Bisnis Kecantikan Tak Pernah Tidur: Strategi Beauty World Menaklukkan Pasar Bandung

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Sabtu 23 Agu 2025, 21:46 WIB
Bisnis kecantikan tumbuh dari sekadar gaya hidup menjadi kebutuhan, dan Bandung kini bukan hanya kota kreatif, tetapi kota dengan daya beli dan selera estetika yang tinggi. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Bisnis kecantikan tumbuh dari sekadar gaya hidup menjadi kebutuhan, dan Bandung kini bukan hanya kota kreatif, tetapi kota dengan daya beli dan selera estetika yang tinggi. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

AYOBANDUNG.ID -- Efendi tidak hanya memimpin Beauty World sebagai CEO, ia juga menjadi saksi langsung bagaimana bisnis kecantikan di Indonesia, khususnya Bandung, tumbuh dari sekadar gaya hidup menjadi kebutuhan primer.

Di balik gerai mewah Beauty World di Kota Bandung, ada visi besar yang ia bawa, yaitu menjadikan kecantikan sebagai industri yang inklusif, profesional, dan berkelanjutan.

“Pasar kecantikan ini tidak pernah tidur. Di Bandung, kami melihat pertumbuhan yang sangat dinamis. Orang-orang semakin sadar bahwa merawat diri bukan sekadar tren, tapi bagian dari gaya hidup sehat dan percaya diri,” ungkap Efendi.

Bandung, menurutnya, bukan hanya kota kreatif, tetapi juga kota dengan daya beli dan selera estetika yang tinggi. Beauty World hadir di kota ini bukan hanya untuk menjual produk, tetapi untuk membangun ekosistem kecantikan yang profesional dan teredukasi.

“Kami tidak ingin hanya jadi toko. Kami ingin jadi mitra. Karena itu, kami juga hadir dengan konsultan kecantikan, pelatihan penggunaan alat, dan pendekatan yang personal,” jelasnya.

Efendi menyebutkan bahwa strategi ekspansi Beauty World ke kota-kota besar dimulai dari pemetaan kebutuhan lokal. Bandung, dengan populasi muda dan budaya konsumtif yang kuat, menjadi titik awal yang ideal.

Bisnis kecantikan tumbuh dari sekadar gaya hidup menjadi kebutuhan, dan Bandung kini bukan hanya kota kreatif, tetapi kota dengan daya beli dan selera estetika yang tinggi. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bisnis kecantikan tumbuh dari sekadar gaya hidup menjadi kebutuhan, dan Bandung kini bukan hanya kota kreatif, tetapi kota dengan daya beli dan selera estetika yang tinggi. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

“Customer kami di Bandung cukup banyak. Kami ingin lebih dekat dengan mereka, bukan hanya secara fisik, tapi juga secara emosional. Kami ingin mereka merasa didampingi,” katanya.

Beauty World membawa lebih dari sepuluh brand internasional dan lokal, termasuk Janssen Cosmetics dari Jerman yang telah beroperasi di Indonesia selama 21 tahun. Produk ini menjadi penyumbang terbesar dalam penjualan Beauty World.

“Janssen itu backbone kami. Produk ini sudah dipercaya di banyak klinik dan reseller. Kami bangga bisa menjadi distributor utamanya,” ujar Efendi.

Namun, ia tidak ingin Beauty World hanya bergantung pada satu brand. Diversifikasi produk dan layanan menjadi kunci agar bisnis tetap relevan dan adaptif terhadap perubahan tren.

“Kami juga punya produk dari Korea, Eropa, dan lokal. Kami ingin semua segmen bisa terlayani, dari klinik premium sampai reseller di marketplace,” tambahnya.

Pasalnya marketplace, menurut Efendi, adalah medan baru yang tak bisa diabaikan. Beauty World aktif membangun jaringan reseller yang menjual produk melalui platform digital, menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Marketplace itu penting. Kami harus hadir di sana supaya produk kami dikenal lebih luas. Reseller kami adalah ujung tombak distribusi digital,” katanya.

Bisnis kecantikan tumbuh dari sekadar gaya hidup menjadi kebutuhan, dan Bandung kini bukan hanya kota kreatif, tetapi kota dengan daya beli dan selera estetika yang tinggi. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bisnis kecantikan tumbuh dari sekadar gaya hidup menjadi kebutuhan, dan Bandung kini bukan hanya kota kreatif, tetapi kota dengan daya beli dan selera estetika yang tinggi. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Selain produk, Beauty World juga menawarkan alat-alat kecantikan berteknologi tinggi. Namun, Efendi menekankan bahwa teknologi tanpa edukasi adalah investasi yang sia-sia.

