Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan: Tidak Masuk Akal Bandara Husein Ditutup, yang Diuntungkan Justru Jakarta!

Bob Yanuar Gilang Fathu Romadhan
Ditulis oleh Bob Yanuar , Gilang Fathu Romadhan diterbitkan Kamis 10 Jul 2025, 13:45 WIB
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)

AYOBANDUNG.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengkritisi penutupan operasional Bandara Husein Sastranegara dan menyebut kebijakan tersebut tidak masuk akal. Ia menilai kebijakan ini justru menguntungkan Jakarta karena masyarakat Bandung dan sekitarnya kini terpaksa terbang melalui Bandara Halim.

"Akibatnya sekarang orang Bandung dan luar Bandung terbangnya bukan dari Bandung, yang dapat untung siapa, ya Jakarta bukan Jawa Barat karena bandara Halim ada di Jakarta Timur,” tegas Farhan.

Farhan mengungkapkan sekarang yang perlu dilakukan adalah membuka kembali Bandara Husein. Ketika Husein dibuka, maka sektor pariwisata akan menggeliat dan Bandung Raya bisa kembali hidup.

Bandara Husein Sastranegara nihil aktivitas penerbangan pada Kamis, 10 Juli 2025. (Sumber: flightradar24)
Bandara Husein Sastranegara nihil aktivitas penerbangan pada Kamis, 10 Juli 2025. (Sumber: flightradar24)

Ia menegaskan bahwa pasar penerbangan terbesar di Jawa Barat terbukti berasal dari Kota Bandung. Pemindahan seluruh penerbangan ke Kertajati dinilainya tidak menjawab kebutuhan riil masyarakat. "Jadi tidak masuk akal jika Bandara Husein di Kota Bandung ditutup," jelasnya.

Data dari BPS juga menunjukkan bahwa Bandara Husein selama ini merupakan simpul utama penerbangan di Jawa Barat. Pada 2023 saja, Husein mencatat 386.147 kedatangan penumpang dan 347.899 keberangkatan. Bandingkan dengan Kertajati yang hanya mencatat 47.666 kedatangan dan 45.829 keberangkatan.

Perbandingan jumlah penumpang di Bandara Husein Sastranegara dengan Bandara Internasional Kertajati pada tahun 2023.
Perbandingan jumlah penumpang di Bandara Husein Sastranegara dengan Bandara Internasional Kertajati pada tahun 2023.

Farhan juga mengaitkan keberlangsungan Bandara Husein dengan eksistensi pusat-pusat ekonomi seperti Pasar Baru. Banyak wisatawan mancanegara asal Malaysia, Singapura, dan Brunei yang biasanya mendarat langsung di Bandung untuk berbelanja di Pasar Baru. Kini, jumlah kunjungan mereka disebut turun hingga 30 persen.

Ketua HP2B Iwan Suhermawan mengatakan, sejak pengalihan penerbangan internasional dari Husein ke Kertajati, omzet pedagang di Pasar Baru langsung terdampak. Wisatawan luar negeri yang dulu langsung turun di Bandung kini harus mencari jalur lain, yang ujungnya membuat niat berbelanja menurun.

Sebagai langkah awal pemulihan, Pemerintah Kota Bandung mendukung penuh pembukaan kembali rute-rute propeller seperti Bandung–Yogyakarta oleh Susi Air. Farhan mengakui dampak ekonominya belum akan terasa langsung, tetapi ia yakin ini langkah strategis dalam membangun kembali kepercayaan pasar.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri pembukaan rute penerbangan baru Bandung–Yogyakarta PP oleh maskapai Susi Air. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri pembukaan rute penerbangan baru Bandung–Yogyakarta PP oleh maskapai Susi Air. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)

Farhan juga mengusulkan penambahan rute ke Jawa Tengah dan Sumatera bagian selatan. Menurutnya, hal ini bisa menjadi titik awal untuk menarik kembali penumpang dan memperkuat posisi Bandung sebagai hub regional di Jawa Barat. Ia menegaskan ini bukan untuk menyaingi Kertajati, melainkan pelengkap.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia, Indra Seputra, menyatakan bahwa Bandara Husein tidak pernah tutup. Bandara tetap aktif melayani penerbangan terbatas menggunakan pesawat baling-baling seperti ATR 72, termasuk rute Pangandaran–Bandung–Halim dan Bandung–Yogyakarta–Halim yang dioperasikan Susi Air.

Namun, Indra mengakui bahwa jumlah penumpang sangat jauh menurun. Sebelum Oktober 2023, Husein melayani hingga 4.000 penumpang per hari dengan delapan rute aktif, termasuk ke Denpasar, Balikpapan, hingga Kuala Lumpur dan Singapura. Kini, hanya sekitar lima penumpang yang berangkat tiap hari.

Menurut catatan Angkasa Pura, pada 2024 lalu lalu lintas udara di Bandara Husein hanya 824 pesawat dan 1.947 penumpang. Padahal, di masa jayanya tahun 2018, bandara ini mencatat hingga 1,9 juta penumpang datang dan 1,98 juta berangkat dalam setahun.

Pemerintah pusat sendiri belum memberikan kepastian atas rencana reaktivasi penuh Bandara Husein. Wakil Menteri Perhubungan Suntana menyatakan masih membuka ruang diskusi. Ia menegaskan bahwa solusi terbaik akan dicari bersama dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat.

Farhan menyadari proses reaktivasi tidak mudah. Ia menyebut perlu keterlibatan banyak pihak termasuk Presiden karena Husein juga digunakan TNI AU dan berbagi aset dengan PT Dirgantara Indonesia. Namun ia yakin, jika ada kemauan politik, kendala itu bisa diurai bersama.

Suasana lengang di landasan pacu Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Suasana lengang di landasan pacu Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Menurutnya, Bandara Husein tidak perlu menerima pesawat besar seperti Airbus A380, tetapi cukup untuk pesawat narrow-body seperti Boeing 737 dan Airbus A320. "Kami tidak minta yang muluk. Cukup kembali seperti 2019, dengan empat juta penumpang per tahun," katanya.

Farhan juga meminta agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pusat duduk bersama untuk membuat skenario di mana Bandara Kertajati tetap berfungsi maksimal, tetapi Husein juga dioptimalkan. “Dua-duanya jalan itu bagus. Sekarang malah hanya satu rute di Husein,” ujarnya.

Sementara itu, masyarakat Bandung kini menghadapi pilihan terbatas. Akses ke Kertajati masih belum semudah yang dibayangkan, dan banyak yang akhirnya lebih memilih terbang dari Halim, menambah beban lalu lintas ke arah Jakarta. Farhan menyebut ini sebagai sinyal bahwa kebijakan perlu ditinjau ulang.

Pemerintah Kota Bandung berharap ada terobosan agar konektivitas udara di wilayah Priangan kembali membaik. Farhan menegaskan bahwa Bandara Husein adalah aset strategis yang tidak boleh dibiarkan mati perlahan. (*)

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)