Dari Bukber sampai ZISWAF: Pembentukan Kamus Singkatan Ramadan Orang Indonesia

4 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Masjid Salman ITB menyiapkan sekitar 800 porsi berbuka setiap hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Masjid Salman ITB menyiapkan sekitar 800 porsi berbuka setiap hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Menjelang magrib di awal Ramadan, linimasa media sosial berubah menjadi papan pengumuman raksasa. Poster warna-warni bertebaran: “Open Reg Bukber!”, “Sanlat 1447 H”, “Salurkan ZIS melalui…”, “THR Cair!”.

Di spanduk depan masjid, di grup WhatsApp keluarga, sampai di surat edaran kantor, kata-kata itu hadir dalam bentuk ringkas, padat, cepat, dan seolah semua orang langsung paham.

Ramadan di Indonesia bukan sekadang bulan ibadah, tapi juga musim bahasa. Semakin padat aktivitas, semakin hemat kata. Singkatan dan akronim menjadi alat navigasi sosial. Membantu orang mengatur waktu, uang, dan relasi dalam satu bulan yang ritmenya berbeda dari sebelas bulan lainnya.

Dalam kacamata sederhana ekonomi komunikasi, semakin tinggi intensitas interaksi, semakin besar kebutuhan efisiensi. Bahasa pun dipadatkan. Maka lahirlah “bukber”, “kultum”, “sanlat”, hingga “ZISWAF”. Setiap singkatan membawa cerita tentang siapa yang menggunakannya dan untuk kepentingan apa.

Slang Budaya

Coba dengarkan percakapan anak muda di awal Ramadan. “Jadi bukber di mana?” atau “Abis tarawih ada kultum nggak?”

Kata “bukber” alias buka bersama bahkan terasa lebih natural daripada bentuk panjangnya. Begitu pula “bubar” (buka bareng), “kultum” (kuliah tujuh menit), “tarling” (tarawih keliling), hingga SOTR (sahur on the road).

Singkatan-singkatan ini lahir dari ruang kebersamaan. Tumbuh bukan dari meja birokrat, namun dari kebutuhan praktis orang-orang yang ingin berkumpul. Ramadan memperbanyak pertemuan untuk teman sekolah, rekan kerja, alumni kampus, komunitas hobi. Mengatur semuanya butuh bahasa yang cepat dan luwes.

“Bukber” misalnya, bukan sekadar agenda makan. Simbol reuni kecil-kecilan, kadang juga ajang memperluas jejaring. Dalam satu kata, terkandung koordinasi waktu, tempat, dan daftar hadir. Bahasa yang lebih ringkas berarti biaya komunikasi lebih rendah. Orang tidak perlu menjelaskan panjang lebar, cukup satu kata, semua mengerti.

“Kultum” juga menarik. Menandai tradisi tausiah singkat sebelum atau sesudah salat tarawih. Tujuh menit, ringkas, padat. Seperti namanya yang merupakan metafora dari Ramadan itu sendiri: waktu terasa pendek, pesan harus jelas. Singkatan di sini bukan hanya pemendekan teknis, tetapi cerminan nilai efisiensi.

Bahasa menjadi perekat sosial. Menciptakan rasa akrab. Orang yang paham istilahnya merasa menjadi bagian dari komunitas. Yang tidak paham, secara halus terdorong untuk belajar. Singkatan menjadi penanda identitas kolektif.

Semi-Formal

Masuk ke ranah yang sedikit lebih terstruktur, kita menemukan singkatan seperti “Sanlat” (pesantren kilat), TPA/TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an), PHBI (Peringatan Hari Besar Islam), MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an), dan LTQ (Lembaga Tilawatil Qur’an).

Istilah-istilah ini sering muncul di spanduk sekolah, proposal kegiatan remaja masjid, atau surat edaran RT. Kosakata yang tidak lagi sepenuhnya slang, tetapi juga belum sepenuhnya birokratis. Ada unsur organisasi di dalamnya.

