Adventure Tourism Berbasis Kendaraan: Antara Daya Tarik dan Risiko Kecelakaan

4 menit baca
Angga Marditama Sultan Sufanir
Ditulis oleh Angga Marditama Sultan Sufanir diterbitkan Senin 01 Jun 2026, 12:55 WIB
Lava Tour Merapi, wisata jeep Jogja paling populer. (Sumber: labirutour.com)

Lava Tour Merapi, wisata jeep Jogja paling populer. (Sumber: labirutour.com)

Dalam beberapa tahun terakhir, adventure tourism berbasis kendaraan semakin berkembang di Indonesia. Wisatawan tidak hanya mencari destinasi yang menarik, tetapi juga pengalaman perjalanan yang memberikan sensasi berbeda dari aktivitas sehari-hari. Fenomena ini dapat ditemukan pada wisata jeep di Merapi dan Bromo maupun wisata Volkswagen (VW) klasik di sekitar Borobudur. Dalam aktivitas tersebut, perjalanan menjadi bagian dari pengalaman wisata yang dinikmati pengunjung.

Perkembangan wisata berbasis kendaraan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitar. Aktivitas ini menciptakan lapangan pekerjaan bagi pengemudi, pemandu wisata, pelaku usaha kecil, penyedia jasa perawatan kendaraan, hingga sektor pendukung lainnya. Di sisi lain, meningkatnya aktivitas wisata juga perlu diiringi dengan perhatian terhadap aspek keselamatan agar pengalaman yang diperoleh wisatawan tidak hanya menarik, tetapi juga berlangsung dengan aman.

Petualangan menarik dengan kendaraan klasik di Magelang. (Sumber: raja-wisata.com)
Petualangan menarik dengan kendaraan klasik di Magelang. (Sumber: raja-wisata.com)

Daya Tarik Wisata dan Tantangan Keselamatan

Salah satu daya tarik utama wisata berbasis kendaraan adalah kemampuannya menghadirkan pengalaman yang sulit diperoleh melalui wisata konvensional. Wisatawan dapat menikmati perjalanan melintasi jalur berbatu, kawasan perbukitan, aliran sungai, maupun pedesaan dengan karakteristik lingkungan yang khas. Pengalaman tersebut menjadi nilai tambah yang membuat wisata berbasis kendaraan semakin diminati.

Bagi banyak wisatawan, daya tarik tersebut tidak hanya terletak pada tujuan akhir perjalanan, tetapi juga pada proses mencapainya. Sensasi melintasi medan yang menantang, menikmati panorama alam dari kendaraan, serta merasakan pengalaman yang berbeda dari perjalanan sehari-hari menjadi alasan mengapa wisata berbasis kendaraan terus berkembang. Pada beberapa destinasi, kendaraan bahkan telah menjadi identitas wisata yang tidak terpisahkan dari pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung.

Namun, karakteristik perjalanan tersebut juga menghadirkan tantangan keselamatan yang perlu dikelola dengan baik. Medan yang tidak selalu mulus, perubahan cuaca, serta intensitas penggunaan kendaraan yang tinggi menuntut perhatian terhadap kondisi kendaraan dan cara pengoperasiannya. Oleh karena itu, kendaraan yang digunakan untuk mengangkut wisatawan perlu memenuhi aspek kelaikan teknis dan dioperasikan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.

Tantangan lain yang perlu mendapat perhatian adalah penggunaan kendaraan yang telah berusia puluhan tahun. Kondisi ini tidak hanya dijumpai pada wisata VW klasik di sekitar Borobudur, tetapi juga pada armada jeep yang digunakan dalam wisata Merapi maupun Bromo. Kendaraan berusia tua tidak selalu identik dengan kondisi yang tidak aman. Banyak kendaraan yang tetap dapat beroperasi dengan baik apabila dirawat secara konsisten dan menjalani pemeriksaan teknis secara berkala. Namun, bertambahnya usia kendaraan dapat meningkatkan risiko keausan komponen, korosi, dan penurunan kinerja sistem mekanis sehingga memerlukan pemeriksaan dan perawatan yang lebih intensif.

