Gedung Juang 45: Transformasi Bangunan Kolonial Menjadi Museum Berbasis Digital

4 menit baca
Raya Purnama Sari
Ditulis oleh Raya Purnama Sari diterbitkan
Gedung Juang 45 Kota Bekasi (Sumber: bekasikab.go.id | Foto: Situs Pemerintah)
Gedung Juang 45 Kota Bekasi (Sumber: bekasikab.go.id | Foto: Situs Pemerintah)

Di tengah perkembangan era digital, minat generasi muda terhadap sejarah cenderung menurun karena lebih tertarik pada berbagai bentuk hiburan modern. Hal ini menyebabkan nilai-nilai historis semakin tersisih dan berdampak pada rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga cagar budaya. Akibatnya, banyak bangunan bersejarah menghadapi ancaman kerusakan atau perubahan fungsi tanpa memperhatikan nilai sejarah yang dimilikinya. Oleh sebab itu, diperlukan upaya pelestarian yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga menghadirkan inovasi dalam penyampaian edukasi agar sejarah tetap hidup dan relevan bagi generasi sekarang.

Hal ini sangat relevan dengan bangunan Gedung Juang 45 Bekasi yang mengalami banyak perubahan sepanjang tahun seiring pergantian kekuasaan dan fungsinya, hingga kini bangunan itu bertransformasi menjadi Museum Kota Bekasi yang memanfaatkan teknologi digital untuk menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif bagi pengunjung, terutama generasi muda.

Dikutip dari website Museum.co.id, Gedung Juang 45 Bekasi merupakan bangunan bersejarah yang berperan penting sejak masa kolonial hingga perjuangan kemerdekaan. Khouw Tjeng Kie membangun Landhuis Tamboen pada 1906–1910 dan melanjutkannya pada 1925. Jepang menyita bangunan ini pada 1942 dan menjadikannya markas militer. Pejuang Indonesia memanfaatkan gedung ini sebagai pusat pertahanan di Tambun dan Cibarusah. Pemerintah RI menggunakan gedung ini sebagai pusat komando pertahanan saat ibu kota berada di Yogyakarta. Para pihak juga memakai gedung ini untuk perundingan pertukaran tawanan antara Indonesia dan Belanda.

Gedung Juang 45 Bekasi juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan perjuangan pasca kemerdekaan. Pemerintah memanfaatkan gedung ini sebagai kantor Kabupaten Jatinegara setelah Jepang mundur. Pejuang Indonesia menggunakan gedung ini sebagai pusat perlawanan terhadap Belanda (NICA). Belanda menguasai gedung ini pada 1947 hingga 1949. Pejuang Indonesia merebut kembali gedung ini pada 1950. Berbagai instansi menggunakan gedung ini, seperti Dinas Pekerjaan Umum, TNI AD, dan lembaga legislatif daerah hingga sekitar 1982.

Seiring berjalannya waktu, bangunan ini menjadi bangunan tua yang terbengkalai, pada saat itulah muncul ide Pemkab Bekasi yang dipimpin Eka Supria Atmaja, Bupati Bekasi untuk merevitalisasi Gedung Juang 45 Bekasi menjadi Museum modern dengan menjunjung digitalisasi, sehingga diharapkan bisa dinikmati oleh para pengunjung.

Kondisi Gedung Juang 45 Bekasi belasan tahun silam bisa dikatakan terancam punah dan cukup memprihatinkan. Setelah beberapa kali beralih fungsi (sempat dijadikan kantor pemerintahan), baik dari segi arsitektur maupun fungsinya sebagai bangunan bersejarah yang tidak memiliki daya tarik bagi masyarakat.

Sekitar awal abad ke-21 bagian dalam bangunan begitu gelap (minim cahaya) ditambah terdapat beberapa kelelawar yang bersarang di sana hingga terdapat kotoran dan suara kelelawar sehingga bagian dalam ruangan terasa seram dan mistis. Hal ini disebabkan minimnya kesadaran pemerintah daerah, dalam memelihara dan melestarikan peninggalan yang sudah ada sejak masa kolonialisme.

Kini, Gedung Juang 45 Bekasi direvitalisasi menjadi museum modern, berbasis teknologi digital dan destinasi wisata sejarah lokal Kota Bekasi. Gagasan ini dikemukakan oleh Bupati Bekasi yang pada saat itu masih menjabat, Eka Supria Atmaja. Bupati Bekasi bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memantau langsung jalannya proses revitalisasi Gedung Juang (Kholifah; Nurjayanti, 2022).

Peresmian Museum Bekasi (Sumber: prokopim.bekasikab.go.id | Foto: Situs Pemerintah)

Upaya melestarikan Gedung Juang 45 Bekasi ini tidak banyak merubah ciri khas bangunan yang ada dikarenakan bangunan ini ialah Cagar Budaya yang di mana jangan sampai merubah bentuk asli bangunan, tetapi menghidupkan kembali bangunan yang sudah lama terbengkalai dengan membersihkan, memperbaiki tatanan ruangan, mengecat ulang dinding yang usang, menata patung pahlawan, dan membuat tugu di bagian depan gedung (Kholifah; Nurjayanti, 2022).

