Dari Tambang ke Kanvas: Jejak Warna Biru dari Timur

3 menit baca
karina khairunnisa
Ditulis oleh karina khairunnisa diterbitkan
Lapis Lazuli (Sumber: WikiMedia | Foto: Hannes Grobe)
Lapis Lazuli (Sumber: WikiMedia | Foto: Hannes Grobe)

Menurut Luigi Fabbrizzi dalam artikel Painting conditioned by chemistry : the case of Egyptian and ultramarine blue pigments, lukisan gua tertua yang ditemukan di Gua Chauvet, Prancis, yang berasal dari 30.000 tahun SM dan hanya menggunakan warna kuning, merah, dan hitam. Warna yang ditemukan pada masa itu ialah warna kuning  dan merah yang ada di dalam gua, karena warna pada masa itu didapatkan dari beberapa mineral yang ada di alam.

Sedangkan warna biru tidak tersedia karena tidak ada mineral biru yang mudah ditemukan dan dihancurkan di alam. Mineral biru yang dikenal sebagai Lazurit atau Batu Lapis Lazuli yang ditemukan di Badakhshan, Afghanistan timur laut menjadi penemuan warna biru sejak milenium ke-7 SM. Dikarenakan mineral biru Batu Lapis Lazuli sangat langka dan mahal, pada awalnya hanya digunakan sebagai perhiasan dan ornamen seperti Patung Ebih-Il (Sumeria, 2500 SM) yang menggunakan Batu Lapis Lazuli pada bagian matanya. 

Lapiz Lazuli Microscope (Sumber: WikiMedia | Foto: Dimitri BECUE)
Lapiz Lazuli Microscope (Sumber: WikiMedia | Foto: Dimitri BECUE)

Disebabkan oleh Batu Lapis Lazuli terlalu mahal, para pengrajin Mesir Kuno berinovasi menciptakan pigmen biru sintetis pertama di dunia sekitar 2600-2500 tahun SM yang kini disebut Egyptian Blue (artikel ilmiah Painting conditioned by chemistry : the case of Egyptian and ultramarine blue pigments, 2025). Egyptian Blue menyebar ke seluruh Mediterania melalui perdagangan dan lokakarya yang dijalankan oleh imigran Mesir maupun pengrajin lokal yang mempelajari formulanya. Jejak pigmen ini ditemukan di berbagai wilayah seperti Kreta dan Yunani, Etruria (Italia, Abad ke-5 SM), Roma, dan Pompeii pada tahun 1813–1815. Kekaisaran Romawi yang runtuh mengakibatkan hilangnya teknik pembuatan Egyptian Blue dan penyerangan oleh suku barbar, kerusakan perpustakaan dan arsip, serta lenyapnya para pengrajin membuat resep untuk warna biru perlahan-lahan terlupakan.

Ketika ekonomi Eropa mulai bangkit pada abad ke-13, para pelukis di masa Renaisans terpaksa beralih ke pigmen yang jauh lebih mahal, Venesia mulai mengimpor Lapis Lazuli dari wilayah Timur untuk memenuhi permintaan tersebut. Setelah melalui proses pemurnian yang panjang dan rumit, dihasilkanlah Ultramarin, pigmen biru paling berharga di dunia. Cennino Cennini (ca. 1360–1427) dalam The Book of the Art menyebut ultramarin sebagai : “warna yang mulia, indah, dan sempurna melebihi semua warna lainnya…”. 

Pada tahun 1303-1305 salah satu karya agung paling monumental dalam sejarah seni menggunakan warna Ultramarin yaitu Kapel Scrovegni di Padua, Italia, yang dilukis oleh Giotto di Bondone. Langit-langit kapel ini dipenuhi Ultramarin yang melambangkan surga dan dihiasi bintang-bintang emas, menciptakan suasana seolah langit sesungguhnya dibawa masuk ke dalam ruangan. Ultramarin kemudian menjadi pigmen andalan para maestro Renaisans dan Barok terkemuka, termasuk Masaccio, Perugino, Titian, dan Vermeer, yang umumnya digunakan untuk pakaian tokoh-tokoh utama dalam lukisan, terutama jubah Bunda Maria. 

Puncak penggunaan Ultramarin yang paling ekstrem ditunjukkan oleh pelukis Belanda Johannes Vermeer, yang menggunakannya secara luar biasa luas. Johannes tidak hanya memakai Ultramarin pada objek berwarna biru, tetapi juga pada bagian-bagian kain putih, ubin marmer hitam, dedaunan hijau, hingga bayangan pada gaun jingga cerah, bahkan dikabarkan sampai mendorong keluarganya ke jurang kebangkrutan. 

