Persib-Bobotoh: Memulai Liga dengan Semangat 'Ka Al-Jasadi Al-Wahid'

5 menit baca
Rizal Sn
Ditulis oleh Rizal Sn diterbitkan
Ketum Viking Persib Club (VPC), Tobias Ginanjar menjadi salah satu model video peluncuran jersey Persib Bandung untuk mengarungi kompetisi Super League 2025/2026. (Sumber: Persib, VPC)
Ketum Viking Persib Club (VPC), Tobias Ginanjar menjadi salah satu model video peluncuran jersey Persib Bandung untuk mengarungi kompetisi Super League 2025/2026. (Sumber: Persib, VPC)

Yeuh, hubungan manajemen jeung Bobotoh ayeuna mah teu kunanaon, teu siga nu saacanna

Tak pernah terbayang kondisi manajemen Persib Bandung dengan fansnya yang terkenal fanatik, Bobotoh, sedikit demi sedikit mulai mencair dari kebekuan.

Terajutnya kembali tali ukhuwah keduanya paling terlihat dalam video peluncuran jersey untuk Super League 2025/2026. Persib menunjuk Ketua Umum Viking Persib Club (VPC), Tobias Ginanjar sebagai model utama.

Ya, Tobias memang eye catching di depan lensa; perwakannya yang jangkung, wajah blasteran karena memang ada darah Jerman dan Maroko yang menambah kesan cameraable. Tetapi bukan parasnya yang ingin dijual Persib, jika ditangkap makna simboliknya, kurang-lebih

“Yeuh, hubungan manajemen jeung Bobotoh ayeuna mah teu kunanaon, teu siga nu saacanna”. Lah, memang apa yang terjadi dengan sebelumnya?

Dua tahun lalu, saya berkesempatan mewawancarai Tobias di sebuah siniar media online Jawa Barat. Kedatangannya untuk menjelaskan apa yang terjadi di balik aksi boikot di laga kandang pertama Liga 1 2023/2024 lawan Madura United. Kala itu Bobotoh yang biasanya memberi dukungan penuh hingga akhir malah melakukan aksi keluar tribun di menit 75.

Tobias bercerita banyak, mulai dari manajemen Persib yang enggan diajak duduk bersama terkait sejumlah persoalan, hingga  segala kebijakan yang berdampak pada Bobotoh tak pernah melalui mekanisme sosialisasi.

Singkatnya, Bobotoh kecewa hanya dianggap komoditas dagang bukan entitas yang mesti bersenyawa dan berjalan beriringan. Maka boikot adalah sikap dari buta dan tulinya manajemen!

Meski “pundung” di tribun, Tobias kala itu mengaku tetap tak ingin terus menerus ada dalam situasi demikian. Yang rugi bukan sekadar manajemen-Bobotoh, tapi juga kepada pemain yang dikhawatirkan kehilangan sima di lapangan hijau.

Sebab dalam rentang sejarah, setiap lawatan tamu ke kandang Persib terkenal dengan keangkerannya. Maka upaya-upaya lain untuk memecahkan kebekuan terus diupayakan.

Selepas take siniar, di penghujung malam tepat pada 1 Agustus 2023 tiba-tiba ponsel saya dikirim pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal.

“Halo, Kang. Ini Tobi,” katanya.

Dengan gercep saya pun membalas untuk menanyakan keinginannya. Ternyata Tobias meminta ada bagian tertentu dari isi siniar yang harus dipotong. Pertimbangannya, ia tak ingin kondisi semakin panas serta terus mengikhtiarkan agar bisa berdialog.

“Iya biar ga baper,” sambungnya menguatkan agar bagian tersebut benar-benar dipotong.

Rezim berganti, gaya berubah

Konvoi Persib Bandung Juara Liga 1 tahun 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Lukman Hidayat)
Konvoi Persib Bandung Juara Liga 1 tahun 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Lukman Hidayat)

Selepas puasa gelar selama 9 tahun berakhir di musim “konflik” itu (2023/2024), dapur manajemen Persib berganti. Estafeta dilanjutkan Adhitia Putra Herawan.

Di beberapa kesempatan siniar, pria dengan latar belakang IT dan juga katanya pernah jadi atlet E-Sport itu mulai mengubah gaya komunikasi dengan Bobotoh.

Ia menyadari bahwa selama ini treatment Persib kepada Bobotoh lebih dominan hubungan jual-beli. Tak menyentuh nilai-nilai kultur yang sudah mengakar. Alhasil kondisi di lapangan terus resisten.

Untuk itu, di tahun pertamanya hingga saat ini yang ia ubah adalah gaya komunikasi, salah satunya berupaya turun ke akar rumput untuk mendengar apa yang diinginkan Bobotoh.

“Ya, kita mencoba untuk bediskusi. Sekalipun tak semuanya akan sepaham, kita sebisa mungkin berusaha mencari jalan tengah,” paparnya di salah satu siniar.