Terlepas dari usia kendaraan, faktor yang paling penting adalah jaminan bahwa kendaraan tersebut berada dalam kondisi laik operasi. Oleh karena itu, pemeriksaan dan perawatan sistem pengereman, kemudi, suspensi, rangka, ban, serta komponen keselamatan lainnya perlu dilakukan secara rutin. Hal ini menjadi semakin penting ketika kendaraan digunakan untuk mengangkut wisatawan pada medan yang relatif menantang dan berisiko lebih tinggi dibandingkan perjalanan di jalan biasa.

Berbagai tantangan tersebut perlu dikelola dengan baik karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan apabila kondisi kendaraan, perilaku pengemudi, dan prosedur operasional tidak mendapat perhatian yang memadai. Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat petualangan yang ditawarkan, semakin besar pula kebutuhan untuk memastikan bahwa setiap perjalanan berlangsung secara aman.

Membangun Budaya Keselamatan dalam Adventure Tourism

Keselamatan wisatawan tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan. Perilaku berkendara yang tertib dan bertanggung jawab juga memiliki peran yang sangat besar dalam mencegah kecelakaan. Pengemudi perlu mengoperasikan kendaraan sesuai karakteristik medan, menghindari manuver yang berisiko, menjaga kecepatan pada batas yang aman, serta mengutamakan keselamatan dibandingkan mengejar sensasi perjalanan. Di sisi lain, wisatawan juga dapat berkontribusi dengan mematuhi arahan keselamatan, menggunakan perlengkapan keselamatan yang tersedia, dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu konsentrasi pengemudi.

Pendekatan keselamatan yang efektif perlu melibatkan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan wisata. Pengelola destinasi, operator layanan, pengemudi, wisatawan, dan pemerintah memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan perjalanan yang aman bagi seluruh pengguna layanan wisata. Pemeriksaan kendaraan secara berkala, peningkatan kompetensi pengemudi, penyediaan perlengkapan keselamatan, edukasi kepada wisatawan, serta pengawasan terhadap standar operasional merupakan langkah-langkah yang dapat mendukung tujuan tersebut.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung yang datang, tetapi juga dari kemampuannya memberikan kesan aman bagi wisatawan. Keindahan alam, keunikan kendaraan, dan sensasi petualangan memang menjadi daya tarik utama. Namun, keselamatan tetap menjadi fondasi yang memastikan bahwa setiap perjalanan dapat dinikmati dengan nyaman dan berakhir dengan baik bagi semua pihak. Dengan menempatkan keselamatan sebagai bagian dari kualitas layanan, adventure tourism berbasis kendaraan dapat terus berkembang secara berkelanjutan tanpa mengurangi hak wisatawan untuk memperoleh perjalanan yang aman dan nyaman. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Angga Marditama Sultan Sufanir
Asst. Professor of Transportation Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 01 Jun 2026, 18:48

Potret Federico Barba: Pemain Persib yang Pure Profesional Tanpa Ikatan Emosional

Dalam kultur sepakbola Bandung, ada sebuah prinsip tak tertulis "Pemain yang bermain tanpa sepenuh hati, lebih baik pergi".

Foto Federico Barba ACL 2. (Sumber: Ileague)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 17:23

Komunikasi Perubahan Pasca Haji dan Umrah

Secara spiritual pun orang yang sudah berhaji dan umrah adalah orang yang sudah memiliki level tinggi dalam ibadah.

Puncak Arafah di Makkah, Arab Saudi. (Sumber: Unsplash | Foto: ekrem osmanoglu)
Wisata & Kuliner 01 Jun 2026, 16:35

Kuliner Pindang Gunung, Sup Ikan Khas Pangandaran dengan Wangi Honje yang Kuat

Kuah kuning segar, aroma honje, dan ikan laut segar menjadikan pindang gunung sebagai salah satu kuliner tradisional paling khas di Pangandaran.