“Sanlat” misalnya, hampir menjadi tradisi tahunan di sekolah-sekolah. Dalam satu kata, merangkum rangkaian kegiatan: kajian, tadarus, lomba, hingga buka bersama. Karena berulang setiap tahun, bahasa pun distandardisasi. Panitia tidak perlu menulis “Pesantren Kilat Ramadan” berulang-ulang. Cukup “Sanlat 1447 H”, semua langsung memahami konteksnya.

Di sini terlihat pergeseran fungsi bahasa. Jika pada level slang mempercepat pergaulan, pada level semi-formal memperlancar koordinasi organisasi. Proposal lebih ringkas, spanduk lebih hemat ruang, administrasi lebih praktis. Efisiensi waktu dan tenaga menjadi pertimbangan.

Menariknya, banyak istilah semi-formal ini tetap terasa akrab. Tidak kaku. Hidup di antara dua dunia: komunitas dan institusi kecil. Ramadan menjadi ruang pertemuan keduanya.

Pasar Takjil dadakan di Jalan Gading Tutuka, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Pasar Takjil dadakan di Jalan Gading Tutuka, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)

Resmi Negara dan Lembaga

Lapisan berikutnya adalah singkatan yang memiliki bobot hukum dan ekonomi. Di sini kita bertemu dengan THR (Tunjangan Hari Raya), ZIS (Zakat, Infak, Sedekah), ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf), serta lembaga seperti BAZNAS, LAZ, MUI, KUA, dan Kementerian Agama.

Jika “bukber” menggerakkan pertemanan, “THR” menggerakkan konsumsi nasional. Satu singkatan ini mampu meningkatkan daya beli jutaan pekerja dalam waktu singkat. Pusat perbelanjaan ramai, tiket mudik habis, perputaran uang melonjak. Bahasa menjadi pintu masuk kebijakan ekonomi.

Begitu pula “ZIS” dan “ZISWAF”. Bukan hanya istilah religius, tetapi juga instrumen redistribusi kekayaan. Melalui lembaga seperti BAZNAS dan LAZ, dana yang terkumpul disalurkan kepada mustahik. Dalam satu akronim, terkandung sistem pengumpulan, pengelolaan, hingga pelaporan dana publik.

Di tingkat ini, singkatan memiliki legitimasi. Tercantum dalam regulasi, laporan resmi, dan kebijakan negara. Penulisannya konsisten, maknanya tunggal. Tidak ada ruang tafsir liar. Bahasa menjadi bagian dari tata kelola.

Ramadan, dengan demikian, tidak hanya memperbanyak interaksi sosial, tetapi juga mempercepat sirkulasi ekonomi. Dan singkatan-singkatan itu menjadi simbol dari arus tersebut.

Baca Juga: 8 Istilah Sunda yang Jadi Aktivitas Rutin di Bulan Puasa

Menarik untuk melihat bagaimana beberapa singkatan bergerak. Ada yang lahir dari masyarakat lalu diterima luas. Ada yang sejak awal lahir di ruang resmi. Ada pula yang tetap bertahan sebagai bahasa pergaulan tanpa pernah masuk dokumen negara.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa bahasa bersifat adaptif. Mengikuti kebutuhan. Ketika aktivitas masih sebatas lingkar pertemanan, bahasa cukup lentur. Ketika melibatkan dana publik dan regulasi, bahasa menjadi presisi.

Ramadan memperlihatkan seluruh spektrum itu dalam waktu hanya satu bulan. Dari ajakan bukber di grup kecil, hingga laporan pengumpulan ZIS di tingkat nasional, semuanya terhubung oleh kebutuhan yang sama: komunikasi yang efektif. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

Ayo Netizen 27 Feb 2026, 09:15

Puasa Ayakan

Puasa Ayakan

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 11:09

Bobotoh Layak Menuntut Persib Lebih daripada Sekadar Juara

Klab besar di dunia hampir tidak pernah mendefinisikan dirinya hanya melalui jumlah piala yang mereka koleksi.

Bobotoh Persib sedang berkonvoi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Lukman Hidayat/Magang)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 08:00

Ci Manuk, Sungai Suci Penuh Do’a untuk Kekuatan Jiwa

Ci Manuk itu bukan berasal dari kata "manuk" yang berarti burung, tapi berasal dari kata "manu", dari bahasa Sanskerta.

Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)