Mengenal Peuyeum sebagai Makanan Tradisional Khas Jawa Barat

2 menit baca
Sofi Putri
Ditulis oleh Sofi Putri diterbitkan Rabu 10 Jun 2026, 09:17 WIB
Peuyeum Bandung. (Foto: Sofi Putri)

Peuyeum Bandung. (Foto: Sofi Putri)

Siapa sih yang tidak kenal dengan peuyeum? kuliner ini adalah salah satu ikon Jawa Barat, terutama kota Bandung. Ditambah lagi, makanan ini merupakan oleh-oleh yang sering dijumpai ketika kita pergi ke kota kembang itu. Daripada penasaran, mari kita kenalan dengan kuliner satu ini.

Dilansir dari kumparan (26 November 2023), peuyeum merupakan salah satu makanan tradisional yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Peuyeum atau yang lebih dikenal sebagai tapai adalah makanan dari hasil fermentasi singkong. Hal tersebut dikarenakan pada saat itu produksi singkong di daerah Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat melimpah ruah sehingga masyarakat mencari cara agar singkong yang berhasil dipanen tidak cepat membusuk.

Nama peuyeum sendiri berasal dari proses pembuatannya yaitu ‘meuyeum’ atau memeram. Karena peuyeum sudah ada sejak zaman kolonial, para pembuatnya tidak perlu menunggu hasil lab untuk dapat mengetahui kapan makanan ini matang dan bisa disantap, mereka bisa mengetahuinya hanya dari bau dan teksturnya saja. Dari yang awal mulanya hanya untuk konsumsi biasa saja, sekarang peuyeum menjadi salah satu kuliner yang dapat divariasikan dengan bahan lainnya, bahkan beberapa dessert juga ada yang menggunakan peuyeum sebagai bahan dasar maupun toping makanan.

Berdasarkan Jurnal yang didapat dari repository.upi.edu, Pada tahun 1950-an pengrajin peuyeum yang berada di Cimenyan, mencapai sekitar 200 orang. Kemudian, sekitar tahun 80-90 -an muncul lagu berjudul “Peuyeum Bandung” yang diciptakan oleh Sambas Mangundikarta dan dipopulerkan oleh Nining Meida. Lagu tersebutlah yang membuat eksistensi peuyeum yang awalnya hanya makanan biasa berkembang menjadi salah satu ikon yang mengingatkan orang akan kota Bandung. 

Berkat produksi ini, masyarakat Cimenyan pada saat itu menjadi sangat terbantu karena dapat membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitarnya. Namun, sangat disayangkan jumlah pengrajin peuyeum ini semakin sedikit. Tercatat pada tahun 2013 hanya tersisa sekitar 14 orang pengrajin peuyeum bandung yang tersisa di Cimenyan. Selain itu, banyaknya makanan-makanan lain yang menjadi popular membuat peuyeum bandung tidak lagi menjadi incaran untuk dijadikan oleh-oleh.

Cara mengkonsumsi peuyeum pun mengalami perbedaan yang signifikan. Jika dahulu, orang – orang menikmati peuyeum secara langsung dengan ditemani teh hangat, sekarang orang – orang menikmati peuyeum secara tidak langsung dengan cara  kembali diolah baik dijadikan peuyeum ball, colenak, wingko, hingga toping es doger, dan yang lainnya. Adapun konsumsi peuyeum seperti di zaman dulu biasanya dilakukan oleh orang tua kita dari kalangan gen-x dan millennial.

Peuyeum bukan hanya makanan tradisional maupun sekedar oleh-oleh khas Bandung saja tetapi, peuyeum juga merupakan salah satu warisan yang harus kita lestarikan agar kuliner ini tidak hilang di telan zaman. Maka sebagai generasi-z yang hidup dijaman yang serba modern ini, alangkah lebih baiknya agar kita  dapat mengembangkan dan berinovasi untuk kuliner ini sehingga eksistensinya tidak hilang ditelan zaman. (*)

Sumber:

  • Ciputra University Library. 2018. Aneka hidangan dari peuyeum Bandung: Tape singkong. https://www.ciputra.ac.id/library/aneka-hidangan-dari-peuyeum-bandung-tape-singkong/

  • Gardjito Murdijati., Pridia Heni., Millaty Marosimy. 2019. [Kuliner Sunda : Nikmat sedapnya melegenda]. https://books.google.co.id/books?id=pvdUzQEACAAJ&pg=PA27&hl=id&source=gbs_toc_r&cad=2#v=onepage&q&f=false
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sofi Putri
Tentang Sofi Putri
menulis merupakan salah satu kegiatan yang saya lakukan untuk menyalurkan apa yang saya pikirkan dan rasakan

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jun 2026, 12:49

Filosofi Kendi, Animo Pemakaian Tumbler dan Mesin Air Minum Gratis

Kendi adalah ikon sosialisme air minum pada zamannya.

Ilustrasi kendi yang merupakan ikon sosialisme air minum warisan budaya bangsa. (Sumber: Pexels | Foto: Eda Yılmaz)
Sejarah 10 Jun 2026, 12:21

Jelajah Candi-candi di Bandung, Jejak Peradaban Kuno yang yang Hampir Terlupakan

Jejak peninggalan Hindu kuno di Bandung masih bertahan, tetapi kondisi situsnya memerlukan perhatian serius.

Situs Candi Bojongemas di Solokanjeruk Kabupaten Bandung memprihatinkan dan tak terawat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 11:29

Toponimi Lembang (Bagian 1)

Lembang berasal dari bahasa Sunda yaitu “Ngalembang” yang berarti air yang tergenang.

