai pukul 15.30 WIB!

Menjelang laga panas tersebut, euforia mulai terasa di berbagai sudut kota. Tidak hanya di stadion, semangat bobotoh juga hidup di ruang-ruang publik, salah satunya melalui kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar di Kecamatan Kiaracondong dan Kelurahan Cigereleng, Kecamatan Regol.

Sejak siang hari, halaman Kantor Kecamatan Kiaracondong tampak lebih sibuk dari biasanya. Karpet digelar di area nobar, monitor dipasang, dan panitia memastikan seluruh fasilitas siap digunakan sebelum kick-off besok sore. Bagi pihak kecamatan, laga Persib kontra Persija bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga tentang bagaimana euforia warga dapat difasilitasi secara aman dan tertib.

Jaka Sonia, seorang staf keamanan dan ketertiban di Kecamatan Kiaracondong. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Lukman Hidayat)
Jaka Sonia, seorang staf keamanan dan ketertiban di Kecamatan Kiaracondong. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Lukman Hidayat)

Jaka Sonia (34), staf keamanan dan ketertiban Kecamatan Kiaracondong sekaligus panitia nobar, mengatakan persiapan telah dilakukan sejak siang hingga malam hari. Fokusnya tidak hanya pada aspek teknis acara, tetapi juga pada pengaturan ruang dan keamanan.

“Dari siang kita sudah beberes. Mulai dari pasang monitor, ngatur tempat, sampai konsumsi juga kita siapkan. Persiapannya paling sampai malam, supaya besok tinggal jalan dan warga bisa nonton dengan nyaman,” ujar Jaka.

Berbeda dengan nobar di tempat komersial, panitia memilih konsep lesehan tanpa kursi. Karpet digelar agar warga dapat duduk bersama, lebih rapi, dan mudah dikendalikan. Kapasitas awal disiapkan sekitar 200 orang, meski pengalaman sebelumnya menunjukkan jumlah warga yang datang kerap melebihi perkiraan.

“Kita biasanya siapin sekitar 200 orang. Tapi pengalaman sebelumnya, yang datang bisa lebih. Kadang sampai ratusan, karena memang animo warga tinggi kalau Persib lawan Persija,” katanya.

Menurut Jaka, informasi nobar cepat menyebar melalui media sosial kecamatan dan komunikasi antarwarga. Sekali nobar digelar, warga dari berbagai kalangan langsung berdatangan.

“Yang datang itu bukan cuma anak muda. Anak kecil, orang tua, ibu-ibu juga ada. Ibu-ibu biasanya sambil lihat jajanan, anak-anak ikut ramai. Bahkan bukan warga Kiaracondong juga banyak, jadi suasananya benar-benar kumpul,” ujarnya.

Lokasi nobar persib di Kantor Kecamatan Kiracondong. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Lokasi nobar persib di Kantor Kecamatan Kiracondong. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Namun di balik suasana meriah tersebut, aspek keamanan tetap menjadi perhatian utama. Pengawasan dilakukan sejak nobar dimulai hingga warga meninggalkan lokasi.

“Alhamdulillah selama ini aman. Yang paling kita jaga itu pas selesai nobar, supaya pulangnya tertib. Jangan sampai euforia kebawa ke luar dan jadi hal yang tidak diinginkan,” kata Jaka.

Menurutnya, menyediakan ruang nobar justru menjadi cara paling realistis untuk mengelola antusiasme bobotoh dibandingkan berkumpul tanpa fasilitas atau memaksakan datang ke stadion.

“Daripada ke mana-mana, lebih baik difasilitasi di sini. Ada aturan, ada yang jaga, jadi euforia tetap ada tapi aman,” ujarnya.

Sementara itu, suasana serupa juga terlihat di Kelurahan Cigereleng, Kecamatan Regol. Di halaman kelurahan (aula), layar proyektor dan sistem suara mulai dipasang sejak sore hari. Sejumlah pemuda tampak bergotong royong memastikan persiapan nobar berjalan lancar.

Menurut Moch Maulana Dwiyanto, Kelurahan Cigereleng rutin menggelar nobar Persib sejak tiga tahun terakhir (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Menurut Moch Maulana Dwiyanto, Kelurahan Cigereleng rutin menggelar nobar Persib sejak tiga tahun terakhir (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Moch Maulana Dwiyanto (17), ketua pelaksana nobar di Kelurahan Cigereleng, mengatakan kegiatan nobar Persib sudah menjadi agenda rutin warga sejak tiga tahun terakhir. Namun, laga melawan Persija selalu menghadirkan antusiasme yang berbeda.

“Kalau Persib lawan Persija itu pasti beda. Yang nonton lebih ramai, suasananya lebih hidup. Dari sore juga biasanya warga sudah mulai datang,” ujar Maulana.