Jelang kick off musim baru, Adhitia pun turut menghadiri District Gathering VPC pada 1 Agustus 2025 lalu. Ada satu cerita menarik dari kawan yang hadir. Di tengah-tengah diskusi, Adhit diminta untuk membuka baju sebagai tanda “kepersiban” dan “kebobotohan”-nya. Ia pun mengamini permintaan itu.

Jika dirunut, ada banyak hal yang berubah dari cara komunikasi manajemen kepada Bobotoh. Ini salah satu progres yang mesti diapresiasi. Selebihnya, Bobotoh terorganisir atau tidak, akan terus pada sunnatullah-nya; “Alus dipuji, butut dikekeak!”

Sudah Semestinya “Ka al-Jasadi al-Wahid”

Persib Nu Aing sebagai bentuk ikrar dan menunjukkan rasa cintanya pada Persib. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Persib Nu Aing sebagai bentuk ikrar dan menunjukkan rasa cintanya pada Persib. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)

Istilah ini jamak dikenal di kalangan umat Islam sebagai manifesto setiap muslim satu sama lain seperti tubuh yang sama. Jika satu bagian sakit, maka berdampak pada bagian lainnya. Adagium ini jika ditarik pada “Pepersiban” tentu ada relevansinya. Perbedaannya, pemaknaan dalam Islam menyangkut akidah, ibadah, dan muamalah.

Untuk Persib-Bobotoh, biarkan itu dimaknai pada fitrahnya, hubungan klub dan fansnya. Sebagaimana sosiolog Talcott Parsons dalam teori strukturalis fungsional, sederhananya ia menekankan bahwa satu subsistem dengan subsistem lain harus beriringan agar terjadi keseimbangan.

Dalam Islam, istilah “Ka al-Jasadi al-Wahid” diambil dari hadis:

 

مَثَلُ المؤمنينَ في توادِّهِمْ وتراحُمِهِمْ وتعاطُفِهِمْ مَثَلُ الجسدِ، إذا اشتكى منه عضوٌ تداعَى له سائرُ الجسدِ بالسَّهَرِ والحُمَّى

“Perumpamaan orang-orang beriman dalam kasih sayang, cinta, dan kelembutan di antara mereka seperti satu tubuh; apabila salah satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh ikut merasakannya dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.”
(HR. Bukhari no. 6011, Muslim no. 2586) 

Imam an-Nawawi dalam “Syarah an-Nawawi ‘ala Muslim” menjelaskan ada 3 kriteria dalam hadis tersebut. Tawaddu تَوَدُّ (saling mencintai), tarahum (saling mengasihi dan memaafkan kesalahan), dan ta’athuf (saling membantu dan menguatkan). Ketiganya bukan sekadar tertanam dan terwujud dalam perasaan, lebih dari itu mesti hadir dalam perilaku nyata.

Kriteria pertama soal tawaddu yang berakar dari kata وُدّ (wudd) yang artinya cinta, kasih, sayang yang tulus. Berbicara soal ini, kecintaan Bobotoh atas Persib tak perlu diragukan lagi. Persib sudah menjadi kosa kata keseharian: jadi bahan obrolan di warung kopi, di pangkalan ojek, dan sudut-sudut lain.

Penulis yang juga Bobotoh, Zen RS, mengkomparasikan fenomena suporter dengan kelompok agama yang semangat menghadiri kegiatan keagamaan, tak lain ingin mengharap pahala.

Sementara Bobotoh (juga suporter lain) mereka berbondong-bondong kandang maupun tandang bertaruh risiko. Sebab bagi mereka, mendukung bagian dari jihadnya: “jauh dijugjug, anggang diteang”.

Kedua, tarahum. Konflik-konflik yang terjadi menandakan cinta Bobotoh bertepuk sebelah tangan. Maka langkah introspeksi yang diikhtiarkan Adhitia semoga terus membuahkan jawaban demi jawaban atas berbagai masalah dan kegelisahan sebelumnya.

Ketiga, ta’athuf. Nilai ini harus menjadi value Persib dan Bobotoh ke depannya. Bobotoh melalui VPC-nya sudah menunjukkan hal-hal positif di luar lapangan dengan aksi-aksi sosialnya.

Teranyar ada program beasiswa pendidikan yang diluncurkan. Bobotoh yang notabene kelompok sosial yang dipersatukan melalui sepak bola, kini mulai sadar, kekuatannya bisa disalurkan secara positif melalui hal-hal lain di luar si kulit bundar.

PR-nya, belakangan ini banyak diperbincangkan Bobotoh kehilangan gairah untuk datang ke stadion. Manajemen jangan menganggap sepele terkait ini. Mesti dicari jalan keluarnya, terlebih di kondisi lesunya kondisi ekonomi seperti saat ini.

Di sinilah peran manajemen Persib mesti mencari formula baru membangkitkan gairah. Kata kuncinya satu; يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا، (permudahlah, jangan dipersulit).

Terakhir, dalam konteks modernitas, suporter dan klub bukan dua pihak yang berdiri sendiri. Melainkan satu kesatuan yang saling memengaruhi. Jika satu subsistem “sakit”  akan berdampak pada yang lainnya; atmosfer pertandingan, motivasi pemain, bahkan (amit-amit) prestasi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)