Pentas Buku Foto 2026 Ngabuburit Sambil Menyelami Narasi Visual di Red Raws Center

3 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan Senin 02 Mar 2026, 16:07 WIB
Suasana pengunjung pada pameran Pentas Buku Foto 2026. Kegiatan ini banyak menarik minat generasi muda yang datang untuk melihat, membaca, dan berdiskusi seputar buku foto. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Suasana pengunjung pada pameran Pentas Buku Foto 2026. Kegiatan ini banyak menarik minat generasi muda yang datang untuk melihat, membaca, dan berdiskusi seputar buku foto. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan Braga di Kota Bandung biasanya dipenuhi orang yang berjalan santai, mencari jajanan, atau sekadar menikmati udara sore. Di antara riuh langkah pengunjung yang ngabuburit itu, sebuah kegiatan sederhana namun hangat berlangsung di sudut ruang Pasar Antik Cikapundung.

Di tempat yang dikenal sebagai ruang pertemuan para pegiat seni, buku, dan barang antik ini, digelar Pentas Buku Foto 2026. Sejumlah buku foto dan zine fotografi dipajang secara sederhana di atas meja-meja kecil. Para pengunjung yang singgah, sebagian masih menunggu waktu berbuka, membuka halaman demi halaman, menikmati gambar-gambar yang menyimpan cerita.

Pameran ini menampilkan 15 buku foto dan 14 zine dari Hong Kong Photobook Dummy Award 2025, serta sekitar 50 buku foto dari Photobook Dummy Award 2025. Beragam karya tersebut memperlihatkan bagaimana fotografi tidak hanya hadir sebagai gambar tunggal, melainkan juga sebagai rangkaian narasi visual yang utuh melalui medium buku.

Menurut Wahyu Dhian Yudhistira, pengelola Raws, kegiatan ini berlangsung pada 25–28 Februari 2026 di Red Raws Center, Blok F 01, kawasan Pasar Antik Cikapundung, Bandung. Ruang kecil ini menjadi titik temu bagi fotografer, pegiat seni visual, serta penikmat buku foto yang ingin melihat langsung beragam pendekatan kreatif dalam penyusunan photobook.

Menjelang petang, suasana ruang semakin hidup. Beberapa pengunjung datang bergantian, sebagian duduk membaca buku foto, sebagian lainnya terlibat percakapan ringan tentang fotografi dan kota. Kegiatan ini terasa seperti ruang singgah yang tenang di tengah hiruk-pikuk ngabuburit Bandung.

Penulis bersama Krisna Encis Satmoko dengan buku fotonya berjudul Muka Bandung 02 yang turut dipamerkan dan didiskusikan dalam Pentas Buku Foto 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Penulis bersama Krisna Encis Satmoko dengan buku fotonya berjudul Muka Bandung 02 yang turut dipamerkan dan didiskusikan dalam Pentas Buku Foto 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Selain pameran, rangkaian acara juga diisi dengan diskusi buku foto. Salah satunya membahas buku Seribu Langkah Semu Dua karya Yoga Gige pada Jumat, 27 Februari 2026.

Sementara pada Sabtu, 28 Februari 2026, diskusi menghadirkan buku foto Muka Bandung 02 karya Krisna Trisila Satmoko.

Krisna Trisila Satmoko, yang akrab disapa Encis, merupakan fotografer asal Bandung yang dikenal melalui pendekatan eksperimental dalam fotografi analog. Berangkat sebagai fotografer otodidak sejak dekade 1980-an, ia banyak mengeksplorasi teknik ruang gelap seperti photogram, multiple negative printing, sandwich printing, kolase foto, hingga pewarnaan manual pada cetakan fotografi.

Karya-karyanya sering memadukan unsur dokumentasi dengan eksplorasi artistik yang personal. Melalui fotografi, ia merekam pengalaman, memori, dan tafsir visual atas keseharian kota, termasuk Bandung dengan segala dinamika ruang dan manusianya.

Lewat Pentas Buku Foto ini, para pengunjung diajak melihat bagaimana buku foto menjadi medium penting untuk menyampaikan gagasan, cerita, dan pengalaman visual secara lebih utuh. Di tengah ruang yang sederhana, halaman-halaman buku tersebut seakan membuka banyak perspektif tentang kota, manusia, dan kehidupan yang terekam melalui lensa kamera.

Bagi sebagian orang yang datang sambil menunggu azan magrib, kegiatan ini juga menjadi cara lain untuk mengisi waktu ngabuburit seperti membaca gambar, berdiskusi, dan menyelami cerita visual yang lahir dari berbagai sudut dunia.