“Kalau beli alat mahal tapi tidak tahu cara pakainya, itu percuma. Kami punya moto partner with grow together. Kami ingin pelanggan kami berkembang bersama kami,” tegasnya.

Beauty World juga aktif memberikan pelatihan kepada mitra bisnisnya, mulai dari teknisi klinik hingga pemilik salon. Efendi percaya bahwa pengetahuan adalah aset utama dalam bisnis kecantikan.

“Kami tidak hanya jual barang, kami jual ilmu. Kami ingin mitra kami bisa memberikan hasil terbaik kepada customer mereka,” ujarnya.

Mengutip data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, industri kecantikan Indonesia tumbuh 9,61% per tahun, dengan nilai pasar mencapai Rp 100 triliun pada 2025. Efendi melihat angka ini bukan sebagai target, tetapi sebagai peluang untuk membangun bisnis yang berkelanjutan.

“Angka itu besar, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun kepercayaan. Bisnis kecantikan itu soal kepercayaan dan konsistensi,” katanya.

Efendi juga menyoroti pentingnya inovasi dalam menghadapi persaingan. Beauty World terus mencari brand baru, teknologi terbaru, dan pendekatan pemasaran yang segar.

“Kami tidak bisa stagnan. Kami harus terus belajar, berinovasi, dan mendengarkan pasar karena tren kecantikan berubah cepat,” ujarnya.

Informasi Beauty World

Instagram: https://www.instagram.com/beautyworldindo

Alternatif produk perawatan kecantikan dan UMKM serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/1LVo3tKCd0
  2. https://s.shopee.co.id/2qKbqVHiPS
  3. https://s.shopee.co.id/5L1wp7KEks

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Jelajah 13 Jan 2026, 18:47 WIB

Riwayat Bandung Tiris, saat Hawa Dingin Kepung Kota Cekungan

Letak geografis Bandung membuat udara dingin mudah terperangkap dan menciptakan sensasi sejuk hingga menggigil sejak dulu.
Ilustrasi cuaca dingin Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Profesi dan Hobi Harus Seimbang: Seorang Guru SMA Membuktikan Ambisinya

Guru SMA Lisda Nurul Romdani sukses menaklukkan maraton dan trail run (35 km) di tengah jadwal padat, membuktikan ambisi, mental, dan konsistensi.
Lisda Nurul Romdani seorang guru SMA membuktikan hobinya sebanding dengan rutinitas mengajar saat mengikuti Half Marathon Pocari Sweat Run 2024 di Bandung. (Sumber: @lisdaanr | Foto: @fotoyu_official Pocari Sweet RUN 2024)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Kekurangan Vitamin D, Masalah Nutrisi Anak yang Masih Mengakar di Indonesia

Kekurangan vitamin D masih cukup sering ditemukan pada anak usia sekolah dan dapat berdampak pada kesehatan tulang dan gigi.
Ilustrasi kekurangan vitamin D masih menjadi masalah nutrisi yang cukup umum pada anak dan remaja, termasuk di Bandung. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 17:19 WIB

Resolusi 2026 Warga Bandung: Berharap Transportasi Umum yang Lebih Terintegrasi

Keluhan warga Bandung mengenai transportasi umum yang dinilai belum efisien dan kurang terintegrasi.
Suasana metro jabar trans dipenuhi penggunana di sore hari sepulang kerja (03/12/2025). (Sumber: Pribadi | Foto: M. Kamal Natanegara)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 16:18 WIB

Penyairan Masa Kini: Bahasa yang Mencari Rumah Baru

Penyair masa kini menjaga kedalaman di tengah riuh digital, merawat bahasa, melampaui klise, dan menghadirkan ruang hening saat dunia bergerak terlalu cepat.
Puisi mencari napas baru, sementara penyair menjaga jantung bahasanya. (Sumber: Pixnio/Bicanski)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 16:06 WIB

Gen Z dari Scrolling ke Running, Gaya Hidup Baru yang Menggerakkan Pasar Kebugaran

Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru.
Ilustrasi. Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 14:34 WIB

'Doom Spending' dan Generasi yang Menyerah Membeli Masa Depan

Mengapa anak muda memilih "kebahagiaan kecil" yang mahal saat impian besar seperti rumah makin mustahil dicapai gaji UMR.
Ilustrasi dompet kosong. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 13:13 WIB

Bandung Makin Macet, Transportasi Umum Bisakah Jadi Penolong?

