Tips untuk MABA UIN SGD Bandung agar Hidup Aman dan Tentram

6 menit baca
Reska Okta Nur Saputra
Ditulis oleh Reska Okta Nur Saputra diterbitkan
Rektorat UIN Sunan Gunung Djati (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: ReskaNrs)
Rektorat UIN Sunan Gunung Djati (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: ReskaNrs)

Masa awal kuliah memanglah menyenangkan. Perasaan excited untuk memulai hidup baru dibangku kuliah, bayangan akan kehidupan gendre romance khas film layer lebar hingga hinggar-binggar acara yang diselengarakan saat masa perkenalan Kampus.

Ingar bingar tersebut ditandai dengan mulai maraknya ucapan-ucapan selamat datang dari Jurusan, Fakultas hingga Universitas, Twibbon bertebarahan, dan yang tak kalah wajib bagi Gen-Z adalah join trend yang ada.Hidup tidak afdol rasanya jika ketinggalan tren.

Namun jangan sampai ingar bingar merayakan kelulusan tersebut melalaikan hal-hal penting yang perlu disadari bagi para calon mahasiswa, khususnya calon mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Karena kehidupan di lingkungan kampus yang katanya PTKIN nomor wahid di Indonesia ini tidak selalu indah.

Anggap saja ini wejangan sekaligus kasih sayang dari Kating yang sebentar lagi bulukan. Berikut adalah hal-hal yang setidaknya perlu diperhatikan agar kehidupan semasa kuliah di UIN Sunan Gunung Djati tentram dan aman:

Awas jebakan camping ceria!

Alur masa orientasi di UIN Sunan Gunung Djati secara umum terbagi kepada 3 tahapan.

Pertama tentu saja orientasi tingkat Universitas atau yang biasa dikenal dengan acara Perkenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan atau disingkat PBAK. Dalam acara ini sesuai namanya diselengarakan oleh pihak Universitas selama 2 hari dengan menampilakan sambutan resmi dari Rektor, ceramah akademis oleh Tokoh Nasional serta acara resmi lainnya. Sedangkan di hari kedua biasanya diisi oleh penampilan yang lebih ringan seperti unjuk gigi dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada.

Setelah acara PBAK selesai selama 2 hari, dihari ketiga biasanya kegiatan perkenalan kampus mulai terfokus kepada fakultas yang dipilih, dari sini masa perkenalan mulai sesuai dengan kekhasan fakultasnya masing-masing. Mulai dari sini hingga masa perkenalan jurusanlah para MABA wajib berhati-hati jika tidak ingin termakan jebakan oknum kaderisasi.

Pada masa perkenalan ini, biasanya para MABA akan dibagi kelompok untuk mendapatkan mentoring tentang kefakultasan ataupun kejurusanan dari para KATING selama beberapa waktu. Namun, kesempatan itu tak jarang dimanfaatkan oleh para oknum pejuang kaderisasi untuk menjebak para adik-adik MABA yang masih terlalu polos ini untuk mengikuti “Camping Ceria” yang padahal isinya adalah pengkaderan organisasi.

Bagi MABA yang sedari awal memang tertarik untuk memasuki organisasi tersebut mungkin akan merasa fine-fine saja, tapi bagi MABA yang sedari awal ditawari dengan iming-iming “Camping Ceria” tentu akan merasa dongkol ketika tiba-tiba terjebak dalam pengkaderan.

Untuk oknum-oknum tersebut, sudahlah sekarang bukan lagi zamannya melanjutkan tradisi seperti itu. Buktikan bahwa organisasi kalian memang menawarkan value yang bisa dimiliki, sehingga para MABA juga akan tertarik dengan sendirinya.

Bukan Bandungnya Dilan!

Ketika orang luar kota membayangkan kota ini, mungkin yang terbersit bagi kebanyakan orang akan terbayang suasana teduh, indah dan tenangnya Bandung seperti dalam adegan-adengan film Dilan.

Namun sayang, bayangan seperti itu khususnya bagi para MABA perantauan haruslah segera dibuang jauh-jauh dan nikmatilah realitas yang ada.

Nyatanya UIN SDG bukanlah terletak dijantung Kota Bandung yang Estetik khas film Dilan melainkan terletak diujung timur kota Bandung! Karena itulah kehidupan kuliah estetik jauh dari harapan. Karena letaknya ini berada diantara pertemuan 2 jalan arteri sekaligus dan menjadi gerbang perbatasan menuju ke luar kota dan daerah industri.

Salah satu gedung di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (Sumber: Program Studi Administrasi Publik FISIP UIN SGD Bandung)
Salah satu gedung di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (Sumber: Program Studi Administrasi Publik FISIP UIN SGD Bandung)

Sudah menjadi makanan sehari-hari ketika jam berangkat dan pulang kerja kemacetan di Bundaran Cibiru yang teretak tak jauh dari Kampus satu tak terelakan.

Para MABA yang memerlukan mobilitas dari kampus satu ke kampus dua atau sebaliknya dan para MABA kos Budget yang jauh dari Kampus diharapkan mengenali jam-jam rawan tersebut demi menjaga mental health kalian.

