Merawat Tradisi, Menebar Kebaikan

9 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Pelaksanaan Jumat Berkah dilakukan secara bergantian oleh masing-masing DWP unit fakultas, pascasarjana, dan al-jamiah (Sumber: Humas UIN SGD | Foto: Istimewa)
Pelaksanaan Jumat Berkah dilakukan secara bergantian oleh masing-masing DWP unit fakultas, pascasarjana, dan al-jamiah (Sumber: Humas UIN SGD | Foto: Istimewa)

Selesai menunaikan salat Jumat di Masjid Al-Hidayah, anak kedua, Aa Akil, tiba-tiba bertanya polos, “Bah, kenapa tidak ada Jumat Berkah?”

Kujawab singkat “Muhun”

Bocah kelas lima itu belum puas atas jawaban. Lalu bertanya, “Kalau di Masjid Kampus, masih ada?”

“Masih,” jawabku. “Biasanya ibu-ibu yang membagikan, Iya kan Bah!,” celetuknya.

Percakapan singkat itu justru menjadi pengantar pada renungan yang panjang. Tentang satu tradisi berbagi, Jumat Berkah yang sarat makna.

Ilustrasi seorang Muslimah melaksanakan salat. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ilustrasi seorang Muslimah melaksanakan salat. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)

Hari Istimewa

Dalam Islam, hari Jumat memiliki kedudukan istimewa. Sering disebut sayyidul ayyam, raja (tuan) segala hari. Pasalnya, pada hari inilah umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, doa, dan amal kebaikan. Sedekah Jumat menjadi salah satu amalan yang mengakar dan kuat dalam tradisi umat Islam yang lebih populer disebut Jumat Berkah.

Keutamaan hari Jumat ditegaskan dalam banyak dalil. Rasulullah SAW menyebutkan adanya waktu mustajab di hari Jumat, saat doa seorang hamba berpeluang besar dikabulkan oleh Allah SWT. Para ulama menganjurkan memperbanyak amal saleh di hari ini, termasuk bersedekah, sebab pahalanya dilipatgandakan dan keberkahannya meluas. Namun, sedekah Jumat bukan sekadar memberi harta. Melainkan bentuk kepedulian sosial yang nyata.

Dalam keseharian, masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan, mulai dari fakir miskin, anak yatim, kaum dhuafa, hingga mereka yang tertimpa musibah. Melalui sedekah, seorang muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi berusaha menumbuhkan empati dan rasa persaudaraan.

Rasulullah SAW bersabda sedekah tidak akan mengurangi harta, bahkan, dapat menolak bala dan mendatangkan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA disebutkan, “Setiap pagi ada dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang gemar berinfak.’ Dan yang lainnya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan bagi orang yang menahan hartanya.’”

Di era sekarang, sedekah Jumat bisa dilakukan dengan banyak cara. Tidak harus besar. Sekecil apa pun, jika ikhlas, bernilai besar di sisi Allah SWT. Bisa berupa makanan untuk jamaah masjid, infak, bantuan sosial, hingga sedekah digital melalui lembaga resmi yang terpercaya.

Proses pembagian roti kemasan dan air mineral secara gratis pada warga yang telah melaksanakan solat jumat. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Muhamad Rifki Mahfudin)
Proses pembagian roti kemasan dan air mineral secara gratis pada warga yang telah melaksanakan solat jumat. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Muhamad Rifki Mahfudin)

Keutamaan Jumat Berkah

Bagi umat Islam dalam melakukan amalan ibadah pada Jumat Berkah, terdapat empat keutamaan yang istimewa.

1. Pahala dilipatgandakan

Hari Jumat merupakan hari yang penuh keberkahan. Amal ibadah yang dilakukan pada hari ini akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah bersedekah, berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan sebagai wujud kepedulian dan ketaatan kepada Allah.

2. Meningkatkan iman dan kedekatan dengan Allah SWT

Amalan kebaikan yang dilakukan secara ikhlas pada hari Jumat dapat memperkuat keimanan. Sedekah menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. Allah menjanjikan pahala dan keberkahan hidup bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beramal.

