Ketika Seni Menjadi Bahasa Mitigasi: Upaya Sesar Lembang Kalcer Menjinakkan Ketakutan Bencana

4 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Anak-anak berlarian di atas sorot lampu yang menyapu rumput di Titik Kumpul–Backyard, Bandung, sebagai bagian dari aktivasi seni Sesar Lembang Kalcer dalam menyampaikan literasi mitigasi bencana secara ramah.
Anak-anak berlarian di atas sorot lampu yang menyapu rumput di Titik Kumpul–Backyard, Bandung, sebagai bagian dari aktivasi seni Sesar Lembang Kalcer dalam menyampaikan literasi mitigasi bencana secara ramah.

AYOBANDUNG.ID - Cahaya lampu berwarna ungu dan biru pada malam hari menyapu hamparan rumput di Titik Kumpul - Backyard, kawasan Cigadung, Cibeunying Kaler, Kota Bandung. Banyak anak berlarian sambil sesekali melompati cahaya yang terus bergerak. Sementara yang dewasa tak ingin ketinggalan mengabadikannya dengan gawai-gawai mereka.

Titik ini memang menawan, tetapi bukan hanya untuk berpiknik entah pada siang atau malam hari. Melainkan tempat yang bisa menumbuhkan kesadaran bahwa Bandung dengan potensi kebencanaannya begitu dekat sehingga harus selalu diingat dan dipahami secara mendalam.

Titik Kumpul - Backyard merupakan halaman belakang nan luas yang dikelola oleh Sesar Lembang Kalcer, sebuah komunitas yang berdiri pada 2023. Dinamai titik kumpul, seolah ingin mengingatkan bahwa tempat ini merupakan ruang yang merepresentasikan kesadaran penuh seseorang terhadap keselamatan akan kebencanaan.

Adi Panuntun, sang pencetus komunitas, mengakui bahwa narasi Sesar Lembang selama ini selalu ditakuti. Padahal, katanya, bencana itu nyata dan harus diantisipasi dengan pemahaman yang kuat. Maka, edukasi yang mungkin efektif untuk masyarakat adalah dengan cara-cara kreatif, sebuah pendekatan yang sejatinya 'Bandung pisan'.

“(Ruang, red) kreativitas kita itu untuk bisa mengambil peran terhadap isu mitigasi kebencanaan Sesar Lembang,” ujar Adi.

Baca Juga: Ketika Satu Menit Bisa Mengubah Hati

Sorot cahaya yang menari hanya satu dari sekian antraksi yang dipersiapkan komunitas untuk menarik massa berdatangan ke tempat ini. Pertunjukan lain yang juga memukau adalah 'Pohon Bercerita', sebuah pertunjukan video mapping dengan medium pepohonan yang bisa menghipnotis siapapun yang melihatnya untuk terdiam dan mematung.

Menurut Adi, pihaknya tidak sekali ini saja memanfaatkan pohon sebagai sarana pertunjukan video mapping. Jauh sebelumnya, pernah dipraktekkan untuk 'Dongeng Kelana', sebuah cerita yang terinspirasi dari kisah Smong yang sering diperdengarkan sebagai sebuah tradisi di Pulau Simeulue untuk mengenalkan mitigasi bencana di daerah pesisir.

Banyak penonton Dongeng Kelana yang terhibur dengan cara pengemasan cerita ala Sesar Lembang Kalcer. Edukatif dan out of the box. Itu yang menuntun komunitas meneruskan proyek video mapping termasuk yang diperlihatkan di Titik Kumpul - Backyard dari 1 hingga 11 Januari 2026.

Lewat cara ini, alih-alih ketakutan yang muncul, isu Sesar Lembang justru membangun jembatan diskusi. “Kita kemas menjadi pertunjukan agar isu Sesar Lembang itu menjadi kultur, menjadi hal yang dibicarakan sehari-hari. Tapi tidak menjadi sebuah ketakutan,” tambahnya.

Baca Juga: Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Titik Kumpul: Ruang Kreatif Penyama Visi

Ruang kreatif kemudian menjadi titik temu antara ekspresi seni dan kebutuhan akan literasi mitigasi. Di tengah aktivitas santai dan pertunjukan visual, pesan tentang kebencanaan tidak disampaikan sebagai peringatan keras, melainkan sebagai bagian dari pengalaman bersama. Pendekatan ini menjadi penting, mengingat konteks geografis Bandung yang berada di wilayah rawan bencana.

Sesar Lembang berada di area patahan aktif sepanjang kurang lebih 29 kilometer yang membentang dari Padalarang hingga Jatinangor. Kondisi geografis ini menjadi ancaman nyata bagi warga Bandung dan sekitarnya. Namun, Adi meyakini bahwa risiko bencana dapat diminimalisir. Keyakinan itulah yang melandasi gagasan menjadikan ruang kreativitas sebagai ruang aman bagi semua orang dalam menyikapi isu kebencanaan.

Di Titik Kumpul - Backyard, edukasi tidak dilakukan secara searah atau formal. Lewat aktivitas sederhana seperti menyeruput kopi atau bercengkerama santai, obrolan mengenai potensi bencana perlahan diselipkan. Obrolan ini yang kemudian berbuah menjadi program aktivasi bersama antara komunitas kreatif dengan pihak-pihak lain yang sevisi.

"Potensi power-nya Bandung sebagai kota kreatif dan kesadaran mitigasi yang tinggi itu ditarik kesamaannya. Kita perlu titik kumpul. Sehingga titik kumpul ini menjadi wadah literasi mitigasi sekaligus kreativitas," jelas Adi.

Baca Juga: Jejak Sejarah Gempa Besar di Sesar Lembang, dari Zaman Es hingga Kerajaan Pajajaran

Pendekatan ini secara sadar mengesampingkan narasi 'horor' yang tersemaikan di ingatan masyarakat kala mendapat informasi seputar sesar. Sebaliknya, narasi yang dikembangkan adalah narasi yang menghibur, penuh percaya diri, dan tidak memunculkan kekhawatiran berlebih.

Memasuki 2026, Sesar Lembang Kalcer berambisi untuk mengelola lahan luas ini menjadi laboratorium literasi mitigasi lintas sektor. Puluhan paket literasi telah disiapkan untuk memastikan warga Bandung mampu bersahabat dengan realita geografisnya.

Menyela obrolan serius, Adi mengaku memiliki anak yang harus mengetahui edukasi tentang sesar sejak dini. Dia tidak ingin, jika bencana benar-benar terjadi, anaknya malah panik dan kebingungan. Kesadaran itu muncul karena Adi memahami bahwa keluarganya, serta banyak orang yang dia kenal hidup di lingkar sesar. Dirinya enggan untuk menafikan kesadaran tentang potensi bencana yang nyata.

Lebih jauh, Adi menilai Bandung sebagai kawasan dengan beragam destinasi wisata yang semestinya aman dan nyaman bagi siapa pun yang berkunjung. Karena itu, ia mempertanyakan mengapa edukasi kebencanaan tidak dibungkus dengan pendekatan yang lebih ramah. Edukasi dengan cara yang bersahabat dapat menentukan masa depan kawasan bersama penghuninya.

"Satu hal yang bisa kita lakukan sekarang adalah membersamai keberadaan Sesar Lembang itu dengan pengetahuan, dan menyiapkan diri kita melakukan mitigasi," tutup Adi.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)