Merawat Tradisi, Menebar Kebaikan

9 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Pelaksanaan Jumat Berkah dilakukan secara bergantian oleh masing-masing DWP unit fakultas, pascasarjana, dan al-jamiah (Sumber: Humas UIN SGD | Foto: Istimewa)
Pelaksanaan Jumat Berkah dilakukan secara bergantian oleh masing-masing DWP unit fakultas, pascasarjana, dan al-jamiah (Sumber: Humas UIN SGD | Foto: Istimewa)

Selesai menunaikan salat Jumat di Masjid Al-Hidayah, anak kedua, Aa Akil, tiba-tiba bertanya polos, “Bah, kenapa tidak ada Jumat Berkah?”

Kujawab singkat “Muhun”

Bocah kelas lima itu belum puas atas jawaban. Lalu bertanya, “Kalau di Masjid Kampus, masih ada?”

“Masih,” jawabku. “Biasanya ibu-ibu yang membagikan, Iya kan Bah!,” celetuknya.

Percakapan singkat itu justru menjadi pengantar pada renungan yang panjang. Tentang satu tradisi berbagi, Jumat Berkah yang sarat makna.

Ilustrasi seorang Muslimah melaksanakan salat. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ilustrasi seorang Muslimah melaksanakan salat. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)

Hari Istimewa

Dalam Islam, hari Jumat memiliki kedudukan istimewa. Sering disebut sayyidul ayyam, raja (tuan) segala hari. Pasalnya, pada hari inilah umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, doa, dan amal kebaikan. Sedekah Jumat menjadi salah satu amalan yang mengakar dan kuat dalam tradisi umat Islam yang lebih populer disebut Jumat Berkah.

Keutamaan hari Jumat ditegaskan dalam banyak dalil. Rasulullah SAW menyebutkan adanya waktu mustajab di hari Jumat, saat doa seorang hamba berpeluang besar dikabulkan oleh Allah SWT. Para ulama menganjurkan memperbanyak amal saleh di hari ini, termasuk bersedekah, sebab pahalanya dilipatgandakan dan keberkahannya meluas. Namun, sedekah Jumat bukan sekadar memberi harta. Melainkan bentuk kepedulian sosial yang nyata.

Dalam keseharian, masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan, mulai dari fakir miskin, anak yatim, kaum dhuafa, hingga mereka yang tertimpa musibah. Melalui sedekah, seorang muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi berusaha menumbuhkan empati dan rasa persaudaraan.

Rasulullah SAW bersabda sedekah tidak akan mengurangi harta, bahkan, dapat menolak bala dan mendatangkan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA disebutkan, “Setiap pagi ada dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang gemar berinfak.’ Dan yang lainnya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan bagi orang yang menahan hartanya.’”

Di era sekarang, sedekah Jumat bisa dilakukan dengan banyak cara. Tidak harus besar. Sekecil apa pun, jika ikhlas, bernilai besar di sisi Allah SWT. Bisa berupa makanan untuk jamaah masjid, infak, bantuan sosial, hingga sedekah digital melalui lembaga resmi yang terpercaya.

Proses pembagian roti kemasan dan air mineral secara gratis pada warga yang telah melaksanakan solat jumat. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Muhamad Rifki Mahfudin)
Proses pembagian roti kemasan dan air mineral secara gratis pada warga yang telah melaksanakan solat jumat. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Muhamad Rifki Mahfudin)

Keutamaan Jumat Berkah

Bagi umat Islam dalam melakukan amalan ibadah pada Jumat Berkah, terdapat empat keutamaan yang istimewa.

1. Pahala dilipatgandakan

Hari Jumat merupakan hari yang penuh keberkahan. Amal ibadah yang dilakukan pada hari ini akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah bersedekah, berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan sebagai wujud kepedulian dan ketaatan kepada Allah.

2. Meningkatkan iman dan kedekatan dengan Allah SWT

Amalan kebaikan yang dilakukan secara ikhlas pada hari Jumat dapat memperkuat keimanan. Sedekah menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. Allah menjanjikan pahala dan keberkahan hidup bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beramal.

