Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

3 menit baca
Keira Khalila
Ditulis oleh Keira Khalila diterbitkan
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)

Di kota yang sering dipuji akan kreatifitas dan keramahannya, ada satu bayangan yang terus muncul, seperti rumput liar di sela trotoar liar yang sulit diberantas. Di ruang publik, jejak pungli masih sering terjadi berulang kali, seakan akan menjadi kebiasaan yang dibiarkan bertahan.

Di Bandung pungli bukanlah hal yang baru, namun ketika orang-orang mulai merekam, mengkritik, dan membagikannya di media sosial, masalah tersebut terlihat lebih jelas. Pola punglinya selalu sama, oknum menetapkan tarif liar dan pelaku tetap aman meskipun telah berulang kali dilaporkan.

Beberapa lokasi yang paling sering muncul dalam pengamatan dan keluhan di media sosial, terutama tiktok, adalah Dago, Tegallega, Braga, Alun-Alun Bandung, dan Kiara Artha Park. Lokasi-lokasi ini sering muncul dalam laporan bukan karena satu insiden tetapi karena pola berulang yang sama dari waktu ke waktu.

Salah satu kasus yang cukup mengejutkan adalah kasus pungli di Rumah Makan Bu Imas, tempat makan yang sangat terkenal di Bandung. Pelanggan yang datang merasa dikenakan biaya tambahan yang tidak masuk akal oleh penduduk parkir yang tidak memiliki identitas legal. 

Ini bukan hanya masalah tarif parkir, tetapi juga fakta bahwa celah pengawasan masih sering terjadi dan bahwa beberapa orang terus memanfaatkannya. Yang seharusnya menjadi kota wisata, Bandung malah memiliki sisi buruk yang secara rahasia merusak kepercayaan penduduk dan wisatawan.

Punggli ini tampaknya berlangsung terang-terangan, seperti yang ditunjukkan dalam banyak unggahan warga di media sosial. Banyak cerita dan video yang menunjukkan petugas parkir membayar tarif yang tidak wajar. Bukti visual yang tersebar luas ini semakin menguatkan gagasan bahwa pola terjadi bukan hanya kejadian sesekali, tetapi praktik yang berulang.

Meskipun Pemkot Bandung telah menetapkan peraturan parkir khusus, kehadiran petugas seringkali tidak sebanding dengan tingkat masalah yang ada. Banyak warga mengatakan bahwa Wali Kota Bandung bertindak tegas hanya setelah kasus viral, bukan sebelum masalah terjadi. 

Situasi ini membuat banyak warga percaya bahwa penanganan pungli masih reaktif karena laporan yang telah disampaikan belum menghasilkan perubahan di lapangan. Ketidaksesuaian antara aturan dan pelaksanaan memungkinkan oknum untuk terus memanfaatkannya. 

Sebagai seorang warga, kami sangat berharap Wali Kota M. Farhan akan menempatkan pungli sebagai salah satu prioritas utama dan tidak hanya memberikan peringatan sekilas. Penertiban dengan razia bukanlah satu-satunya cara untuk menertibkan, tetapi perlu cara untuk mencegah kesalahan dan menghentikan aktivitas oknum.

Baca Juga: Pungli dan Parkir Liar Mengurangi Kepercayaan Publik

Warga juga harus teredukasi dengan lebih baik, mereka harus memahami tarif resmi, hak pribadi untuk menolak, dan cara melapor tanpa rasa takut. Layanan aduan juga harus difasilitasi dan dilayani dengan baik untuk meningkatkan kepercayaan bahwa laporan warga benar-benar didengar.

Bandung mungkin membutuhkan banyak ruang publik karena kehidupan masyarakatnya berkembang. Namun, semua itu terlihat sia-sia jika hal-hal sederhana seperti parkir terus dipenuhi ketidaknyamanan.

Temuan ini menunjukkan bahwa pungli sudah menjadi masalah yang sangat kuat dan serius dan bukan lagi sekadar gangguan ringan. Agar praktik ini benar-benar dihentikan, diperlukan tindakan pembenahan yang lebih terorganisir dan menyeluruh.

Sama penting seperti isu lainnya, pungli harus dibasmi dari akarnya dengan kebijakan, pengawasan, dan keberanian. Saatnya menjadikan Bandung kembali menjadi kota yang bukan hanya indah secara visual, tetapi juga bersih dan bebas dari korupsi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)