3. Waktu mustajab untuk berdoa

Jumat memiliki keistimewaan berupa waktu mustajab, di mana doa seorang muslim berpeluang besar dikabulkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa pada hari Jumat terdapat satu waktu yang singkat, ketika seorang hamba memohon kepada Allah SWT, niscaya permintaannya akan dikabulkan.

4. Memberikan ketenangan hati dan kedamaian batin

Ibadah dan sedekah yang dilakukan dengan niat ikhlas pada Jumat Berkah akan menghadirkan ketenangan dan kelapangan hati. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dijelaskan bahwa orang yang gemar bersedekah hidupnya lebih tenang, sedangkan sifat kikir justru menimbulkan kegelisahan dan ketidaknyamanan. (Antara, Kamis, 29 Agustus 2024 15:05 WIB dan www.baznas.go.id)

Polsek Katapang menggelar bakti sosial Jumat Berkah di Kecamatan Katapang, Jumat (13/3/2020). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Vina Elvira)
Polsek Katapang menggelar bakti sosial Jumat Berkah di Kecamatan Katapang, Jumat (13/3/2020). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Vina Elvira)

Berislam tapi Egois, Yuk Perbanyak Sedekah

Amalan mulia lainnya di hari Jumat adalah memperbanyak sedekah. Ini sangat penting karena mempunyai dampak sosial yang konkret. Andaikan tradisi bersedekah ini bisa berjalan secara maksimal di dalam Islam, maka kemiskinan di dalam Islam akan berkurang secara signifikan.

Sedekah merupakan salah satu wujud kesadaran sosial dalam Islam. Dari sedekah inilah, kita tahu bahwa Islam bukanlah agama yang mengutamakan individualisme (egoisme), melainkan agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai sosial. Melalui sedekah Islam mengajarkan tentang solidaritas sosial.

Orang yang beragama Islam idealnya sangat peduli dan simpati terhadap orang lain, terutama yang tidak mampu. Jika ada orang mengaku Islam, tetapi egois dan individualis, tidak peduli dengan sesamanya, terutama terhadap fakir miskin dan yatim-piatu, maka perlu dipertanyakan kadar keislamannya.

Sekarang ini, masih banyak orang Muslim kaya yang lebih mementingkan dirinya sendiri dan kurang (malah) tidak peduli dengan saudara-saudaranya yang tidak beruntung. Banyak orang Islam kaya yang masih lebih suka umrah tiap tahun, daripada memberikan beasiswa kepada anak-anak yang tidak sanggup bersekolah (mendonasikan) sebagian hartanya untuk pembangunan sekolah, madrasah atau pondok pesantren.

Fenomena inilah yang pernah dikritik oleh almarhum KH. Sholahuddin Wahid, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang yang akrab dipanggil Gus Sholah itu dengan mengatakan bahwa masih banyak orang Islam yang suka memperbanyak umrah daripada bersedekah.

Dengan jumlah umat Islam yang demikian besar, serta kian bertambahnya pertumbuhan kelas menengah ekonomi umat, harusnya potensi dana yang bisa dihimpun sangatlah tinggi. Akan tetapi lantaran masih rendahnya kemauan dalam bersedekah, dana yang berhasil dikumpulkan masih belum menggembirakan.

Pada kegiatan yang diselenggarakan di Masjid Ulul Albab, dihadiri lebih dari lima ratus fakir-miskin, yatim-piatu yang ada di sekitar pesantren setempat. Gus Sholah, menyoroti masih kecilnya dana yang dapat dihimpun dari umat Islam. Penyebabnya, lantaran kita masih asyik beribadah mahdhah, namun kurang gemar berderma.

Padahal bersedekah adalah anjuran agama, apalagi di bulan Ramadan. Saat bulan puasa seperti ini, yang harus ditingkatkan tidak semata ibadah ritual semisal salat, membaca Al-Quran, puasa dan sejenisnya. Justru yang tidak kalah penting itu adalah berderma, bersedekah.

Di hadapan ratusan penerima santunan sekaligus para donatur yang hadir, Gus Sholah menegaskan pada ayat kesepuluh dari surat Al-Munafiqun digambarkan orang yang berharap dikembalikan ke dunia setelah meninggal. Yang akan dilakukan saat ada di dunia, adalah bukan memperbanyak ibadah ritual seperti umrah, tapi bersedekah.

