Ketika Satu Menit Bisa Mengubah Hati

Firqotu Naajiyah
Ditulis oleh Firqotu Naajiyah diterbitkan Minggu 11 Jan 2026, 20:12 WIB
Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh distraksi, satu menit mungkin terasa remeh. Tapi di tangan yang tepat, satu menit bisa jadi pengingat, bahkan titik balik untuk yang sedang hilang arah (Sumber: dokumentasi penulis | Foto: FN)

Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh distraksi, satu menit mungkin terasa remeh. Tapi di tangan yang tepat, satu menit bisa jadi pengingat, bahkan titik balik untuk yang sedang hilang arah (Sumber: dokumentasi penulis | Foto: FN)

Namaku bukan siapa-siapa, tapi pernah punya mimpi sebesar dunia. Sampai kenyataan tiba-tiba menyenggol dan menyadarkan satu anak rantau ini kalau hidup ngga seindah “to do list” yang sempat aku tempel di pigboard kamar kos kecilku.

Disakiti ekspektasi, eh harus di tampar realita juga. Sekarang semua orang jadi konten kreator, bikin video aesthetic, kamera jadi temen curhat, mana feed instagram orang-orang  isinya prestasi-prestasi keren yang ngga bisa aku capai.

Aku juga pengen jadi konten kreator, tapi itu dulu, sekarang udah vakum. Sempet kepikiran, kayanya keren kalau anak yang hobi public speaking ini jadi konten kreator kaya Kadam Sidik. Iya kadam sidik yang keren itu, agak ganteng dikit, ya lumayan lah. Konten nya bukan tentang joget-joget kaya anak muda biasanya, tapi tentang dakwah yang dikemas dengan mode gen-z-able.

Narasinya tajam tapi bikin yang nonton tertampar dan terjungkal, termasuk aku. Kadam itu idolanya gen z yang bisa bikin orang mikir, kok ada orang se keren itu, mana masih muda lagi, tapi bukan mikir ke itu sih, kalau liat kontenya, kebanyakan pada mikir, terus diam, terus nyesek tapi sadar. Dakwahnya bukan yang flat kaya ustaz-ustaz senior, makanya kontennya menarik. Kata-kata nya kadam tuh kayak beneran dari hati, tapi ditambah perpaduan logika dan penguat dari kitab, ayat Al-Qur’an, dan hadis nabi. Maka dari itu, aku mau menceritakan gimana satu menit nya Kadam sidik dari sisi psikologi dakwah dan sebagai penonton yang juga lagi cari arah.

Nama aslinya Husain Basyaiban, lahir di Mekkah tahun 2002, dan sudah menyelesaikan sudi di UIN Sunan Ampel Surabya. Kadam adalah putra dari KH. Sufyan Bangkalan, seorang tokoh agama di Bangkalan. Tapi kadam sidik memilih jalur dakwah yang berbeda dari ayahnya. Bukan melalui panggung atau mimbar, tapi melalui konten yang muncul di FYP. Kadam mulai aktif membuat konten sejak tahun 2020-2021, dan sejak saat itu, gaya dakwahnya langsung menarik perhatian banyak orang.

He talks slow, but hits deep. Kadam sidik aktif membuat konten dakwah dengan storytelling singkat, Q&A bersama followers, sampai kadang livee session yang terasa seperti ruang curha   t online. Akun tiktoknya @kadamsidik00, kini punya lebih dari 6,3 juta followers dan lebih dari 402,3 juta likes. Audiensnya mostly anak muda Gen Z yang lagi cari arah, butuh teman, atau sekedar ingin merasa dipahami.

