Polemik Al-Ihsan dan Tips-Trik Digital Public Relations ala KDM

4 menit baca
Muhammad Sufyan Abdurrahman
Ditulis oleh Muhammad Sufyan Abdurrahman diterbitkan
Gubernur Jabar terpilih Kang Dedi Mulyadi. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Gubernur Jabar terpilih Kang Dedi Mulyadi. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)

Ayo Bandung edisi 2 Juli lalu mewartakan kehebohan kesekian kalinya dari Gubernur Jawa Barat yang karib disapa KDM/Kang Dedi Mulyadi. Ini beritanya.

Bagi yang sudah lama memantu bagaimana pola komunikasi publiknya, terutama pada kanal digital public relations, sejak dari Bupati Purwakarta dan kini orang nomor satu di Jabar, maka sesungguhnya ada pola tergambar.

Pola apakah itu? Langsung saja penulis sampaikan: Tips dan Trik digital public relations yang mendulang popularitas Ala KDM. Berikut poin per poinnya:

1. Munculkan aksi sampai wacana dominan

Sebagai lini kehidupan yang paling menyangkut hajat masyarakat luas, khususnya di Jabar dan umumnya di Indonesia, apapun "usikan" pada sektor ini, akan dengan mudah menarik perhatian.

Tanpa perlu susah payah menimbang, tak usah mengkaji literatur, cukup ambil aspirasi (sebagian masyarakat) soal pendidikan, dan lalu sampaikan intens di akun medsos.

Masih ingat kan tak lama dilantik mengeluarkan larangan studi banding, ga pake lama munculkan aturan soal larangan wisuda sekolah dasar menengah, barak untuk siswa nakal, dan terakhir larangan siswa ngelayap di atas jam 21.

Pada sektor kesehatan, hal menyentak hingga level nasional mencuat saat sampaikan ide vasektomi laki-laki terkait bansos walau tak ada regulasinya, hingga Menko PMK Muhaimin Iskandar membatalkan wacana tersebut.

Terbaru, ya seperti awal tulisan ini, tanpa angin juga hujan, munculkan saja keputusan merubah RS Al-Ihsan menjadi RS Welah Asih tanpa ada dasar alasan tebal dan masuk akal --seperti menyebut masalah lampau korupsi bisa diselesaikan dengan ganti jenama tersebut.

2. Amati serta gulirkan di akun medsos

Seperti umumnya dunia content creator, komentar hingga emoticon yang ada harus sering-sering dipantau. Mana yang teramai dari tiap unggahan, itulah yang harus ditindaklanjuti. Jadi, pengamat harus disertakan tindak aktif membuat video/postingan reaksioner.

Maka itu, akun KDM kerap dalam 2-3 hari membahas hal sama dengan pola reaksi atas pengamatan kerap dimunculkan pada unggahan paling pagi hari. Baik di Tiktok/Youtube/IG/Facebook miliknya, karena itu salah satu jam emas di medsos. Selama masih tetap pro kontra, ada yang setuju dan mencaci, selama itu pula gulirkan isu tersebut di akun media sosial.

3. Ikuti naluri instingtif

Tak perlu itu kajian akademik, tak usah benchmarking, apa yang jadi aspirasi mayoritas warganet (walau belum tentu benar), hajar saja terapkan dalam unggahan akun medsos.

Naluri pribadi yang dijustifikasi comment, like, love, and share, adalah amunisi membuka ruang diskusi rakyat, baik di media sosial, news online, hingga Warmindo.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Otomatis, dengan sendirinya, nama KDM tak henti dibicarakan rahayat. Baik dari kubu pendukung, pembeci, netral, ragu-ragu, hingga yang masih proporsional. Insting personal ini sudah terbukti berulang kali memunculkan diskusi, terutama pada digital public sphere.

Kepemimpinan instingtif ini juga membuka front musuh di banyak tempat, bahkan wartawan dan media massa disebut tak lagi diperlukan, sehingga dengan sendirinya haters dan lover akan tumbuh beriringan.

4. Jangan lupa Berbagi

Gift adalah kajian yang menarik bagi sarjana komunikasi, dan KDM sudah sedari awal mempraktekkan itu tiap hari. Apa yang diterimanya dari adsense Youtube, belum dengan biaya operasional Gubernur yang bisa miliaran rupiah/bulan, janganlah dimakan sendirian.

Berikan sebagian dari itu kepada warganet, terutama saat turba di lapangan. Jangankan masyarakat menengah ke bawah, masyarakat Indonesia yang mampu pun, kerap kali mendambakan bagi-bagi ini. Sampai kalau perlu memalsukan SKM (Surat Keterangan Miskin) hanya agar dapat beasiswa, misalnya.

5. Selektif pilih isu

Sebagai masyarakat komunal, Indonesia ditopang nilai keluarga dan pertemanan kuat. Karenanya, hal sedih/mengharukan hingga euforia, bisa sangat mudah disalurkan pada jejaring keluarga dan pertemanan. Kalau ada anak tukang beca berprestasi, kalau ada anak nakal yang menyusahkan ortu dan ogah ke barak, maka sorotilah hal itu.

Daripada membagikan kegiatan memimpin upacara terkait arahan kepada mesin ASN di bawah gubernur untuk selesaikan stunting. Jangan lupa juga untuk sesekali keluarkan perasaan depan video, baik menangis, marah, membentak, berdebat, dst, sehingga unsur dramatisasi ini kian menyirep saja netizen. Dan.... viralitas pun mudah terjadi.

Baca Juga: Sudah Kirim Artikel ke Ayobandung.id, tapi Belum Terbit? Pastikan 'Send to REVIEW'

Lima tahap tadi hanyalah segelintir yang penulis ingat. Pembaca pasti punya pendapat lain jika senafas dengan arah tulisan ini.

Namun apapun itu, dari sisi ilmu digital public relations, terutama kajian Opini Publik, popularitas memang salah satunya lahir dari perbedaan opini di masyarakat.

Kian tajam yang pro dan kontra, kian kuat juga opini terbentuk. Kian bergulir itu opini, otomatis pula tingkat keterkenalan akan terjaga, bahkan terdulang melesat kuat.

Tinggal pastikan bahwa sentimen positif yang hanya didapat dari popularitas tadi, jangan sampai sohor tapi tekor. Anda mau coba praktekkan? (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Sufyan Abdurrahman
Peminat komunikasi publik & digital religion (Comm&Researcher di CDICS). Berkhidmat di Digital PR Telkom University serta MUI/IPHI/Pemuda ICMI Jawa Barat

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)