Buku-buku foto yang dipamerkan dalam acara Pentas Buku Foto 2026 di Raws Syndicate, Pasar Antik Cikapundung, Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Buku-buku foto yang dipamerkan dalam acara Pentas Buku Foto 2026 di Raws Syndicate, Pasar Antik Cikapundung, Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Sekilas tentang Red Raws Center

Di lantai tiga Gedung Pasar Antik Cikapundung, kawasan Braga, Bandung, sebuah kios kecil bercat merah berdiri mencolok di antara deretan penjual barang antik. Kios berukuran sekitar 5 x 5 meter itu dikenal sebagai Red Raws Center, sebuah toko buku fotografi sekaligus ruang berkumpul bagi fotografer dan komunitas fotografi.

Di tempat ini rutin digelar pameran foto, diskusi, hingga kelas fotografi yang terbuka bagi publik.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Ultimatum PT BII Bereskan Proyek Galian Jalanan Kota Bandung Sebelum 5 Maret

Ruang ini diinisiasi oleh Raws Syndicate, kolektif fotografi yang berdiri di Bandung sejak 2012. Komunitas ini memadukan model bisnis mandiri dengan gerakan kolektif untuk membangun ekosistem fotografi.

Berbagai program mereka jalankan, mulai dari kelas fotografi non-teknis Raws Attack Class, penerbitan buku foto melalui Raws Publisher, hingga perpustakaan fotografi keliling yang bertujuan memperkenalkan literasi visual kepada masyarakat.

Selain itu, Raws Syndicate juga menggagas festival tahunan Bandung Photography Month, yang menjadi ruang alternatif bagi para fotografer untuk memamerkan karya sekaligus memperkuat ekosistem fotografi di kota ini.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, mereka membawa satu semangat sederhana, fotografi bukan sekadar memotret, melainkan juga medium untuk bercerita dan berbagi pengalaman. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Bandung 10 Jun 2026, 21:21

Menjembatani Komunitas dan Profesional Urban, Strategi Respiro Definisikan Ulang Fashion Berkendara Tropis

Respiro menangkap peluang emas ini dengan merumuskan ulang konsep estetika visual produk agar selaras dengan kebutuhan gaya hidup kaum urban yang serbacepat.

Koleksi perlengkapan berkendara atau riding apparel dari Respiro Indonesia. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 20:24

Tugu Koperasi Tasikmalaya, Bukti Nyata Lahirnya Semangat Koperasi Indonesia

Artikel ini membahas Tugu Koperasi Tasikmalaya sebagai simbol sejarah lahir dan berkembangnya semangat koperasi di Indonesia.

Depan Tugu koperasi Tasikmalaya saat ini (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nabila imania)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 18:47

Ulos: Kain yang Menjadi Simbol dari Masyarakat Batak

Ulos adalah kain tenun khas Batak berbentuk selendang. Benda sakral ini merupakan simbol restu, kasih sayang dan persatuan.

Kain Ulos Ragi Hidup (Sumber: https://repositori.kemendikdasmen.go.id/19484/1/2010-Booklet-Mengenal%20Ulos.pdf)
Bandung 10 Jun 2026, 17:55

Mengenal Kanemura, Brand Kuliner Jepang yang Mengusung Sistem Manajemen Terpusat dalam Bisnis Waralaba

Brand kuliner Jepang, Kanemura, menawarkan berbagai paket kemitraan menarik bagi masyarakat yang ingin merambah bisnis waralaba (franchise).

Brand kuliner Jepang, Kanemura, menawarkan berbagai paket kemitraan menarik bagi masyarakat yang ingin merambah bisnis waralaba (franchise). (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 10 Jun 2026, 17:29

Denyut Digitalisasi Perbankan yang Menghidupi Perajin Sepatu Kulit Cibaduyut

Sejak 2018, Mochamad Indra Yusuf Wahyudin aktif mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Bandung.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik Koku Footwear (produsen sepatu kulit) di Taman Cibaduyut Indah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Linimasa 10 Jun 2026, 16:50

Ibun Bajra, Fenomena Alam Embun Membeku di Kertasari Bandung

Fenomena ibun bajra kembali muncul di Kertasari. Embun membeku jadi lapisan es dan berdampak pada pertanian.