Sebagai penutup, perjalanan warna biru adalah kisah panjang tentang pencarian manusia terhadap sesuatu yang awalnya tak hadir di alam terdekatnya, dari ketiadaan biru di dinding gua prasejarah, hingga kemewahan batu lapis lazuli yang hanya dimiliki segelintir peradaban. Ultramarin, yang pernah dijunjung sebagai warna paling mulia oleh seniman seperti Johannes Vermeer, kita dapat belajar bahwa warna yang sekarang kita sering pakai memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Dengan demikian, kita tidak hanya sekadar memakai warna biru tanpa tahu latar belakang terbuatnya warna tersebut. (*)

Refrensi :

  • Fabbrizzi, L. 2025. Painting conditioned by chemistry: the case of Egyptian and ultramarine blue pigments. ChemTexts, 11(9).
  • Hatch, E. A history of the colour blue in art. National Gallery.
  • Meier, A. 2016. Lapis lazuli: A blue more precious than gold. Hyperallergic.
  • Piper, R. Ultramarine: Beyond the blue. Rhiannon Piper Conservation.
  • Calu, I. 2025. Lapis lazuli: More precious than gold. Daily Art Magazine.
  • TheCollector. 2025. The journey of lapis lazuli, art’s most prized pigment. TheCollector.
  • Winsor & Newton. Colour story: Ultramarine.
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

karina khairunnisa
Menulis apa yang saya suka itu menyenangkan

News Update

Ayo Netizen 25 Jul 2026, 21:02

Stamp Hunting di Kota Kembang: Fenomena Demam “Museum Passport” dan Candu Baru Kaum Metropolis Bandung

Siapa sangka selembar kertas dan ketukan tinta bisa memicu adrenalin sedahsyat ini? Di Jakarta, demam stamp hunting sudah lebih dulu meledak. Sekarang fenomenanya menular ke Kota Bandung.

Para Stamp Hunter Peserta Komunitas Cerita Bunda Lintas Generasi Berfoto di Museum KAA (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 19:06

Ketika Pelajar Diminta Pulang Cepat, Apakah Bandung Menjadi Lebih Aman?

Jika seorang pelajar dianggap aman hanya karena berada di rumah setelah pukul 21.00, lalu bagaimana dengan keamanan kota setelah jam itu?

Warga berlalu lalang di kawasan Asia Afrika, Kota Bandung, pada malam hari. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ditya Rafi Muttaqin/Magang)
Linimasa 24 Jul 2026, 18:41

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari

Seni ukir kayu menjadi cara warga Kampung Bunisakti, Arjasari, memperkenalkan daerahnya. Beragam ukiran bernilai seni diproduksi dengan teknik khas.

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 18:33

5 'Warung' Sarapan di Pilihan Bandung, dari Kedai Legendaris hingga Hidden Gem

Jelajahi 5 kedai sarapan favorit di Bandung dengan pilihan menu rumahan, panorama asri, hingga hidden gem yang cocok untuk memulai hari.

Sajian di Sepiring Pagi.
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 17:15

Di Balik Kampanye Digital Jakarta International Marathon 2025: Analisis Merek Air Mineral Nasional

Membedah hal-hal yang tidak terlihat di balik kampanye digital.

Ilustrasi. (Sumber: AI)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 16:18

Pesta Kesenian Bali sebagai Bukti Apresiasi Seni yang Perlu Ditularkan ke Provinsi Lain

Ketika suatu festival seni dapat memberi inspirasi bagi daerah lain.

Pertunjukan Pesta Kesenian Bali tahun 2026 (Sumber: Youtube: Disbud Prov. Bali)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:27

Mega Korupsi Era 90-an Skandal Bapindo dan Eddy Tansil Mengguncang Indonesia

Pengusaha bernama lengkap Edy Tansil (Tan Tjoa Ing) dituntut hukuman penjara seumur hidup serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp800 miliar.

