Ketika Satu Menit Bisa Mengubah Hati

6 menit baca
Firqotu Naajiyah
Ditulis oleh Firqotu Naajiyah diterbitkan
Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh distraksi, satu menit mungkin terasa remeh. Tapi di tangan yang tepat, satu menit bisa jadi pengingat, bahkan titik balik untuk yang sedang hilang arah (Sumber: dokumentasi penulis | Foto: FN)
Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh distraksi, satu menit mungkin terasa remeh. Tapi di tangan yang tepat, satu menit bisa jadi pengingat, bahkan titik balik untuk yang sedang hilang arah (Sumber: dokumentasi penulis | Foto: FN)

Namaku bukan siapa-siapa, tapi pernah punya mimpi sebesar dunia. Sampai kenyataan tiba-tiba menyenggol dan menyadarkan satu anak rantau ini kalau hidup ngga seindah “to do list” yang sempat aku tempel di pigboard kamar kos kecilku.

Disakiti ekspektasi, eh harus di tampar realita juga. Sekarang semua orang jadi konten kreator, bikin video aesthetic, kamera jadi temen curhat, mana feed instagram orang-orang  isinya prestasi-prestasi keren yang ngga bisa aku capai.

Aku juga pengen jadi konten kreator, tapi itu dulu, sekarang udah vakum. Sempet kepikiran, kayanya keren kalau anak yang hobi public speaking ini jadi konten kreator kaya Kadam Sidik. Iya kadam sidik yang keren itu, agak ganteng dikit, ya lumayan lah. Konten nya bukan tentang joget-joget kaya anak muda biasanya, tapi tentang dakwah yang dikemas dengan mode gen-z-able.

Narasinya tajam tapi bikin yang nonton tertampar dan terjungkal, termasuk aku. Kadam itu idolanya gen z yang bisa bikin orang mikir, kok ada orang se keren itu, mana masih muda lagi, tapi bukan mikir ke itu sih, kalau liat kontenya, kebanyakan pada mikir, terus diam, terus nyesek tapi sadar. Dakwahnya bukan yang flat kaya ustaz-ustaz senior, makanya kontennya menarik. Kata-kata nya kadam tuh kayak beneran dari hati, tapi ditambah perpaduan logika dan penguat dari kitab, ayat Al-Qur’an, dan hadis nabi. Maka dari itu, aku mau menceritakan gimana satu menit nya Kadam sidik dari sisi psikologi dakwah dan sebagai penonton yang juga lagi cari arah.

Nama aslinya Husain Basyaiban, lahir di Mekkah tahun 2002, dan sudah menyelesaikan sudi di UIN Sunan Ampel Surabya. Kadam adalah putra dari KH. Sufyan Bangkalan, seorang tokoh agama di Bangkalan. Tapi kadam sidik memilih jalur dakwah yang berbeda dari ayahnya. Bukan melalui panggung atau mimbar, tapi melalui konten yang muncul di FYP. Kadam mulai aktif membuat konten sejak tahun 2020-2021, dan sejak saat itu, gaya dakwahnya langsung menarik perhatian banyak orang.

He talks slow, but hits deep. Kadam sidik aktif membuat konten dakwah dengan storytelling singkat, Q&A bersama followers, sampai kadang livee session yang terasa seperti ruang curha   t online. Akun tiktoknya @kadamsidik00, kini punya lebih dari 6,3 juta followers dan lebih dari 402,3 juta likes. Audiensnya mostly anak muda Gen Z yang lagi cari arah, butuh teman, atau sekedar ingin merasa dipahami.

Kontennya simpel, tapi banyak yang bilang konten itu datang di waktu yang pas. Bukan karena algoritma, tapi karena memang menyentuh sisi emosional yang sering kita sembunyikan. Kadam ngga pakai kalimat panjang atau istilah rumit, bahasanya ringan, mudah dipahami dan sampai ke audiensnya. Kadang pakai analogi, kadang Cuma satu kalimat, tapi bisa bikin orang diem lama. Inilah kenapa aku tertarik merefleksikan kontenya dalam konteks psikologi dakwah. Cara kadam menyampaikan pesan menunjukkan bahwa dakwah bukan hanya soal menyampaikan benar dan salah, tapi juga soal memahami perasaan orang yang lagi berjuang.

Dan itu penting, terlebih di era sekarang, di mana sebagian orang datang ke media sosial bukan untuk cari ceramah, tapi untuk cari ruang tenang. Dari sekian banyak konten Kadam sidik yang membuat followers nya merasa tertampar, ada dua konten yang paling membekas buat aku, dan ternyata bukan cuma aku, tapi juga banyak teman-teman yang repost postingan tersebut, bahkan teman-teman online di kolom komentar juga merasakan yang sama.

Salah satu konten tersebut berisi “Jangan-janga efek kemaksiatan dari yang selama ini kita lakukan itu bukan dengan diberikan musibah-musibah sebagaimana yang kita lihat, jangan-jangan efek kemaksiatan yang selama ini kita lakukan adalah dicabutnya rasa nikmat saat sedang beribadah, dan dicabutnya rasa bersalah saat sedang bermaksiat.” Nadanya tenang, tapi rasanya seperti tamparan yang tidak perlu ditinggikan volumenya untuk terasa sakit. Konten ini viral, dengan likes mencapai lebih dari 1 juta dan komentar-komentarnya pun penuh refleksi seperti “aku lagi di fase ini dam” atau “fyp ini teguran dari allah buat aku.” Sebagian orang mungkin berpikir itu hanya video satu menit, tapi bagi kami yang menonton, satu menit itu cukup untuk membuka ruang kesadaran yang selama ini dikunci rapat-rapat.