Kuliner Pindnang Gunung khas Pangandaran. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 15:28

Koperasi Merah Putih: Pemborosan Atau Strategi Tingkatkan Nilai Tawar Ekonomi Rakyat

Koperasi Merah Putih memunculkan banyak pro-kontra bagi masyarakat.

Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 12:55

Adventure Tourism Berbasis Kendaraan: Antara Daya Tarik dan Risiko Kecelakaan

Adventure tourism berbasis kendaraan menawarkan pengalaman perjalanan yang unik. Di balik daya tariknya, keselamatan kendaraan, pengemudi, dan wisatawan perlu menjadi prioritas bersama.

Lava Tour Merapi, wisata jeep Jogja paling populer. (Sumber: labirutour.com)
Ikon 01 Jun 2026, 11:24

Pasar Malam, Hiburan Rakyat yang Membuat Waktu Seolah Berputar Mundur

Pasar malam tetap menjadi pilihan masyarakat karena murah, meriah, dan mampu membangkitkan memori masa lalu.

Pasar Malam di Desa Cigintung, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:53

Psikologi di Balik Viralnya “Mas Bahlil Ganteng”

Tapi kita sebagai individu yang melek media, tampaknya harus waspada saat hiburan menggantikan, bukan melengkapi diskusi substansial.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Sumber: BMPI Sekretariat Presiden)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:05

Eksistensi Koran dan Bapak Loper di Penghujung Era Digital

Koran dan bapak loper sama-sama berjuang di dunia yang semakin dinamis. Yang satu untuk literasi dan satunya bertahan hidup.

Koran sepertinya menolak hilang di telan sejarah. Bersama dengan mereka yang menyebarkan literasi lewat penjual koran. Begitu juga mereka bertahan hidup di Kota Metropolitan (Sumber: Generated AI dari foto asli | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 18:21

Kehidupan yang Terburu-buru Tidak Layak Dinikmati: Pesan Waisak untuk Bandung

Waisak mengingatkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari tergesa-gesa.

Hari Raya Waisak mengajarkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari kehidupan yang serba cepat, melainkan dari kesabaran dalam menjalani setiap proses kehidupan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 15:42

Empat Single D'Renced Menjadi Napas Pergerakan

Mereka tidak menjanjikan apapun, meraka hanya memastikan suara-suara ini tak pernah mati.

Band lokal D'Renced. (Foto: Sinan)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 12:28

Apoteker Bertahan Melawan Penyalahgunaan Obat di Bandung tapi Tidak dengan Regulasinya

Terlalu banyak lahan basah yang bisa disalahgunakan dalam dunia kesehatan.

Dari dulu eksistensi apoteker di masyarakat belum setenar dokter ataupun perawat dan profesi tenaga kesehatan lainnya. (Sumber: Pexels/Kaboompics.com)
Wisata & Kuliner 31 Mei 2026, 10:27

5 Pilihan Restoran dan Kafe Bandung Favorit Wisatawan Luar Daerah

Bandung punya banyak kafe baru, tapi lima tempat ini tetap jadi favorit wisatawan karena suasana nyaman, makanan enak, dan lokasi strategis.

Lebak Caring, Dago. Salah satu restoran favorit di Bandung.
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 09:54

Identifikasi Toponimi ‘Wangi’ di Zona Sesar Lembang

Literasi toponimi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya adalah toponimi dengan nama spesifik "wangi" di sepanjang zona Sesar Lembang.

Warga melintas di dekat rambu zona Sesar Lembang di kawasan Gunung Batu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 22 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ikon 30 Mei 2026, 15:27

Bunga Rawa Rancaupas, Tanaman Langka Penjaga Ekosistem Rawa Dataran Tinggi

Bunga rawa di Rancaupas dikenal sebagai bunga abadi yang tidak mudah layu dan hanya ditemukan di lokasi tertentu di Indonesia.

Bunga rawa di Rancaupas. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)