Merawat Tradisi, Menebar Kebaikan

9 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Pelaksanaan Jumat Berkah dilakukan secara bergantian oleh masing-masing DWP unit fakultas, pascasarjana, dan al-jamiah (Sumber: Humas UIN SGD | Foto: Istimewa)
Pelaksanaan Jumat Berkah dilakukan secara bergantian oleh masing-masing DWP unit fakultas, pascasarjana, dan al-jamiah (Sumber: Humas UIN SGD | Foto: Istimewa)

Selesai menunaikan salat Jumat di Masjid Al-Hidayah, anak kedua, Aa Akil, tiba-tiba bertanya polos, “Bah, kenapa tidak ada Jumat Berkah?”

Kujawab singkat “Muhun”

Bocah kelas lima itu belum puas atas jawaban. Lalu bertanya, “Kalau di Masjid Kampus, masih ada?”

“Masih,” jawabku. “Biasanya ibu-ibu yang membagikan, Iya kan Bah!,” celetuknya.

Percakapan singkat itu justru menjadi pengantar pada renungan yang panjang. Tentang satu tradisi berbagi, Jumat Berkah yang sarat makna.

Ilustrasi seorang Muslimah melaksanakan salat. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ilustrasi seorang Muslimah melaksanakan salat. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)

Hari Istimewa

Dalam Islam, hari Jumat memiliki kedudukan istimewa. Sering disebut sayyidul ayyam, raja (tuan) segala hari. Pasalnya, pada hari inilah umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, doa, dan amal kebaikan. Sedekah Jumat menjadi salah satu amalan yang mengakar dan kuat dalam tradisi umat Islam yang lebih populer disebut Jumat Berkah.

Keutamaan hari Jumat ditegaskan dalam banyak dalil. Rasulullah SAW menyebutkan adanya waktu mustajab di hari Jumat, saat doa seorang hamba berpeluang besar dikabulkan oleh Allah SWT. Para ulama menganjurkan memperbanyak amal saleh di hari ini, termasuk bersedekah, sebab pahalanya dilipatgandakan dan keberkahannya meluas. Namun, sedekah Jumat bukan sekadar memberi harta. Melainkan bentuk kepedulian sosial yang nyata.

Dalam keseharian, masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan, mulai dari fakir miskin, anak yatim, kaum dhuafa, hingga mereka yang tertimpa musibah. Melalui sedekah, seorang muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi berusaha menumbuhkan empati dan rasa persaudaraan.

Rasulullah SAW bersabda sedekah tidak akan mengurangi harta, bahkan, dapat menolak bala dan mendatangkan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA disebutkan, “Setiap pagi ada dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang gemar berinfak.’ Dan yang lainnya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan bagi orang yang menahan hartanya.’”

Di era sekarang, sedekah Jumat bisa dilakukan dengan banyak cara. Tidak harus besar. Sekecil apa pun, jika ikhlas, bernilai besar di sisi Allah SWT. Bisa berupa makanan untuk jamaah masjid, infak, bantuan sosial, hingga sedekah digital melalui lembaga resmi yang terpercaya.

Proses pembagian roti kemasan dan air mineral secara gratis pada warga yang telah melaksanakan solat jumat. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Muhamad Rifki Mahfudin)
Proses pembagian roti kemasan dan air mineral secara gratis pada warga yang telah melaksanakan solat jumat. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Muhamad Rifki Mahfudin)

Keutamaan Jumat Berkah

Bagi umat Islam dalam melakukan amalan ibadah pada Jumat Berkah, terdapat empat keutamaan yang istimewa.

1. Pahala dilipatgandakan

Hari Jumat merupakan hari yang penuh keberkahan. Amal ibadah yang dilakukan pada hari ini akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah bersedekah, berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan sebagai wujud kepedulian dan ketaatan kepada Allah.

2. Meningkatkan iman dan kedekatan dengan Allah SWT

Amalan kebaikan yang dilakukan secara ikhlas pada hari Jumat dapat memperkuat keimanan. Sedekah menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. Allah menjanjikan pahala dan keberkahan hidup bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beramal.

