SMKN 13 Kota Bandung Dihantui Dugaan Pungli, Tambah Panjang Daftar Kasus Serupa

3 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan
Ilustrasi pungli. (Sumber: Freepik)
Ilustrasi pungli. (Sumber: Freepik)

AYOBANDUNG.ID - Dugaan praktik pungutan liar di lingkungan pendidikan kembali menyeruak di Bandung, kali ini menimpa SMKN 13 Kota Bandung. Isunya bukan hal baru: sumbangan yang disebut “sukarela”, tapi jumlah dan tenggatnya sudah ditentukan. Polemik yang seolah berulang ini menjadi tamparan keras terhadap wajah pendidikan yang mestinya inklusif dan bebas dari beban biaya tersembunyi.

Dugaan pungutan ini pertama kali diungkap oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono. Melalui akun media sosialnya pada Selasa malam, 20 Mei 2025, ia mengunggah video yang merekam isi laporan dari orang tua siswa. Pesan langsung itu mengeluhkan adanya sumbangan sekolah yang nilainya mencapai Rp5,5 juta per siswa, dan dibayarkan secara bertahap hingga kelas 12.

"Kalau sumbangan tapi angkanya ditentukan berarti pungutan, senilai Rp5,5 juta,” kata Ono.

Permasalahannya bukan semata angka. Cara pungutan itu dikemas, menurut Ono, menunjukkan pelanggaran terhadap prinsip dasar sumbangan sukarela. Dalam praktiknya, nominal ditetapkan secara seragam dan diberlakukan kepada seluruh siswa kelas 11 di semua jurusan. Dana tersebut bahkan dikaitkan dengan pengambilan kartu ujian. Artinya, ada tekanan yang menyiratkan konsekuensi jika tidak dibayar.

“Ini harus dicicil setiap ambil kartu ujian sampai kelas 12 harus sudah lunas. Ini komite yang meminta,” katanya.

Sumber utama polemik ini, menurut Ono, terletak pada tafsir yang lentur terhadap fungsi komite sekolah. Dalam Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 97 Tahun 2022, komite diberi ruang untuk menggalang dana dari masyarakat, termasuk orang tua siswa.

Tapi, beleid ini ditengarai bertentangan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang menjadi rujukan nasional. Dalam Permendikbud, sumbangan hanya bisa berasal dari masyarakat umum, dunia usaha, dan dunia industri, bukan orang tua peserta didik.

Dugaan pungli di SMKN 13 bukanlah kasus terisolasi. Ono menyebut bahwa praktik serupa juga ditemukan di berbagai daerah lain, seperti Depok, Cirebon, hingga Bekasi. Polanya relatif sama: komite sekolah dijadikan tameng legalitas untuk menarik dana dari orang tua, dengan justifikasi yang samar dan tanpa transparansi anggaran.

“Tolong disikapi. Tidak hanya di SMKN 13, ini terjadi juga di Depok, Cirebon, Bekasi. Harus ada tegasan dari gubernur untuk membenahi dari sisi pungutan di sekolah negeri,” kata dia.

Tambah Deretan Kasus Dugaan Pungli di Sekolah

SMKN 13 bukan satu-satunya sekolah yang disorot karena dugaan pungli. Pada awal tahun 2025, SMKN 1 Cihampelas di Kabupaten Bandung Barat juga dilaporkan melakukan pungutan terhadap siswa baru. Modusnya berupa kewajiban membeli paket seragam sekolah dari pihak sekolah sendiri dengan harga sekitar Rp1,5 juta. Pembelian dilakukan tanpa melalui koperasi sekolah, tanpa forum musyawarah orang tua, dan tanpa alternatif lain.

Jumlah siswa yang dikenai pungutan hampir mencapai 500 orang. Jika dikalikan, nominal yang terkumpul bisa menembus angka Rp700 juta. Uang tersebut tidak tercatat dalam laporan keuangan resmi dan disimpan secara manual oleh salah satu wakil kepala sekolah. Pemeriksaan internal yang dilakukan Inspektorat Jabar dan BKD menemukan bahwa tidak ada mekanisme resmi dalam proses tersebut.

Pada Oktober 2024, Satgas Saber Pungli Jawa Barat mengungkap dugaan pungutan liar dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA Negeri di Kota Bandung. Praktik ini melibatkan seorang pria berinisial ABK alias AAM, yang juga dikenal sebagai aktivis sekaligus pemerhati pendidikan di wilayah tersebut.

Kepada masyarakat, ABK menjanjikan bisa membantu calon siswa masuk ke SMA Negeri favorit. Ia disebut-sebut membuka “jalur alternatif” dengan imbalan sejumlah uang. Dugaan pungli ini bermula dari laporan masyarakat pada April 2024, saat proses PPDB tengah berlangsung.

Ia menjadikan beberapa sekolah sebagai sasaran dalam praktiknya. Hingga dibekuk, jumlah korban yang terdata mencapai tujuh orang, dengan total kerugian sementara sebesar Rp175 juta.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)