Buku Toponimi Lembang. (Foto: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 10:18

Gedung Juang 45: Transformasi Bangunan Kolonial Menjadi Museum Berbasis Digital

Revitalisasi Gedung Juang 45 Bekasi dari bangunan cagar budaya yang sempat terbengkalai menjadi museum modern berbasis teknologi digital.

Gedung Juang 45 Kota Bekasi (Sumber: bekasikab.go.id | Foto: Situs Pemerintah)
Beranda 10 Jun 2026, 10:12

Di Tengah Janji Energi Bersih, Warga Lereng Gunung Cemas Kehilangan Air, Lahan, dan Masa Depan

Di balik janji energi bersih dari proyek geotermal, warga di sejumlah lereng gunung di Jawa Barat menyuarakan kekhawatiran atas ancaman terhadap sumber air, lahan pertanian, dan ma

Dani Setiawan, petani sayur di kaki Gunung Gede Pangrango, menyuarakan kekhawatirannya terhadap proyek geotermal yang dinilai dapat mengancam sumber air, lahan pertanian, dan ruang hidup warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 09:17

Mengenal Peuyeum sebagai Makanan Tradisional Khas Jawa Barat

Peuyeum sebagai makanan tradisional khas Jawa Barat

Peuyeum Bandung. (Foto: Sofi Putri)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 08:38

Taat Rambu Lalu Lintas adalah Hal Sepele tapi Menyelamatkan Nafas Kehidupan

Satu detik yang menurut kita sepele bisa saja jadi harapan kehidupan bagi orang lain.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 20:22

Pasang Surut Era Trem di Batavia

Transportasi trem di Batavia yang kini sudah tidak ada di Indonesia.

Tram Gondangdia di Batavia. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 09 Jun 2026, 16:31

Wisata Candi Borobudur: Panduan Lengkap Tiket, Sunrise, dan Sunset Experience

Panduan lengkap wisata Candi Borobudur 2026, mulai dari harga tiket, kuota naik candi, aturan penggunaan upanat, hingga waktu terbaik untuk berkunjung.

Candi Borobudur. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Biz 09 Jun 2026, 16:27

Kisah para Juara 1 BRIncubator, Konsisten Berdayakan Pekerja Lokal

Program inkubasi bergengsi dari BRI itu setiap tahunnya mengangkat segelintir UMKM ke panggung yang lebih besar.

Koku Footwear terpilih sebagai Juara 1 BRIncubator 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Beranda 09 Jun 2026, 16:05

Bandung Raya di Ambang Krisis Sampah, TPA Sarimukti Diperkirakan Penuh Oktober 2026

TPA Sarimukti diperkirakan penuh pada Oktober 2026, memicu ancaman krisis sampah di Bandung Raya yang masih bergantung pada pembuangan akhir dan minim pengolahan dari sumbernya.

Kendaraan pengangkut sampah terparkir di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu 6 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 15:08

Sesat Logika, Tantangan dalam Berbahasa

Transformasi digital telah membuka ruang publik semakin luas, tetapi membawa dampak pada kerusakan bahasa akibat kesalahan-kesalahan penafsiran masyarakat

Ilustrasi rak buku. (Sumber: Pexels | Foto: Yazid N)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 14:21

Sedia Payung sebelum Perusahaan Melakukan Pengrumahan Sementara hingga Tutup Permanen

Secara hukum lock out merupakan hak pengusaha untuk menolak pekerja masuk dalam rangka perselisihan industrial, namun pelaksanaannya wajib mematuhi aturan hukum yang berlaku.

Ilustrasi penutupan perusahaan atau lock out. (Sumber: Meta AI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 13:28

Dari Tambang ke Kanvas: Jejak Warna Biru dari Timur

Warna biru punya sejarah panjang yang dimulai dari ketiadaan, mari kita lihat perjalanannya.

Lapis Lazuli (Sumber: WikiMedia | Foto: Hannes Grobe)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 13:02

#NowForClimate: Bersepeda sebagai Aksi Nyata untuk Masa Depan yang Lebih Hijau

#NowForClimate mengingatkan bahwa aksi iklim dapat dimulai dari pilihan moda transportasi sehari-hari.

Dampak global jika semua orang di dunia bersepeda sebanyak rata-rata orang Denmark dan Belanda. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 11:03

Mabrur, Kabur, dan Syukur

Boneka unta yang dipeluk kakek bukan sekadar cendera mata. Melainkan bahasa kasih sayang yang sederhana.

Oleh-oleh haji dan umrah di salah satu toko kawasan Pasar Baru Trade Center, Jalan Otto Iskandar Dinata, Kota Bandung, Jumat 29 Mei 2026 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 09 Jun 2026, 10:38

Petisi Warga Empat Lereng Gunung untuk Gubernur Dedi Mulyadi

Kalau beliau mengajak masyarakat menjaga gunung dan lingkungan, maka kami juga mengajak beliau untuk konsisten terhadap apa yang sudah disampaikan

Perwakilan warga lerenng Gunung Ciremai, Gede Pangrango, Tampomas, dan Halimun saat membacakan petisi untuk Gubernur Jawa Barat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Wisata & Kuliner 09 Jun 2026, 10:32

Gunung Gede Pangrango, Antara Keindahan Alam dan Ancaman Eksploitasi Panas Bumi

Pesona Gunung Gede Pangrango berpadu dengan perdebatan antara kebutuhan listrik dan pelestarian alam.

Puncak Gunung Gede Pangrango. (Sumber: Wikimedia)
Linimasa 09 Jun 2026, 09:53

Jejak Becak, GPS Kota Bandung yang Terpinggirkan

Kisah tukang becak Bandung yang dulu jadi penunjuk jalan, kini bertahan di tengah gempuran transportasi modern.

Becak yang dulu sempat berjaya kini semakin terpinggirkan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)