3. Waktu mustajab untuk berdoa

Jumat memiliki keistimewaan berupa waktu mustajab, di mana doa seorang muslim berpeluang besar dikabulkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa pada hari Jumat terdapat satu waktu yang singkat, ketika seorang hamba memohon kepada Allah SWT, niscaya permintaannya akan dikabulkan.

4. Memberikan ketenangan hati dan kedamaian batin

Ibadah dan sedekah yang dilakukan dengan niat ikhlas pada Jumat Berkah akan menghadirkan ketenangan dan kelapangan hati. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dijelaskan bahwa orang yang gemar bersedekah hidupnya lebih tenang, sedangkan sifat kikir justru menimbulkan kegelisahan dan ketidaknyamanan. (Antara, Kamis, 29 Agustus 2024 15:05 WIB dan www.baznas.go.id)

Polsek Katapang menggelar bakti sosial Jumat Berkah di Kecamatan Katapang, Jumat (13/3/2020). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Vina Elvira)
Polsek Katapang menggelar bakti sosial Jumat Berkah di Kecamatan Katapang, Jumat (13/3/2020). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Vina Elvira)

Berislam tapi Egois, Yuk Perbanyak Sedekah

Amalan mulia lainnya di hari Jumat adalah memperbanyak sedekah. Ini sangat penting karena mempunyai dampak sosial yang konkret. Andaikan tradisi bersedekah ini bisa berjalan secara maksimal di dalam Islam, maka kemiskinan di dalam Islam akan berkurang secara signifikan.

Sedekah merupakan salah satu wujud kesadaran sosial dalam Islam. Dari sedekah inilah, kita tahu bahwa Islam bukanlah agama yang mengutamakan individualisme (egoisme), melainkan agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai sosial. Melalui sedekah Islam mengajarkan tentang solidaritas sosial.

Orang yang beragama Islam idealnya sangat peduli dan simpati terhadap orang lain, terutama yang tidak mampu. Jika ada orang mengaku Islam, tetapi egois dan individualis, tidak peduli dengan sesamanya, terutama terhadap fakir miskin dan yatim-piatu, maka perlu dipertanyakan kadar keislamannya.

Sekarang ini, masih banyak orang Muslim kaya yang lebih mementingkan dirinya sendiri dan kurang (malah) tidak peduli dengan saudara-saudaranya yang tidak beruntung. Banyak orang Islam kaya yang masih lebih suka umrah tiap tahun, daripada memberikan beasiswa kepada anak-anak yang tidak sanggup bersekolah (mendonasikan) sebagian hartanya untuk pembangunan sekolah, madrasah atau pondok pesantren.

Fenomena inilah yang pernah dikritik oleh almarhum KH. Sholahuddin Wahid, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang yang akrab dipanggil Gus Sholah itu dengan mengatakan bahwa masih banyak orang Islam yang suka memperbanyak umrah daripada bersedekah.

Dengan jumlah umat Islam yang demikian besar, serta kian bertambahnya pertumbuhan kelas menengah ekonomi umat, harusnya potensi dana yang bisa dihimpun sangatlah tinggi. Akan tetapi lantaran masih rendahnya kemauan dalam bersedekah, dana yang berhasil dikumpulkan masih belum menggembirakan.

Pada kegiatan yang diselenggarakan di Masjid Ulul Albab, dihadiri lebih dari lima ratus fakir-miskin, yatim-piatu yang ada di sekitar pesantren setempat. Gus Sholah, menyoroti masih kecilnya dana yang dapat dihimpun dari umat Islam. Penyebabnya, lantaran kita masih asyik beribadah mahdhah, namun kurang gemar berderma.

Padahal bersedekah adalah anjuran agama, apalagi di bulan Ramadan. Saat bulan puasa seperti ini, yang harus ditingkatkan tidak semata ibadah ritual semisal salat, membaca Al-Quran, puasa dan sejenisnya. Justru yang tidak kalah penting itu adalah berderma, bersedekah.

Di hadapan ratusan penerima santunan sekaligus para donatur yang hadir, Gus Sholah menegaskan pada ayat kesepuluh dari surat Al-Munafiqun digambarkan orang yang berharap dikembalikan ke dunia setelah meninggal. Yang akan dilakukan saat ada di dunia, adalah bukan memperbanyak ibadah ritual seperti umrah, tapi bersedekah.