Ia menyebut persiapan nobar melibatkan banyak pihak, mulai dari anak-anak muda hingga perangkat kelurahan. Fasilitas seperti layar, infokus, speaker, hingga konsumsi sederhana disiapkan secara swadaya.

“Kita siap-siap dari jam tiga sore. Layar, infokus, speaker, kopi-kopian juga disiapin. Pengamanan juga koordinasi sama Linmas dan panitia lain,” katanya.

Bagi Maulana, nobar bukan sekadar menonton pertandingan, tetapi juga menjadi ruang berkumpul warga. Menonton bersama dinilai jauh lebih seru dibanding menyaksikan pertandingan sendirian di rumah.

“Kalau nonton bareng itu rasanya beda. Lebih ramai, lebih seru, bisa sama-sama teriak, ketawa bareng,” ujarnya.

Antusiasme itu juga dirasakan Wildan Putra Haikal (21), salah seorang pemuda Cigereleng yang berencana datang nobar besok. Ia mengaku hampir selalu menonton Persib bersama warga karena suasananya yang hangat dan meriah.

“Biasanya nonton di depan kelurahan. Di sini ketemu teman-teman, bapak-bapak, semua kalangan ada. Lebih ramai weh. Kalau nonton di rumah sendirian mah bosen,” kata Wildan.

Menurutnya, laga Persib kontra Persija merupakan pertandingan yang paling ditunggu-tunggu karena rivalitas panjang kedua tim.

“Ini laga klasik Indonesia. Gengsinya beda. Semua orang nungguin,” ujarnya.

Meski berharap Persib meraih kemenangan, Wildan juga menekankan pentingnya menjaga suasana tetap kondusif saat nobar berlangsung.

“Harapannya Persib menang, tapi yang paling penting nobarnya tetap aman. Yang nonton ke stadion juga aman, enggak ada apa-apa, jangan sampai ada ribut-ribut,” katanya.

Menjelang kick-off Persib vs Persija, layar-layar besar yang terpasang di Kiaracondong dan Cigereleng bukan sekadar media menonton pertandingan. Layar itu menjadi simbol bagaimana sepak bola menghadirkan kebersamaan, mempertemukan warga lintas usia, dan mengubah ruang publik menjadi ruang perayaan bersama.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Jul 2026, 21:02

Stamp Hunting di Kota Kembang: Fenomena Demam “Museum Passport” dan Candu Baru Kaum Metropolis Bandung

Siapa sangka selembar kertas dan ketukan tinta bisa memicu adrenalin sedahsyat ini? Di Jakarta, demam stamp hunting sudah lebih dulu meledak. Sekarang fenomenanya menular ke Kota Bandung.

Para Stamp Hunter Peserta Komunitas Cerita Bunda Lintas Generasi Berfoto di Museum KAA (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 19:06

Ketika Pelajar Diminta Pulang Cepat, Apakah Bandung Menjadi Lebih Aman?

Jika seorang pelajar dianggap aman hanya karena berada di rumah setelah pukul 21.00, lalu bagaimana dengan keamanan kota setelah jam itu?

Warga berlalu lalang di kawasan Asia Afrika, Kota Bandung, pada malam hari. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ditya Rafi Muttaqin/Magang)
Linimasa 24 Jul 2026, 18:41

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari

Seni ukir kayu menjadi cara warga Kampung Bunisakti, Arjasari, memperkenalkan daerahnya. Beragam ukiran bernilai seni diproduksi dengan teknik khas.

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 18:33

5 'Warung' Sarapan di Pilihan Bandung, dari Kedai Legendaris hingga Hidden Gem

Jelajahi 5 kedai sarapan favorit di Bandung dengan pilihan menu rumahan, panorama asri, hingga hidden gem yang cocok untuk memulai hari.

Sajian di Sepiring Pagi.
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 17:15

Di Balik Kampanye Digital Jakarta International Marathon 2025: Analisis Merek Air Mineral Nasional

Membedah hal-hal yang tidak terlihat di balik kampanye digital.

Ilustrasi. (Sumber: AI)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 16:18

Pesta Kesenian Bali sebagai Bukti Apresiasi Seni yang Perlu Ditularkan ke Provinsi Lain

Ketika suatu festival seni dapat memberi inspirasi bagi daerah lain.

Pertunjukan Pesta Kesenian Bali tahun 2026 (Sumber: Youtube: Disbud Prov. Bali)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:27

Mega Korupsi Era 90-an Skandal Bapindo dan Eddy Tansil Mengguncang Indonesia

Pengusaha bernama lengkap Edy Tansil (Tan Tjoa Ing) dituntut hukuman penjara seumur hidup serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp800 miliar.

