Dari Tambang ke Kanvas: Jejak Warna Biru dari Timur

3 menit baca
karina khairunnisa
Ditulis oleh karina khairunnisa diterbitkan Selasa 09 Jun 2026, 13:28 WIB
Lapis Lazuli (Sumber: WikiMedia | Foto: Hannes Grobe)

Lapis Lazuli (Sumber: WikiMedia | Foto: Hannes Grobe)

Menurut Luigi Fabbrizzi dalam artikel Painting conditioned by chemistry : the case of Egyptian and ultramarine blue pigments, lukisan gua tertua yang ditemukan di Gua Chauvet, Prancis, yang berasal dari 30.000 tahun SM dan hanya menggunakan warna kuning, merah, dan hitam. Warna yang ditemukan pada masa itu ialah warna kuning  dan merah yang ada di dalam gua, karena warna pada masa itu didapatkan dari beberapa mineral yang ada di alam.

Sedangkan warna biru tidak tersedia karena tidak ada mineral biru yang mudah ditemukan dan dihancurkan di alam. Mineral biru yang dikenal sebagai Lazurit atau Batu Lapis Lazuli yang ditemukan di Badakhshan, Afghanistan timur laut menjadi penemuan warna biru sejak milenium ke-7 SM. Dikarenakan mineral biru Batu Lapis Lazuli sangat langka dan mahal, pada awalnya hanya digunakan sebagai perhiasan dan ornamen seperti Patung Ebih-Il (Sumeria, 2500 SM) yang menggunakan Batu Lapis Lazuli pada bagian matanya. 

Lapiz Lazuli Microscope (Sumber: WikiMedia | Foto: Dimitri BECUE)
Lapiz Lazuli Microscope (Sumber: WikiMedia | Foto: Dimitri BECUE)

Disebabkan oleh Batu Lapis Lazuli terlalu mahal, para pengrajin Mesir Kuno berinovasi menciptakan pigmen biru sintetis pertama di dunia sekitar 2600-2500 tahun SM yang kini disebut Egyptian Blue (artikel ilmiah Painting conditioned by chemistry : the case of Egyptian and ultramarine blue pigments, 2025). Egyptian Blue menyebar ke seluruh Mediterania melalui perdagangan dan lokakarya yang dijalankan oleh imigran Mesir maupun pengrajin lokal yang mempelajari formulanya. Jejak pigmen ini ditemukan di berbagai wilayah seperti Kreta dan Yunani, Etruria (Italia, Abad ke-5 SM), Roma, dan Pompeii pada tahun 1813–1815. Kekaisaran Romawi yang runtuh mengakibatkan hilangnya teknik pembuatan Egyptian Blue dan penyerangan oleh suku barbar, kerusakan perpustakaan dan arsip, serta lenyapnya para pengrajin membuat resep untuk warna biru perlahan-lahan terlupakan.

Ketika ekonomi Eropa mulai bangkit pada abad ke-13, para pelukis di masa Renaisans terpaksa beralih ke pigmen yang jauh lebih mahal, Venesia mulai mengimpor Lapis Lazuli dari wilayah Timur untuk memenuhi permintaan tersebut. Setelah melalui proses pemurnian yang panjang dan rumit, dihasilkanlah Ultramarin, pigmen biru paling berharga di dunia. Cennino Cennini (ca. 1360–1427) dalam The Book of the Art menyebut ultramarin sebagai : “warna yang mulia, indah, dan sempurna melebihi semua warna lainnya…”. 

Pada tahun 1303-1305 salah satu karya agung paling monumental dalam sejarah seni menggunakan warna Ultramarin yaitu Kapel Scrovegni di Padua, Italia, yang dilukis oleh Giotto di Bondone. Langit-langit kapel ini dipenuhi Ultramarin yang melambangkan surga dan dihiasi bintang-bintang emas, menciptakan suasana seolah langit sesungguhnya dibawa masuk ke dalam ruangan. Ultramarin kemudian menjadi pigmen andalan para maestro Renaisans dan Barok terkemuka, termasuk Masaccio, Perugino, Titian, dan Vermeer, yang umumnya digunakan untuk pakaian tokoh-tokoh utama dalam lukisan, terutama jubah Bunda Maria. 