Berderma ternyata lebih utama dari ibadah personal. Ya tidak menampik bahwa berumrah memiliki kenikmatan tersediri. Tapi alangkah lebih afdal, kalau antara ibadah umrah dan berderma dapat dilaksanakan secara seimbang.

Tentunya kritik Gus Sholah terhadap praktik beribadah umat Islam ini sangat penting mengingat sekarang ini umrah dan haji, bernilai bisnisnya, sangat gencar sekali dipromosikan di berbagai media.

Ingat, kewajiban umrah dan haji itu sebenarnya hanya satu kali seumur hidup. Namun dalam prakteknya, banyak umat Islam di Indonesia yang masih suka umrah berkali-kali, sementara di sekelilingnya masih banyak saudar-saudaranya yang tak sanggup makan, tak bisa sekolah, tak mampu ‘membangun usaha, bahkan tak mampu membeli rumah dan seterusnya.

Jika seseorang lebih suka mengutamakan umrah dan haji daripada sedekah, sehingga dirinya tercatat sebagai orang yang rajin umrah atau haji, tetapi jarang bersedekah, maka itu sama saja dirinya berislam tetapi egois, atau beragama tetapi mementingkan diri sendiri. Tentu saja pola beragama semacam ini tidak diperkenankan dalam Islam.

Inisiator Jadi Baik, Zahid Izzah Robbani, saat membagikan paket makanan ke kaum duafa di kawasan Sukasari, Bandung, Selasa (10/4/2018). (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Fathia Uqim)
Inisiator Jadi Baik, Zahid Izzah Robbani, saat membagikan paket makanan ke kaum duafa di kawasan Sukasari, Bandung, Selasa (10/4/2018). (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Fathia Uqim)

Seharusnya, Islam yang kita peluk itu bisa meminimalisir rasa egoisme kita. Dengan mentradisikan bersedekah terhadap orang lain yang membutuhkan, membuat kita sebagai ‘manusia yang mulia, sebab kita benar-benar beragama secara benar, yakni beragama yang di dalamnya diliputi dengan semangat kepedulian sosial yang tinggi. Karenanya, sedekah ini tergolong sebagai ibadah yang mulia di dalam Islam, terutama bila dilakukan di hari Jumat.

Memang sedekah ini hukumnya sunah. Tetapi sunah yang dianjurkan. Termasuk sedekah di hari Jumat merupakan ibadah sunah yang sangat ditekankan dalam Islam yang menjadi salah satu ibadah sunah yang dinajurkan. Sebab pada hari jumat itu pahala sedekah akan dilipatgandakan.

Syaikh Hajar Al-Haitami, dalam Minhajul Qawim menegaskan, "Dan lebih utama menekankan sedekah di waktu-waktu utama seperti hari Jumat, bulan Ramadan, terutama 10 hari terakhirnya, 10 hari awal bulan Zulhijah dan beberapa hari raya."

Keberkahan dari setiap perjalanan hidup umat manusia, sejatinya berasal dari sedekah. Kita hendaknya memperbanyak sedekah agar bisa mendatangkan beberapa manfaat, salah satunya adalah kesehatan. Sedekah adalah amal ibadah yang tidak akan mengurangi harta kita, melainkan justru sebaliknya, akan menambah banyak harta yang kita miliki. Kita akan mendapatkan berkah yang banyak, jika mau bersedekah, terutama di hari Jumat.

"Sesungguhnya hari yang paling afdal adalah hari Jumat. Karena itu, perbanyaklah membaca selawat untukku. Karena selawat kalian diperlihatan kepadaku." (Al-Iqna, 1/170).

Ibnul Qoyim Al-Jauziyah, dalam kitabnya Zadul Ma'ad, menyebutkan beberapa keistimewaan hari Jumat, dengan mengatakan, Keutamaan yang ke-25 adalah sedekah di hari Jumat memiliki keistimewaan khusus dibandingkan hari yang lain. Sedekah di hari Jumat, dibandingkan dengan sedekah di hari yang lain, seperti perbandingan antara sedekah di bulan Ramadan dengan sedekah di selain Ramadan.

Saya pernah melihat Syaikhul Islam r.a. (Ibn Taimiyah) apabila beliau berangkat 'Jumatan', beliau membawa apa yang ada di rumah, baik roti atau yang lainnya, dan beliau sedekahkan kepada orang di jalan diam-diam.

