Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

naila husna
Ditulis oleh naila husna diterbitkan Jumat 09 Jan 2026, 17:14 WIB
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)

Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)

Meskipun sudah menjadi hal biasa kemacetan yang ada di Kota Bandung ini sangat berdampak dalam berbagai aktivitas. Apalagi pada pagi dan sore hari saat aktivitas masyarakat sedang aktif, perjalanan yang biasanya hanya 15 menit menjadi setengah jam, kondisi ini sangat menggangu aktivitas dari mulai dari berangkat kuliah hingga berangkat kerja.

Jumlah kendaraan pribadi terus menerus meningkat, akan tetapi kapasitas jalan tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Kota dengan ruang jalan yang terbatas ini harus menampung kendaraan yang jauh melebihi daya tampung seharusnya, sehingga menimbulkan kemacetan di jalur utama.

Ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi menjadi salah satu penyebab utama. Transportasi publik yang seharusnya menjadi solusi, belum bisa diandalkan sepenuhnya. Bus dan angkot terasa tidak nyaman dan kurang tepat waktu. Akibatnya, warga tetap memilih kendaraan pribadi meski tahu risiko kemacetan sudah menunggu.

Struktur kota Bandung juga membuat kendaraan mudah tersendat. Jalan yang sempit, persimpangan yang berdekatan, dan pusat aktivitas yang saling berdekatan membuat kendaraan sering bertemu dan berhenti di titik-titik tertentu. Hasilnya, macet terasa seperti hal yang tak terhindarkan.

Wisatawan yang kini semakin melonjak saat akhir pekan atau musim liburan, ini dikarena semakin banyak tempat viral yang berada di kota ini seperti Braga, Dago, dan Lembang sehingga dipenuhi kendaraan asal luar kota yang berdatangan.

Kendaraan yang parkir sembarangan di bahu jalan, terutama di sekitar area kuliner, membuat ruas jalan menjadi sempit, sehingga menyebabkan arus lalu lintas terganggu. Tanpa tindakan penertiban yang tegas dan berkelanjutan, perilaku ini terus berulang setiap hari.

Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. Terusan Buah Batu, Batununggal. 01/12/25 (Sumber: Naila Hunan Ramadhani)
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. Terusan Buah Batu, Batununggal. 01/12/25 (Sumber: Naila Hunan Ramadhani)

Untuk mengatasi beberapa hal ini, wali kota perlu melakukan langkah strategis. Seperti memperkuat transportasi publik, dengan penambahan rute khusus dan pengaturan jadwal yang lebih tepat waktu dan teratur. Ketika transportasi umum sudah nyaman, masyarakat memiliki alasan yang kuat untuk meninggalkan kendaraan pribadi.

Penertiban parkir liar juga menjadi salah satu prioritas. Wali Kota dapat menerapkan beberapa larangan dan pelanggaran parkir di bahu jalan pada kawasan yang rawan macet serta menyediakan tempat parkir baru di lokasi yang strategis.

Baca Juga: Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Untuk kawasan yang menjadi wisata, wali kota dapat menghadirkan layanan yang menghubungkan parkir di luar kota dengan destinasi viral yang banyak dikunjungi. Sistem ini mengurangi jumlah mobil pribadi yang masuk ke area padat, sehingga lalu lintas menjadi jauh lebih lancar.

Pemerintah kota juga perlu meningkatkan manajemen arus lalu lintas. Persimpangan diperbaiki serta berikan jalur khusus untuk transportasi umum agar lalu lintas menjadi lebih lancar.

Aktif memberikan dorongan bagi masyarakat untuk memanfaatkan transportasi umum sebagai opis tepat untuk meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi.

Kemacetan yang ada di kota Bandung ini cukup kompleks, tapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Dengan beberapa langkah-langkah perbaikan yang bisa dilakukan oleh wali kota Bandung akan menjadi harapan besar untuk keluar dari masalah kemacetan yang selama ini menghiasi kota ini. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

naila husna
Tentang naila husna
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Beranda 25 Feb 2026, 06:39

Makhluk Kecil Ini Ungkap Kondisi Sebenarnya Air Sungai di Teras Cikapundung

Penelitian terbaru di Teras Sungai Cikapundung menunjukkan bahwa kualitas air di hulu sungai Bandung kini berada dalam status tercemar sedang akibat limbah domestik dan aktivitas peternakan

Petugas bersama masyarakat melakukan bersih-bersih Teras Cikapundung, Kota Bandung, Kamis 16 Mei 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 24 Feb 2026, 18:47

Di Simpul Kredit dan Hunian: Transformasi Pembiayaan Perumahan dalam Lanskap Stabilitas Perbankan

Di simpul antara kebijakan makro dan kebutuhan rumah tangga, pembiayaan perumahan berdiri sebagai jembatan.

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 24 Feb 2026, 15:31

Ramadan di Masjid Lautze 2: Saling Berbagi dan Tak Pernah Bertanya Latar Belakang

Pengemis, pengemudi ojek online, pekerja harian, musafir, hingga warga sekitar yang sekadar ingin mampir, duduk dalam barisan yang sama. Tak ada kursi khusus, tak ada sekat sosial.

