Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

4 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)

Wacana SPP diaktifkan kembali bagi SMA/SMK Negeri di Jawa Barat memantik argumentasi di masyarakat. Ramai-ramai memberikan respon negatif. Lagi-lagi arah kebijakan untuk pendidikan mendapatkan serangan yang kurang lebih tidak untuk kepentingan rakyat, khususnya di provinsi Jawa Barat.

Mengapa wacana tersebut muncul? Apakah ada kaitannya dengan kebuntuan komunikasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sehingga upaya-upaya yang diberlakukan tidak bisa dilepaskan dari kepentingan. Meski otonomi daerah yang memiliki kekuatan hukumnya tetapi mengapa SPP bagi pendidikan menengah yang dipilih? 

Ujung-ujungnya masyarakat menelan kekecewaan yang mendalam. Bukannya pendidikan dipoles dengan baik dengan menggunakan kebijakan yang terbaik bagi masyarakat justru memancing pendapat masyarakat.

Sementara amanah undang-undang tentang pendidikan gratis bukan lagi dituliskan melainkan wajib dilaksanakan. Anggaran pendidikan yang tertuang dalam peraturan yang seharusnya diberlakukan untuk masyarakat semestinya tidak mengubah apapun, maka kepentingan masyarakatlah yang mesti didahulukan dengan penyelenggaraan pendidikan gratis. 

Polemik Atau Intrik Politik

Tidak adanya iuran SPP merupakan satu langkah penting bagi masyarakat. Pemerintah daerah mesti memberikan gerbang pendidikan gratis untuk masyarakat. Tidak ada masyarakat yang merasa tenang jika SPP diberlakukan lagi.

Benarkah ini langkah yang akan menjadi polemik atau sekadar intrik? Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan. Sementara pendidikan wajib 13 tahun telah diproyeksikan oleh pemerintah.

Jika benar akan menimbulkan polemik, sistem pendidikan akan terstigma bahwa hanya pendidikan yang sebenarnya hadir bukan sepenuhnya milik masyarakat, wabil khusus di Provinsi Jawa Barat.

Polemik di bidang pendidikan semestinya tidak perlu diwacanakan. Jika kesannya hanya ingin mencari pendapat dan kegaduhan yang tak berfaedah.

Pendidikan bukan untuk digarap sebagai program yang menguntungkan. Pendidikan untuk semua bukan untuk dipolemikkan, apalagi sebagai intrik politik.

Menunda Pendidikan Bersaing

Ilustrasi siswa sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: ubed)
Ilustrasi siswa sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: ubed)

Singapura masih menjadi kiblat pendidikan terbaik di level ASEAN, sedangkan Indonesia berada di urutan keenam dari sebelas anggota ASEAN. 

Bagaimana langkah Indonesia menjadikan macan asia di bidang pendidikan terwujud secara cepat? Apakah pendidiknya harus dinaturalisasi?

Bayangkan jika Indonesia hanya memunculkan konflik setiap melakukan kebijakan. Apakah pemerintah sudah bekerja dengan maksimal untuk mendukung pendidikan di Indonesia semakin baik dan bisa bersaing, ataukah justru menunda-nunda saja?

Selebihnya, hanya ada kebijakan yang diprogramkan dengan menggunakan tagline atau demi algoritma di media sosial serta puas dengan pujian dan like terbanyak, share terbanyak, dan dibicarakan di setiap pertemuan ke pertemuan. Apakah hasilnya membaik dari aspek mutu pendidikan? Apakah kesejahteraan guru naik dan setara? Apakah pendidikan diprioritaskan dalam anggaran negara?

Sejauh ini, pendidikan bermutu masih abu-abu. Apakah tolok ukur dari PISA sudah jelas-jelas diterima sebagai penentu pendidikan yang sebenarnya? Jangan-jangan pendidikan di Indonesia semakin menunjukkan bahwa berpendidikan harus dijalankan ala kadarnya, dan lebih mementingkan usulan yang bias dalam wacana reaktivasi SPP di sekolah negeri, khususnya di Jawa Barat. 

Meskipun ada upaya membendung protes dengan menjawab pertanyaan wartawan, pemerintah provinsi belum memikirkan pendidikan untuk siapakah sebenarnya, menjadi tanda baca yang lantang, layanan pendidikan jika sebagai alasannya, bukankah dana operasional pendidikan sudah direpresentasikan sebagai modal membangun pendidikan yang semestinya. 

Diperlukan reaksi-reaksi yang teguh dari masyarakat, jika seandainya SPP diaktifkan kembali. Dasar upaya masyarakat keberatan juga sederhana, sekolah anak untuk masa depan bangsa, jika bisa gratis, mengapa mengharap masyarakat sengsara di tengah ekonomi Indonesia yang terkenal dengan ketidakmampuannya melawan kapitalisme global? 