Berderma ternyata lebih utama dari ibadah personal. Ya tidak menampik bahwa berumrah memiliki kenikmatan tersediri. Tapi alangkah lebih afdal, kalau antara ibadah umrah dan berderma dapat dilaksanakan secara seimbang.

Tentunya kritik Gus Sholah terhadap praktik beribadah umat Islam ini sangat penting mengingat sekarang ini umrah dan haji, bernilai bisnisnya, sangat gencar sekali dipromosikan di berbagai media.

Ingat, kewajiban umrah dan haji itu sebenarnya hanya satu kali seumur hidup. Namun dalam prakteknya, banyak umat Islam di Indonesia yang masih suka umrah berkali-kali, sementara di sekelilingnya masih banyak saudar-saudaranya yang tak sanggup makan, tak bisa sekolah, tak mampu ‘membangun usaha, bahkan tak mampu membeli rumah dan seterusnya.

Jika seseorang lebih suka mengutamakan umrah dan haji daripada sedekah, sehingga dirinya tercatat sebagai orang yang rajin umrah atau haji, tetapi jarang bersedekah, maka itu sama saja dirinya berislam tetapi egois, atau beragama tetapi mementingkan diri sendiri. Tentu saja pola beragama semacam ini tidak diperkenankan dalam Islam.

Inisiator Jadi Baik, Zahid Izzah Robbani, saat membagikan paket makanan ke kaum duafa di kawasan Sukasari, Bandung, Selasa (10/4/2018). (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Fathia Uqim)
Inisiator Jadi Baik, Zahid Izzah Robbani, saat membagikan paket makanan ke kaum duafa di kawasan Sukasari, Bandung, Selasa (10/4/2018). (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Fathia Uqim)

Seharusnya, Islam yang kita peluk itu bisa meminimalisir rasa egoisme kita. Dengan mentradisikan bersedekah terhadap orang lain yang membutuhkan, membuat kita sebagai ‘manusia yang mulia, sebab kita benar-benar beragama secara benar, yakni beragama yang di dalamnya diliputi dengan semangat kepedulian sosial yang tinggi. Karenanya, sedekah ini tergolong sebagai ibadah yang mulia di dalam Islam, terutama bila dilakukan di hari Jumat.

Memang sedekah ini hukumnya sunah. Tetapi sunah yang dianjurkan. Termasuk sedekah di hari Jumat merupakan ibadah sunah yang sangat ditekankan dalam Islam yang menjadi salah satu ibadah sunah yang dinajurkan. Sebab pada hari jumat itu pahala sedekah akan dilipatgandakan.

Syaikh Hajar Al-Haitami, dalam Minhajul Qawim menegaskan, "Dan lebih utama menekankan sedekah di waktu-waktu utama seperti hari Jumat, bulan Ramadan, terutama 10 hari terakhirnya, 10 hari awal bulan Zulhijah dan beberapa hari raya."

Keberkahan dari setiap perjalanan hidup umat manusia, sejatinya berasal dari sedekah. Kita hendaknya memperbanyak sedekah agar bisa mendatangkan beberapa manfaat, salah satunya adalah kesehatan. Sedekah adalah amal ibadah yang tidak akan mengurangi harta kita, melainkan justru sebaliknya, akan menambah banyak harta yang kita miliki. Kita akan mendapatkan berkah yang banyak, jika mau bersedekah, terutama di hari Jumat.

"Sesungguhnya hari yang paling afdal adalah hari Jumat. Karena itu, perbanyaklah membaca selawat untukku. Karena selawat kalian diperlihatan kepadaku." (Al-Iqna, 1/170).

Ibnul Qoyim Al-Jauziyah, dalam kitabnya Zadul Ma'ad, menyebutkan beberapa keistimewaan hari Jumat, dengan mengatakan, Keutamaan yang ke-25 adalah sedekah di hari Jumat memiliki keistimewaan khusus dibandingkan hari yang lain. Sedekah di hari Jumat, dibandingkan dengan sedekah di hari yang lain, seperti perbandingan antara sedekah di bulan Ramadan dengan sedekah di selain Ramadan.