3. Waktu mustajab untuk berdoa

Jumat memiliki keistimewaan berupa waktu mustajab, di mana doa seorang muslim berpeluang besar dikabulkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa pada hari Jumat terdapat satu waktu yang singkat, ketika seorang hamba memohon kepada Allah SWT, niscaya permintaannya akan dikabulkan.

4. Memberikan ketenangan hati dan kedamaian batin

Ibadah dan sedekah yang dilakukan dengan niat ikhlas pada Jumat Berkah akan menghadirkan ketenangan dan kelapangan hati. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dijelaskan bahwa orang yang gemar bersedekah hidupnya lebih tenang, sedangkan sifat kikir justru menimbulkan kegelisahan dan ketidaknyamanan. (Antara, Kamis, 29 Agustus 2024 15:05 WIB dan www.baznas.go.id)

Polsek Katapang menggelar bakti sosial Jumat Berkah di Kecamatan Katapang, Jumat (13/3/2020). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Vina Elvira)
Polsek Katapang menggelar bakti sosial Jumat Berkah di Kecamatan Katapang, Jumat (13/3/2020). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Vina Elvira)

Berislam tapi Egois, Yuk Perbanyak Sedekah

Amalan mulia lainnya di hari Jumat adalah memperbanyak sedekah. Ini sangat penting karena mempunyai dampak sosial yang konkret. Andaikan tradisi bersedekah ini bisa berjalan secara maksimal di dalam Islam, maka kemiskinan di dalam Islam akan berkurang secara signifikan.

Sedekah merupakan salah satu wujud kesadaran sosial dalam Islam. Dari sedekah inilah, kita tahu bahwa Islam bukanlah agama yang mengutamakan individualisme (egoisme), melainkan agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai sosial. Melalui sedekah Islam mengajarkan tentang solidaritas sosial.

Orang yang beragama Islam idealnya sangat peduli dan simpati terhadap orang lain, terutama yang tidak mampu. Jika ada orang mengaku Islam, tetapi egois dan individualis, tidak peduli dengan sesamanya, terutama terhadap fakir miskin dan yatim-piatu, maka perlu dipertanyakan kadar keislamannya.

Sekarang ini, masih banyak orang Muslim kaya yang lebih mementingkan dirinya sendiri dan kurang (malah) tidak peduli dengan saudara-saudaranya yang tidak beruntung. Banyak orang Islam kaya yang masih lebih suka umrah tiap tahun, daripada memberikan beasiswa kepada anak-anak yang tidak sanggup bersekolah (mendonasikan) sebagian hartanya untuk pembangunan sekolah, madrasah atau pondok pesantren.

Fenomena inilah yang pernah dikritik oleh almarhum KH. Sholahuddin Wahid, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang yang akrab dipanggil Gus Sholah itu dengan mengatakan bahwa masih banyak orang Islam yang suka memperbanyak umrah daripada bersedekah.

Dengan jumlah umat Islam yang demikian besar, serta kian bertambahnya pertumbuhan kelas menengah ekonomi umat, harusnya potensi dana yang bisa dihimpun sangatlah tinggi. Akan tetapi lantaran masih rendahnya kemauan dalam bersedekah, dana yang berhasil dikumpulkan masih belum menggembirakan.

Pada kegiatan yang diselenggarakan di Masjid Ulul Albab, dihadiri lebih dari lima ratus fakir-miskin, yatim-piatu yang ada di sekitar pesantren setempat. Gus Sholah, menyoroti masih kecilnya dana yang dapat dihimpun dari umat Islam. Penyebabnya, lantaran kita masih asyik beribadah mahdhah, namun kurang gemar berderma.

Padahal bersedekah adalah anjuran agama, apalagi di bulan Ramadan. Saat bulan puasa seperti ini, yang harus ditingkatkan tidak semata ibadah ritual semisal salat, membaca Al-Quran, puasa dan sejenisnya. Justru yang tidak kalah penting itu adalah berderma, bersedekah.