Surat kabar Bandung Pos edisi akhir Juli 1994 yang menampilkan berita utama mengenai kasus mega korupsi Eddy Tansil. (Sumber: Foto dan koleksi surat kabar Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:10

Modernisasi Berkebaya yang Berbudaya

Tidak dapat ditawar lagi dengan berkebaya. Kebaya sudah menjadi identitas yang sangat penting bagi Indonesia.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 14:17

Telusur Arca Derenten: Ikonografi Durga-Agastya, Omon-Omon dari Kebun Binatang ke Museum Kota

Pengejawantahan arkeolog sebagai 'detektif masa lalu': mengkaji ikonografi Arca batu, menelusuri jejak hilangnya, hingga mengurai urgensi lembaga Museum Kota

Pintu masuk kebun binatang Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 13:40

Pentingnya Patuh Minum Obat Hipertensi: Penyuluhan Mahasiswa PKPA UMB di Puskesmas Cibiru

Kegiatan kolaborasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan praktisi fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien di puskesmas cibiru.

Mahasiswa PKPA Universitas Muhammadiyah Bandung sedang melaksanakan Penyuluhan di Puskesmas Cibiru. Kamis (23/6/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Indri Wahyuni A)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 13:22

Lontong Goreng Gasibu, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Gedung Sate Bandung

Cari sarapan enak di Bandung? Lontong Goreng Gasibu menawarkan lontong goreng hangat dan tahu Sumedang dengan harga mulai Rp4.000 di kawasan Lapangan Gasibu.

Lontong Goreng Gasibu. (Sumber: Instagram @hayulahgaskeun)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 10:22

Sate, Sang Mahakarya Kuliner Nusantara: Dari Warisan Budaya hingga Diplomasi Rasa Dunia

Indonesia boleh dibilang merupakan "Negeri Seribu Sate".

Pedagang sate. (Sumber: Pexels | Foto: nourrie zein)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 07:55

Kesantunan Berdigital bagi Anak

Kecerdasan buatan tidak boleh membatasi proses tumbuh kembang anak.

Orang tua dan anaknya. (Sumber: Pexels/Lgh_9)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 19:42

Gunung Alit Telah Lahir di Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu

Gunung Alit ini lahir di sisi utara Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu.

Gunung Alit lahir di dalam Kawah Ratu pascaletusan Juli–Agustus 2019. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 18:02

Serunya Belajar di Alam Bebas

Pendidikan terbaik bukan selalu tentang seberapa cepat anak mampu membaca, menulis, berhitung. Melainkan ketika anak tumbuh menjadi manusia yang rasa ingin tahunya tetap hidup, hatinya tetap lembut

Asyiknya Kakang naik Bebek Gowes di Pondok Tandang Bakti Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Ahad (31/5/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 17:00

Hari Anak Nasional: Kenalkan Proses Kreatif Sejak Dini Lewat Program Little Creator

Kreativitas di segala bidang kehidupan adalah kunci masa depan anak.

Program Kreator Cilik yang diselenggarakan oleh Omochatoys menekankan proses kreatif sejak usia dini (Foto: dok Omochatoys)
Wisata & Kuliner 23 Jul 2026, 16:22

Wahana Pilihan TMII, dari Kereta Gantung hingga Drone Show Gratis

Rencanakan kunjungan ke TMII dengan panduan wahana terbaik, lengkap dengan tiket, museum pilihan, Jagat Satwa Nusantara, dan tips berkunjung hemat.

Museum Indonesia TMII. (Sumber: TMII)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 16:21

Hari Anak Nasional: Sudahkah Anak-Anak Indonesia Merdeka?

Apakah anak-anak layak dikatakan sudah merdeka? jika rasa aman, nyaman dan hak-hak dasar dalam hidup mereka belum sepenuhnya bisa ditunaikan.

Seorang anak sekolah di Aceh yang menyebrangi jembatan tali menuju sekolah. (Sumber: Generated AI (Terinspirasi dari Video Asli di Aceh))
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 15:11

Hari Anak Nasional Menjadi Momen Tumbuhnya Generasi Kuat dan Cerdas

Seharusnya peringatan Hari Anak Nasional dijadikan momentum penting untuk membangun anak-anak yang kuat dan cerdas.

Butuh kerjasama dan partisipasi dari berbagai pihak dalam rangka mewujudkan pendidikan terbaik bagi anak-anak negeri ini. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 14:39

Ketika Kritik Tenggelam dalam Kebisingan

Status quo tidak selalu bertahan karena kritik dibungkam, tetapi karena perhatian kita terlalu mudah dialihkan.

Sebuah pagelaran seni dog-dog di tengah sebuah aksi. (Foto: Dokumen pribadi)