Pendidikan di Jawa Barat harus bersaing tanpa mengandalkan SPP lagi. Kebijakan pemerintah provinsi Jawa Barat mesti mengikuti kebijakan pemerintah lain yang menjadikan pendidikan gratis sebagai investasi sumber daya manusia.

Dengan kata kunci, pendidikan gratis. Kebijakan pemerintah provinsi Jawa Barat wajib seiring dengan perkembangan pendidikan di negara ASEAN. 

Tolak SPP Aktif

Gelombang penolakan sudah tak bisa dicegah. Gubernur Jawa Barat menyebutkan dana BOS akan lebih dioptimalkan, dibanding mengaktifkan SPP di sekolah SMA/SMK Jawa Barat. 

Tolak SPP sama dengan mencerminkan bahwa pendidikan didesak menjadi program bermutu dan sebabnya pendidikan gratis wajib diperjuangkan dari akar rumput. Ketuntasan pendidikan jangan cuma dimobilisasi sebagai proyek asal bapak senang. 

Setelah terjadi penolakan, seharusnya jangan disebut sebagai wacana, yang terkadang tanpa pemberitahuan lebih dahulu, SPP aktif berdasarkan kebutuhan politik.

Para Walikota dan Bupati, seandainya menyimak tentang SPP diaktifkan oleh kebijakan Gubernur dan jajarannya keikutsertaan antara Bupati atau jajarannya bersikap tegas, atau acuh atau tenang. Sedangkan masyarakat untuk mewaspadai kenaikan SPP, wajib menolak. Jika perlu meneriakkan penolakannya terus menerus. Selagi wacana hangat itu dapat diduga akan aktif dengan skema yang lainnya. 

Mari tunjukkan kewaspadaan terhadap kemungkinan pengaktifan SPP SMA/SMK negeri di Jawa Barat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 11:09

Bobotoh Layak Menuntut Persib Lebih daripada Sekadar Juara

Klab besar di dunia hampir tidak pernah mendefinisikan dirinya hanya melalui jumlah piala yang mereka koleksi.

Bobotoh Persib sedang berkonvoi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Lukman Hidayat/Magang)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 08:00

Ci Manuk, Sungai Suci Penuh Do’a untuk Kekuatan Jiwa

Ci Manuk itu bukan berasal dari kata "manuk" yang berarti burung, tapi berasal dari kata "manu", dari bahasa Sanskerta.

Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 07:42

Republik Tanpa Akuntabilitas

Kekuasaan yang menolak pertanggungjawaban sesungguhnya sedang mengingkari hakikatnya sebagai amanah rakyat.

Sebuah aksi penolakan Jokowi di Jawa Barat. Bandung 14 Juli 2026 di Depan DPRD Jawa Barat (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:45

Sisi Lain Kota Bandung: Kebiasaan Lama yang Berulang Kembali

Bahkan peringatan "Kesurupan" pun tetap tidak menghentikan oknum pembuang sampah sembarangan di kawasan Cibaduyut.

Peringatan Hantu dan CCTV pun tidak mengurungkan niat seseorang untuk membuang sampah sembarangan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:03

MPLS Tanpa Bully

Sekolah yang ramah bukanlah tempat menimba ilmu yang sekadar bebas dari perundungan. Rumah kedua itu harus menjadi ruang bersama yang membuat setiap anak pulang dengan senyum yang lebih lebar

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 17:22

Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Pedagang Kantin dan UMKM Sekolah

Saya tertarik membahas topik ini karena menunjukkan dampak Program Makan Bergizi Gratis bagi siswa, pedagang kantin, dan UMKM sekolah.

FAGI Jabar ingatkan bahwa tugas utama guru adalah mengajar, bukan mengurusi MBG. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 16:23

Benang-Benang Asing dalam Tenun Tradisi Nusantara: Jejak Budaya Eropa dalam Perubahan Kebaya dan Identitas Sosial.

Membahas pengaruh budaya Eropa terhadap perubahan kebaya sebagai busana tradisional dan simbol identitas sosial di Nusantara pada masa kolonial.

Wanita Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 15:41

Mengenalkan Sekolah lewat MPLS yang Ramah bagi Anak

Selama ini, banyak orang yang membahas tentang pentingnya sekolah yang ramah bagi anak. Seperti apa sekolah ramah anak itu? 

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ikon 15 Jul 2026, 15:24

Hikayat Sport Center Arcamanik, Dari Arena PON Menjadi Pusat Sport Tourism

Sport Center Arcamanik bertransformasi dari venue PON 2016 menjadi pusat olahraga, wisata keluarga, dan kuliner Bandung.

Anak-anak bermain layangan di sekitar area Sport Center Arcamanik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 15:22

Tak Terbendung Lautan Festival di Kota Bandung

Jika menelisik pada festival unggulan tahunan di kota Bandung tersebut, maka sudah pasti masyarakat kota Bandung dimanjakan.

Peserta saat mengikuti Festival Asia Afrika 2026 di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu 11 Juli 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)