Kontennya simpel, tapi banyak yang bilang konten itu datang di waktu yang pas. Bukan karena algoritma, tapi karena memang menyentuh sisi emosional yang sering kita sembunyikan. Kadam ngga pakai kalimat panjang atau istilah rumit, bahasanya ringan, mudah dipahami dan sampai ke audiensnya. Kadang pakai analogi, kadang Cuma satu kalimat, tapi bisa bikin orang diem lama. Inilah kenapa aku tertarik merefleksikan kontenya dalam konteks psikologi dakwah. Cara kadam menyampaikan pesan menunjukkan bahwa dakwah bukan hanya soal menyampaikan benar dan salah, tapi juga soal memahami perasaan orang yang lagi berjuang.

Dan itu penting, terlebih di era sekarang, di mana sebagian orang datang ke media sosial bukan untuk cari ceramah, tapi untuk cari ruang tenang. Dari sekian banyak konten Kadam sidik yang membuat followers nya merasa tertampar, ada dua konten yang paling membekas buat aku, dan ternyata bukan cuma aku, tapi juga banyak teman-teman yang repost postingan tersebut, bahkan teman-teman online di kolom komentar juga merasakan yang sama.

Salah satu konten tersebut berisi “Jangan-janga efek kemaksiatan dari yang selama ini kita lakukan itu bukan dengan diberikan musibah-musibah sebagaimana yang kita lihat, jangan-jangan efek kemaksiatan yang selama ini kita lakukan adalah dicabutnya rasa nikmat saat sedang beribadah, dan dicabutnya rasa bersalah saat sedang bermaksiat.” Nadanya tenang, tapi rasanya seperti tamparan yang tidak perlu ditinggikan volumenya untuk terasa sakit. Konten ini viral, dengan likes mencapai lebih dari 1 juta dan komentar-komentarnya pun penuh refleksi seperti “aku lagi di fase ini dam” atau “fyp ini teguran dari allah buat aku.” Sebagian orang mungkin berpikir itu hanya video satu menit, tapi bagi kami yang menonton, satu menit itu cukup untuk membuka ruang kesadaran yang selama ini dikunci rapat-rapat.

Mimpi Sebesar Dunia dari seorang anak rantau (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: FN)

Konten lainnya yang juga tak kalah menohok adalah tentang kebiasaan mengumpat saat kaget atau keskitan, kata kadam “sekarang aja tiap kli kamu kaget, tiap kali kamu kesakitan, yang keluar dari mulut kamu itu kebun binatang terus, nanti pas sakaratul maut, bayangin aja pas kamu lagi kesakitan ditarik nyawanya sama malaikat, jangan-jangan bukan la ilaha illallah yang keluar dari mulut kamu, malah ucapan-ucapan iitu yang keluar, naudzubillah.” Lagi-lagi kalimatnya sederhana, tapi membuat aku dan teman-teman lainnya berhenti scroll dan berpikir cukup lama.

Dari sudut pandang psikologi dakwah, konten semacam ini efektif karena menyentuh sisi kesadaran bawah sadar. Kontennya ngga langsung menyuruh untuk berubah, tapi memunculkan rasa bersalah yang sehat, semacam guilt yang fungsional, bukan menekan tapi membangunkan. Kadam tidak sedang menghakimi, tapi menyodorkan cermin. Dan mungkin itu yang kita, aku, dan followers nya butuhkan. Bukan dakwah yang membuat takut, tapi yang membuat sadar bahwa kita sedang jauh.

Nah, kontennya kadam ini ngga terbatas satu tema, kadang membahas tentang fiqih, kadang tentang ibadah, pernah juga tentang perempuan, bahkan ga jarang juga kadam angkat isu yang lagi viral dan dikaitkan dari sudut pandang agama. Makanya banyak yang sering nungguin kontennya kadam karna dia juga gen z yang up to date gitu bisa dibilang. Topiknya juga fleksibel, tapi sumbernya jelas dari Al-Qur’an, hadis, kitab atau literatur keislaman lain yang terpercaya. Meskipun gaya penyampaiannya ringan, isi kontennya padat ilmu.

