Komunikasi Perubahan Pasca Haji dan Umrah

4 menit baca
Encep Dulwahab
Ditulis oleh Encep Dulwahab diterbitkan
Puncak Arafah di Makkah, Arab Saudi. (Sumber: Unsplash | Foto: ekrem osmanoglu)
Puncak Arafah di Makkah, Arab Saudi. (Sumber: Unsplash | Foto: ekrem osmanoglu)

Ironi keberagamaan di Indonesia. Masyarakat Indonesia memiliki minat berhaji sangat tinggi. Melihat pendaftar masyarakat Indonesia untuk pergi berhaji sampai mengalami masa tunggu 10-15 tahun. Dengan biaya haji setiap tahun mengalami kenaikan. Antusiasme pergi beribadah ke tanah suci juga pada ibadah umrah, yang hampir setiap minggu ada jemaah pergi dan pulang berumrah, kecuali pada musim haji. Banyaknya jemaah haji dan umrah ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara pengirim jemaah umrah dan haji terbanyak di dunia.

Meskipun tingginya peminat untuk berhaji, dan pulang pergi berumrah, namun kondisi bangsa ini masih memprihatinkan. Orang berangkat haji dan umrah adalah orang yang tergolong mapan secara ekonomi. Secara spiritual pun orang yang sudah berhaji dan umrah adalah orang yang sudah memiliki level tinggi dalam ibadah. Namun nyatanya masih ada masyarakat yang hidup memprihatinkan. Praktik korupsi masih terus berjalan. Kekerasan seksual dan kriminalitas semakin merajalela. 

Peningkatan haji dan umrah ini adalah modal sosial-spiritual untuk melakukan perbaikan bangsa. Namun perbaikan tidak pernah terwujud hanya sekedar jemaah ini menginjakkan kaki di tanah suci, dan sekembalinya ke tanah air tidak pernah mengkomunikasikan pengalaman spiritual, spirit spiritual, pada orang-orang yang ada di sekitarnya. Perbaikan akan terasa kalau nilai-nilai spiritual dikomunikasikan, diwariskan, dan diwujudkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. 

Namun sayangnya hal ini yang tidak terasa dampaknya. Khawatir jemaah haji dan umrah hanya mengejar status sosial. Mereka berangkat sekedar gengsi sehingga bisa masuk pada lingkaran tertentu, atau demi meningkatkan derajat keluarga agar lebih terhormat. Tidak heran kalau selama 40 hari beribadah tidak berdampak sama sekali pada lingkungan di tanah air. 

Dalam ilmu komunikasi, setiap pengalaman yang didapatkan akan bersifat transformatif dan bisa berdampak pada diri sendiri dan orang-orang sekitarnya. Dalam ibadah haji dan umrah, secara teologis para jemaah akan mendapatkan pengalaman spiritual yang begitu menyentuh dan bisa menjadi pelajaran berharga untuk menjadi bahan introspeksi, sehingga kedepannya menjadi lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan.

Para jemaah tanah suci mengalami peningkatan kesadaran spiritual, dan mengalami perubahan perilaku positif, seperti bertambahnya kesabaran, kejujuran, frekuensi dan kualitas beribadah yang meningkat. Namun masalahnya, nilai-nilai itu berhenti bahkan lenyap ketika menginjakkan kembali ke tanah kelahiran. Pengalaman spiritual selama berhaji dan umrah tidak berdampak besar setelah meletakkan koper, yang ada euforia dan cerita keseruan selama beribadah haji dan umrah. Foto dan dokumentasi seremonial selama beribadah haji dan umrah di Tanah Suci disebar di media sosial, dalam rangka publikasi diri dan personal branding. 

Tidak kalah juga prosesi pemberangkatan penyambutan dengan biaya fantasitis untuk memeriahkan, agar semua orang mengetahui juga menjadi agenda penting lainnya. Namun itu semua menjadi sepi setelah beberapa hari tiba di tanah air. Nilai-nilai kebersamaan selama berhaji, kejujuran, toleransi, dan kesederhanaan selama wukuf dan thawaf tidak terekspresikan secara  nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Bimbingan manasik haji di Pusdai. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Bimbingan manasik haji di Pusdai. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)

Penyebutan gelar haji dan hajjah untuk mereka yang sudah pergi berhaji tidak ubahnya sebagai status sosial, tidak mencerminkan perubahan perilaku beragama yang legih baik. Haji dan hajjah lebih banyak berperan sebagai simbol keagamaan, daripada sebagai amanah yang harus diprakktikan dalam beribadah antar manusia ataupun dengan Tuhan yang lebih pada substansi. 

Padahal di era serba media sosial, mempermudah dalam menyebarkan nilai-nilai haji dan umrah. Bukan sebaliknya membangun citra diri dengan banyak menyebarkan foto-foto estetis di depan Ka'bah dan aktivitas sekunder di Tanah Suci. Dengan harapan ada apresiasi dan persepsi bagus dari orang lain. Sementara itu, pesan inti haji dan umrah nyaris tidak tersampaikan di media sosial.

Begitu banyak nilai-nilai yang bisa menjadi muatan pesan dalam media sosial yang dipakai para jemaah haji dan umrah. Mulai dari wukuf di Arafah yang memberikan kesadaran pada kita mengenai kesetaraan tanpa  ada status sosial atau jabatan di negara asal. Sa'i mengajarkan kita untuk bersemangat dan tekun dalam meraih impian. Pakaian ihram mengajarkan egalitarianisme di antara sesama manusia. Semua nilai itu menjadi bekal yang bisa disebarkan setelah kepulangan berhaji, bukan disimpan sebagai bahan untuk status.

Perlu adanya perubahan dalam manasik haji dan umrah, yaitu dengan memperkaya peran dan tugas jemaah setelah selesai berhaji dan umrah, sebagai agen perubahan di dalam lingkungannya. Perlu untuk mengubah cara pandang dalam penyelenggaraan haji dan umrah, terutama bukan melihat pada seberapa banyak yang berangkat ke Tanah Suci, akan tetapi seberapa besar perubahan dampak dari kepulangan jemaah haji dan umrah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)