Dikutip dari Liputan Sindonews, Eka Supria Atmaja, Bupati Bekasi mengatakan untuk merealisasikan program ini ia akan menyiapkan Feasibility Study and Detail Engineering Design, dengan anggaran yang dialokasikan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) (Surjaya, 2019).

Namun faktanya pada 2017 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi sebenarnya sudah mengeluarkan Rp9,7 Miliar untuk membenahi Gedung Juang ini, tetapi setelah dibenahi tidak ada peningkatan fungsi yang maksimal. Eka Supria Atmaja yakin, program revitalisasi kali ini akan dimaksimalkan menjadi pusat kebudayaan demi memajukan Kabupaten Bekasi (Surjaya, 2019).

Dikutip dari website Bekasikab.go.id, Anggaran yang dikeluarkan dari APBD sekitar sebesar Rp36 Miliar telah dialokasikan melalui program revitalisasi Gedung Juang Bekasi ini, ucap Rahmat Atong (Kepala Dinas Budaya, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi) selagi tengah meninjau progres kerja pembenahan bangunan.

Adapun tujuan dari upaya revitalisasi Gedung Juang ini yang diantaranya, dilindunginya Cagar Budaya Nasional sekaligus memberi image baru bagi Kabupaten Bekasi, memberikan edukasi tentang sejarah Bekasi mulai dari masa perjuangan sampai masa kemerdekaan terutama bagi generasi muda.

Kelengkapan isi dari Gedung Juang 45 ini menjadi bukti betapa Pemkab sudah berhasil dalam merealisasikan Museum Kota Bekasi ini dengan adanya replika kerangka manusia buni (manusia purba) berupa peninggalannya, adanya media gambar dan audio berupa narasi yang menceritakan adanya Kerajaan Tarumanegara dan Perang Pasunda Bubat, dan juga berbagai artefak asli yang dipajang di dalam kotak kaca. Bioskop mini juga turut hadir dalam bertransformasinya Gedung Juang ini, yang menayangkan narasi film perjuangan masa kemerdekaan kota Bekasi (Chaniago; Tashandra, 2023; Ismail, 2025)

Revitalisasi bangunan Gedung Juang 45 Bekasi yang mengedepankan teknologi digital menjadi solusi untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap sejarah dan melestarikan cagar budaya. Inovasi ini menjaga keutuhan bangunan sekaligus menghadirkan edukasi interaktif. Pemanfaatan teknologi digital untuk menyampaikan nilai sejarah secara modern dan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap warisan budaya. Dengan demikian, revitalisasi ini menghidupkan kembali fungsi gedung sebagai media pembelajaran yang adaptif. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Raya Purnama Sari
Mahasiswa S1 Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Jul 2026, 21:02

Stamp Hunting di Kota Kembang: Fenomena Demam “Museum Passport” dan Candu Baru Kaum Metropolis Bandung

Siapa sangka selembar kertas dan ketukan tinta bisa memicu adrenalin sedahsyat ini? Di Jakarta, demam stamp hunting sudah lebih dulu meledak. Sekarang fenomenanya menular ke Kota Bandung.

Para Stamp Hunter Peserta Komunitas Cerita Bunda Lintas Generasi Berfoto di Museum KAA (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 19:06

Ketika Pelajar Diminta Pulang Cepat, Apakah Bandung Menjadi Lebih Aman?

Jika seorang pelajar dianggap aman hanya karena berada di rumah setelah pukul 21.00, lalu bagaimana dengan keamanan kota setelah jam itu?

Warga berlalu lalang di kawasan Asia Afrika, Kota Bandung, pada malam hari. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ditya Rafi Muttaqin/Magang)
Linimasa 24 Jul 2026, 18:41

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari

Seni ukir kayu menjadi cara warga Kampung Bunisakti, Arjasari, memperkenalkan daerahnya. Beragam ukiran bernilai seni diproduksi dengan teknik khas.

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 18:33

5 'Warung' Sarapan di Pilihan Bandung, dari Kedai Legendaris hingga Hidden Gem

Jelajahi 5 kedai sarapan favorit di Bandung dengan pilihan menu rumahan, panorama asri, hingga hidden gem yang cocok untuk memulai hari.

Sajian di Sepiring Pagi.
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 17:15

Di Balik Kampanye Digital Jakarta International Marathon 2025: Analisis Merek Air Mineral Nasional

Membedah hal-hal yang tidak terlihat di balik kampanye digital.

Ilustrasi. (Sumber: AI)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 16:18

Pesta Kesenian Bali sebagai Bukti Apresiasi Seni yang Perlu Ditularkan ke Provinsi Lain

Ketika suatu festival seni dapat memberi inspirasi bagi daerah lain.