Dan mungkin ini yang bikin pesan-pesannya tetep kerasa meski hanya satu menit. Dia tau apa yang ingin dibicarakan, dan dia tau bagaimana cara menyampaikannya. Hal menarik lainnya adalah mayoritas pengikutnya perempuan, termasuk aku. Banyak yang merasa relate juga sama narasinya, Tapi ngga sedikit juga yang ngga suka sama konten-kontennya kadam. Beberapa orang menganggap kadam hanya jual ketampanan, padahal yang kadam bawa bukan Cuma visual, tapi juga substansi. Efek dari konten-kontennya beneran kerasa dan menyentuh banyak kalangan, bahkan mereka yang malas scroll video bertema agama.

Dan kadang, satu kalimat yang lembut bisa jauh lebih mengubah dibandingkan ceramah yang keras.

Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh distraksi, satu menit mungkin terasa remeh. Tapi di tanganyang tepat, satu menit bisa jadi pengingat, bahkan titik balik. Apalagi buat gen z yang katanya generasi strawbery dan generasi paling sibuk ini, iya juga ya sibuk, tapi kalau aku cuma sok sibuk, biasa aku pengangguran banyak acara, jadi cocok banget kalau liat konten-kontennya kadam.

Sometimes, it only take sixty seconds to remind your soul where it belongs.

Menurutku, dakwah ngga harus selalu lantang. Ngga semua orang siap di tegur dengan suara tinggi, ada yang lebih paham pas diajakk pelan-pelan, dengan kalimat pendek, tapi hati-hati. Dan aku rasa, kadam adalah salah satu dari sedikit orang yang berhasil melakukan itu, berdakwah dengan gaya yang relatable, menyentuh, dan relevan. Di masa dimana kita sering lupa arah, konten seperti ini yang bisa jadi kompas kecil, walau hanya satu menit.

Jangan salah, bisa jadi kita bukan lagi cari hiburan, tapi teguran. Dan kadam Cuma butuh satu menit buat nyentuh bagian yang kita pura-pura ngga rasain. Satu menit itu pendek, tapi bisa bbikin kita mikir satu semester. Satu video itu terasa berat bukan karena dikutip kitab, tapi karena terasa dekat. Dan kadang bukan sinyal hp kita yang lemah, tapi iman kita aja yang lagi drop. Jadi, sebelum cri arah lewat google maps, coba buka hati dulu dari konten 60 detik, karena some videos don’t just go viral, they go spiritual. Ya, maybe that’s all from me, semoga bisa menjadi kreator keren seperti kadam yang menginspirasi banyak orang. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Firqotu Naajiyah
Explorer of Impact

Berita Terkait

News Update

Sejarah 12 Apr 2026, 14:38

Sejarah Letusan Galunggung 1982, Sembilan Bulan Bencana Vulkanik di Jawa Barat

Letusan Galunggung 1982 berlangsung sembilan bulan, memicu pengungsian massal, kerusakan luas, dan menjadi salah satu bencana vulkanik terbesar di Jawa Barat.

Letusan Galunggung 1982. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 12 Apr 2026, 13:26

4 Ide Cerita untuk Kamu yang Merasa 'Terasing' di Bandung Kampung Halamanmu

Kita berdiri di kota tempat lahir, tapi merasa seperti tamu.

Wisata kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, Rabu 25 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 12 Apr 2026, 09:39

Hikayat Kampung Adat Mahmud, Penyebaran Islam hingga Larangan Menabuh Gong

Kampung Adat Mahmud di Bandung menyimpan sejarah penyebaran Islam, tradisi rumah panggung, dan larangan menabuh gong yang masih dijaga.

Kampung Mahmud, Bandung. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 12 Apr 2026, 08:52

Bandung Era 1990-an dalam Ingatan Anak Kost

Bandung era 90-an, bagi saya, bukan sekadar kenangan. Ia adalah rumah yang selalu bisa saya kunjungi, kapan saja, dalam ingatan.

Anak kost era 1990-an, bersahabat dengan Erwan Setiawan, kini Wagub Jawa Barat. Kenangan sederhana yang tak lekang waktu. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)