Sekolah Rakyat, Sanggupkah Putus Rantai Kemiskinan di Jawa Barat?

5 menit baca
Gilang Fathu Romadhan
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan diterbitkan
Ilustrasi siswa sekolah di Jawa Barat. (Sumber: Pemprov Jabar)
Ilustrasi siswa sekolah di Jawa Barat. (Sumber: Pemprov Jabar)

AYOBANDUNG.ID — Harga bahan pokok makin ke atas, gaji dan kesempatan makin ke bawah. Lalu datang Sekolah Rakyat, program pendidikan yang katanya bisa memutus rantai kemiskinan. Misi besar untuk anak-anak yang bahkan kadang belum tahu cara mimpi. Tapi apakah cukup sekolah untuk menebus semua ketimpangan?

Di Jawa Barat, Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya jangka panjang dalam memberantas kemiskinan. Dalam program ini, anak dari keluarga kurang mampu berdasarkan data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN), akan ikut Sekolah Rakyat.

Ibaratnya, siswa tidak daftar, tapi dipilih. Mereka nantinya menjadi peserta didik yang diberikan berbagai macam mata pelajaran dan pembinaan, mulai dari bahasa, sains, hingga pendidikan karakter.

Hingga saat ini tercatat ada 13 Sekolah Rakyat yang siap diresmikan, dengan calon siswa 1.353 orang. Sekolah itu tersebar di sejumlah daerah, diantaranya Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bekasi, Cirebon, hingga Bogor. Adapun jenjang yang disediakan yakni SD, SMP, dan SMA.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) berperan mengidentifikasi calon peserta didik agar sesuai kriteria. Mereka yang menjadi murid mesti masuk dalam klasifikasi desil 1 dan 2 alias dari keluarga miskin ekstrem.

"Pak Menteri sudah menyampaikan bahwa Pemprov harus siap untuk mensupport dan memastikan pelaksanaan Sekolah Rakyat sesuai dengan schedule seusai dengan yang direncanakan," kata dia Kamis, 10 Juli 2025.

Terkait urusan teknis pelaksanaan Sekolah Rakyat, ia menyebut itu kewenangan pemerintah pusat. Sehingga pihaknya hanya akan menunjang kebutuhan sosial saja. Di satu sisi, dia pun mengakui bahwa Sekolah Rakyat menjadi salah satu gerbang utama untuk menghilangkan kemiskinan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat yang dirilis pada September 2024, tercatat jumlah penduduk miskin sebanyak 3,67 juta orang dari total jumlah penduduk 50.345.200 jiwa. Sementara jumlah penduduk miskin ekstrem di Jawa Barat berjumlah sekitar 906 ribu orang.

"Diharapkan kemiskinan ini tidak diwariskan tapi anak anaknya bisa menjadi pemimpin ke depannya dari berbagai sektor, termasuk di dunia usaha," ujarnya.

Baca Juga: Setiap Pagi, Rakit Bambu jadi Harapan Siswa di Tepian Waduk Saguling

Sementara itu, Direktur Poltekesos selaku Tim Satgas Sekolah Rakyat Kemensos RI Suharma mengatakan bahwa para guru yang mengajar dalam program tersebut merupakan hasil dari proses perekrutan. Mereka merupakan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG), bukan guru honorer yang sudah lelah gaji sejutaan per bulan.

Para calon guru mesti telah melewati berbagai tes, seperti psikotes dan tes CAT. Pelaksanaan perekrutan pun melibatkan Kementerian Pendidikan, Kementerian Sosial, dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Jadi bukan mengambil dari guru yang sudah ada. Tapi dia melalui BKN itu merekrut yang baru, yang lulus dari pendidikan profesi guru. Sehingga kualitas guru itu diharapkan ada nilai kebesaran," ujarnya baru-baru ini.

Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Ia menyebut kepala sekolah dan guru di Sekolah Rakyat, terutama di Poltekesos Bandung sudah siap. Pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Poltekesos diakuinya hanya tinggal menunggu peresmian.

"Ini jadi setelah masuk nanti mereka tanggal 14 [Juli] tes kesehatan, lalu dilakukan talent mapping untuk memahami situasi dan kondisi dan talent daripada siswa sehingga ketika proses pendidikan itu kita bisa mendapatkan gambaran awal terkait kondisi siswa," kata dia.