Daun teh membeku di Kertasari saat cuaca dingin menyergap Bandung 2019 silam. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 16:48

Menelusuri Jejak Historis Surabi, Oleh-Oleh Khas Jawa Barat

Surabi adalah salah satu makanan tradisional khas Jawa Barat.

Surabi Cihapit Bandung. (Sumber: Instagram | Foto: Surabi Cihapit)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 15:31

Menyusuri Bukit Plangon: Saat Sejarah dan Kepercayaan Menjaga Alam

Bukit Plangon menjadi contoh bagaimana nilai spiritual dan kearifan lokal berperan dalam menjaga keseimbangan alam.

Sinar matahari menerobos rimbunnya pepohonan di sekitar bangunan makam Bukit Plangon, Cirebon. (Sumber Foto: Dokumentasi pribadi, 2025)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 14:48

Kesadaran Masyarakat terhadap Penggunaan Kain Wol dengan Fashion Old Money

Penerapan gaya old money dan pemakaian kain wol menjadi strategi yang sangat efektif untuk menekan laju pertumbuhan fashion cepat di Indonesia.

Ilustrasi kain wol. (Sumber: Pexels | Foto: Vlada Karpovich)
Wisata & Kuliner 10 Jun 2026, 14:33

Jelajah TMII, Panduan Lengkap Wisata, Harga Tiket, dan Wahana Terbaru

Panduan lengkap berkunjung ke TMII Jakarta, mulai dari harga tiket, museum, anjungan daerah, Jagat Satwa Nusantara, hingga cara menjelajahi kawasan seluas 150 hektare.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 12:49

Filosofi Kendi, Animo Pemakaian Tumbler dan Mesin Air Minum Gratis

Kendi adalah ikon sosialisme air minum pada zamannya.

Ilustrasi kendi yang merupakan ikon sosialisme air minum warisan budaya bangsa. (Sumber: Pexels | Foto: Eda Yılmaz)
Sejarah 10 Jun 2026, 12:21

Jelajah Candi-candi di Bandung, Jejak Peradaban Kuno yang yang Hampir Terlupakan

Jejak peninggalan Hindu kuno di Bandung masih bertahan, tetapi kondisi situsnya memerlukan perhatian serius.

Situs Candi Bojongemas di Solokanjeruk Kabupaten Bandung memprihatinkan dan tak terawat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 11:29

Toponimi Lembang (Bagian 1)

Lembang berasal dari bahasa Sunda yaitu “Ngalembang” yang berarti air yang tergenang.

Buku Toponimi Lembang. (Foto: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 10:18

Gedung Juang 45: Transformasi Bangunan Kolonial Menjadi Museum Berbasis Digital

Revitalisasi Gedung Juang 45 Bekasi dari bangunan cagar budaya yang sempat terbengkalai menjadi museum modern berbasis teknologi digital.

Gedung Juang 45 Kota Bekasi (Sumber: bekasikab.go.id | Foto: Situs Pemerintah)
Beranda 10 Jun 2026, 10:12

Di Tengah Janji Energi Bersih, Warga Lereng Gunung Cemas Kehilangan Air, Lahan, dan Masa Depan

Di balik janji energi bersih dari proyek geotermal, warga di sejumlah lereng gunung di Jawa Barat menyuarakan kekhawatiran atas ancaman terhadap sumber air, lahan pertanian, dan ma

Dani Setiawan, petani sayur di kaki Gunung Gede Pangrango, menyuarakan kekhawatirannya terhadap proyek geotermal yang dinilai dapat mengancam sumber air, lahan pertanian, dan ruang hidup warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 09:17

Mengenal Peuyeum sebagai Makanan Tradisional Khas Jawa Barat

Peuyeum sebagai makanan tradisional khas Jawa Barat

Peuyeum Bandung. (Foto: Sofi Putri)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 08:38

Taat Rambu Lalu Lintas adalah Hal Sepele tapi Menyelamatkan Nafas Kehidupan

Satu detik yang menurut kita sepele bisa saja jadi harapan kehidupan bagi orang lain.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 20:22

Pasang Surut Era Trem di Batavia

Transportasi trem di Batavia yang kini sudah tidak ada di Indonesia.

Tram Gondangdia di Batavia. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 09 Jun 2026, 16:31

Wisata Candi Borobudur: Panduan Lengkap Tiket, Sunrise, dan Sunset Experience

Panduan lengkap wisata Candi Borobudur 2026, mulai dari harga tiket, kuota naik candi, aturan penggunaan upanat, hingga waktu terbaik untuk berkunjung.

Candi Borobudur. (Sumber: Pemprov Jateng)