Wali Kota Bandung Muhammad Farhan: Tidak Masuk Akal Bandara Husein Ditutup, yang Diuntungkan Justru Jakarta!

4 menit baca
Bob Yanuar Gilang Fathu Romadhan
Ditulis oleh Bob Yanuar , Gilang Fathu Romadhan diterbitkan
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)

AYOBANDUNG.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengkritisi penutupan operasional Bandara Husein Sastranegara dan menyebut kebijakan tersebut tidak masuk akal. Ia menilai kebijakan ini justru menguntungkan Jakarta karena masyarakat Bandung dan sekitarnya kini terpaksa terbang melalui Bandara Halim.

"Akibatnya sekarang orang Bandung dan luar Bandung terbangnya bukan dari Bandung, yang dapat untung siapa, ya Jakarta bukan Jawa Barat karena bandara Halim ada di Jakarta Timur,” tegas Farhan.

Farhan mengungkapkan sekarang yang perlu dilakukan adalah membuka kembali Bandara Husein. Ketika Husein dibuka, maka sektor pariwisata akan menggeliat dan Bandung Raya bisa kembali hidup.

Bandara Husein Sastranegara nihil aktivitas penerbangan pada Kamis, 10 Juli 2025. (Sumber: flightradar24)
Bandara Husein Sastranegara nihil aktivitas penerbangan pada Kamis, 10 Juli 2025. (Sumber: flightradar24)

Ia menegaskan bahwa pasar penerbangan terbesar di Jawa Barat terbukti berasal dari Kota Bandung. Pemindahan seluruh penerbangan ke Kertajati dinilainya tidak menjawab kebutuhan riil masyarakat. "Jadi tidak masuk akal jika Bandara Husein di Kota Bandung ditutup," jelasnya.

Data dari BPS juga menunjukkan bahwa Bandara Husein selama ini merupakan simpul utama penerbangan di Jawa Barat. Pada 2023 saja, Husein mencatat 386.147 kedatangan penumpang dan 347.899 keberangkatan. Bandingkan dengan Kertajati yang hanya mencatat 47.666 kedatangan dan 45.829 keberangkatan.

Perbandingan jumlah penumpang di Bandara Husein Sastranegara dengan Bandara Internasional Kertajati pada tahun 2023.
Perbandingan jumlah penumpang di Bandara Husein Sastranegara dengan Bandara Internasional Kertajati pada tahun 2023.

Farhan juga mengaitkan keberlangsungan Bandara Husein dengan eksistensi pusat-pusat ekonomi seperti Pasar Baru. Banyak wisatawan mancanegara asal Malaysia, Singapura, dan Brunei yang biasanya mendarat langsung di Bandung untuk berbelanja di Pasar Baru. Kini, jumlah kunjungan mereka disebut turun hingga 30 persen.

Ketua HP2B Iwan Suhermawan mengatakan, sejak pengalihan penerbangan internasional dari Husein ke Kertajati, omzet pedagang di Pasar Baru langsung terdampak. Wisatawan luar negeri yang dulu langsung turun di Bandung kini harus mencari jalur lain, yang ujungnya membuat niat berbelanja menurun.

Sebagai langkah awal pemulihan, Pemerintah Kota Bandung mendukung penuh pembukaan kembali rute-rute propeller seperti Bandung–Yogyakarta oleh Susi Air. Farhan mengakui dampak ekonominya belum akan terasa langsung, tetapi ia yakin ini langkah strategis dalam membangun kembali kepercayaan pasar.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri pembukaan rute penerbangan baru Bandung–Yogyakarta PP oleh maskapai Susi Air. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri pembukaan rute penerbangan baru Bandung–Yogyakarta PP oleh maskapai Susi Air. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)

Farhan juga mengusulkan penambahan rute ke Jawa Tengah dan Sumatera bagian selatan. Menurutnya, hal ini bisa menjadi titik awal untuk menarik kembali penumpang dan memperkuat posisi Bandung sebagai hub regional di Jawa Barat. Ia menegaskan ini bukan untuk menyaingi Kertajati, melainkan pelengkap.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia, Indra Seputra, menyatakan bahwa Bandara Husein tidak pernah tutup. Bandara tetap aktif melayani penerbangan terbatas menggunakan pesawat baling-baling seperti ATR 72, termasuk rute Pangandaran–Bandung–Halim dan Bandung–Yogyakarta–Halim yang dioperasikan Susi Air.

Namun, Indra mengakui bahwa jumlah penumpang sangat jauh menurun. Sebelum Oktober 2023, Husein melayani hingga 4.000 penumpang per hari dengan delapan rute aktif, termasuk ke Denpasar, Balikpapan, hingga Kuala Lumpur dan Singapura. Kini, hanya sekitar lima penumpang yang berangkat tiap hari.

Menurut catatan Angkasa Pura, pada 2024 lalu lalu lintas udara di Bandara Husein hanya 824 pesawat dan 1.947 penumpang. Padahal, di masa jayanya tahun 2018, bandara ini mencatat hingga 1,9 juta penumpang datang dan 1,98 juta berangkat dalam setahun.

Pemerintah pusat sendiri belum memberikan kepastian atas rencana reaktivasi penuh Bandara Husein. Wakil Menteri Perhubungan Suntana menyatakan masih membuka ruang diskusi. Ia menegaskan bahwa solusi terbaik akan dicari bersama dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat.

Farhan menyadari proses reaktivasi tidak mudah. Ia menyebut perlu keterlibatan banyak pihak termasuk Presiden karena Husein juga digunakan TNI AU dan berbagi aset dengan PT Dirgantara Indonesia. Namun ia yakin, jika ada kemauan politik, kendala itu bisa diurai bersama.

Suasana lengang di landasan pacu Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Suasana lengang di landasan pacu Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Menurutnya, Bandara Husein tidak perlu menerima pesawat besar seperti Airbus A380, tetapi cukup untuk pesawat narrow-body seperti Boeing 737 dan Airbus A320. "Kami tidak minta yang muluk. Cukup kembali seperti 2019, dengan empat juta penumpang per tahun," katanya.

Farhan juga meminta agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pusat duduk bersama untuk membuat skenario di mana Bandara Kertajati tetap berfungsi maksimal, tetapi Husein juga dioptimalkan. “Dua-duanya jalan itu bagus. Sekarang malah hanya satu rute di Husein,” ujarnya.

Sementara itu, masyarakat Bandung kini menghadapi pilihan terbatas. Akses ke Kertajati masih belum semudah yang dibayangkan, dan banyak yang akhirnya lebih memilih terbang dari Halim, menambah beban lalu lintas ke arah Jakarta. Farhan menyebut ini sebagai sinyal bahwa kebijakan perlu ditinjau ulang.

Pemerintah Kota Bandung berharap ada terobosan agar konektivitas udara di wilayah Priangan kembali membaik. Farhan menegaskan bahwa Bandara Husein adalah aset strategis yang tidak boleh dibiarkan mati perlahan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)