Di hadapan ratusan penerima santunan sekaligus para donatur yang hadir, Gus Sholah menegaskan pada ayat kesepuluh dari surat Al-Munafiqun digambarkan orang yang berharap dikembalikan ke dunia setelah meninggal. Yang akan dilakukan saat ada di dunia, adalah bukan memperbanyak ibadah ritual seperti umrah, tapi bersedekah.

Berderma ternyata lebih utama dari ibadah personal. Ya tidak menampik bahwa berumrah memiliki kenikmatan tersediri. Tapi alangkah lebih afdal, kalau antara ibadah umrah dan berderma dapat dilaksanakan secara seimbang.

Tentunya kritik Gus Sholah terhadap praktik beribadah umat Islam ini sangat penting mengingat sekarang ini umrah dan haji, bernilai bisnisnya, sangat gencar sekali dipromosikan di berbagai media.

Ingat, kewajiban umrah dan haji itu sebenarnya hanya satu kali seumur hidup. Namun dalam prakteknya, banyak umat Islam di Indonesia yang masih suka umrah berkali-kali, sementara di sekelilingnya masih banyak saudar-saudaranya yang tak sanggup makan, tak bisa sekolah, tak mampu ‘membangun usaha, bahkan tak mampu membeli rumah dan seterusnya.

Jika seseorang lebih suka mengutamakan umrah dan haji daripada sedekah, sehingga dirinya tercatat sebagai orang yang rajin umrah atau haji, tetapi jarang bersedekah, maka itu sama saja dirinya berislam tetapi egois, atau beragama tetapi mementingkan diri sendiri. Tentu saja pola beragama semacam ini tidak diperkenankan dalam Islam.

Inisiator Jadi Baik, Zahid Izzah Robbani, saat membagikan paket makanan ke kaum duafa di kawasan Sukasari, Bandung, Selasa (10/4/2018). (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Fathia Uqim)
Inisiator Jadi Baik, Zahid Izzah Robbani, saat membagikan paket makanan ke kaum duafa di kawasan Sukasari, Bandung, Selasa (10/4/2018). (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Fathia Uqim)

Seharusnya, Islam yang kita peluk itu bisa meminimalisir rasa egoisme kita. Dengan mentradisikan bersedekah terhadap orang lain yang membutuhkan, membuat kita sebagai ‘manusia yang mulia, sebab kita benar-benar beragama secara benar, yakni beragama yang di dalamnya diliputi dengan semangat kepedulian sosial yang tinggi. Karenanya, sedekah ini tergolong sebagai ibadah yang mulia di dalam Islam, terutama bila dilakukan di hari Jumat.

Memang sedekah ini hukumnya sunah. Tetapi sunah yang dianjurkan. Termasuk sedekah di hari Jumat merupakan ibadah sunah yang sangat ditekankan dalam Islam yang menjadi salah satu ibadah sunah yang dinajurkan. Sebab pada hari jumat itu pahala sedekah akan dilipatgandakan.

Syaikh Hajar Al-Haitami, dalam Minhajul Qawim menegaskan, "Dan lebih utama menekankan sedekah di waktu-waktu utama seperti hari Jumat, bulan Ramadan, terutama 10 hari terakhirnya, 10 hari awal bulan Zulhijah dan beberapa hari raya."

Keberkahan dari setiap perjalanan hidup umat manusia, sejatinya berasal dari sedekah. Kita hendaknya memperbanyak sedekah agar bisa mendatangkan beberapa manfaat, salah satunya adalah kesehatan. Sedekah adalah amal ibadah yang tidak akan mengurangi harta kita, melainkan justru sebaliknya, akan menambah banyak harta yang kita miliki. Kita akan mendapatkan berkah yang banyak, jika mau bersedekah, terutama di hari Jumat.