Kesenjangan Pusat Kota yang Diperhatikan dan Pinggiran Kota yang Terlupakan
Halte Cicaheum, Kota Bandung, yang sudah mulai usang dan banyak tumpukan sampah di belakang bangku, (3/12/25). (Sumber: AyoBandung.id | Foto: Putriana Basar)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 11:37 WIB

Chopper: Sejarah dan Makna Desain Mesin Kebebasan Roda Dua

Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an.
Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an. (Sumber: Pexels | Foto: Rachel Claire)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 10:19 WIB

Tren Coffee Shop Jadi Markas Mahasiswa Bandung 'Ngebut Tugas' Menjelang UAS

Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 09:34 WIB

Menjadi Mahasiswa IKIP Bandung (Bagian Dua)

Di sekitar kampus IKIP Bandung (UPI), Jalan Setiabudhi dulu berjajar penjual pisang Lembang.
Villa Isola di UPI Bandung (dahulu IKIP Bandung). (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 07:50 WIB

Ngopi, Duduk, dan Biarkan Pikiran Bernapas

Bagi Kopi menawarkan ruang sederhana dan hangat di tengah malam yang tenang.
Sederhana saja, secangkir kopi dan ketenangan di Bagi Kopi. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 20:01 WIB

Pentingnya Pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai Upaya Memperkuat Sistem Tata Kelola Pemerintahan

RUU Perampasan Aset hadir sebagai instrumen yang dapat menutup celah tindak korupsi.
Ilustrasi kriminalitas. (Sumber: Pexels | Foto: Kindel Media)
Ayo Jelajah 12 Jan 2026, 19:17 WIB

Hikayat Perburuan Komplotan Komunis Bandung, Priangan dalam Kepungan Polisi Kolonial

Operasi besar polisi kolonial memburu komplotan komunis di Bandung dan Priangan pada 1927 yang membuat kota hidup dalam kecurigaan.
Berita tentang dugaan plot komunis di Bandung di koran De Avondpost edisi 19 Oktober 1927.
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 18:47 WIB

Menyelami Riuhnya Ekspresi Seniman Bandung: Dari Ruang Kreatif Hingga Panggung Kontemporer

Di balik hiruk-pikuk jalan dan lalu lintasnya, Bandung tak pernah kehabisan nada, warna, dan kisah. Kota ini bukan sekadar pusat kuliner dan fashion, tetapi juga menjadi ruang ekspresi generasi seni.
Suasana pembukaan Pasar Seni ITB. (Sumber: fsrd,itb)
Ayo Biz 12 Jan 2026, 18:27 WIB

Rumah Pertama Jadi Mimpi Jauh, 65 Pesimis Gen Z Pesimis Mampu Membeli

Memiliki rumah pertama kini menjadi salah satu tujuan terbesar sekaligus tantangan tersendiri bagi generasi muda, terutama Gen Z.
Ilustrasi memiliki rumah pertama kini menjadi salah satu tujuan terbesar sekaligus tantangan tersendiri bagi generasi muda, terutama Gen Z. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 17:26 WIB

Tumbler Dan Gejala Sosial Baru

gejala sosial tentang gaya hidup membeli tumbler
Tumbler. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 16:49 WIB

Hafal Daftar Cicilan, tapi Lupa Impian

Gen Z sering dianggap generasi manja, padahal banyak dari mereka yang memikul beban finansial keluarga di pundaknya.
Ilustrasi cicilan. (Sumber: Pexels | Foto: Anna Shvets)
Ayo Biz 12 Jan 2026, 16:38 WIB

Saat Angka Pengangguran Masih Tinggi, Keterampilan Jadi Harapan Baru

Salah satu penyebab utama tingginya pengangguran adalah ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan pasar.
Pelatihan perbaikan AC dan handphone Ini ditujukan bagi masyarakat tidak mampu agar mereka memiliki keterampilan praktis yang bisa langsung diaplikasikan. (Sumber: Dok BSI Maslahat)