Pentas Buku Foto 2026 Ngabuburit Sambil Menyelami Narasi Visual di Red Raws Center

3 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Suasana pengunjung pada pameran Pentas Buku Foto 2026. Kegiatan ini banyak menarik minat generasi muda yang datang untuk melihat, membaca, dan berdiskusi seputar buku foto. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Suasana pengunjung pada pameran Pentas Buku Foto 2026. Kegiatan ini banyak menarik minat generasi muda yang datang untuk melihat, membaca, dan berdiskusi seputar buku foto. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan Braga di Kota Bandung biasanya dipenuhi orang yang berjalan santai, mencari jajanan, atau sekadar menikmati udara sore. Di antara riuh langkah pengunjung yang ngabuburit itu, sebuah kegiatan sederhana namun hangat berlangsung di sudut ruang Pasar Antik Cikapundung.

Di tempat yang dikenal sebagai ruang pertemuan para pegiat seni, buku, dan barang antik ini, digelar Pentas Buku Foto 2026. Sejumlah buku foto dan zine fotografi dipajang secara sederhana di atas meja-meja kecil. Para pengunjung yang singgah, sebagian masih menunggu waktu berbuka, membuka halaman demi halaman, menikmati gambar-gambar yang menyimpan cerita.

Pameran ini menampilkan 15 buku foto dan 14 zine dari Hong Kong Photobook Dummy Award 2025, serta sekitar 50 buku foto dari Photobook Dummy Award 2025. Beragam karya tersebut memperlihatkan bagaimana fotografi tidak hanya hadir sebagai gambar tunggal, melainkan juga sebagai rangkaian narasi visual yang utuh melalui medium buku.

Menurut Wahyu Dhian Yudhistira, pengelola Raws, kegiatan ini berlangsung pada 25–28 Februari 2026 di Red Raws Center, Blok F 01, kawasan Pasar Antik Cikapundung, Bandung. Ruang kecil ini menjadi titik temu bagi fotografer, pegiat seni visual, serta penikmat buku foto yang ingin melihat langsung beragam pendekatan kreatif dalam penyusunan photobook.

Menjelang petang, suasana ruang semakin hidup. Beberapa pengunjung datang bergantian, sebagian duduk membaca buku foto, sebagian lainnya terlibat percakapan ringan tentang fotografi dan kota. Kegiatan ini terasa seperti ruang singgah yang tenang di tengah hiruk-pikuk ngabuburit Bandung.

Penulis bersama Krisna Encis Satmoko dengan buku fotonya berjudul Muka Bandung 02 yang turut dipamerkan dan didiskusikan dalam Pentas Buku Foto 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Penulis bersama Krisna Encis Satmoko dengan buku fotonya berjudul Muka Bandung 02 yang turut dipamerkan dan didiskusikan dalam Pentas Buku Foto 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Selain pameran, rangkaian acara juga diisi dengan diskusi buku foto. Salah satunya membahas buku Seribu Langkah Semu Dua karya Yoga Gige pada Jumat, 27 Februari 2026.

Sementara pada Sabtu, 28 Februari 2026, diskusi menghadirkan buku foto Muka Bandung 02 karya Krisna Trisila Satmoko.

Krisna Trisila Satmoko, yang akrab disapa Encis, merupakan fotografer asal Bandung yang dikenal melalui pendekatan eksperimental dalam fotografi analog. Berangkat sebagai fotografer otodidak sejak dekade 1980-an, ia banyak mengeksplorasi teknik ruang gelap seperti photogram, multiple negative printing, sandwich printing, kolase foto, hingga pewarnaan manual pada cetakan fotografi.

Karya-karyanya sering memadukan unsur dokumentasi dengan eksplorasi artistik yang personal. Melalui fotografi, ia merekam pengalaman, memori, dan tafsir visual atas keseharian kota, termasuk Bandung dengan segala dinamika ruang dan manusianya.

Lewat Pentas Buku Foto ini, para pengunjung diajak melihat bagaimana buku foto menjadi medium penting untuk menyampaikan gagasan, cerita, dan pengalaman visual secara lebih utuh. Di tengah ruang yang sederhana, halaman-halaman buku tersebut seakan membuka banyak perspektif tentang kota, manusia, dan kehidupan yang terekam melalui lensa kamera.

Bagi sebagian orang yang datang sambil menunggu azan magrib, kegiatan ini juga menjadi cara lain untuk mengisi waktu ngabuburit seperti membaca gambar, berdiskusi, dan menyelami cerita visual yang lahir dari berbagai sudut dunia.

Buku-buku foto yang dipamerkan dalam acara Pentas Buku Foto 2026 di Raws Syndicate, Pasar Antik Cikapundung, Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Buku-buku foto yang dipamerkan dalam acara Pentas Buku Foto 2026 di Raws Syndicate, Pasar Antik Cikapundung, Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Sekilas tentang Red Raws Center

Di lantai tiga Gedung Pasar Antik Cikapundung, kawasan Braga, Bandung, sebuah kios kecil bercat merah berdiri mencolok di antara deretan penjual barang antik. Kios berukuran sekitar 5 x 5 meter itu dikenal sebagai Red Raws Center, sebuah toko buku fotografi sekaligus ruang berkumpul bagi fotografer dan komunitas fotografi.

Di tempat ini rutin digelar pameran foto, diskusi, hingga kelas fotografi yang terbuka bagi publik.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Ultimatum PT BII Bereskan Proyek Galian Jalanan Kota Bandung Sebelum 5 Maret

Ruang ini diinisiasi oleh Raws Syndicate, kolektif fotografi yang berdiri di Bandung sejak 2012. Komunitas ini memadukan model bisnis mandiri dengan gerakan kolektif untuk membangun ekosistem fotografi.

Berbagai program mereka jalankan, mulai dari kelas fotografi non-teknis Raws Attack Class, penerbitan buku foto melalui Raws Publisher, hingga perpustakaan fotografi keliling yang bertujuan memperkenalkan literasi visual kepada masyarakat.

Selain itu, Raws Syndicate juga menggagas festival tahunan Bandung Photography Month, yang menjadi ruang alternatif bagi para fotografer untuk memamerkan karya sekaligus memperkuat ekosistem fotografi di kota ini.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, mereka membawa satu semangat sederhana, fotografi bukan sekadar memotret, melainkan juga medium untuk bercerita dan berbagi pengalaman. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 09:15

Harpelnas: Bangkitkan Senyum Pelanggan di Bandung

Tema Harpelnas 2026 sangat relevan untuk perkembangan perekonomian Bandung.

Ilustrasi peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 (Sumber: Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 18:01

Dari Teknologi Maritim ke Instagram: Cara Kapal Selam Diperkenalkan ke Publik

Komunikasi digital yang efektif bukan hanya soal pesan yang konsisten, tetapi juga bagaimana pesan tersebut disesuaikan dengan karakter setiap platform.

Ilustrasi Kapal Selam. (Sumber: Garda Bima Brimantara | Foto: Garda Bima Brimantara)