Puncak penggunaan Ultramarin yang paling ekstrem ditunjukkan oleh pelukis Belanda Johannes Vermeer, yang menggunakannya secara luar biasa luas. Johannes tidak hanya memakai Ultramarin pada objek berwarna biru, tetapi juga pada bagian-bagian kain putih, ubin marmer hitam, dedaunan hijau, hingga bayangan pada gaun jingga cerah, bahkan dikabarkan sampai mendorong keluarganya ke jurang kebangkrutan. 

Sebagai penutup, perjalanan warna biru adalah kisah panjang tentang pencarian manusia terhadap sesuatu yang awalnya tak hadir di alam terdekatnya, dari ketiadaan biru di dinding gua prasejarah, hingga kemewahan batu lapis lazuli yang hanya dimiliki segelintir peradaban. Ultramarin, yang pernah dijunjung sebagai warna paling mulia oleh seniman seperti Johannes Vermeer, kita dapat belajar bahwa warna yang sekarang kita sering pakai memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Dengan demikian, kita tidak hanya sekadar memakai warna biru tanpa tahu latar belakang terbuatnya warna tersebut. (*)

Refrensi :

  • Fabbrizzi, L. 2025. Painting conditioned by chemistry: the case of Egyptian and ultramarine blue pigments. ChemTexts, 11(9).
  • Hatch, E. A history of the colour blue in art. National Gallery.
  • Meier, A. 2016. Lapis lazuli: A blue more precious than gold. Hyperallergic.
  • Piper, R. Ultramarine: Beyond the blue. Rhiannon Piper Conservation.
  • Calu, I. 2025. Lapis lazuli: More precious than gold. Daily Art Magazine.
  • TheCollector. 2025. The journey of lapis lazuli, art’s most prized pigment. TheCollector.
  • Winsor & Newton. Colour story: Ultramarine.
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

karina khairunnisa
Menulis apa yang saya suka itu menyenangkan

News Update

Ayo Netizen 09 Jun 2026, 20:22

Pasang Surut Era Trem di Batavia

Transportasi trem di Batavia yang kini sudah tidak ada di Indonesia.

Tram Gondangdia di Batavia. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 09 Jun 2026, 16:31

Wisata Candi Borobudur: Panduan Lengkap Tiket, Sunrise, dan Sunset Experience

Panduan lengkap wisata Candi Borobudur 2026, mulai dari harga tiket, kuota naik candi, aturan penggunaan upanat, hingga waktu terbaik untuk berkunjung.

Candi Borobudur. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Biz 09 Jun 2026, 16:27

Kisah para Juara 1 BRIncubator, Konsisten Berdayakan Pekerja Lokal

Program inkubasi bergengsi dari BRI itu setiap tahunnya mengangkat segelintir UMKM ke panggung yang lebih besar.

Koku Footwear terpilih sebagai Juara 1 BRIncubator 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Beranda 09 Jun 2026, 16:05

Bandung Raya di Ambang Krisis Sampah, TPA Sarimukti Diperkirakan Penuh Oktober 2026

TPA Sarimukti diperkirakan penuh pada Oktober 2026, memicu ancaman krisis sampah di Bandung Raya yang masih bergantung pada pembuangan akhir dan minim pengolahan dari sumbernya.

Kendaraan pengangkut sampah terparkir di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu 6 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 15:08

Sesat Logika, Tantangan dalam Berbahasa

Transformasi digital telah membuka ruang publik semakin luas, tetapi membawa dampak pada kerusakan bahasa akibat kesalahan-kesalahan penafsiran masyarakat

Ilustrasi rak buku. (Sumber: Pexels | Foto: Yazid N)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 14:21

Sedia Payung sebelum Perusahaan Melakukan Pengrumahan Sementara hingga Tutup Permanen

Secara hukum lock out merupakan hak pengusaha untuk menolak pekerja masuk dalam rangka perselisihan industrial, namun pelaksanaannya wajib mematuhi aturan hukum yang berlaku.

Ilustrasi penutupan perusahaan atau lock out. (Sumber: Meta AI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 13:28

Dari Tambang ke Kanvas: Jejak Warna Biru dari Timur

Warna biru punya sejarah panjang yang dimulai dari ketiadaan, mari kita lihat perjalanannya.

Lapis Lazuli (Sumber: WikiMedia | Foto: Hannes Grobe)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 13:02

#NowForClimate: Bersepeda sebagai Aksi Nyata untuk Masa Depan yang Lebih Hijau

#NowForClimate mengingatkan bahwa aksi iklim dapat dimulai dari pilihan moda transportasi sehari-hari.

