Rombel Sekolah Negeri Diperbesar, Sekolah Swasta Kecil di Bandung Barat Semakin Terpojok dan Terancam Gulung Tikar

3 menit baca
Restu Nugraha Sauqi
Ditulis oleh Restu Nugraha Sauqi diterbitkan
SMA Mekarwangi Lembang yang memiliki akreditasi A hanya menerima 10 calon siswa yang mendaftar pada 11 Juli 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)
SMA Mekarwangi Lembang yang memiliki akreditasi A hanya menerima 10 calon siswa yang mendaftar pada 11 Juli 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)

AYOBANDUNG.ID – Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang membuka ruang bagi sekolah negeri untuk menambah jumlah siswa per rombongan belajar (rombel) hingga 50 orang, menuai kecemasan dari pengelola sekolah swasta di Kabupaten Bandung Barat. Mereka khawatir, langkah ini akan semakin memojokkan sekolah swasta yang selama ini hidup dari sisa pendaftar di sekolah negeri.

Keputusan Gubernur yang tertuang dalam Nomor 463.1/Kep.323-Disdik/2025 itu diterapkan dalam rangka Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026. Namun, bukannya memperluas akses pendidikan secara adil, kebijakan ini justru dianggap mengancam keberlangsungan sekolah swasta berskala kecil yang saat ini tengah berjuang keras mendapatkan peserta didik baru.

Ketua Yayasan Mekarwangi Lembang, Ayi Enoh, menyebut bahwa pihaknya telah membuka pendaftaran dengan berbagai kemudahan, termasuk penghapusan biaya pendidikan dan asrama. Meski demikian, jumlah pendaftar hingga pertengahan Juli 2025 hanya mencapai sepuluh orang.

“Sekolah kami sudah akreditasi A, tapi tetap sepi. Kalau terus begini, tahun depan bisa tutup,” ujar Ayi.

Ayi mengungkapkan bahwa dengan kebijakan baru ini, sekolah negeri mampu menampung siswa lebih banyak dari biasanya, sehingga peluang sekolah swasta semakin sempit. Padahal selama ini, sebagian besar siswa di sekolah swasta berasal dari mereka yang tidak lolos ke sekolah negeri.

Situasi serupa dirasakan oleh SMK Taruna Lembang yang dikelola Yayasan Al Musyawarah. Ketua yayasannya, Undang Abdurahman, menyatakan hingga pertengahan Juli ini, jumlah calon siswa baru bahkan belum mencapai sepuluh orang.

Baca Juga: Kebijakan Dedi Mulyadi Bikin Sekolah Swasta di Kabupaten Bandung Sekarat, DPRD: Ini Penggerusan Mutu Pendidikan!

“Kami tidak punya banyak fasilitas, dan belum pernah dapat bantuan pembangunan dari pemerintah,” katanya.

Undang juga menyoroti tidak adanya sistem zonasi atau distribusi siswa yang berpihak pada sekolah swasta. Akibatnya, sekolah kecil yang sudah kalah dalam hal fasilitas dan promosi, semakin tersisihkan. Bahkan, jurusan favorit seperti Keperawatan di SMK Taruna pun harus dihentikan karena tak mendapat cukup siswa.

Para pengelola sekolah swasta berharap kebijakan penambahan rombel di sekolah negeri bisa dievaluasi. Menurut mereka, akses pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada kuantitas daya tampung di sekolah negeri, tapi juga pemerataan dan keberlangsungan lembaga pendidikan swasta.

“Kami ini bukan pesaing, tapi pelengkap sistem pendidikan. Kalau kebijakan terus berat sebelah, sekolah swasta kecil akan mati perlahan,” kata Ayi menegaskan. Ia menambahkan bahwa dampaknya bukan hanya kepada pengelola, tapi juga kepada anak-anak dari keluarga sederhana yang kehilangan pilihan bersekolah.

Jika tidak ada perubahan kebijakan yang berpihak pada keadilan, banyak sekolah swasta di daerah seperti Bandung Barat hanya tinggal menunggu waktu untuk gulung tikar. Pemerintah daerah diharapkan lebih peka terhadap kondisi riil lembaga pendidikan non-negeri yang masih berjuang menjaga eksistensinya di tengah ketimpangan sistem penerimaan siswa.

Hal yang sama dirasakan juga oleh sejumlah sekolah swasta di Kabupaten Bandung.

Ketua Forum Kepala Sekolah Swasta (FKSS), Wahid Djaharudin, menyebut setidaknya 25 sekolah melaporkan penurunan jumlah pendaftar, bahkan banyak orang tua menarik kembali berkas pendaftaran setelah anaknya diterima di sekolah negeri. Untuk bertahan, sejumlah sekolah swasta terpaksa menggratiskan biaya pendidikan demi menjaga operasional dan keberlanjutan kerja guru bersertifikasi.

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Asep Ikhsan, juga menyayangkan kebijakan yang dinilai terlalu negeri-sentris tersebut. Menurutnya, pemerintah seharusnya tidak hanya memberi bantuan, tetapi juga membuat kebijakan yang adil bagi sekolah swasta. Ia mengajak masyarakat untuk tidak memandang sekolah negeri sebagai satu-satunya pilihan, karena banyak sekolah swasta juga mampu memberikan layanan pendidikan yang layak, bahkan gratis.

Kritik serupa datang dari DPRD Provinsi Jawa Barat. Maulana Yusuf dari Komisi V menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan Permendikbudristek yang menetapkan maksimal 36 siswa per kelas. Ia menegaskan bahwa aturan tersebut dibuat berdasarkan pertimbangan mutu dan kenyamanan ruang kelas. Jika kebijakan ini dipaksakan, Maulana memperingatkan akan muncul masalah baru berupa ketimpangan pendidikan antara sekolah negeri dan swasta serta potensi menurunnya kualitas pendidikan secara keseluruhan di Jawa Barat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)