Suasana ramadan di Masjid Lauetze 2 di Jalan Tamblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 15:01

Miskin di Ruang yang Rusak: Menggugat Politik Kemiskinan Ekologis di Indonesia

Mengkritik politik kemiskinan ekologis: warga miskin hidup di ruang rusak, sementara bansos hanya jadi solusi tambal sulam struktural.

Gundukan sampah. (Sumber: Pexels | Foto: Mumtahina Tanni)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 13:37

Ramadan yang Bukan Sekadar Fasting dalam Bahasa Inggris

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, seseorang tidak cukup hanya memahami konsep fasting.

Umat Muslim beribadah di Bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Annas Arfnahri)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 11:58

15 Istilah Penting Ramadan yang Mudah Dipahami WNA Nonmuslim di Indonesia

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, memahami istilah-istilah kuncinya adalah langkah awal yang penting.

Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)
Beranda 24 Feb 2026, 11:52

RW 15 Tembus FYP, Bangunin Sahur Jadi Wadah Berkarya Anak Sekeloa Selatan

Tradisi bangunin sahur anak-anak muda Sekelo Selatan sudah berjalan sejak 2007. Bukan sekadar keliling kampung, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang kini viral di media sosial.

Anak-anak muda Sekeloa Selatan pelaku tradisi bangunin sahur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 08:09

Puasa Perisai Konsumtif

Jangan sampai nilai-nilai Ramadan ini tereduksi menjadi sekadar simbol dan rutinitas di tengah derasnya arus budaya konsumtif.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 20:20

Reforma Agraria di Punclut: Negara Hadir atau Abai?

Di lereng yang menjadi bagian dari Kawasan Bandung Utara (KBU) itu, warga telah puluhan tahun menggarap lahan ex-erfpacht verponding.

Pertemuan warga Punclut (Foto: Dokumen Mang Aqli)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 16:20

Kumpulan Kata yang Mendadak Ramai Diucap Pas Ramadan

Berikut kumpulan kata khas Ramadan yang sering digunakan beserta maknanya.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Bandung 23 Feb 2026, 15:25

Strategi Bertahan Gado Gado Gerobakan Cibadak Menembus Batas Zaman dan Pandemi

Merintis bisnis bukanlah wacana yang mudah. Perencanaan yang matang hingga eksekusi bisnis sampai di tahap mempunyai pelanggan setia, bukanlah proses yang mudah.

Kuliner tradisional yakni gado-gado gerobakan di kawasan Cibadak milik Efendi Wahyudin. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 14:18

Di Balik Kumpulan Kata Khas Ramadan, Memahami Bahasa dan Makna Sosial

Memahami istilah-istilah khas Ramadan berarti memahami bagaimana bahasa berfungsi sebagai medium pengalaman kolektif.

Seorang anak sedang mengaji. (Sumber: Pixabay | Foto: Joko_Narimo)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 12:13

Bahasa yang Menjadi Kontrol Sosial Kala Ramadan

Di Bulan Suci ini, bahasa menjaga puasa kita tetap tuntas dengan baik.

Ilustrasi orang Indonesia berkumpul di sebuah warung. (Sumber: Pexels | Foto: Noval Gani)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 09:07

Mendadak Pasar Takjil Ramadan

Yang membuat Pasar Takjil menarik, di antaranya adalah suasananya yang meriah dan penuh kejutan.

Pasar Takjil dadakan di Jalan Gading Tutuka, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 18:04

Sejarah Es Cendol Elizabeth yang Selalu Menjadi Minuman 'Bintang' di Saat Ramadan

Kisah Es Cendol Elizabeth berawal dari cerita Haji Rohman pada 1972 yang ditinggal pergi ayahnya.

Es Cendol Elizabeth. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)
Bandung 22 Feb 2026, 15:08

Manisnya Berkah Ramadan di Jalan Cibadak, Kisah Pak Heri Merawat Tradisi Es Goyobod di Tengah Gempuran Zaman

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini.

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 15:02

Ngabuburead: Menemukan Ketenangan di Tengah Riuh Ramadan Jawa Barat

Inilah tren 'Ngabuburead', cara baru menepi lewat konten digital yang lebih intim dan berisi.

Media digital. (Sumber: Unsplash | Foto: @felirbe)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 11:43

Lembang Tempo Dulu

Dahulu Lembang adalah sebuah kawasan hijau yang pada masa VOC memiliki sebuah upeti istimewa.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 09:36

Miéling Poé Basa Indung: Jejak Panjang Pers Sunda

Denyut pers Sunda sebenarnya telah terdengar sejak akhir abad ke-19 melalui penerbitan seperti Sunda Almanak (1894) dan Panemu Guru (1906).

Wajah baru Majalah Mangle dalam manajemen Pusat Budaya Sunda Unpad. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 22 Feb 2026, 07:10

Tak Ada yang Berbuka Sendirian: Cerita Ramadan, Relawan, dan Sampah yang Dipilah di Salman ITB

Saat azan Magrib mendekat, halaman sekitar Masjid Salman ITB dipenuhi aroma makanan berbuka yang tertata rapi di atas meja-meja panjang

Masjid Salman ITB menyiapkan sekitar 800 porsi berbuka setiap hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)