Surat kabar Bandung Pos edisi akhir Juli 1994 yang menampilkan berita utama mengenai kasus mega korupsi Eddy Tansil. (Sumber: Foto dan koleksi surat kabar Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:10

Modernisasi Berkebaya yang Berbudaya

Tidak dapat ditawar lagi dengan berkebaya. Kebaya sudah menjadi identitas yang sangat penting bagi Indonesia.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 14:17

Telusur Arca Derenten: Ikonografi Durga-Agastya, Omon-Omon dari Kebun Binatang ke Museum Kota

Pengejawantahan arkeolog sebagai 'detektif masa lalu': mengkaji ikonografi Arca batu, menelusuri jejak hilangnya, hingga mengurai urgensi lembaga Museum Kota

Pintu masuk kebun binatang Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 13:40

Pentingnya Patuh Minum Obat Hipertensi: Penyuluhan Mahasiswa PKPA UMB di Puskesmas Cibiru

Kegiatan kolaborasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan praktisi fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien di puskesmas cibiru.

Mahasiswa PKPA Universitas Muhammadiyah Bandung sedang melaksanakan Penyuluhan di Puskesmas Cibiru. Kamis (23/6/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Indri Wahyuni A)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 13:22

Lontong Goreng Gasibu, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Gedung Sate Bandung

Cari sarapan enak di Bandung? Lontong Goreng Gasibu menawarkan lontong goreng hangat dan tahu Sumedang dengan harga mulai Rp4.000 di kawasan Lapangan Gasibu.

Lontong Goreng Gasibu. (Sumber: Instagram @hayulahgaskeun)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 10:22

Sate, Sang Mahakarya Kuliner Nusantara: Dari Warisan Budaya hingga Diplomasi Rasa Dunia

Indonesia boleh dibilang merupakan "Negeri Seribu Sate".

Pedagang sate. (Sumber: Pexels | Foto: nourrie zein)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 07:55

Kesantunan Berdigital bagi Anak

Kecerdasan buatan tidak boleh membatasi proses tumbuh kembang anak.

Orang tua dan anaknya. (Sumber: Pexels/Lgh_9)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 19:42

Gunung Alit Telah Lahir di Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu

Gunung Alit ini lahir di sisi utara Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu.

Gunung Alit lahir di dalam Kawah Ratu pascaletusan Juli–Agustus 2019. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 18:02

Serunya Belajar di Alam Bebas

Pendidikan terbaik bukan selalu tentang seberapa cepat anak mampu membaca, menulis, berhitung. Melainkan ketika anak tumbuh menjadi manusia yang rasa ingin tahunya tetap hidup, hatinya tetap lembut

Asyiknya Kakang naik Bebek Gowes di Pondok Tandang Bakti Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Ahad (31/5/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 17:00

Hari Anak Nasional: Kenalkan Proses Kreatif Sejak Dini Lewat Program Little Creator

Kreativitas di segala bidang kehidupan adalah kunci masa depan anak.

Program Kreator Cilik yang diselenggarakan oleh Omochatoys menekankan proses kreatif sejak usia dini (Foto: dok Omochatoys)
Wisata & Kuliner 23 Jul 2026, 16:22

Wahana Pilihan TMII, dari Kereta Gantung hingga Drone Show Gratis

Rencanakan kunjungan ke TMII dengan panduan wahana terbaik, lengkap dengan tiket, museum pilihan, Jagat Satwa Nusantara, dan tips berkunjung hemat.

Museum Indonesia TMII. (Sumber: TMII)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 16:21

Hari Anak Nasional: Sudahkah Anak-Anak Indonesia Merdeka?

Apakah anak-anak layak dikatakan sudah merdeka? jika rasa aman, nyaman dan hak-hak dasar dalam hidup mereka belum sepenuhnya bisa ditunaikan.

Seorang anak sekolah di Aceh yang menyebrangi jembatan tali menuju sekolah. (Sumber: Generated AI (Terinspirasi dari Video Asli di Aceh))
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 15:11

Hari Anak Nasional Menjadi Momen Tumbuhnya Generasi Kuat dan Cerdas

Seharusnya peringatan Hari Anak Nasional dijadikan momentum penting untuk membangun anak-anak yang kuat dan cerdas.

Butuh kerjasama dan partisipasi dari berbagai pihak dalam rangka mewujudkan pendidikan terbaik bagi anak-anak negeri ini. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 14:39

Ketika Kritik Tenggelam dalam Kebisingan

Status quo tidak selalu bertahan karena kritik dibungkam, tetapi karena perhatian kita terlalu mudah dialihkan.

Sebuah pagelaran seni dog-dog di tengah sebuah aksi. (Foto: Dokumen pribadi)