Pertunjukan Pesta Kesenian Bali tahun 2026 (Sumber: Youtube: Disbud Prov. Bali)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:27

Mega Korupsi Era 90-an Skandal Bapindo dan Eddy Tansil Mengguncang Indonesia

Pengusaha bernama lengkap Edy Tansil (Tan Tjoa Ing) dituntut hukuman penjara seumur hidup serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp800 miliar.

Surat kabar Bandung Pos edisi akhir Juli 1994 yang menampilkan berita utama mengenai kasus mega korupsi Eddy Tansil. (Sumber: Foto dan koleksi surat kabar Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:10

Modernisasi Berkebaya yang Berbudaya

Tidak dapat ditawar lagi dengan berkebaya. Kebaya sudah menjadi identitas yang sangat penting bagi Indonesia.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 14:17

Telusur Arca Derenten: Ikonografi Durga-Agastya, Omon-Omon dari Kebun Binatang ke Museum Kota

Pengejawantahan arkeolog sebagai 'detektif masa lalu': mengkaji ikonografi Arca batu, menelusuri jejak hilangnya, hingga mengurai urgensi lembaga Museum Kota

Pintu masuk kebun binatang Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 13:40

Pentingnya Patuh Minum Obat Hipertensi: Penyuluhan Mahasiswa PKPA UMB di Puskesmas Cibiru

Kegiatan kolaborasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan praktisi fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien di puskesmas cibiru.

Mahasiswa PKPA Universitas Muhammadiyah Bandung sedang melaksanakan Penyuluhan di Puskesmas Cibiru. Kamis (23/6/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Indri Wahyuni A)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 13:22

Lontong Goreng Gasibu, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Gedung Sate Bandung

Cari sarapan enak di Bandung? Lontong Goreng Gasibu menawarkan lontong goreng hangat dan tahu Sumedang dengan harga mulai Rp4.000 di kawasan Lapangan Gasibu.

Lontong Goreng Gasibu. (Sumber: Instagram @hayulahgaskeun)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 10:22

Sate, Sang Mahakarya Kuliner Nusantara: Dari Warisan Budaya hingga Diplomasi Rasa Dunia

Indonesia boleh dibilang merupakan "Negeri Seribu Sate".

Pedagang sate. (Sumber: Pexels | Foto: nourrie zein)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 07:55

Kesantunan Berdigital bagi Anak

Kecerdasan buatan tidak boleh membatasi proses tumbuh kembang anak.

Orang tua dan anaknya. (Sumber: Pexels/Lgh_9)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 19:42

Gunung Alit Telah Lahir di Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu

Gunung Alit ini lahir di sisi utara Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu.

Gunung Alit lahir di dalam Kawah Ratu pascaletusan Juli–Agustus 2019. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 18:02

Serunya Belajar di Alam Bebas

Pendidikan terbaik bukan selalu tentang seberapa cepat anak mampu membaca, menulis, berhitung. Melainkan ketika anak tumbuh menjadi manusia yang rasa ingin tahunya tetap hidup, hatinya tetap lembut

Asyiknya Kakang naik Bebek Gowes di Pondok Tandang Bakti Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Ahad (31/5/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 17:00

Hari Anak Nasional: Kenalkan Proses Kreatif Sejak Dini Lewat Program Little Creator

Kreativitas di segala bidang kehidupan adalah kunci masa depan anak.

Program Kreator Cilik yang diselenggarakan oleh Omochatoys menekankan proses kreatif sejak usia dini (Foto: dok Omochatoys)
Wisata & Kuliner 23 Jul 2026, 16:22

Wahana Pilihan TMII, dari Kereta Gantung hingga Drone Show Gratis

Rencanakan kunjungan ke TMII dengan panduan wahana terbaik, lengkap dengan tiket, museum pilihan, Jagat Satwa Nusantara, dan tips berkunjung hemat.

Museum Indonesia TMII. (Sumber: TMII)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 16:21

Hari Anak Nasional: Sudahkah Anak-Anak Indonesia Merdeka?

Apakah anak-anak layak dikatakan sudah merdeka? jika rasa aman, nyaman dan hak-hak dasar dalam hidup mereka belum sepenuhnya bisa ditunaikan.

Seorang anak sekolah di Aceh yang menyebrangi jembatan tali menuju sekolah. (Sumber: Generated AI (Terinspirasi dari Video Asli di Aceh))
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 15:11

Hari Anak Nasional Menjadi Momen Tumbuhnya Generasi Kuat dan Cerdas

Seharusnya peringatan Hari Anak Nasional dijadikan momentum penting untuk membangun anak-anak yang kuat dan cerdas.

Butuh kerjasama dan partisipasi dari berbagai pihak dalam rangka mewujudkan pendidikan terbaik bagi anak-anak negeri ini. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 14:39

Ketika Kritik Tenggelam dalam Kebisingan

Status quo tidak selalu bertahan karena kritik dibungkam, tetapi karena perhatian kita terlalu mudah dialihkan.

Sebuah pagelaran seni dog-dog di tengah sebuah aksi. (Foto: Dokumen pribadi)