Mimpi Sebesar Dunia dari seorang anak rantau (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: FN)

Konten lainnya yang juga tak kalah menohok adalah tentang kebiasaan mengumpat saat kaget atau keskitan, kata kadam “sekarang aja tiap kli kamu kaget, tiap kali kamu kesakitan, yang keluar dari mulut kamu itu kebun binatang terus, nanti pas sakaratul maut, bayangin aja pas kamu lagi kesakitan ditarik nyawanya sama malaikat, jangan-jangan bukan la ilaha illallah yang keluar dari mulut kamu, malah ucapan-ucapan iitu yang keluar, naudzubillah.” Lagi-lagi kalimatnya sederhana, tapi membuat aku dan teman-teman lainnya berhenti scroll dan berpikir cukup lama.

Dari sudut pandang psikologi dakwah, konten semacam ini efektif karena menyentuh sisi kesadaran bawah sadar. Kontennya ngga langsung menyuruh untuk berubah, tapi memunculkan rasa bersalah yang sehat, semacam guilt yang fungsional, bukan menekan tapi membangunkan. Kadam tidak sedang menghakimi, tapi menyodorkan cermin. Dan mungkin itu yang kita, aku, dan followers nya butuhkan. Bukan dakwah yang membuat takut, tapi yang membuat sadar bahwa kita sedang jauh.

Nah, kontennya kadam ini ngga terbatas satu tema, kadang membahas tentang fiqih, kadang tentang ibadah, pernah juga tentang perempuan, bahkan ga jarang juga kadam angkat isu yang lagi viral dan dikaitkan dari sudut pandang agama. Makanya banyak yang sering nungguin kontennya kadam karna dia juga gen z yang up to date gitu bisa dibilang. Topiknya juga fleksibel, tapi sumbernya jelas dari Al-Qur’an, hadis, kitab atau literatur keislaman lain yang terpercaya. Meskipun gaya penyampaiannya ringan, isi kontennya padat ilmu.

Dan mungkin ini yang bikin pesan-pesannya tetep kerasa meski hanya satu menit. Dia tau apa yang ingin dibicarakan, dan dia tau bagaimana cara menyampaikannya. Hal menarik lainnya adalah mayoritas pengikutnya perempuan, termasuk aku. Banyak yang merasa relate juga sama narasinya, Tapi ngga sedikit juga yang ngga suka sama konten-kontennya kadam. Beberapa orang menganggap kadam hanya jual ketampanan, padahal yang kadam bawa bukan Cuma visual, tapi juga substansi. Efek dari konten-kontennya beneran kerasa dan menyentuh banyak kalangan, bahkan mereka yang malas scroll video bertema agama.

Dan kadang, satu kalimat yang lembut bisa jauh lebih mengubah dibandingkan ceramah yang keras.

Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh distraksi, satu menit mungkin terasa remeh. Tapi di tanganyang tepat, satu menit bisa jadi pengingat, bahkan titik balik. Apalagi buat gen z yang katanya generasi strawbery dan generasi paling sibuk ini, iya juga ya sibuk, tapi kalau aku cuma sok sibuk, biasa aku pengangguran banyak acara, jadi cocok banget kalau liat konten-kontennya kadam.

Sometimes, it only take sixty seconds to remind your soul where it belongs.

Menurutku, dakwah ngga harus selalu lantang. Ngga semua orang siap di tegur dengan suara tinggi, ada yang lebih paham pas diajakk pelan-pelan, dengan kalimat pendek, tapi hati-hati. Dan aku rasa, kadam adalah salah satu dari sedikit orang yang berhasil melakukan itu, berdakwah dengan gaya yang relatable, menyentuh, dan relevan. Di masa dimana kita sering lupa arah, konten seperti ini yang bisa jadi kompas kecil, walau hanya satu menit.

Jangan salah, bisa jadi kita bukan lagi cari hiburan, tapi teguran. Dan kadam Cuma butuh satu menit buat nyentuh bagian yang kita pura-pura ngga rasain. Satu menit itu pendek, tapi bisa bbikin kita mikir satu semester. Satu video itu terasa berat bukan karena dikutip kitab, tapi karena terasa dekat. Dan kadang bukan sinyal hp kita yang lemah, tapi iman kita aja yang lagi drop. Jadi, sebelum cri arah lewat google maps, coba buka hati dulu dari konten 60 detik, karena some videos don’t just go viral, they go spiritual. Ya, maybe that’s all from me, semoga bisa menjadi kreator keren seperti kadam yang menginspirasi banyak orang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Firqotu Naajiyah
Explorer of Impact

Berita Terkait

News Update

Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 12:42

Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

Dalam kasus pitbull di Arjasari, Anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 10:25

Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya.

Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ikon 27 Agu 2026, 13:40

Gedung Sate Cikajang Garut, Bangunan Unik di Tengah Perkebunan Teh

Di pelosok Cikajang, Garut, berdiri Gedung Sate Cikajang yang dibuat mirip ikon Jawa Barat dan digunakan untuk kegiatan warga.

Bangunan miniatur Gedung Sate di Cikajang, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)