Koperasi Merah Putih: Pemborosan Atau Strategi Tingkatkan Nilai Tawar Ekonomi Rakyat

4 menit baca
Vina Fitrotun Nisa
Ditulis oleh Vina Fitrotun Nisa diterbitkan Senin 01 Jun 2026, 15:28 WIB
Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)

Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memunculkan banyak pro-kontra bagi masyarakat. Ada pihak yang mempertanyakan urgensinya, sebagian lagi menilai KDKMP akan membunuh warung lokal, ada pula yang menganggap program ini sebagai pemborosan anggaran karena menambah beban fiskal.

Istilah pemborosan anggaran sebenarnya perlu dijabarkan secara objektif. Kata pemborosan seringkali diterjemahkan sebagai kegiatan yang tidak berguna atau sia-sia. Pandangan terhadap kegiatan yang dianggap sia-sia biasanya mengacu pada proyek yang hanya menekankan proses administratif tanpa indikator yang jelas dan terukur, serta tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidaklah dalam posisi demikian. KDKMP memiliki arah kebijakan dan tujuan yang jelas. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan, pemerataan ekonomi, mengoptimalkan potensi desa, juga tujuan lainnya yang sesuai dengan masalah ekonomi yang dihadapi rakyat. 

Jika disamakan dengan pengeluaran ekonomi rumah tangga, KDKMP dapat dianalogikan seperti sebuah rumah tangga yang membangun usaha. Di awal beroperasi, keluarga tersebut terlihat mengeluarkan banyak uang untuk membeli barang, perlengkapan usaha dan alat operasional. Keuntungan besar mungkin tidak dapat diperoleh dalam satu atau dua bulan sejak usaha berjalan, namun secara bertahap dalam waktu yang lama.  Modal yang keluar di awal itu akan kembali dan pendapatan akan terus meningkat. Sehingga, pemborosan itu tidak dapat dijelaskan sebagai seberapa besar anggaran tersebut dikeluarkan, namun terletak pada nilai manfaat yang didapatkan.

Nilai manfaat dalam konteks KDKMP, salah satunya adalah meningkatkan nilai tawar ekonomi bagi masyarakat. Sehingga, para petani, nelayan dan pelaku usaha lainnya memiliki kendali untuk mengelola dan menikmati hasil usahanya. Selama ini, para petani banyak yang bekerja keras di ladang untuk meningkatkan hasil produksi, para nelayan melaut berhari-hari untuk mencari ikan, namun mereka tidak menikmati hasil dari kerja keras tersebut. Pihak yang mendapat keuntungan besar seringkali adalah mereka yang memiliki modal besar dan jaringan pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, KDKMP hadir agar keuntungan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada kedua pihak tersebut.

Muncul pertanyaan dalam hal apa KDKMP dapat meningkatkan nilai tawar masyarakat. Koperasi Merah Putih dapat berperan di setiap tahapan usaha, contoh di sektor pertanian. KDKMP dapat membantu petani dalam setiap rantai produksi pertanian. Dalam hal modal, koperasi dapat menyediakan alat dan input produksi secara masal sehingga para petani yang bergabung di KDKMP tersebut dapat memperoleh modal produksi dengan harga yang lebih murah.

Kondisi lainnya apabila petani ingin meningkatkan skala usaha, dapat dilakukan dengan beberapa skema tergantung dari kesepakatan koperasi masing-masing. KDKMP contohnya dapat memberikan pinjaman modal berupa bibit dan pupuk. Pembayaran utang dapat dilakukan dengan mengikuti pola pendapatan petani, yakni dibayar setelah panen. 

Lalu, apa perbedaan meminjam modal kepada tengkulak dan meminjam kepada koperasi. Dalam sistem tengkulak, biasanya terdapat perjanjian bahwa petani akan menjual hasilnya kepada tengkulak saja. Disamping itu, harga jual hasil pertanian pun biasanya ditentukan secara sepihak oleh tengkulak. Sehingga, petani merasa tidak mendapatkan untung banyak dari hasil usahanya. Disinilah kondisi yang disebut daya tawar petani menjadi lemah, karena ia tidak dapat menentukan harga dan kepada siapa produknya akan dijual.

Berbeda dengan sistem tengkulak, koperasi memberikan sistem yang lebih adil bagi petani. Karena petani bukan saja pihak yang menjalankan usaha, tetapi ikut serta menentukan keputusan usaha termasuk penentuan harga. Selain memberikan bantuan modal, koperasi pun dapat berperan sebagai agregator. Sehingga, hasil panen yang diperoleh oleh petani dapat dikumpulkan dan langsung dipasarkan kepada konsumen. Akhirnya, petani bisa mendapatkan keuntungan usaha yang lebih besar.

Selain membantu dari sisi modal dan pemasaran, koperasi dalam konteks pertanian pun dapat berperan sebagai konsolidator. Artinya, koperasi tidak melepas petani yang telah dibantu dari sisi permodalan tanpa pendampingan yang memadai. Koperasi perlu memastikan bahwa modal yang diberikan bersifat produktif dan menjaga petani agar terhindar dari risiko gagal panen.

Dalam pendampingan ini, koperasi dapat memberikan masukan terkait keputusan varietas yang akan ditanam. Misalnya, pertimbangan mengenai produk yang lebih disukai pasar, bagaimana merawatnya, hingga pelatihan dalam mengemas hasilnya. Selain itu, koperasi juga dapat bermitra dengan lembaga lain untuk meningkatkan inovasi pertanian dan hasil usaha. Cara ini dilakukan agar koperasi bukan hanya berperan sebagai pemberi pinjaman saja, tetapi menjadi mitra yang memastikan usahanya berjalan secara berkesinambungan dan terhindar dari risiko.

Pada akhirnya, koperasi tidak cukup hadir sebagai lembaga yang hanya memberikan modal kepada masyarakat. Namun ia harus memastikan bahwa ekonomi masyarakat terus bergerak. Oleh karenanya, ia perlu hadir di setiap rantai usaha masyarakat. Koperasi juga perlu memastikan bahwa pengelolaannya dilakukan secara profesional, transparan dan partisipatif. Apabila semua aspek ini dilaksanakan dengan baik, koperasi akan berpotensi besar menjadi instrumen yang meningkatkan kesejahteraan rakyat serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vina Fitrotun Nisa
Penulis Isu Pembangunan

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 19:00

Di Era Digital Kita Hidup dalam Situasi Alone Together

Di era digital, kita telah terjebak dengan hubungan teknologi dalam berkoneksi dengan sesama.

Ilustrasi teknologi digital di sekitar generasi muda saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)