Koperasi Merah Putih: Pemborosan Atau Strategi Tingkatkan Nilai Tawar Ekonomi Rakyat

4 menit baca
Vina Fitrotun Nisa
Ditulis oleh Vina Fitrotun Nisa diterbitkan
Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)
Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memunculkan banyak pro-kontra bagi masyarakat. Ada pihak yang mempertanyakan urgensinya, sebagian lagi menilai KDKMP akan membunuh warung lokal, ada pula yang menganggap program ini sebagai pemborosan anggaran karena menambah beban fiskal.

Istilah pemborosan anggaran sebenarnya perlu dijabarkan secara objektif. Kata pemborosan seringkali diterjemahkan sebagai kegiatan yang tidak berguna atau sia-sia. Pandangan terhadap kegiatan yang dianggap sia-sia biasanya mengacu pada proyek yang hanya menekankan proses administratif tanpa indikator yang jelas dan terukur, serta tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidaklah dalam posisi demikian. KDKMP memiliki arah kebijakan dan tujuan yang jelas. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan, pemerataan ekonomi, mengoptimalkan potensi desa, juga tujuan lainnya yang sesuai dengan masalah ekonomi yang dihadapi rakyat. 

Jika disamakan dengan pengeluaran ekonomi rumah tangga, KDKMP dapat dianalogikan seperti sebuah rumah tangga yang membangun usaha. Di awal beroperasi, keluarga tersebut terlihat mengeluarkan banyak uang untuk membeli barang, perlengkapan usaha dan alat operasional. Keuntungan besar mungkin tidak dapat diperoleh dalam satu atau dua bulan sejak usaha berjalan, namun secara bertahap dalam waktu yang lama.  Modal yang keluar di awal itu akan kembali dan pendapatan akan terus meningkat. Sehingga, pemborosan itu tidak dapat dijelaskan sebagai seberapa besar anggaran tersebut dikeluarkan, namun terletak pada nilai manfaat yang didapatkan.

Nilai manfaat dalam konteks KDKMP, salah satunya adalah meningkatkan nilai tawar ekonomi bagi masyarakat. Sehingga, para petani, nelayan dan pelaku usaha lainnya memiliki kendali untuk mengelola dan menikmati hasil usahanya. Selama ini, para petani banyak yang bekerja keras di ladang untuk meningkatkan hasil produksi, para nelayan melaut berhari-hari untuk mencari ikan, namun mereka tidak menikmati hasil dari kerja keras tersebut. Pihak yang mendapat keuntungan besar seringkali adalah mereka yang memiliki modal besar dan jaringan pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, KDKMP hadir agar keuntungan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada kedua pihak tersebut.

Muncul pertanyaan dalam hal apa KDKMP dapat meningkatkan nilai tawar masyarakat. Koperasi Merah Putih dapat berperan di setiap tahapan usaha, contoh di sektor pertanian. KDKMP dapat membantu petani dalam setiap rantai produksi pertanian. Dalam hal modal, koperasi dapat menyediakan alat dan input produksi secara masal sehingga para petani yang bergabung di KDKMP tersebut dapat memperoleh modal produksi dengan harga yang lebih murah.

Kondisi lainnya apabila petani ingin meningkatkan skala usaha, dapat dilakukan dengan beberapa skema tergantung dari kesepakatan koperasi masing-masing. KDKMP contohnya dapat memberikan pinjaman modal berupa bibit dan pupuk. Pembayaran utang dapat dilakukan dengan mengikuti pola pendapatan petani, yakni dibayar setelah panen. 

Lalu, apa perbedaan meminjam modal kepada tengkulak dan meminjam kepada koperasi. Dalam sistem tengkulak, biasanya terdapat perjanjian bahwa petani akan menjual hasilnya kepada tengkulak saja. Disamping itu, harga jual hasil pertanian pun biasanya ditentukan secara sepihak oleh tengkulak. Sehingga, petani merasa tidak mendapatkan untung banyak dari hasil usahanya. Disinilah kondisi yang disebut daya tawar petani menjadi lemah, karena ia tidak dapat menentukan harga dan kepada siapa produknya akan dijual.

Berbeda dengan sistem tengkulak, koperasi memberikan sistem yang lebih adil bagi petani. Karena petani bukan saja pihak yang menjalankan usaha, tetapi ikut serta menentukan keputusan usaha termasuk penentuan harga. Selain memberikan bantuan modal, koperasi pun dapat berperan sebagai agregator. Sehingga, hasil panen yang diperoleh oleh petani dapat dikumpulkan dan langsung dipasarkan kepada konsumen. Akhirnya, petani bisa mendapatkan keuntungan usaha yang lebih besar.

Selain membantu dari sisi modal dan pemasaran, koperasi dalam konteks pertanian pun dapat berperan sebagai konsolidator. Artinya, koperasi tidak melepas petani yang telah dibantu dari sisi permodalan tanpa pendampingan yang memadai. Koperasi perlu memastikan bahwa modal yang diberikan bersifat produktif dan menjaga petani agar terhindar dari risiko gagal panen.

Dalam pendampingan ini, koperasi dapat memberikan masukan terkait keputusan varietas yang akan ditanam. Misalnya, pertimbangan mengenai produk yang lebih disukai pasar, bagaimana merawatnya, hingga pelatihan dalam mengemas hasilnya. Selain itu, koperasi juga dapat bermitra dengan lembaga lain untuk meningkatkan inovasi pertanian dan hasil usaha. Cara ini dilakukan agar koperasi bukan hanya berperan sebagai pemberi pinjaman saja, tetapi menjadi mitra yang memastikan usahanya berjalan secara berkesinambungan dan terhindar dari risiko.

Pada akhirnya, koperasi tidak cukup hadir sebagai lembaga yang hanya memberikan modal kepada masyarakat. Namun ia harus memastikan bahwa ekonomi masyarakat terus bergerak. Oleh karenanya, ia perlu hadir di setiap rantai usaha masyarakat. Koperasi juga perlu memastikan bahwa pengelolaannya dilakukan secara profesional, transparan dan partisipatif. Apabila semua aspek ini dilaksanakan dengan baik, koperasi akan berpotensi besar menjadi instrumen yang meningkatkan kesejahteraan rakyat serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)