Menjelang Ujian Akhir Semester, satu hal yang selalu langka bagi mahasiswa bukan cuma waktu, tapi juga tempat yang kondusif untuk menyelesaikan tugas. Perpustakaan penuh, kosan terlalu berisik, dan rumah sering kali terlalu nyaman untuk benar-benar fokus.
Di titik itulah kafe berubah fungsi bukan lagi sekadar tempat nongkrong, tapi ruang kerja alternatif. Salah satu yang paling sering jadi pilihan mahasiswa Bandung belakangan ini adalah Fore Coffee di kawasan Sumarecon Bandung.
Bukan tanpa alasan kafe ini ramai oleh mahasiswa dengan laptop terbuka, headset terpasang, dan wajah tegang khas orang dikejar deadline. Fore Coffee Sumarecon Bandung menawarkan kombinasi yang secara realistis dibutuhkan untuk “nugas serius”: wifi stabil, suasana adem, dan ruang yang cukup luas.
Hal pertama yang terasa saat masuk ke kafe ini adalah temperatur ruangan yang nyaman. Tidak pengap, tidak berisik berlebihan. Ini poin krusial yang sering diremehkan mahasiswa saat memilih tempat nugas. Banyak kafe punya kopi enak, tapi gagal menyediakan lingkungan yang mendukung fokus. Di Fore Coffee Sumarecon, suasana dibuat cukup tenang tanpa terasa kaku cukup hidup untuk bikin betah, tapi tidak sampai mengganggu konsentrasi.
Keunggulan lain yang membuat kafe ini menonjol adalah konsep dua lantai. Lantai bawah biasanya menjadi area yang lebih aktif, cocok untuk diskusi kelompok atau sekadar mengerjakan tugas ringan. Sementara lantai atas menawarkan suasana yang lebih tenang, sering jadi incaran mahasiswa yang benar-benar butuh fokus penuh. Pembagian ruang ini terlihat sederhana, tapi dampaknya signifikan: pengunjung bisa memilih ritme kerja sesuai kebutuhan, bukan dipaksa beradaptasi dengan satu suasana saja.
Soal fasilitas, Fore Coffee tidak bermain setengah-setengah. Akses wifi yang relatif stabil menjadi faktor utama mengapa kafe ini konsisten dipilih untuk mengerjakan tugas, terutama yang membutuhkan riset daring atau pengumpulan lewat platform digital. Ditambah lagi, penataan meja dan kursinya cukup ramah untuk kerja berjam-jam tidak terasa sempit, dan masih manusiawi untuk punggung yang sudah lelah.
Baca Juga: Mencuci Otak Saat Tidur: Mengapa Begadang secara Biologis Merusak Otak
Tentu, kopi tetap menjadi identitas utama Fore Coffee. Menu minuman yang familiar dan konsisten memberi keuntungan lain: mahasiswa tidak perlu berpikir terlalu banyak untuk memesan. Ini terdengar sepele, tapi saat deadline menumpuk, keputusan kecil yang dipermudah justru membantu menjaga fokus tetap pada pekerjaan utama.
Pada akhirnya, Fore Coffee Sumarecon Bandung bukan sekadar kafe yang “instagramable” atau ikut tren. Ia menjelma menjadi ruang bertahan hidup akademik, terutama saat tekanan UAS mulai terasa nyata. Tempat ini memenuhi kebutuhan dasar mahasiswa yang sering diabaikan: ruang yang nyaman, koneksi internet yang bisa diandalkan, dan suasana yang mendukung produktivitas.
Bagi mahasiswa, memilih tempat nugas bukan soal gaya, tapi strategi. Dan Fore Coffee Sumarecon Bandung, sadar atau tidak, sudah memposisikan diri sebagai salah satu strategi paling masuk akal menjelang UAS. (*)