Suharma menuturkan, ada perbedaan kurikulum yang diterapkan dalam Sekolah Rakyat dengan sekolah biasa. Di mana, pemerintah menggabungkan kurikulum nasional, kurikulum orientasi, dan boarding.

"Karena ini adalah sekolah khusus untuk memutus rantai kemiskinan dan harus berhasil, mereka tentunya menjadi orang yang sukses, maka kurikulumnya itu kita ada tiga kurikulum. Kurikulum pertama adalah kurikulum masa orientasi. Yang kedua, kurikulum formal. Ketiga, kurikulum boarding," tuturnya.

Dalam kurikulum masa orientasi, siswa diperkenalkan pada metode pembelajaran khas Sekolah Rakyat yang berfokus pada penguatan motivasi belajar. Di sisi lain, kurikulum formal mengikuti standar yang ditetapkan dalam kurikulum nasional.

Dalam kurikulum boarding, siswa dibentuk untuk mengembangkan kemandirian, rasa tanggung jawab, serta kedisiplinan terhadap diri sendiri.

"Ketiga, kurikulum boarding ini yang sangat penting kurikulum boarding ini terkait dengan pengembangan karakter pengembangan karakter, lalu juga jiwa kepemimpinan," ujarnya.

Suharma menjelaskan bahwa siswa Sekolah Rakyat tidak dipilih melalui proses seleksi terbuka, melainkan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Mereka yang termasuk dalam kategori miskin, khususnya desil 1 dan desil 2, akan diundang secara langsung untuk mengikuti program pembelajaran.

"Jadi calon siswa Sekolah Rakyat itu tidak dibuka secara umum, tapi diundang yang karena tujuannya tadi adalah untuk memutus rantai kemiskinan," katanya.

Dalam jurnal berjudul Dampak Tingkat Pendidikan terhadap Kemiskinan di Sumatera Utara Tahun 2017-2021 oleh Rey Septanislaus Togatorop dkk, ada keterkaitan antara tingkat pendidikan dengan status ekonomi seseorang. Mereka yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi memiliki akses kesempatan kerja yang lebih baik.

Baca Juga: Hak Belajar Pelajar Disabilitas Terancam Proyek Sekolah Rakyat

Kondisi itu turut meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga dan berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan di masyarakat.

“Individu dengan pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki keterampilan dan pengetahuan yang lebih baik, yang membuat mereka lebih dihargai di pasar tenaga kerja,” tulis para peneliti dalam laporan tersebut.

Selain berdampak pada aspek ekonomi, pendidikan juga dinilai memengaruhi pola pikir dan gaya hidup seseorang. Mereka yang menempuh pendidikan lebih tinggi cenderung memiliki kesadaran yang lebih baik terhadap kesehatan, gizi, serta pengelolaan keuangan dan investasi jangka panjang.

Perilaku progresif dan keterbukaan terhadap inovasi pun dinilai menjadi ciri khas dari individu berpendidikan tinggi. Pola pikir ini dianggap turut mendorong ketangguhan dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial.

Oleh karena itu, para peneliti mendorong evaluasi berkelanjutan terhadap kebijakan pendidikan yang telah diterapkan. Hal ini dianggap penting untuk memastikan bahwa pendidikan benar-benar efektif dalam menurunkan kemiskinan.

"Diperlukan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dalam merancang kebijakan yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga mencakup kesehatan dan pembangunan infrastruktur ekonomi."

Pertanyaannya, apakah program ini bisa jadi solusi jangka panjang? Bisa iya, bisa belum tentu. Mengandalkan sekolah semata untuk membalik nasib keluarga miskin sama seperti berharap hujan turun di tengah musim kemarau tanpa mendung. Butuh lebih dari sekadar kurikulum bagus. Perlu pendampingan, lapangan kerja nyata, dan kemauan politik yang tidak musiman.

Sanggupkah Sekolah Rakyat putus rantai kemiskinan di Jawa Barat? Waktulah yang akan menjawab. Tapi yang pasti, semua ingin negeri ini bisa naik kelas. Tidak cuma di atas kertas, tapi juga di dapur, di rekening, dan di masa depan anak-anaknya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.