Ci Geureuh, Sungai yang Bergemuruh

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Ci Genter di dalam Taman Nasional Ujungkulon saat tenang. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)
Ci Genter di dalam Taman Nasional Ujungkulon saat tenang. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)

Sampai sekarang, air anak sungai ini sangat jernih dengan arusnya yang deras, dan membentuk jeram-jeram ketika terhalang bongkahan batu-batu besar. Di aliran hulu, anak sungai ini bernama Ci Geureuh.

Di hulunya, aliran anak sungai ini bersumber dari kaldera Gunung Malabar di kawasan Desa Pasirmulya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Setelah melewati lembah di barat laut Gunung Malabar, menerus ke hilir sejauh 30 km, anak-anak sungai ini bermuara di Ci Tarum, di Desa Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Saat ini, punggungan yang menurun di lereng Gunung Malabar itu sudah sangat tipis, dengan lembah yang curam dan dalam. Menurut R Soeria-Atmadja, et al (1991) dalam The Tertiary Magmatic Belts in Java, gunungapi strato Gunung Malabar ini aktif meletus membangun dirinya antara 4,4 juta sampai dengan 2,6 juta tahun yang lalu.

Pengaruh cuaca, panas siang hari, dingin pada malam hari, angin, hujan, dan akan tumbuhan yang lebat di atasnya, sangat berpengaruh pada pembentukan rona bumi lereng Gunung Malabar, sehingga morfologi lerengnya seperti yang ada saat ini. 

Air meteorik yang jatuh di dalam kaldera Gunung Malabar yang berdiameter 3,5 km, paling banyak mengalir ke arah barat laut. Dari ketinggian +2.220 m dpl, dari batas bibir kaldera ke dalam, air di permukaan dan air tanahnya, mengalir ke lembah di barat laut pada ketinggian +1.600 m dpl.

Sementara sisi kaldera lainnya dibatasi oleh bibir kaldera, sehingga hanya air meteorik yang jatuh di lereng gununglah yang menjadi sumber bagi aliran sungainya. Inilah yang menyebabkan sungai-sungai yang hulunya di lereng utara, timur, selatan, dan barat Gunung Malabar, seperti Ci Tiis, yang mengalir ke arah timur laut gunung, dengan jumlah air yang jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan aliran anak sungai yang mengalir ke arah baratdaya gunung. 

Lembah dalam yang menoreh dinding kaldera sisi barat laut, menjadi jalan bagi air permukaan dan air tanah yang berlimpah. Karenanya, anak-anak sungai di kawasan ini menjadi sangat berkelimpahan air, yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, termasuk untuk kepentingan stasiun radio Malabar. 

Di kawasan ini pula, yang sekarang terkenal dengan sebutan Gunung Puntang, berada di tengah celah di antara dua puncak gunung, dengan latar lereng gunung yang mendinding. Keadaan alam inilah yang menjadi alasan kuat dibangunnya stasiun radio Malabar di sini, di ketinggian +1.360 m dpl.

Jaringan sepanjang dua kilometer dibentangkan dari kedua puncak itu, yang berfungsi sebagai antena untuk memancarkan gelombang radio. Transmisinya berkekuatan 2.400 kW, memperlancar komunikasi antar Bandung - Hindia Belanda dengan Negeri Belanda.

Stasiun radio ini diresmikan pada tanggal 5 Mei 1923, merupakan pencapaian yang luar biasa dari Dr Ir Cornelis Johannes de Groot, ilmuwan elektro berkebangsaan Belanda. Atas jasanya yang telah menghantarkan gema suara hingga ke ujung bumi, di lapangan Citarum (Tjitaroemplein), dibangun monumen setengah bola dunia yang besar.

Baca Juga: Maung Sélang Sudah Tak Dikenali Lagi, tapi Abadi dalam Toponimi

Di sana, ada patung dua orang pria yang saling berhadapan, namun dipisahkan oleh daratan dan lautan sejauh 12.000 kilometer. Tampak keduanya sedang berkomunikasi, berkat adanya stasiun radio Malabar yang telah menyatukan Belanda dengan Hindia Belanda.

Satu anak sungai yang berada di kawasan Gunung Puntang yang sangat berkelimpahan air, berarus deras sepanjang musim, baik musim penghujan maupun musim kemarau. Inilah yang menyebabkan suara aliran sungainya bergemuruh menggetarkan orang di dekatnya. Keadaan inilah yang menyebabkan karuhun di sana menamai anak sungai itu Ci Geureu. Sungai yang bergemuruh.

Dalam perjalanannya ada perubahan pengucapan geureu menjadi geureuh. Hal ini sudah lazim pada saat berbahasa Sunda, ada penambahan huruf h di belakang suatu kata, seperti kata gedé menjadi gedéh. Saya menjadi sayah. Dan, Ci Geureu menjadi Ci Geureuh.

Kata geureu mempunyai makna yang sama dengan kata genter, giri, baregbeg, guruh, dan gumuruh, yaitu suara bergemuruh tiada henti (J Noorduyn dan A Teeuw, Tiga Pesona Sunda Kuno, 2009).

Hal ini menunjukkan betapa besar aliran Ci Geureuh di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, aliran Ci Genter di Taman Nasional Ujung Kulon, aliran Ci Sanggiri yang melintas di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, dan aliran Ci Baregbeg yang melintas di Kecamatan Purwaharja, Kabupaten Ciamis, dan aliran Ci Barégbég melintas di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya.

Ketika toponimi itu diberikan pada aliran sungai-sungai itu, keadaan aliran airnya menimbulkan suara bergemuruh yang menggetarkan. 

Apakah keadaan aliran di sungai-sungai dengan makna yang sama dengan Ci Geureuh, apakah airnya masih besar, walau pada musim kemarau? Apakah alirannya masih berarus deras, sehingga menimbulkan suara yang bergemuruh? Bila keadaan sungai itu sebaliknya, ini pertanda telah terjadi kerusakan berat di daerah aliran sungainya! (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 31 Agu 2026, 19:02

Dua Wajah Paten UMKM Bandung, Dua Jalan Berbeda untuk Naik Kelas di Pasar Digital

Kisah kontras Koku Footwear dan Dimsum Inmons, dua UMKM Bandung yang sama-sama tumbuh lewat Shopee namun dengan tingkat ketergantungan yang jauh berbeda.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Beranda 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)