Dampak global jika semua orang di dunia bersepeda sebanyak rata-rata orang Denmark dan Belanda. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 11:03

Mabrur, Kabur, dan Syukur

Boneka unta yang dipeluk kakek bukan sekadar cendera mata. Melainkan bahasa kasih sayang yang sederhana.

Oleh-oleh haji dan umrah di salah satu toko kawasan Pasar Baru Trade Center, Jalan Otto Iskandar Dinata, Kota Bandung, Jumat 29 Mei 2026 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 09 Jun 2026, 10:38

Petisi Warga Empat Lereng Gunung untuk Gubernur Dedi Mulyadi

Kalau beliau mengajak masyarakat menjaga gunung dan lingkungan, maka kami juga mengajak beliau untuk konsisten terhadap apa yang sudah disampaikan

Perwakilan warga lerenng Gunung Ciremai, Gede Pangrango, Tampomas, dan Halimun saat membacakan petisi untuk Gubernur Jawa Barat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Wisata & Kuliner 09 Jun 2026, 10:32

Gunung Gede Pangrango, Antara Keindahan Alam dan Ancaman Eksploitasi Panas Bumi

Pesona Gunung Gede Pangrango berpadu dengan perdebatan antara kebutuhan listrik dan pelestarian alam.

Puncak Gunung Gede Pangrango. (Sumber: Wikimedia)
Linimasa 09 Jun 2026, 09:53

Jejak Becak, GPS Kota Bandung yang Terpinggirkan

Kisah tukang becak Bandung yang dulu jadi penunjuk jalan, kini bertahan di tengah gempuran transportasi modern.

Becak yang dulu sempat berjaya kini semakin terpinggirkan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 09:11

Potret Bandung Empat Dekade Silam di Koran Gala Lawas

Salah satu surat kabar yang pernah menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Jawa Barat adalah Harian Umum GALA.

Kin Sanubary memperlihatkan surat kabar GALA, salah satu harian yang terbit di Bandung 40 tahun silam. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 08:45

Mengetahui Pelaksanaan Tradisi Nyawen dan Makna Filosofisnya

Desa Bingkeng memiliki salah satu tradisi yang masih dilestarikan yaitu nyawen.

Mengetahui pelaksanaan Tradisi Nyawen. (Sumber: images.pexels.com | Foto: Kevin Yung)
Bandung 08 Jun 2026, 19:34

Menilik Eksistensi Dawa Rempah, Racikan Minuman Herbal Tradisional dengan Sentuhan Modern

Gaya hidup sehat turut menjadi tren kekinian yang santer digandrungi oleh masyarakat di masa kini. Salah satu caranya lewat menjaga kesehatan dan kebugaran.

Dawa Rempah (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 18:31

Hari Laut Sedunia, Masih Adakah Prospek Galangan Kapal di Jabar?

Masih sedikit industri galangan kapal di Jabar. Padahal provinsi ini memiliki sebelas pelabuhan yang bisa digunakan sebagai prasarana galangan kapal.

Ilustrasi Hari Laut Sedunia 2026, pemandangan Pantai Jayanti di Kecamatan Cidaun. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Muhammad Ikhsan)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 18:01

Polemik Penggusuran Perumahan Warga di Anyer Dalam akibat Pembangunan oleh KAI

Perumahan Warga di Anyer Dalam digusur untuk pembangunan yang dilakukan oleh oleh KAI merupakan kejadian yang terjadi 5 tahun yang lalu.

Foto Grafiti Bekas 2021 di Tembok Menyusuri di Jalan Serang menyusuri Jalan Anyer Dalam, 17 April 2026. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Hikmat Nur Hidayat)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 17:29

Polemik SPPG Sukabumi: Antara Harapan Gizi dan Alarm Nyata bagi Gen Z

Tercatat sudah tiga kali gelombang unjuk rasa terjadi di pertengahan tahun ini.

Dokumentasi demo SPPG Sukabumi
Beranda 08 Jun 2026, 17:04

Bandung Pernah Jadi Kiblat Musik Indie, Kini Para Musisi Berusaha Merebutnya Kembali

Bandung pernah menjadi salah satu pusat musik independen Indonesia. Melalui Bandung Music Indie, para musisi kini berupaya membangun kembali ruang bersama dan semangat kolektif yang mulai memudar.

Atmosfer hangat dan akrab mewarnai gelaran Bandung Music Indie saat musisi lintas generasi dan penikmat musik bertemu dalam satu ruang yang sama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)