Mengenal Peuyeum sebagai Makanan Tradisional Khas Jawa Barat

2 menit baca
Sofi Putri
Ditulis oleh Sofi Putri diterbitkan
Peuyeum Bandung. (Foto: Sofi Putri)
Peuyeum Bandung. (Foto: Sofi Putri)

Siapa sih yang tidak kenal dengan peuyeum? kuliner ini adalah salah satu ikon Jawa Barat, terutama kota Bandung. Ditambah lagi, makanan ini merupakan oleh-oleh yang sering dijumpai ketika kita pergi ke kota kembang itu. Daripada penasaran, mari kita kenalan dengan kuliner satu ini.

Dilansir dari kumparan (26 November 2023), peuyeum merupakan salah satu makanan tradisional yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Peuyeum atau yang lebih dikenal sebagai tapai adalah makanan dari hasil fermentasi singkong. Hal tersebut dikarenakan pada saat itu produksi singkong di daerah Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat melimpah ruah sehingga masyarakat mencari cara agar singkong yang berhasil dipanen tidak cepat membusuk.

Nama peuyeum sendiri berasal dari proses pembuatannya yaitu ‘meuyeum’ atau memeram. Karena peuyeum sudah ada sejak zaman kolonial, para pembuatnya tidak perlu menunggu hasil lab untuk dapat mengetahui kapan makanan ini matang dan bisa disantap, mereka bisa mengetahuinya hanya dari bau dan teksturnya saja. Dari yang awal mulanya hanya untuk konsumsi biasa saja, sekarang peuyeum menjadi salah satu kuliner yang dapat divariasikan dengan bahan lainnya, bahkan beberapa dessert juga ada yang menggunakan peuyeum sebagai bahan dasar maupun toping makanan.

Berdasarkan Jurnal yang didapat dari repository.upi.edu, Pada tahun 1950-an pengrajin peuyeum yang berada di Cimenyan, mencapai sekitar 200 orang. Kemudian, sekitar tahun 80-90 -an muncul lagu berjudul “Peuyeum Bandung” yang diciptakan oleh Sambas Mangundikarta dan dipopulerkan oleh Nining Meida. Lagu tersebutlah yang membuat eksistensi peuyeum yang awalnya hanya makanan biasa berkembang menjadi salah satu ikon yang mengingatkan orang akan kota Bandung. 

Berkat produksi ini, masyarakat Cimenyan pada saat itu menjadi sangat terbantu karena dapat membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitarnya. Namun, sangat disayangkan jumlah pengrajin peuyeum ini semakin sedikit. Tercatat pada tahun 2013 hanya tersisa sekitar 14 orang pengrajin peuyeum bandung yang tersisa di Cimenyan. Selain itu, banyaknya makanan-makanan lain yang menjadi popular membuat peuyeum bandung tidak lagi menjadi incaran untuk dijadikan oleh-oleh.

Cara mengkonsumsi peuyeum pun mengalami perbedaan yang signifikan. Jika dahulu, orang – orang menikmati peuyeum secara langsung dengan ditemani teh hangat, sekarang orang – orang menikmati peuyeum secara tidak langsung dengan cara  kembali diolah baik dijadikan peuyeum ball, colenak, wingko, hingga toping es doger, dan yang lainnya. Adapun konsumsi peuyeum seperti di zaman dulu biasanya dilakukan oleh orang tua kita dari kalangan gen-x dan millennial.

Peuyeum bukan hanya makanan tradisional maupun sekedar oleh-oleh khas Bandung saja tetapi, peuyeum juga merupakan salah satu warisan yang harus kita lestarikan agar kuliner ini tidak hilang di telan zaman. Maka sebagai generasi-z yang hidup dijaman yang serba modern ini, alangkah lebih baiknya agar kita  dapat mengembangkan dan berinovasi untuk kuliner ini sehingga eksistensinya tidak hilang ditelan zaman. (*)

Sumber:

  • Ciputra University Library. 2018. Aneka hidangan dari peuyeum Bandung: Tape singkong. https://www.ciputra.ac.id/library/aneka-hidangan-dari-peuyeum-bandung-tape-singkong/

  • Gardjito Murdijati., Pridia Heni., Millaty Marosimy. 2019. [Kuliner Sunda : Nikmat sedapnya melegenda]. https://books.google.co.id/books?id=pvdUzQEACAAJ&pg=PA27&hl=id&source=gbs_toc_r&cad=2#v=onepage&q&f=false
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sofi Putri
Tentang Sofi Putri
menulis merupakan salah satu kegiatan yang saya lakukan untuk menyalurkan apa yang saya pikirkan dan rasakan

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 12:36

Romantisme Membaca Majalah Vista September 1983: Ketika Radio, Kaset, Bioskop dan Idola Menghidupkan Kenangan

Membaca Vista hari ini seperti memutar kembali sebuah kaset lama.

Majalah Vista, salah satu majalah hiburan populer pada era 1980–1990-an. Majalah ini menyajikan beragam informasi seputar musik, film, dan perkembangan dunia hiburan. (Sumber: Koleksi Majalah Vista milik Kin Sanubary)