Saya pernah mendengar beliau mengatakan, "Apabila Allah memerintahkan kita untk bersedekah sebelum menghadap Rasulullah saw. maka bersedekah sebelum menghadap Allah lebih afdal dan lebih besar keutamaannya." (Zadul Ma'ad, 1/407).(M. Wildan Auliya, 2021 : 91-104).

Alhamdulillah, kali ini kami berhasil menyalurkan 380 porsi nasi box (Sumber: Humas UIN SGD | Foto: Istimewa)
Alhamdulillah, kali ini kami berhasil menyalurkan 380 porsi nasi box (Sumber: Humas UIN SGD | Foto: Istimewa)

Ruang Perjumpaan Berbagi

Dalam konteks kampus, aktivitas berbagi dalam bentuk sedekah itu terjadi selesai shalat Jumat, halaman Masjid Ikomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung tak langsung lengang. Justru di sanalah denyut kebersamaan terasa paling nyata.

Tradisi Jumat Berkah hadir dalam wujud sederhana, ada nasi box, makanan ringan, dan minuman yang dibagikan dengan tangan terbuka. Anak-anak, pemuda, mahasiswa, hingga orang tua tampak mengantre memanjang, melingkari serambi masjid. Tak ada sekat status, tak ada jarak sosial. Semua berdiri sejajar dalam barisan yang sama, menunggu giliran dengan tertib dan senyum yang terjaga. Di antrean itu, solidaritas, kepedulian, empati tumbuh tanpa perlu banyak kata.

Bidang Sosial dan Budaya, Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyalurkan 380 porsi nasi box kepada mahasiswa, warga sekitar selesai melaksanakan salat Jumat di Masjid Ikomah, Jumat, (15/11//2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial “Jumat Berkah” yang rutin dilaksanakan oleh ibu-ibu Dharma Wanita. Ketua DWP UIN SGD Bandung, Enung Supartini, menjelaskan program “Jumat Berkah” digelar secara rutin setiap bulan dengan pelaksanaan yang bergilir di setiap fakultas.

Program ini merupakan bentuk kepedulian sosial (deudeuh) dari ibu-ibu Dharma Wanita kepada para mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Nasi box yang dibagikan merupakan hasil donasi dari para anggota Dharma Wanita. Jumat Berkah ini sebagai bentuk nyata kepedulian sosial yang memberikan manfaat besar, terutama bagi para mahasiswa, masyarakat sekitar UIN Bandung. (www.uinsgd.ac.id)

Dengan demikian, Jumat Berkah bukan sekadar soal memberi dan menerima sekaligus menjadi momentum yang tepat untuk terus menebar kebaikan dan kebenaran. Mengingat di dalamnya tersimpan pelajaran tentang empati dan simpati, tentang bagaimana rezeki menemukan jalannya untuk dibagi.

Di lingkungan kampus, tradisi ini menjelma sebagai ruang perjumpaan antara yang memiliki dan yang membutuhkan, antara kepedulian dan keikhlasan. Masjid tidak hanya menjadi tempat sujud, tetapi hadir menjadi ruang belajar sosial yang hidup dan bermakna.

Ibadah tidak berhenti di atas sajadah, mesti berlanjut dalam aksi nyata. Dari nasi kotak yang dibagikan, tersimpan pesan mendalam. Kebaikan sekecil apa pun, bila dilakukan bersama, akan terasa luas dan menguatkan.

Jumat Berkah pada akhirnya tentang ikhtiar menghadirkan manfaat, berbagi rezeki, dan terus menyalakan harapan. Dari pertanyaan polos seorang anak selepas salat Jumat, diingatkan ihwal keberkahan kerap lahir dari hal-hal sederhana, remeh temah. Asal kita mau berbagi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 12:42

Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

Dalam kasus pitbull di Arjasari, Anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 10:25

Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya.

Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ikon 27 Agu 2026, 13:40

Gedung Sate Cikajang Garut, Bangunan Unik di Tengah Perkebunan Teh

Di pelosok Cikajang, Garut, berdiri Gedung Sate Cikajang yang dibuat mirip ikon Jawa Barat dan digunakan untuk kegiatan warga.

Bangunan miniatur Gedung Sate di Cikajang, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)