"Sesungguhnya hari yang paling afdal adalah hari Jumat. Karena itu, perbanyaklah membaca selawat untukku. Karena selawat kalian diperlihatan kepadaku." (Al-Iqna, 1/170).

Ibnul Qoyim Al-Jauziyah, dalam kitabnya Zadul Ma'ad, menyebutkan beberapa keistimewaan hari Jumat, dengan mengatakan, Keutamaan yang ke-25 adalah sedekah di hari Jumat memiliki keistimewaan khusus dibandingkan hari yang lain. Sedekah di hari Jumat, dibandingkan dengan sedekah di hari yang lain, seperti perbandingan antara sedekah di bulan Ramadan dengan sedekah di selain Ramadan.

Saya pernah melihat Syaikhul Islam r.a. (Ibn Taimiyah) apabila beliau berangkat 'Jumatan', beliau membawa apa yang ada di rumah, baik roti atau yang lainnya, dan beliau sedekahkan kepada orang di jalan diam-diam.

Saya pernah mendengar beliau mengatakan, "Apabila Allah memerintahkan kita untk bersedekah sebelum menghadap Rasulullah saw. maka bersedekah sebelum menghadap Allah lebih afdal dan lebih besar keutamaannya." (Zadul Ma'ad, 1/407).(M. Wildan Auliya, 2021 : 91-104).

Alhamdulillah, kali ini kami berhasil menyalurkan 380 porsi nasi box (Sumber: Humas UIN SGD | Foto: Istimewa)
Alhamdulillah, kali ini kami berhasil menyalurkan 380 porsi nasi box (Sumber: Humas UIN SGD | Foto: Istimewa)

Ruang Perjumpaan Berbagi

Dalam konteks kampus, aktivitas berbagi dalam bentuk sedekah itu terjadi selesai shalat Jumat, halaman Masjid Ikomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung tak langsung lengang. Justru di sanalah denyut kebersamaan terasa paling nyata.

Tradisi Jumat Berkah hadir dalam wujud sederhana, ada nasi box, makanan ringan, dan minuman yang dibagikan dengan tangan terbuka. Anak-anak, pemuda, mahasiswa, hingga orang tua tampak mengantre memanjang, melingkari serambi masjid. Tak ada sekat status, tak ada jarak sosial. Semua berdiri sejajar dalam barisan yang sama, menunggu giliran dengan tertib dan senyum yang terjaga. Di antrean itu, solidaritas, kepedulian, empati tumbuh tanpa perlu banyak kata.

Bidang Sosial dan Budaya, Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyalurkan 380 porsi nasi box kepada mahasiswa, warga sekitar selesai melaksanakan salat Jumat di Masjid Ikomah, Jumat, (15/11//2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial “Jumat Berkah” yang rutin dilaksanakan oleh ibu-ibu Dharma Wanita. Ketua DWP UIN SGD Bandung, Enung Supartini, menjelaskan program “Jumat Berkah” digelar secara rutin setiap bulan dengan pelaksanaan yang bergilir di setiap fakultas.

Program ini merupakan bentuk kepedulian sosial (deudeuh) dari ibu-ibu Dharma Wanita kepada para mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Nasi box yang dibagikan merupakan hasil donasi dari para anggota Dharma Wanita. Jumat Berkah ini sebagai bentuk nyata kepedulian sosial yang memberikan manfaat besar, terutama bagi para mahasiswa, masyarakat sekitar UIN Bandung. (www.uinsgd.ac.id)

Dengan demikian, Jumat Berkah bukan sekadar soal memberi dan menerima sekaligus menjadi momentum yang tepat untuk terus menebar kebaikan dan kebenaran. Mengingat di dalamnya tersimpan pelajaran tentang empati dan simpati, tentang bagaimana rezeki menemukan jalannya untuk dibagi.

Di lingkungan kampus, tradisi ini menjelma sebagai ruang perjumpaan antara yang memiliki dan yang membutuhkan, antara kepedulian dan keikhlasan. Masjid tidak hanya menjadi tempat sujud, tetapi hadir menjadi ruang belajar sosial yang hidup dan bermakna.

