Kisah Kopi Kapal Selam Bandung, Warisan Tua yang Tak Pernah Tenggelam

3 menit baca
Redaksi
Ditulis oleh Redaksi diterbitkan
Kopi Kapal Selam Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Kopi Kapal Selam Bandung. (Sumber: Ayobandung)

AYOBANDUNG.ID - Saat dunia diguncang Perang Dunia II dan kapal-kapal selam jadi momok di samudra Atlantik, di salah satu sudut Pasar Baru Bandung, berdirilah sebuah toko kopi dengan nama yang cukup militeristik: Kopi Kapal Selam. Ini bukan pos marinir yang menjual espresso. Ini toko kopi tua yang bahkan tak butuh plang nama karena hidung pelanggan sudah hafal arah aromanya.

“Biarkan hidung yang berbicara,” ujar Yuanto Chandra, pewaris generasi ketiga Kopi Kapal Selam, sembari tertawa, seperti mata-mata tua yang sudah kenyang pengalaman.

Kopi Kapal Selam ini bukan sekadar nama nyeleneh. Ia lahir dari intuisi seorang imigran Tiongkok yang mendarat di Bandung sekitar tahun 1930. Dia datang bukan sebagai juru damai Perang Dunia atau pejuang kemerdekaan, tapi sebagai pedagang yang penuh akal: membuka toko kelontong, menjual kopi, dan menamai usahanya dengan nama mesin perang paling populer saat itu: kapal selam.

“Toko berdiri ketika suasana Perang Dunia II sedang memanas. Ketika itu, kapal selam jadi salah satu perangkat perang paling populer. Spontan nama itu dipakai kakek dengan harapan, mungkin agar bisa populer seperti kapal selam,” kata Chandra.

Dan ternyata, betul juga. Namanya memang populer. Bahkan lebih awet dari nama-nama jenderal dalam buku sejarah.

Baca Juga: Hikayat Kopi Javaco Bandung, Harta Karun Legendaris Sejak 1928

Tapi seperti kapal tempur yang pernah kena torpedo, toko ini juga sempat karam. Tahun 1973, api membakar habis bangunan klasik berpilar empat di Jalan Pasar Baru Barat No. 42. Empat mesin penggiling kopi asal Bulgaria jadi arang. Tak ada yang tersisa. Bahkan bau kopinya pun mungkin kalah dengan bau gosong kayu tua saat itu.

“Semuanya terbakar, dari kopi hingga mesin grinder. Sejak itu kami tidak lagi membuka toko kelontong dan fokus pada kopi. Bisa dilihat sekarang bangunan bergaya klasik seperti dulu juga hilang,” tutur Chandra.

Dari puing-puing itu, Kopi Kapal Selam bangkit. Tak lagi menjual sabun atau sabun cuci, tapi kopi semata. Fokus. Dan strategi itu berhasil. Sekitar tahun 1970–1980, toko ini kembali ramai. Orang-orang datang untuk membeli, bukan sekadar menyeruput.

“Pembeli ramai dulu sekitar tahun 1970 sampai 1980. Sekarang banyak yang memilih beli kopi sachet. Padahal menurut saya itu gulanya tidak normal,” kata Chandra. Di sini kita bisa merasa dia bukan sekadar pengusaha, tapi juga aktivis anti-gula tersembunyi.

Zaman berubah. Tren berganti. Tapi Kapal Selam tetap setia pada jalurnya: kopi gilingan kasar, tanpa neon box, tanpa Instagramable corner. Yang datang ke sini biasanya bukan anak muda pencari feed, tapi sesepuh yang sudah mengenal rasa sejati.

Walau krisis 1998 sempat mengguncang ekonomi nasional dan memukul harga kopi, toko ini tetap buka. Sementara banyak toko kopi lain di Pasar Baru berguguran, tinggal dua yang bertahan. Salah satunya? Ya, Kapal Selam.

“Kuncinya adalah setia dan leukeun (tekun atau rajin) pada satu bidang. Kalau cepat berganti bidang usaha malah jadi tidak ahli. Harus sabar dan perlahan. Dari pengalaman saya, yang namanya agro hasil bumi pasti ada turun naiknya. Kalau lagi sepi maka harus bertahan,” ujar Chandra, seolah membisikkan strategi hidup sekaligus bisnis.

Untuk bahan baku, Kapal Selam tak sembarangan. Robusta dari Lampung, arabika dari Lembang, Gayo, dan Toraja. Kopinya digiling kasar, bukan karena malas, tapi demi mempertahankan rasa asam yang khas. “Kalau digiling halus, kopinya malah pahit,” katanya.

Baca Juga: Jejak Kabupaten Batulayang, Lumbung Kopi Belanda di Era Preangerstelsel

Harganya? Mulai dari Rp60.000 hingga Rp300.000 per bungkus. Tergantung jenis dan isi dompet pembeli.

Soal kemasan pun mereka punya sejarah. Dulu, bungkusnya kertas cokelat dengan gambar kapal selam dan tulisan “Khin Hin Hoo”, nama toko asli mereka. Angka tujuh terpampang besar, merujuk nomor toko kala itu. Sekitar tahun 1950, desain berubah jadi lebih “komersial” dengan tagline menggugah: “Kopi Asli Kapal Selam Kwalitet yang Terbaik Paling Harum dan Sedap Rasanya.”

Kata siapa toko legendaris harus serba modern? Kapal Selam membuktikan, konsistensi dan aroma yang jujur bisa jadi lebih memikat daripada influencer dengan 1 juta follower.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)