Saya pernah melihat Syaikhul Islam r.a. (Ibn Taimiyah) apabila beliau berangkat 'Jumatan', beliau membawa apa yang ada di rumah, baik roti atau yang lainnya, dan beliau sedekahkan kepada orang di jalan diam-diam.

Saya pernah mendengar beliau mengatakan, "Apabila Allah memerintahkan kita untk bersedekah sebelum menghadap Rasulullah saw. maka bersedekah sebelum menghadap Allah lebih afdal dan lebih besar keutamaannya." (Zadul Ma'ad, 1/407).(M. Wildan Auliya, 2021 : 91-104).

Alhamdulillah, kali ini kami berhasil menyalurkan 380 porsi nasi box (Sumber: Humas UIN SGD | Foto: Istimewa)
Alhamdulillah, kali ini kami berhasil menyalurkan 380 porsi nasi box (Sumber: Humas UIN SGD | Foto: Istimewa)

Ruang Perjumpaan Berbagi

Dalam konteks kampus, aktivitas berbagi dalam bentuk sedekah itu terjadi selesai shalat Jumat, halaman Masjid Ikomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung tak langsung lengang. Justru di sanalah denyut kebersamaan terasa paling nyata.

Tradisi Jumat Berkah hadir dalam wujud sederhana, ada nasi box, makanan ringan, dan minuman yang dibagikan dengan tangan terbuka. Anak-anak, pemuda, mahasiswa, hingga orang tua tampak mengantre memanjang, melingkari serambi masjid. Tak ada sekat status, tak ada jarak sosial. Semua berdiri sejajar dalam barisan yang sama, menunggu giliran dengan tertib dan senyum yang terjaga. Di antrean itu, solidaritas, kepedulian, empati tumbuh tanpa perlu banyak kata.

Bidang Sosial dan Budaya, Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyalurkan 380 porsi nasi box kepada mahasiswa, warga sekitar selesai melaksanakan salat Jumat di Masjid Ikomah, Jumat, (15/11//2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial “Jumat Berkah” yang rutin dilaksanakan oleh ibu-ibu Dharma Wanita. Ketua DWP UIN SGD Bandung, Enung Supartini, menjelaskan program “Jumat Berkah” digelar secara rutin setiap bulan dengan pelaksanaan yang bergilir di setiap fakultas.

Program ini merupakan bentuk kepedulian sosial (deudeuh) dari ibu-ibu Dharma Wanita kepada para mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Nasi box yang dibagikan merupakan hasil donasi dari para anggota Dharma Wanita. Jumat Berkah ini sebagai bentuk nyata kepedulian sosial yang memberikan manfaat besar, terutama bagi para mahasiswa, masyarakat sekitar UIN Bandung. (www.uinsgd.ac.id)

Dengan demikian, Jumat Berkah bukan sekadar soal memberi dan menerima sekaligus menjadi momentum yang tepat untuk terus menebar kebaikan dan kebenaran. Mengingat di dalamnya tersimpan pelajaran tentang empati dan simpati, tentang bagaimana rezeki menemukan jalannya untuk dibagi.

Di lingkungan kampus, tradisi ini menjelma sebagai ruang perjumpaan antara yang memiliki dan yang membutuhkan, antara kepedulian dan keikhlasan. Masjid tidak hanya menjadi tempat sujud, tetapi hadir menjadi ruang belajar sosial yang hidup dan bermakna.

Ibadah tidak berhenti di atas sajadah, mesti berlanjut dalam aksi nyata. Dari nasi kotak yang dibagikan, tersimpan pesan mendalam. Kebaikan sekecil apa pun, bila dilakukan bersama, akan terasa luas dan menguatkan.

Jumat Berkah pada akhirnya tentang ikhtiar menghadirkan manfaat, berbagi rezeki, dan terus menyalakan harapan. Dari pertanyaan polos seorang anak selepas salat Jumat, diingatkan ihwal keberkahan kerap lahir dari hal-hal sederhana, remeh temah. Asal kita mau berbagi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)