Selalu Kunci Ganda Kendaraan di Mana pun

Menjaga barang pribadi sangatlah penting untuk semua orang terlebih mahasiswa yang tak jarang budgetnya pas-pasan terutama sepeda motor sebagai alat transfortasi kesana-kemari selama perkuliahan berlangsung.

Sepeda motor menjadi pilihan paling masuk akal bagi mahasiswa perantauan di Bandung, menginggat Public Transfort Bandung yang masih tergolong buruk. Bagi mahasiswa UIN Bandung menjaga keamanan sepeda motor sangatlah urgent karena tak jarang berita kehilangan motor terutama di daerah sekitar kampus yakni Cipadung dan Manisi sangat sering terdengar.

Pengalaman kehilangan motor ini menjadi salah satu kejadian yang sangat dekat dengan saya sendiri, dimana sekitar bulan Mei tahun 2023 salah satu teman dekat saya mengalaminya, bahkan saya terlibat dalam proses pelaporan di Ruang Kantor Polisi Terdekat.

Pada bulan Mei 2023, saat saya dan teman-teman saya baru saja selesai dari kelas bahasa di Gedung Language Center dikejutkan dengan salah seorang teman saya yang berkata bahwa motor kesayangannya tidak ditemukan di tempat ia parkir yakni diarea parkir diantara Gedung Language Center dan Masjid Ikomah, dimana area tersebut memang merupakan area parkir motor bagi mahasiswa.

Setelah sekian lama mencari dan melapor kepada pihak keamanan kampus untuk menyisir area kampus barangkali lupa tempat parkir atau tertukar dengan motor lain, diputuskanlah memang dinyatakan raib.

Usaha melihat CCTV pun dilakukan. tapi sayangnya, kebanyakan dari CCTV yang terpasang pada saat hari itu ternyata dalam keadaaan mati.

Ada satu CCTV kunci yakni CCTV di Gerbang utama (Kampus 1 UIN SGD) memang hanya memiliki 1 akses untuk keluar masuk kendaraan ternyata kualitasnya tidak sebegitu baik padahal titik vital inilah yang semestinya menjadi garda pertama dan terakhir pertahanan keamanan di Kampus 1 UIN nomor Wahid di Indonesia ini.

Pada sore harinya, saya dan korban pergi melapor kejadian tersebut ke Kantor Polisi terdekat namun jangan membayangkan respons yang diberikan akan seperti di dalam film-film laga, di mana respons sigap dengan adegan terburu-buru mengingat jeda kejadiaanya tak terlalu lama baru saja terjadi. Sama sekali tidak, simpan saja imaji itu di dalam pikiran.

Kami harus menunggu lama untuk membuat laporan di ruang lapor; dan tahu respons yang membuat saya hilang harapan? Ketika laporan telah selesai ada seorang oknum yang berkata kurang lebih untuk mengikhlaskan serta berdoa agar diganti dengan yang lebih baik.

Dari sanalah saya mempertanyakan adakah kegiatan untuk mencari, menginggat saya yakin kehilangan sepeda motor di area Kampus UIN Sunan Gunung Djati dan sekitarnya bukanlah kasus yang pertama kali terjadi.

Untuk itu, menginggat pendalaman yang telah terjadi. Saya sarankan untuk para MABA lebih baik untuk mawas diri dengan selalu menggunakan kunci ganda sepeda motor di mana pun kalian berada, karena kejahatan beraksi jika ada kesempatan.

Jangan Naik Ojol!

Bandung yang merupakan salah satu kota besar di Indonesia, nyatanya tak ditunjang oleh transfortasi publik yang memadai.

Menurut Kumparan.com Bandung kini mengeser posisi Jakarta sebagai kota termacet di Indonesia. Hal ini tentu saja berkorelasi dengan ketersedian transfortasi publik dan pola mobalitas masyarakat yang sudah berubah.

Melihat koneksivitas transfortasi publik yang masih belum baik akan selamanya menjadikan kendaraan pribadi dan ojek online sebagai pilihan “paling masuk akal” untuk menerobos kemacetan Kota Bandung.

Namun ada hal yang perlu diperhatikan terlebih untuk MABA karena UIN Sunan Gunung Djati terletak di wilayah Bandung Timur yang kerap dijuluki sebagai “Zona Merah” bagi para driver ojol.

Zona Merah adalah kawasan dimana ojol tidak bisa menerima orderan atau mengantar pelanggar karena dikuasai oleh opang yang tak jarang terjadi gesekan atau bahkan tindak pidana.

Seperti yang sempat dialami oleh mahasiswi UIN SGD sendiri saat memesan Ojol untuk pulang kerumahnya dari Stasiun Cimekar pada 22 Desember 2024 silam. Korban yang tidak tau apa-apa mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit terdekat.

Ini menjadi pengingat bagi para MABA khususnya perantauan yang tidak dibekali dengan kendaraan pribadi untuk memiliki kesadaran Kawasan karena jika ingin merubah hal-hal buruk seperti ini diperlukan Kerjasama antar lembaga dan waktu yang lama.

Semoga adanya tulisan ini menjadi pepeling agar hidup tentram dan aman selama perkuliahan di UIN Sunan Gunung Djati tercinta. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)