Ibadah tidak berhenti di atas sajadah, mesti berlanjut dalam aksi nyata. Dari nasi kotak yang dibagikan, tersimpan pesan mendalam. Kebaikan sekecil apa pun, bila dilakukan bersama, akan terasa luas dan menguatkan.

Jumat Berkah pada akhirnya tentang ikhtiar menghadirkan manfaat, berbagi rezeki, dan terus menyalakan harapan. Dari pertanyaan polos seorang anak selepas salat Jumat, diingatkan ihwal keberkahan kerap lahir dari hal-hal sederhana, remeh temah. Asal kita mau berbagi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Agu 2026, 19:39

Dari Uang Tunai ke Sekali Klik dalam Perubahan Perilaku Keuangan Mahasiswa

Peralihan ke dompet digital mempermudah transaksi mahasiswa, namun berisiko memicu perilaku konsumtif.

Kemudahan transaksi dompet digital melalui pemindaian kode QR semakin efisien dan dekat dengan aktivitas harian mahasiswa. (Sumber: Pexels/Pavel Danilyuk)
Linimasa 09 Agu 2026, 18:31

Hikayat Baju Pendakian Indonesia yang Biasa Digunakan Para Pecinta Alam

Flanel, celana PDL, jaket bulu angsa, dan sepatu tentara pernah menjadi ciri khas pendaki Indonesia sebelum era pakaian modern.

Ilustrasi pendaki gunung. (Sumber: Pixnio)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 15:43

Kibar Sang Merah Putih pun Tak Merdeka

Bendera memang sudah merdeka dari penjajahan. Tetapi apakah manusia yang mengibarkannya sudah benar-benar merasakan kemerdekaan?

Bendera merah putih di sekeliling Lapangan Lio Genteng, RW 05, Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu 12 Agustus 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 12:05

Tanah, Makanan, dan Tempat

Timbal-balik antara alam dengan manusia, dan sebaliknya, khususnya tentang nama-nama batuan atau tanah yang dijadikan toponimi.

Camilan kue ladu, sangat populer di Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis. (Sumber: T Bactiar)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 09:17

Hari Hutan Nasional: Menjadikan Hutan sebagai Rumah dan Harapan

Masih relevan kah peringatan Hari Hutan Nasional sekarang dengan kondisi ekologi hutan kita yang semakin gundul. Apakah pembangunan tidak menggunakan konsep lingkungan hidup yang sehat?

Siswa SD Darul Hikam Bandung memperingati Hari Bumi dengan aksi nyata menanam pohon di kawasan Dago Giri, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 25 April 2024.  (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Wisata & Kuliner 09 Agu 2026, 09:03

Tamasya di Dadaha Tasikmalaya: Tempat Jogging, Wisata Kuliner, dan Rekreasi Keluarga

Dadaha menjadi destinasi favorit warga Tasikmalaya dengan lintasan jogging, taman bermain anak, kolam renang, dan Pasar Kojengkang yang selalu ramai.

Suasana di Kawasan Dadaha Tasikmalaya (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 07 Agu 2026, 15:20

Jelajah Sungai Cigerendong, Surga Tersembunyi di Dusun Cukanggaleuh Pangandaran

Jelajahi Sungai Cigerendong di Desa Parakanmanggu dengan air jernih berwarna toska, pepohonan rindang, dan suasana yang masih alami.

Sungai Cigerendong Pangandaran. (Sumber: TikTok @cigerendongpangandaran)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 13:53

Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan

Apakah masyarakat kita memang masih menonton film di bioskop dengan cara yang sama seperti sebelumnya?

Ilustrasi Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan. (Sumber: Mochamad Arbani)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 11:58

Cipatat dan Krisis Kesehatan yang Tak Terlihat

Negara wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas kesehatan dan penderitaan masyarakat. 

Beberapa truk bayawak pengangkut batu kapur terparkir di wilayah Cipatat Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ananda)
Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)